SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 100. KEPANIKAN DAVE.


__ADS_3

Sekertaris Ken terus melangkah hingga dia tiba juga di depan kamar Dave dengan pintu sedikit terbuka.


Sebelum masuk, tampak sekertaris Ken mengetuk pintu sebanyak dua kali.


"Apa Saya boleh masuk tuan?,".


"Masuklah," balas Dave dari dalam sana yang saat itu sedang duduk diatas sudut pembaringan dengan hanya mengenakan handuk.


Sesaat sekertaris Ken menatapnya dengan pandangan heran hingga membuat Dave menutup dadanya dengan kedua buah lengan kekarnya.


"Jangan bilang kamu juga nafsu melihatku seperti perempuan m3njijikan itu,".


"Ciiihh.........walaupun Aku jeruk makan jeruk pun Aku juga pilih-pilih orang, mana yang layak dan mana yang tidak,"ucap Ken dalam hati sambil memalingkan pandanganya ke arah lain.


"Tuan, sebaiknya Anda siap-siap sekarang lalu kita kembali ke kota B,".


"Kamu tunggu sebebtar, Aku mau mandi kembali untuk menghilangkan aroma perempuan gila itu," Dave kembali melangkah masuk kedalam kamar mandi.


Tidak beberapa lama kemudian, keduanya keluar dari dalam kamar lalu menuju kearah lift. Lift membawa keduanya menuju lantai dasar.


Kembali lift terbuka, keduanya melanjutkan langkah mereka kearah parkiran.


Disana sudah ada Carlos dan dua anak buahnya berdiri di depan sebuah mobil mewah menyambut kedatangan mereka berdua.


"Mobilnya sudah kami siapkan sekertaris Ken, Anda berdua bisa berangkat sekarang ke bandara,".


"Terima kasih banyak atas semuanya Carlos, terus awasi perusahaan dan laporkan jika ada yang kurang beres disana,".


"Tentu sekertaris Ken, serahkan saja semuanya pada kami,".


"Kalau begitu kami berangkat,".


Carlos segera membuka pintu mobil bagian belakang buat Dave lalu di lanjutkan pintu bagian depan buat sekertaris Ken.


Setelah semuanya dirasa cukup, Sekertaris Ken mulai mengemudikan kendaraan sedikit demi sedikit meninggalkan halaman hotel menuju kearah bandara.


***************


PUKUL 23. 15 KOTA B.


Jauh perjalan dan rasa capek yang dirasakan Dave tidak menghalangi niatnya untuk segera pulang menemui Nadia. Istri yang sudah menjadi candu baginya.


Mobil kembali melaju dari bandara pulang kearah mension. Dave mengeluarkan handphone dari dalam saku celananya.

__ADS_1


Tampak dari dalam benda pipih tersebut, gambar Nadia tersenyum, poto yang diambil Dave secara diam-diam saat hubungan mereka masih kurang harmonis.


"Apakamu sudah tidur Sayang," usap Dave pada layar handphonenya sambil tersenyum.


Tidak beberapa lama kemudian mobil yang di kemudikan sekertaris Ken berbelok masuk ke dalam halaman mension.


"Silahkan tuan," sekertaris Ken yang saat itu membuka pintu mobil untuk Dave.


Dave keluar dari dalam mobil dan langsung menuju kearah pintu utama dimana Goyun dan beberapa pelayan sudah berdiri menyambut kedatanganya.


"Selamat malam tuan," Goyon sambil menunduk diikuti yang lain.


"Apa istriku sudah tidur?,"


"Sepertinya begitu tuan. Setelah makan malam, beliau langsung masuk ke kamar dan tidak keluar lagi,".


"Bagaimana dengan penghuni yang lain?,".


"Maksud tuan, nyonya Anita dan nona Elis?,".


"Siapa lagi kalau bukan mereka,".


"Seharian ini mereka hanya dikamar kecuali untuk makan mereka baru keluar,".


Dave langsungsung melangkah meninggalkan mereka menuju kearah tangga.


Sedikit demi sedikit, Dave mumutar knop pintu lalu mendorongnya.


Mata Dave langsung terarah kearah pembaringan dimana Nadia sedang tidur disana sambil menutup tubuhnya dengan selimut.


Dave membuka satu-persatu pakaian yang dia kenakan lalu melangkah kearah kamar mandi.


Ada sekitar 10 menit Dave di dalam sana hingga dia keluar sudah mengenakan piyama dan langsung menuju kearah pembaringan.


