
Selangkah demi selangkah Nadia terus berjalan diikuti oleh Tania, Dewi dan juga Diana dari arah
belang.
Wajah Nadia benar-benar berubah hingga salah seorang dari dua puluh lima dewan juri berdiri dan mengangkat tanganya.
"Permisi kenapa Anda yang masuk bukanyaNadia,"
Seketika semua mata mengarah kearah dewan juri tersebut.
"Aku juga tidak bagitu yakin kalau dia itu Nadia. Kalau pun iya, Berarti dia menyembunyilan kecantikanya dari babak pertama sampai akhir
dan memukau kita semua di babak final ini," ucap dewan juri yang duduk di samping dewan juri yang berdiri tadi.
"Betul sekali katamu. Dia bak berlian yang berkilau diatas panggung. Dari cara berbusana dan tata rias yang dia kenakan Aku yakin dialah
yang selama ini kita cari!," balas dewan juri lainya.
" Wow...wow ..wow... apa sebenarnya yang terjadi kenapa sampai seperti ini," MC maju kedepan dan mendekati Nadia.
"Tolong berikan mic itu padanya," perintah pak Yuda, salah seorang dewan juri pada sang MC.
"Baik, Nona boleh Anda memegang
ini!," MC menyodorkan mic kearah Nadia. Sebelum mengambil mic dari tangan MC, Nadia pertama-tama sersenyum kepada penonton dan
kepada para dewan juri.
"Terimah kasih," ucap Nadia.
"Apa benar Anda ini Nona Nadia," tanya pak Yuda.
"Iya, Saya," balas Nadia singkat dan tegas.
"Kenapa Anda sangat berubah. Dari
penampilan babak pertama sampai babak kedua penampilan Anda biasa-biasa saja tapi kenapa sekarang Anda begitu anggun diatas panggung ini," tanya pak Yuda lagi yang masih merasa tak percaya.
Seketika tawa penonton pecah begitu pula yang terjadi pada Tania, Dewi dan dan juga Diana.
"Semua itu karena teman-teman Saya yang ada di belakang saya ini. Mereka yang mendandaniku dan juga memberiku motifasi agar Saya berubah dan hasilnya sungguh di luar dugaan," balas Nadia berbalik dan tersenyum pada ke tiga sahabatnya.
"Benar-benar luar biasa, kalau begitu maafkan Aku karena sudah berprasangka yang bukan-bukan pada Nona Nadia," pak Yuda sedikit menunduk kearah Nadia.
Seketika gemuruh tepuk tangan pun bergema dalam ruangan itu. Para penonton dengan antusias bersorai-sorai menyebut nama Nadia.
"Nadia ..Nadia ...Nadia," serentak para penonton dan tidak ketinggalan juga pendukung dari Nabila dan juga Mawar.
Kembali Nabila melanjutkan langkahnya dan berfose ala arti internasional.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup Nadia kembali
keruanganya diikuti oleh Tania, Dewi dan juga Diana.
"Baiklah, kita beri kesempatan pada ketiga finalis untuk berganti costum sejenak. Kami akan terus
mengingatkan pada kaian semua yang ingin peserta favoritenya maju sebagai pemenang dalam lomba ini agar terus belanja yang banyak
dan vote peserta favorite kalian jangan sampai mereka hanya duduk sebagai raner up saja bukan menjadi pemenang. Maka dari itu mulai
dari sekarang ayo tukar vocer kaian dan terus beri dukungan pada tiga finalis lomba," ucap MC yang berdiri tepat di tengah-tengah panggung.
Sebagian besar penonton dan langsung menuju ke toko yang ada dalam mall itu.
Melihat hal itu wajah ke kuatiran Yunita pun mulai terlihat lagi seperti sebelum-sebelumnya.
"Mas bagaimana ini?," Yunita sedikit menepuk punggung Rudy.
Sebelum menjawab, Rudy mengusap keringat yang mulai keluar sekitaran wajahnya menggunakan sapu tangan.
"Aku juga tidak tahu, kenapa Nadia bisa berubah seperti ini. Para pendukung Mawar dan Nabila mulai terlihat memberi dukungan padanya.
Ternyata Nadia selama ini bersembunyi di penampilanya dan mulai menunjukan bakat dan
kecantikanya di kompetisi ini," balas Rudy tanpa menatap kearah Yunita.
Nadia yang keluar sebagai pemenang. Bila itu terjadi maka karir Mawar akan redup sampai disini,".
