
Zea menatap Alex dengan wajah berbinar saat pria itu sudah datang ke apartemennya sepagi ini.
"Alex kamu kemana aja? Kenapa nomer kamu gak bisa di hubungi hampir seminggu ini? Bahkan kamu juga gak dateng nengokin aku. Aku juga udah ke rumah kamu. Tapi mommy kamu bilang kamu gak ada di rumah. Emang kamu kemana aja?" tanya Zea panjang kali lebar begitu Alex berdiri di hadapannya. Dan sayangnya, saat Zea ingin memeluk Alex, justru pria itu melangkah mundur.
"Sus, siapkan semua keperluan Zea. Hari ini kita keluar." Bukannya menjawab pertanyaan Zea, Alex justru memerintah suster yang merawat Zea untuk mempersiapkan seluruh keperluan Zea selama berada di luar rumah.
"Baik mas," jawab suster itu dan langsung mempersiapkan perlengkapan apa saja yang di perlukan.
"Kita mau kemana Lex?" tanya Zea heran. Baru juga bertemu setelah hampir satu minggu, kini Alex datang dan langsung mengajaknya keluar.
"Gak kemana-mana kok. Kita cuma ke perusahaan Aditama Grup. Aku ada pemotretan. Kamu tahu sendiri produk daddy bakalan di luncurin lima hari lagi," jawab Alex dengan ekspresi datarnya.
Sebenarnya sejak tadi Alex sudah tak sabar ingin mencakar-cakar wajah Zea yang sok polos itu. Namun dia harus sedikit bersabar karena dia harus memberi sedikit pelajaran pada gadis siluman itu sebelum akhirnya membongkar semua kebusukannya.
"Tapi Lex.. dengan kakiku yang cacat ini, apa aku bisa tetap jadi model bareng kamu?" tanya Zea dengan wajah sendunya. Seolah kakinya yang lumpuh adalah penghalang karirnya.
'Cacat, cacat! Gue potek jadi dua sekalian itu kaki. Dasar siluman belut,' maki Alex dalam hati. 'Giliran di kerumunin kecoa aja lo bisa jingkrak-jingkrak kayak kesurupan reog. Ehh,, sekarang malah sok-sokan jadi manusia paling menderita.'
"Santai aja. Lo cuma nemenin gue aja kok. Udah ada model penggantinya," jawab Alex dengan kedua tangan yang sudah terkepal erat, berusaha menahan emosinya yang hampir meledak.
Setelah semua perlengkapan Zea siap, ketiganya pun turun ke parkiran apartemen yang berada di basement gedung itu.
"Loh, kok di belakang?" tanya Zea saat Alex justru membuka pintu belakang mobil. "Aku di depan aja. Biar bisa nemenin kamu ngobrol," pinta Zea.
__ADS_1
Tak lama kaca jendela depan terbuka. "Maaf kak Zea, di depan ada Keyra. Jadi kakak gak perlu khawatir, karena kak Alex udah ada temen ngobrol," ucap Keyra sembari tersenyum meledek.
"Kamu....." Zea menatap tak suka ke arah Keyra. "Ngapain kamu disini?" tanya Zea ketus.
Keyra tak menjawab. Dia mengabaikan begitu saja pertanyaan Zea dan justru memilih untuk kembali menutup jendela kaca mobil. 'Gadis sialan,' maki Zea dalam hati.
"Lex, kenapa ada dia di mobil kamu?" tanya Zea dengan ekspresi kecewanya. "Kamu inget kan dia dengan sengaja bikin lukaku sobek waktu dia berkunjung di rumah sakit waktu itu?"
"Kamu tenang aja. Keyra gak bakalan macam-macam," jawab Alex yang lagi-lagi masih mengunakan ekspresi datar bahkan sekarang terkesan dingin.
Ya tentu saja Alex ingat kejadian itu. Bahkan karena kejadian itu juga berhasil membuat Alex membentak Keyra hingga gadis itu menangis. Dan Alex bersumpah akan membalas semua sandiwara palsu Zea selama ini.
