
Setelah kepergian Ello dan Ayura, kini hanya tinggal Keyra dan Alex di dalam kamar.
"Kak..." panggil Keyra.
"Kenapa sayang?" tanya Alex yang baru saja memastikan Ello dan Ayura sudah meninggalkan kamar mereka. Dia pun kini memilih mendudukan tubuhnya di sofa kosong yang berada tepat di samping istrinya.
"Emm...." Keyra kembali terdiam. Dia sendiri bingung harus mulai bicara dari mana.
"Emm... kenapa sayang? Katakan! jangan buat suamimu yang ketampanan sudah setara dengan Kim Taehyung ini mati penasaran," ucap Alex sembari mengerlingkan matanya.
"Dih narsis banget." Keyra mengelengkan kepalanya sembari tersenyum geli saat melihat kepercayaan diri suaminya yang jauh di atas rata-rata.
"Itu kenyataan sayangku," ucap Alex sembari mencubit gemas hidung istrinya.
"Kakak ihh, sakit tau." Keyra mencebikan bibirnya sebal seraya mengusap hidungnya yang sedikit panas akibat capitan suaminya.
"Uluh.. uluhh.. my minion ngambek. Mana yang sakit? Apa yang ini?" tanya Alex sembari menunjuk hidung Keyra yang sudah sedikit memerah karena ulahnya.
"Iya," jawab Keyra seraya menganggukan kepalanya. Hingga pada detik selanjutnya Alex tanpa permisi langsung mengecupi seluruh sisi wajah istrinya. "Udah sembuh. Udah kakak obatin," ucapnya lagi.
"Mana ada sembuh setelah di cium?" Lagi-lagi Keyra di buat tersenyum dengan tingkah suaminya itu. "Tapi tunggu dulu deh kak, kenapa kakak panggil aku my minion?" tanya Keyra. "Bukannya aku itu your angela?" tanya Keyra lagi.
"Kayaknya kamu lebih cocok jadi my minion deh Yang, soalnya kamu pendek," ledek Alex sambil terkekeh.
"Ihh.. kok gitu. Aku maunya jadi angela aja yang cantik. Minion kan jelek." Keyra berkata dengan bibir yang sudah kembali mengerucut tajam.
"Jangan salah sayang. Walaupun kecil, mungil dan pendek, tapi di dalam game, minion adalah pusher yang bisa diandalkan untuk menahan serangan dari turret. Kehadiran minion akan sangat membantu pemain untuk menghancurkan turret musuh," ujar Alex. "Coba bayangin kalau gak ada minion, hero apapun akan mati hanya dengan beberapa kali tembakan turret," sambung Alex kembali menjelaskan.
__ADS_1
"Iya juga sih." Keyra menganggukan kepalanya menyetujui ucapan Alex. Namun di detik selanjutnya....
Plak
"Aduhh... sayang, kok kakak di pukul," gerutu Alex saat merasakan pahanya nyeri akibat pukulan dadakan dari sang istri. Bahkan Alex sampai tidak sempat untuk menghindar.
"Kalau aku yang jadi minion itu artinya kakak ngorbanin aku dong. Kakak pilih aku yang mati duluan gara-gara di tembak turret. Iya gitu?" tanya Keyra dengan wajah kesalnya. "Ihh.. kakak jahat. Bukannya milih berjuang bareng-bareng tapi malah milih ngorbanin istri sendiri." Keyra kembali berkata dengan diikuti tatapan sebalnya ke arah Alex.
Sejenak Alex terdiam. "Iya juga ya," gumamnya saat menyadari jika yang di katakan Keyra adalah kebenaran.
"Tu kan kakak jahat sama istri sendiri."
"Ehh.. bukan gitu Yang." Alex mulai kelabakan, niatnya ingin membuat panggilan sayang yang mengemaskan justru berakhir tragis. "Maafin kakak, kakak emang bodoh. Gak bisa liat dari sisi lain," ucap Alex yang semakin merasa bersalah.