"Kamu jangan kuatir, ini belum akhir, Semua keputusan ada di tangan juri. Jadi kita harus tenang agar semua berjalan dengan mulus," balas Rudy mulai menenangkan diri tapi tetap
saja hatinya masih di penuhi rasa kuatir.
"Rencana apa sebenarnya yang telah mas lakukan, sehingga Mas begitu yakin kalau Mawar yang akan keluar sebagai pemenangnya," tanya Yunita menatap lekat ke arah wajah Rudy.
"Nanti kamu bisa lihat sendiri apa yang akan terjadi. Dari pada kamu pusing memikirkan hal itu, sebaiknya kamu menyuruh semua fans
Mawar untuk berbelanja dan vote Mawar sebanyak-banyaknya sebelum batas vote di tutup,".
Yunita mengangguk dan membuka tas yang sedari tadi di bawanya, Setelah melihat isi dalam tas itu yunita tersenyum dan melangkah ke kerumunan penonton.
Tidak lama kemudian Yunita kembali dan duduk di tempatnya semula.
"Apa kamu sudah melakukan apa yang aku perintahkan tadi padamu?,".
"Kalau hal itu semua lancar," balas Yunita membulatkan jarinya membentuk hurup O.
"Bagus kalau begitu mari kita lihat apa yang akan terjadi kemudian," Rudy kembali menatap keatas panggung.
MC maju kedepan dan berdiri
__ADS_1
ketengah-tengah panggung.
"Sebelum acar ini kita lanjutkan Saya mau mendengar dulu mana pendukung dari Na...bila," MC menyodorkan mic kearah para
penonton.
Tidak seperti tadi, kini suara pendukung Nabila sudah mulai berkurang.
"Kenapa bisa berkurang seperti ini pendukung dari Nabila. Kalau begitu siapa tahu berpindah ke Mawar. Saya mau dengar mana pendukung
dari Ma...war," kembali MC itu menyodorkan mic kearah kerumuna penonton.
Sama seperti pendukung Nabila pendukung Mawar pun kini hanya tersisa beberapa orang
saja.
"Wow... wow....kedua peserta yang di gadang-gadang akan menjuarai lomba ini kenapa pendukungnya makin kesini makin berkurang.
Apakah mereka semua berpaling pada Nadia ataukah mereka bingung harus pilih yang mana?, kalau begitu kita tes mana pendukung
dari Nadia," Serentak para penonton mengankat tangan keudara. Ada yang bertepuk tangan ada pula
yan bersiul.
"Nadia ...Nadia....Nadia...," suara penonton bergema dalam ruangan.
Para dewan juri saling menatap ada yang seketika tersenyum ada pula yang mengedikkan bahunya secara bersamaan.
"Ternyata sebagian besar pendukung dari Nabila dan Mawar berpindah pada Nadia. Sungguh perlombaan kali ini tidak bisa di prediksi. Tapi
pendukung Nabila dan juga Mawar jangan menyerah dulu karena babak terakhir akan segera dimulai. Apakah kalian akan tetap pada pendirian kalian masing-masing ataukah akan berpindah lagi ke peserta yang lain. Kalau begitu mari kita sambut ketiga peserta memperagakan aksi mereka untuk menarik perhatian para dewan juri dan juga penonton. Kalau begitu mari kita sambut .. Nabila,
Mawar dan Juga Nadia," Mc mempersilahkan ketiga peserta untuk keluar dari dalam ruangan mereka masing-masing.
Ruangan Nadia, Mawar dan Nabila secara otomatis terbuka dan keluarlah mereka bertiga dengan busana ala sekertaris.
Nadia memakai baju putih dipadukan dengan rok berwarna hitam sebatas lutut dengan bros bunga yang melekat pada dada sebelah kirinya
membuat penampilan Nadia benar-benar perfect. Tania dan Diana tidak lupa menyanggul rambut Nadia begitu rapi hingga membuat
penampilan Nadia kali ini memukau mata para penonton dan juga para dewan juri yg berada di bawah panggung.
"Apa Aku bilang tadi, Nadialah gadis yang selama ini kita cari. Dia akan jadi ambassador dari setiap produk yang akan kita luncurkan natinya, bagaimana menurut kamu?," tanya
seorang juri pada temanya.
TERUS BERI DUKUNGAN DENGAN CARA COMENT, LIKE DAN VOTE. DAN JANGAN LUPA IKUTI CERITA SAYA DI YOUTUBE " PEWARIS TERAKHIR SANG PRESDIR".UP TIAP HARI.
__ADS_1