
Pagi hari,
Setelah sarapan wonyoung bergegas pergi ke kampus sekalian membawa barang-barangnya untuk tinggal di apartemen
"Bi ayo berangkat.." Kata wonyoung yang sedang duduk dilantai ruang tengah sembari merapikan kopernya
"Iya. Maafkan bibi yah tidak bisa mengantar mu sampai kampus, jadwal operasi bibi dirumah sakit hari ini sangat padat" Bibi merasa kecewa pada dirinya sendiri karena tidak mengantar wonyoung
"Bibi seharusnya aku yang meminta maaf, gara-gara aku kemarin bibi cuti dan akhirnya sekarang pekerjaan bibi malah tertumpuk, lagi pula paman bilang akan mengantar ku kan? Bibi tenang saja aku akan aman" Ucap wonyoung agar bibi tidak merasa segan
"Betul kata wonyoung kau tidak usah seperti itu yeobo. Aku akan mengantar anak kesayanganmu ini dengan selamat sentosa" Sekarang giliran paman yang buka suara
"Haishh kau ini, kalau bicara jangan asal nongol saja!" Bibi berdiri dari sofa tempatnya duduk lalu menuju paman yang berada di samping pintu sembari merapikan lengan bajunya
"Kau harus mengantarnya dengan selamat sampai tujuan, kuberikan tanggung jawab ini padamu oke" Bibi tertawa dan memeluk paman sedangkan paman hanya tersenyum membalas pelukan istrinya itu
"Ehem" Wonyoung berdehem membuat paman dan bibinya salah tingkah dibuatnya, wonyoung mengangkat kopernya yang sudah rapi itu lalu berjalan mendekat pada bibi dan pamannya
"Kalian berdua peluk aku" Kata wonyoung sambil merentangkan tangannya, paman dan bibi saling beradu pandang
"Hahaha.. kau ini bisa saja" Bibi dan paman tertawa, mereka berdua datang menghampiri wonyoung, lalu...
"Bagaimana kalau kami tidak mau memelukmu" Kata paman menyilangkan tangan didepan dada
"Kau akan berbuat apa jika kami tidak mau?" Kali ini bibi yang berbicara dan mengangkat sebelah alisnya
"Huh aku tidak peduli" Wonyoung langsung saja memeluk kedua orang ini
"Hahaha anak ini bisa saja" Bibi membalas pelukan wonyoung dengan kedua tangannya, sedangkan paman hanya membalas memeluk
"Lain kali kalau mau bermesraan jangan didepan anak yang dibawah umur" Keluh wonyoung dalam pelukan bibinya
"Iya maafkan kami" Kata paman menimpali
"Huhu kalian ini, sudahlah ayo kita berangkat sebelum" Kata bibi membuka pelukan, lalu mereka bertiga berjalan ke arah sofa ruang tengah
"wah wonyoung kau ini seperti akan pergi kemping saja yah" Canda paman lalu mengangkat koper wonyoung menuju keluar
"Tak usah hiraukan candaan receh pamanmu itu" Lalu mereka berjalan keluar bersama
Setelah menutup pintu apartemen, bibi dan wonyoung berjalan ke basement gedung,
Didalam mobil,
__ADS_1
Paman mengemudi mobil sedangkan bibi duduk di kursi depan sebelah suaminya dan Wonyoung duduk di kursi belakang sambil memainkan handphonenya
"Jadi wonyoung apa sekarang kamu sudah punya teman?" Kata paman mebuka topik pembicaraan
"Tentu saja dia punya teman. Namanya Kim Taehyung" Bibi yang menjawab
"Aish bibi kan akukan sudah bilang, aku tidak mau berteman dengannya" Kata Wonyoung mengelak
"Tunggu sepertinya aku pernah mendengar nama TAEHYUNG itu... " Paman menggantung ucapannya
"Ahh bukan kah dia anak dari Kim Seokjin dan Kim Jisoo" Kata paman menebak
"Iya dia anak sahabatku itu" Kata bibi membenarkan ucapan suaminya itu
"ASTAGA KAU HARUS BERBANGGA WONYOUNG BISA BERTEMAN DENGAN SEORANG MANAJER MUDA" Ucap paman antusias sambil mengontrol setir mobil
"Tapi aku tidak suka dia bi, dia itu bukan orang baik" Kata wonyoung berhenti bermain ponsel
"Astaga wonyoung kau ini apa-apaan sih?" Ucap bibi dikursi samping kemudi