Sejenak Keyra terdiam. "Emm.. Keyra yakin sebenernya kakak itu pinter kayak Dad Kim sama mom Lisa. Cuma karena kelamaan di anggurin jadi otak kakak sedikit karatan sampe gak bisa di gunakan sesuai dengan fungsi seharusnya," ucap Keyra yang kini justru merasa tak enak karena Alex sampai mengatai dirinya sendiri bodoh.
Alex menganggukan kepalanya. Dia memang jarang atau bahkan bisa di bilang tak pernah memakai otaknya.
Hingga Alex terlalu terbuai dengan apa yang dia jalani saat itu. Dan pada akhirnya Alex hanya fokus untuk bersenang-senang tanpa memikirkan otaknya yang seharusnya di asah sejak dini.
"Maafin kakak ya sayang. Saat ini kamu bikan my minion lagi. Tapi udah balik jadi my angela," ujar Alex dengan wajah memelasnya.
"Hmm, ya udah deh Keyra maafin," jawab Keyra dan langsung mendapat pelukan dari suaminya. "Makasih sayang," ucap Alex sembari mengecupi puncak kepala Keyra.
"Tapi kak...." Keyra teringat hal yang sejak tadi ingin dia tanyakan pada suaminya.
"Tapi kenapa Yang?" tanya Alex sesaat setelah mengurai pelukannya.
__ADS_1
"Emm... gimana kalau kejadian semalem bikin Keyra hamil?" tanya Keyra sembari menatap ke arah Alex. Dia sangat penasaran dengan reaksi suaminya itu.
"Apa kamu belum siap hamil?" Alex balik bertanya. Sama seperti Keyra, Alex pun membalas tatapan istrinya itu untuk melihat reaksi Keyra.
Keyra menundukkan kepalanya. "Keyra belum siap. Keyra takut," ucapnya lirih.
"Kenapa takut? Apa yang kamu takutkan Yang?"
Keyra memberanikan diri menatap Alex. "Entahlah, Keyra juga gak tau. Hanya saja, Keyra merasa belum pantas menjadi seorang ibu. Keyra takut gak bisa jadi ibu yang baik untuk anak kita nanti."
Alex menghela nafas panjang. Sebenarnya dia sendiri juga takut. Takut belum bisa menjadi ayah yang baik untuk calon anak mereka nanti. Apalagi saat ini dia hanya seorang penikmat harta orang tua.
"Sebenarnya kak Alex punya pil kontrasepsi darurat," ujar Alex yang mengingat pesan yang di kirim Mike semalam. "Tapi kakak gak tau apakah itu bisa buat kamu gak hamil atau enggak. Tapi setidaknya kamu bisa mencoba meminumnya," sambung Alex lalu berdiri menuju walk in closet untuk mengambil obat penunda kehamilan yang di letakan di dalam koper oleh Alex.
"Maafin Keyra kak. Bukannya Keyra gak mau hamil anak kakak," ucap Keyra lirih. "Tapi....."
"Udah gak pa-pa. Untuk saat ini sepertinya kita memang belum siap untuk menjadi orang tua. Karena jujur kakak juga masih belum siap," potong Alex.
~
Hari ini adalah hari pemotretan yang sudah di jadwalkan oleh Hiro. Karena hanya tinggal lima hari lagi adalah hari peluncuran produk fashion pakaian dari perusahan dad Kim.
"Kita mau kemana kak? Bukannya pemotretannya ada di gedung Aditama grup?" tanya Keyra saat Alex justru mengendarai mobilnya ke arah berlawanan.
Alex menurunkan kecepatannya lalu membisikan sesuatu kepada istrinya itu. Seolah di dalam mobil itu ada orang lain.
"Hah.. seriusan?" Keyra membelalakan matanya tak percaya.
__ADS_1
"Iya sayang. Kemarin Ello bilang gitu," jawab Alex sembari tersenyum. Dan detik selanjutnya senyum itu merembet ke istrinya. "Keyra setuju sama kak Ello!" ucap Keyra semangat.
"Oke.. let's play the game!" seru Alex dan langsung menambah laju kecepatan mobilnya.