Dave membuka sedikit demi sedikit selimut yang menutupi wajah Nadia, Seketika kedua matanya terbuka sempurna tatkala melihat air mata keluar dari kedua sudut mata Nadia.


"Sayang kenapa kamu menangis, apa ada yang menyakitimu?, katakan padaku biar Aku mematakahkan semua persendianya,".Dave menggusap air mata Nadia dengan kedua ibu jarinya.


Seketika Nadia membuka mata dan memeluk tubuh Dave dengan sangat erat.


"Aku sangat merindukanmu, kenapa kamu tidak menghubungiku seharian ini," peluk erat Nadia pada tubuh Dave.


"Kenapa sekarang kamu manja sekali sayang, Aku hanya pergi sebentar itu pun tidak cukup sehari," Dave membalas pelukan Nadia dengan sangat erat pula.

__ADS_1


"Sudalah, Hanya Aku yang sepihak merindukanmu. Kamu tidak pernah merindukanku" Nadia melepaskan pelukanya lalu menutup kembali tubuhnya dengan selimut lalu membelakangi Dave.


"Lah, kenapa jadi serba salah seperti ini. Sayang, Aku juga sangat merindukanmu bahkan lebih dari apa yang kamu tahu. Sedetik pun Aku tidak melihatmu rasanya Aku ingin segera pulang untuk menemuimu," Dave membaringkan tubuhnya dan memeluk erat Nadia yang masih membungkus rapi tubuhnya dengan selimut.


"Benarkah.....Jadi suamiku juga merindukanku?,". Nadia segera berbalik dan membuka selimutnya lalu kembali memeluk Dave dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


"Iya Sayang, Aku juga sangat merindilukanmu," usap Dave pada pucuk kepala Nadia.


"Oooeeweee.......," tiba-tiba Nadia mual lalu bangun dan berlari menuju kamar mandi.


"Apa sebenarnya yang terjadi denganya. Kelakuanya aneh dan tiba-tiba dia merasa mual?," dengan perasaan panik Dave mengikuti Nadia dari arah belakang.


Setibanya di dalam kamar mandi, Dave mendapati Nadia masih mual sambil menyandarkan kepalanya di dinding kamar mandi,".


"Apa yang terjadi padamu Dia, Kamu jangan membuatku panik seperti ini," Dave memijit kepala dan bahu Nadia secara bergantian dengan perasaan campur aduk antara takut dan kasihan melihat keadaan istrinya.


Semakin bertambah kepanikan Deve, tatkala tubuh Nadia ambruk. Untung saja Dave dengan cepat menangkap tubuh mungil istrinya itu hingga tidak sampai terjatuh dan terbentur kelantai.


"Goyun segera kemari kataku," teriak Dave memecah kehenigan malam dan juga seisi mension.


Dari arah luar, terdengar suara langkah kaki seperti pasukan yang sedakang melakukan gerak jalan.


"Apa kami boleh masuk, tuan?," suara Goyun dari balik luar setelah sebelumnya terdengar dua ketukan dari arah daun pintu.


"Masuklah cepat....., Dia sadar sayang," suara Dave makin meninggi saking paniknya melihat keadaan Nadia saat itu.


Sedikit demi sedikit pintu kamar pun terbuka lalu muncul Goyun dan beberapa pelayang dari arah pintu.


"Apa yang terjadi pada nyonya muda, tuan?," tanya Goyun saat tiba di depan pembaring dan melihat kondisi Nadia yang memprihatinkan, lemah dan tak berdaya.


"Kalau Aku tahu, Aku tidak bakalan memanggilmu kemari. Cepat panggil dokter Merlin segera,". bentak Dave pada Goyun tanpa melihatnya.


"Baik tuan," Dengan tergesa-gesa Goyun keluar dari dalam kamar.


"Dia bangunlah, jangan membuatku sepanik ini," Dave memegang tangan Nadia lalu menciumnya hingga beberapa kali.


Tidak terasa air matanya menetes. Baru kali ini pria berwatak keras itu mengeluarkan airmata setelah kepergian ayah dan ibunya. Setelah itu air matanya bak habis dan tidak tersisa untuk dikeluarkan.


Beberapa pelayan yang berdiri disana hanya bisa terdiam sambil melihat dan mendengar isak tangis Dave.


Seorang pria sombong dan dingin menangis di hadapan perempuan yang dulunya dia anggap sebagai pelayan mension itu.


TEMAN TEMAN YANG INGIN BACA CERITA DEWASA YUCK MAMPIR DI CHANNELKU " DUNIA FANTASY".

__ADS_1



__ADS_2