"Aku serius bi dia itu tidak baik, aku pernah lihat dia merokok terus dia juga pernah memukul seseorang saat aku berjalan pergi mencari asrama, tapi alasan dia waktu itu katanya rumahnya sejalan dengan apartemen dia, itu bohong bi" Jelas wonyoung panjang lebar
Paman dan bibi saling bertatapan, kemudian mereka tertawa
"Yak JANG WONYOUNG kau ini sedang ngelantur yah nak?" Kata bibi mengejek tidak percaya
"Betul kata pamanmu. Bahkan jika kau ingin lebih dari temanpun bibi hanya akan mendukung. Karna bibi tau dia bukan laki-laki sembarangan" Timpal bibi, membuat wonyoung semakin jengkel pada topik pembicaraan kali ini
"Huh" Wonyoung hanya bisa menghembuskan nafas sembari bersandar pada kursi mobil, ia sama skali tidak berniat membalas topik pembicaraan itu
Paman dan bibi terus berbincang, sedangkan wonyoung kembali memainkan ponselnya
Mobil melaju melintasi jalan kota Seoul dipagi ini, kemudian masuk kedalam gedung sebuah RS internasional Korea untuk mengantar bibi terlebih dahulu kemudian ke kampus wonyoung yang kebetulan satu arah
Bamm
Suara pintu mobil tertutup rapat
"Wonyoung kamu sekolah baik-baik ya! kabari bibi kalau sudah sampai di kampus, dan kamu sayang antar wonyoung baik-baik jangan keliaran oke!" kata bibi pada wonyoung dan suaminya itu
itu
"hmm iya bibi tenang saja" ucap wonyoung mengacungkan jempol
"kau juga jangan makan telat, aku antar wonyoung dulu kekampus dan membawa barang ke apartemennya, setelah itu aku susul kau, paham" sekarang paman yang bicara sembari menyalakan mesin mobil
"iya aku tak akan telat makan, bay" ucap bibi mundur beberapa langkah dari mobil dan melambaikan tangan
"bay EOMMA aku pergi dulu, nanti lusa aku akan ke apartemen eomma lagi" balas wonyoung melambaikan tangan dari kursi belakang mobil ke jendela bagian depan
__ADS_1
"kami pergi dulu" kata paman lalu melanjutkan perjalanan menuju kampus
Skip,
"wonyoung kita sudah tiba, ingat kata paman yang tadi yah, kalau kau ingin hidupmu dipermudah maka perbanyaklah teman, jangan mebuat orang merasa segan padamu, paman tau kau itu orang yang cuek, tapi kau harus liat juga jika orang itu terlihat peduli dan tulus, maka tidak ada salahnya" ucap paman
"iya baik paman"jawab wonyoung sambil menggantungkan tasnya
"Dan si taehyung itu, coba untuk menerimanya, siapa tau saja kau hanya salah pahamkan padanya mungkin saja kau salah lihat waktu itu, paman dan bibi bukannya tidak percaya ucapanmu tadi, hanya saja jika diliat asal muasalnya taehyung itu pasti anak baik-baik. lagipula kata bibimu, yang meminta berteman itu dia deluankan?" lanjut paman
"hmm.." jujur wonyoung sangat muak dengan nama TAEHYUNG itu
"wonyoung paman ini sedang berbicara denganmu" ucap paman dengan nada yang meninggi sedikit
"i-iya iya paman" wonyoung takut dengan teguran pamannya itu
"yasudah masuk sana, sekolah baik-baik,sore nanti paman akan menjemputmu, dan barang-barangmu ini kau tenang saja, paman yang akan membawanya ke apartemen" kata paman
"iya APPA, terima kasih" wonyoung berucap senang pada paman,
wonyoung turun dari mobil pamannya tepat didepan gerbang kampus, semua orang tertuju pada wonyoung yang terlihat sangat cantik dengan paras imutnya
"WONYOUNG!!!!" teriak seseorang
"DISINI!! HEI AKU SUDAH MENUNGGUMU" suara itu lagi-lagi terdengar, wonyoung berbalik mencari sumber suara itu, dan....
"SIALAN..." batin wonyoung mengumpat
.
.
.
.
hello guys👋
LIKE✨
COMMENT🔥
and FOLLOW me:)
*follback kok;)
__ADS_1