SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 118. ELIS DAN ANITA TERUSIR.


__ADS_3

Tidak lama kemudian, pintu ruang operasi pun terbuka, Dokter Andy keluar bersama dengan seorang pria yang sudah tidak asing lagi


Dave, bi Ona dan juga Rita.


"Kenapa kamu bisa berada di dalam ini besama istriku. Jangan bilang kalau kamu mengaku sebagai suami dan ayah dari anak-anakku," Dave memegangi kera baju Leon yang saat itu terlihat lesu dan pucat.


"Kamu itu tidak pernah ada berubah-berubahnya, cepat lepaskan tanganmu dari kera bajuku ini," Leon


memegangi kedua tangan Dave yang saat itu masih menggenggam erat kera bajunya.


"Katakan dulu, apa yang sedang kamu lakukan di dalam," kembali Dave dengan suara tenornya.


"Aku yang mendonorkan darahku pada Nadia, apa kamu sudah puas...ah,". bentak bali Leon.


Seketika Dave melepaskan genggaman tanganya. Dia merasa tidak enak hati telah melakukan itu pada orang yang telah menyelamatkan nyawa istri dan juga anak-anaknya.


Setelah terlepas dari cengkraman Dave, Leon pun berjalan menuju kursi tunggu dan mendudukan tubuhnya disana.


"Silahkan masuk Tuan, Istri dan juga bayi-bayi Anda pasti sangat membutuhkan kehadiran Anda di dalam," tepuk Dokter Andy pada pundak Dave.


Sama seperti biasa Dav tidak menjawab, dia hanya mengangguk


pelan lalu melangkah masuk kedalam ruang operasi.


Tampak di dalam sana, beberapa perawat sedang menata alat medis mereka kedalam box dan sebagian lagi merapikan tempat tidur Nadia


yang saat itu masih belum sadarkan diri.


Dave segera mendekati Nadia dan menggengam erat tanganya lalu menciumnya hingga beberapa


kali.


"Sayang, terima kasih karena kamu sudah mempertarukan nyawamu demi melahirkan kedua buah hati kita," Dave menetaskan air matanya di punggung tangan Nadia.


Setelah puas meluapkan isi hatinya, Dave pun melangkah menuju ke arah inkubator bayi, dimana kedua bayinya sedang di tertidur pulas disana.


Dav tersenyum melihat kedua bayinya yang begitu menggemaskan. Tanganya menyapu dinding inkubator secara bergantian seolah-olah sedang mengusap wajah kedua bayi-bayinya.


"Sus, apa boleh Aku menggendong mereka," tanya Dave pada seorang perawat yang berdiri tidak jauh darinya.

__ADS_1


"Silahkan," balas perawat tersebut lalu


membantu Dave membuka penutup inkubator.


Pertama-tama Dave mengambil putranya lalu mengadzani kemudian berpindah ke keputrinya dan melakukan hal yang sama.


Setelah selesai, Dave meletakkan mereka kembali ketempatnya semula yang saat itu masih terlelap dengan mimpi indah mereka.


Tidak berselang lama kemudia Nadia pun dipindahkan ke ruang rawat nomor satu. Semua fasilitas dalam ruangan itu terbilang lengkap.


Dave sengaja menempatkan Nadia disana agar istrinya dan juga para penjeguk merasa nyaman saat berada dalam ruangan itu.


Goyun yang baru saja datang di temani sekertaris Ken membawa pakaian serta kebutuhan Nadia segera mendekat dan memberikan sebuah laptop pada Dave.


"Orang yang menyebabkan Nyonya Nadia terjatuh semuanya ada di dalam sini, Anda bisa melihat sendiri siapa dibalik semua itu,".


Tanpa menjawab, Dave segera mengambil laptop dari tangan Goyun dan melangkah kearah meja. Dave menyalakan laptop tersebut dan mulai mumbuka file video.


Seketika matanya terbelalak tak kalah melihat Anita dan juga Elis masuk kedalam kamar sambil membawa beberapa botol minyak goreng.


"Oh ..jadi kalian berdua pelakunya. Goyun, Ken ayo ikut Aku, kita beri pelajaran pada kedua perempuan yang tidak tahu balas budi itu," Dave


melangkah mendekati bi Ona yang saat itu sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil membersihkan wajah Nadia dengan sehelai tissu basah.