"Lex...."
"Keyra ikut karena dia yang akan jadi model pengganti kamu," jawab Alex.
"Jaga ucapan kamu Zea!" sentak Alex. Tentu saja dia tak terima istrinya di katai seperti itu oleh wanita siluman di hadapannya. "Asal kamu tahu aja, bahkan kak Hiro dan dad Kim rela membayar Keyra sepuluh kali lipat agar mau menjadi pengganti kamu!"
'What sepuluh kali lipat?' batin Zea tak percaya. Namun untuk kembali melayangkan protes ke Alex, Zea tak berani. Apalagi saat ini Alex menatap Zea dengan sorot mata tajam seakan seperti anak panah yang siap menghunus jantungnya yang terdalam.
"Sus, tolong bantuin Zea duduk di mobil," pinta Alex. Entah kenapa dia semakin merasa jijik jika harus mengangkat tubuh wanita bermuka dua di hadapannya itu.
Sepanjang perjalanan, Alex menghabiskan waktunya hanya untuk bercanda dengan Keyra. Bahkan keberadaan Zea disana seakan tak kasat. Apalagi suster yang selama ini menjaga Zea pun ikut di ajak dalam obrolan seru diantara mereka. Dan yang lebih mengesalkan lagi, saat Zea mulai membuka suara, tiba-tiba semua kangsung terdiam.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh lima menit, akhirnya mobil yang di kendarai Alex tiba di gedung Aditama grup.
Dan seakan terburu-buru, Alex dan Keyra langsung meninggalkan Zea yang kini baru saja turun dari mobil dengan di bantu oleh salah satu penjaga keamanan disana.
'Sial. Maksud Alex apa ngajakin gue kalau akhirnya gue di tinggalin gini?' Zea terus menggerutu dalam hati seraya menatap sebal ke arah Alex dan Keyra yang kini sudah masuk ke dalam lift.
"Kakak liat tadi muka nenek lampir?" tanya Keyra sambil terkekeh saat mengingat wajah kesal Zea di sepanjang perjalanan.
"Ini baru permulaan sayang. Nanti masih ada banyak rencana yang harus kita realisasikan untuk membuat wanita itu semakin kesal," ucap Alex yang kini langsung merengkuh tubuh istrinya.
"Kakak...." pekik Keyra. Dan detik selanjutnya tanpa permisi Alex langsung mencium bibir istrinya.
Sudah sejak di jalan tadi Alex tak bisa berkosentrasi saat melihat bibir mungil Keyra yang terus bergerak lucu ketika berbicara. Rasanya Alex ingin segera menyambar dan kembali menikmati manisnya bibir Keyra saat itu juga. Namun dia harus sekuat tenaga menahannya apalagi ada Zea di sana.
"Kakak..." Dengan nafas yang masih naik turun Keyra mendorong tubuh suaminya saat pria itu melepaskan ciuman mereka.
"Sekali lagi Yang please. Kakak masih belum puas," ucap Alex memohon.
"Tapi ini di perusahaan kak Hiro kak. Gimana kalau ada yang liat?" tanya Keyra dengan wajah khawatirnya.
"Ini udah jam kerja. Udah jarang yang naik turun pake lift," ucap Alex. "Jadi please, sekali lagi aja ya Yang." Alex menatap Keyra dengan ekspresi wajah memelas dan penuh permohonan.
"Baiklah, sekali lagi ya," ucap Keyra mengizinkan. Dan tanpa menunggu aba-aba, Alex langsung menyambar bibir merah muda yang kini sudah menjadi candu untuknya. Dan seakan tak mau kalah, kini Keyra pun ikut membalas ciuman suaminya itu dengan sama ganasnya.
__ADS_1
Ting..
"Astaga..." ucap seseorang begitu pintu lift terbuka. "Apa yang kalian lakukan?"