
Seketika Frans tersenyum melihat ketakutan di raut wajah Joko.
"Sadah Aku bilang, mana dia ada bukti kalau Aku menggelapakan data-data proyek bendungan itu. Sungguh kasihan sekali kamu Joko, aib sendiri tapi mau melempar padaku. Ha ...ha ..ha,". tawa Frans menggema dalam ruangan itu hingga membuat Joko berdiri dan mengakat kera baju Frans.
Semua orang dalam ruangan itu sontak kaget dengan keberanaian Joko. Orang yang yang biasanya hanya diam, kini memiliki keberanian yang luar biasa.
"Lepaskan bajuku bi4dab," bentak Frans dengan kedua mata melot.
"Kamu yang bi4d4b. Dimana putraku kalian sembunyikan?,". kini Joko yang berbalik membentak Frans.
"Jangan asal bicara, mana buktinya kalau Aku menyembunyika putramu?,".
"Aku dan istriku buktinya, Kamu menyandera putra kami malam itu agar Aku mau menuruti semua keinginanmu lalu orang- orang menyalahkanku dengan gagalnya proyek bendungan itu bukan?,".
Joko semakin kuat mengangkat kera baju Frans hingga hanya ujung sepatunya saja yang menyentuh lantai sebagai tumpuan.
"Lepaskan kataku, kamu bisa membunuhku,". Fans menarik nafas dalam-dalam agar tidak kehabisan oksigen.
"Ada baiknya kamu mati saja agar tidak ada lagi korban sepertiku atas kebusukanmu itu,". Joko dengan tubuh bergetar dan air liur keluar setiap kali dia mengeluarkan suara.
"Joko lepaskan dia, Kamu bisa membunuhnya," perintah Dave.
"Biarkan saja dia mati tuan, itu mungkin lebih baik agar dia secepatnya bisa bertemu TUHAN,".
Lama Joko terdiam, hingga dia mendorong tubuh Frans jatuh dan tersungkur ke lantai.
Frans merayap dan duduk kembali di tempatnya semula dengan deru nafas putus-putus karena kekurangan oksigan.
"Frans, apa benar semua yang dikatakan oleh Joko barusan ?," tanya Dave setelah suasana kembali kondusif.
"Sudah sedari tadi Aku bilang, dia ini hanya mengarang-garang cerita agar terbebes dari gagalnya pembangunan bendungan itu,".
Dave menatap mereka secara bergantian untuk melihat mata dan gestur tubuh mereka.
"Sekali lagi Aku tanya kalian berdua, siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini sebelum Aku sendiri yang turun tangan mengusut tuntas semuanya. Tetapi Ingat, jika ada diantara kalian berdua ini yang membohongiku dengan mengarang-ngarang cerita maka bukan hanya kalian saja yang akan menanggung akibatnya tapi pekerjaan kalian juga yang akan menjadi taruhanya,".
"Saya sudah tidak bisa bilang apa lagi tuan Dave. Aku tidak ada bukti untuk itu, hanya Aku dan istriku saja saksi mata dimana pria ini membawa putraku pergi malam itu,". tatap kosong Joko. Sepertinya dia mulai pasrah dengan keadaan.
"Nah, Kamu bisa dengar sendiri bukan kata Joko, Jadi untuk apa menunggu lama-lama, jobloskan saja dia di penjara atau matik4n sekalian. Sudahlah, Aku mau pergi saja banyak urusan yang harus Aku kerjakan dari pada mendengar kebohongan si Joko ini,".
__ADS_1
Frans mencoba berdiri tapi segera di cegah oleh sekertaris Ken dengan menekan kedua pundaknya agar dia kembali duduk di tempatnya.
"Berani-beraninya kamu melarangku untuk pergi," bentak Frans pada Sekertaris Ken.
"Memangnya siapa Kamu sehingga Aku tidak berani mencegahmu," bentak sekertaris Ken yang juga mulai tersulut emosinya.
"Harusnya Aku yang bilang seperti itu padamu. Baru jadi sekertaris saja lagakmu sudah seperti pemilik perusahaan ini. Ingat 15% sahamku ada di perusahan ini, itu artinya Aku bebas keluar masuk di perusahaan ini tanpa ada yang bisa melarangku, paham kamu?," senyum getir Frans menatap sekertaris Ken.
"Baru 15% saja lagakmu sudah seperti itu, apa lagi kalau sudah diatas dari itu, mungkin kamu sudah semena-mena pada Karyaman yang ada disini. Sekarang kamu duduklah dan lihat apa yang akan Aku lakukan padamu,".