"Baik Tuan," balas bi Ona.


Dave segera meninggalkan ruangan itu diikuti oleh Goyun dan sekertaris Ken dari arah belakang.


Setibanya di tempat parkir, ketiganya segera masuk kedalam mobil. Sekertaris ken mengemudikan kendaraanya dengan kecepatan tinggi menuju kearah mension atas perintah


Dave.


Hanya butuh beberapa menit saja kini mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di depan pintu utama mension.


Ketiga segera keluar dari dalam mobil dan menuju kearah kamar Anita.


Dav mengetuk daun pintu kamar Anita lumayan keras. Tidak berselang lama kemudian keluarlah Anita bersama Elis dengan berpakaian rapi.


Tampak kedua perempuan itu ingin menghadiri sebuah pesta.

__ADS_1


"Ada apa ini, kenapa mengetuk pintu begitu keras?," protes Anita.


"Kalian pasti sudah tahu kenapa Aku melakukan ini, Ken, Goyun cepat kemasi barang-barang mereka dan antar mereka berdua kebandara,".


"Baik Tuan," ucap sekertaris Ken dan Goyun bersamaan lalu masuk kedalam kamar milik Anita dan Elis.


"Dav, kenapa kamu memperlakukan kami seperti seorang penjahat?,". ucap Anita.


"Kalian berdua memang layak di perlakukan seperti itu. Andai saja Aku tidak mengingat amanah dari Ayahku, sejak sedari dulu Aku melakukan ini pada kalian berdua," bentak Dave


pada keduanya.


"Apa yang telah kami lakukan sehingga kakak dengan tegah memperlakukan kami seperti ini?,"


Elis yang kini mulai angkat bicara.


"Kalian masih saja pura-pura tidak tahu!. Ingat, seisi mension ini di penuhi dengan CCTV jadi, kalian tidak bisa mengelak dengan apa yang


telah kalian lakukan pada istriku. Syukur-syukur Aku tidak melaporkan kalian ke polisi karena pencobaan pembunuhan,".


Seketika Anita dan Elis menjatuhkan tubuhnya di depan Dave sembari menagis.


"Maafkan kami Dave, kami benar-benar khilaf," tangis Anita dan Elis memecah seisi mension.


"Khilaf katamu?, sampai-sampai ingin


menghilangkan nyawa tiga orang sekaligus. Kalian berdua ini memang tidak layak disebut manusia,".


"Tapi Dave, kalau kamu mengusir kami, terus kami mau kemana?, kami sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini," Anita yang saat itu memegangi kaki Dave.


"Aku akan mengirim kalian keluar negeri. disana Aku sudah membangun rumah dan usaha buat


kalian. Ini semua semata-mata Aku lakukan karena amanah Ayahku, cepat pergi dari sini sebelum Aku berubah pikiran. Tapi ingat, jika Aku sampai melihat dan mendengar kalau kalian kembali ke kota ini lagi jangan harap kalau Aku sudah berbelas kasihan pada kalian lagi camkan ini baik-baik,".


"Baik-baik," Anita dan Elis segera bangkit dan masuk kamar untuk mengambil tas dan juga koper mereka.


"Ken, urus semua dokumen dan black list identitas mereka agar tidak kembali lagi ke negara ini. Dan pastikan semuanya beres sebelum Kamu mengirim mereka ke habitatnya, paham,".


"Paham tuan," balas sekertaris Ken singkat.

__ADS_1


Setelah sekertaris Ken mengantar Anita dan Elis ke bandara, Dave dan Goyun kembali kerumah sakit dimana Nadia dan bayi-bayinya sedang dirawat.


TERUS BERI DUKUNGANYA DENGAN CARA, LIKE, COMENT, VOTE DAN JANGAN LUPA UNTUK TERUS KUNJUNGI CHANNEL YOUTUBE AUTHOR SERTA JANGAN LUPA TINGGALKAN SUBSCRIBE, LIKE, COMENT, SHERE DAN NYALAKAN LONCENG NOTIFIKASINYA AGAR TIDAK KETINGGALAN VIDEO TERBARU DARI AUTHOR TERIMA KASIH. "DUNIA FANTASY".


__ADS_2