"Maksudmu apa?, Apa kamu mengancamku?," Frans mengalihkan pandanganya pada Dave.
"Kalau hanya mengancam orang sepertimu, bagiku belum seberapa, bahkan m3mbunuhmu saja saat ini bagiku masih bisa. Tetapi sebelum Aku melakukan itu, Aku akan membuatmu menagis darah terlebih dulu. Ken bawa mereka kemari,".
"Baik tuan. kamu duduk tenang disini, kalau tidak mau kedua kaki tuamu itu kupatahkan,". ancam sekertaris Ken hingga membuat Frans terdiam.
Sebelum mengeluarkan handphone dari dalam saku celanaya, sekertaris Ken sedikit menjauh.
Tampak disana sekertaris Ken sedang menghubungi seseorang.
Tidak lama kemudian kembali sekertaris Ken mendekati mereka.
"Iya tuan, sebentar lagi Carlos dan kawan-kawanya akan segera kemari,".
"Bagus kalau begitu. Kita lihat sebentar lagi apa si tua b4ngka ini masih bisa sombong seperti tadi,".
"Percuma saja mengancamku seperti itu karena sampai kapan pun aku tidak bakalan takut pada kaian ini karena coregaku di kota ini sangat kuat,".
"Sekarang kamu bisa mengoceh sepuasmu sebelum itu sudah terlarang bagimu,".
Tidak lama kemudian dari arah pintu muncul Carlos dan tiga kawanya membawa seorang parempuan parubaya yang terus saja merontah.
Kedua mata Frans seketika melotot melihat siapa perempuan itu.
"Kalian apakan istriku?," bentak Frans dan mencoba untuk berdiri tapi segera dicegah oleh sekertaris Ken dengan menendang lututnya.
"Awooo......," ringis Frans.
"Aku bilang duduk ya duduk atau kamu mau Aku membuat lebih dari ini," kembali sekertaris Ken membentaki Frans.
__ADS_1
Carlos membawa istri Frans mendekat kepada Dave.
"Ini dia orangnya tuan,".
"Kerja yang bagus, sekarang katakan darimana kamu mendapat kemewahan itu?," tanya Dave pada Sonya istri Frans.
"Memangnya ada urusan apa kamu dengan kemewahan yang Aku miliki?," balas Sonya judes.
"Ada urusan apa kamu bilang!, ingat sebagian besar dari harta yang kamu miliki itu adalah hasil korupsi suamimu di perusahaan ini. Jadi itu adalah urusanku, paham,".
"Apa kamu ada bukti kalau itu hasil korupsi?," balas Sonyo tak mau kalah.
"Aku tidak ada bukti, tapi kamu sendiri yang akan bicara padaku," senyum devil Dave menatap kearah Sonya.
"Maksud kamu apa, jangan macam-macam denganku,".
"Aku tidak akan macam-macam denganmu asalkan kamu mau jujur sebelum semuanya terlambat,".
"Untuk apa Aku mengaku kalau memang kenyataanya tidak seperti itu,".
"Baiklah, kamu sudah menguji kesabaranku, sekarang jangan salahkan Aku. Carlos dudukkan dia di kursi itu," tunjuk Dave ke sebuah kursi kosong.
"Baik tuan. Ayo cepat duduk," paksa Carlos pada Sonya.
"Kalian mau apakan Aku?," rontah Sonya, tapi sayang dia tidak sanggup melawan tenaga Carlos yang memiliki ukuran tubuh tinggi besar.
"Jangan harap karena kamu merasa perempuan maka Aku akan berbelas kasihan padamu. Sekarang Aku tanya sekali lagi sebelum kamu menyesali semuanya. Dari mana semua kemewan itu kamu dapatkan?,". tanya Dave dengan raut wajah datar tapi intonasi suaranya menempus ke jantung.
"Sampai kapan pun Aku tidak akan mengatakanya dari mana Aku mendapatkan semua itu. Ini sudah keputusan final dan tidak akan Aku ubah lagi, puas kamu,".
"Baiklah, Apa kamu masih bisa berkata itu setelah melihat ini,".
"Carlos suruh anak buahmu mengambil alat yang tadi Ken suruhkan padamu," .
"Baik tuan. Anton, lekas ambil box yang ada dimobil sekarang,". perintah Carlos pada salah seorang anak buahnya.
"Baik bos," balas Anton lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
TERUS DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA MEMBERI COMENT, LIKE DAN VOTE. TERIMAKASIH.
__ADS_1