
Setibanya di depan ruangan laboratorium, Dave langsung menghentikan langkah para dokter itu yang ingin masuk kedalam.
"Kalian mau kemana?,".
"Kami mau masuk tuan, untuk melakukan pemeriksaan pada kandungan nyonya muda," balas salah satu dokter yang ada disana.
"Selain dokter perempuan, dokter lain tidak boleh masuk,".
Seketika semua dokter itu saling menatap satu dengan yang lain.
"Apa lagi yang kalian tunggu disini. Cepat kalian pergi dan kerjakan tugas kalian dengan baik," bentak Dave, hingga semua dokter-dokter itu kocar-kacir dibuatnya.
"Apa Saya juga tuan?," dokter Andy menunjuki dirinya.
"Tidak terkecuali dirimu, cepat pergi sebelum Aku melemparmu dari sini,".
Dengan langkah seribu dokter Andy ikut meninggalkan tempat itu.
Setelah merasa aman Dave pun segera masuk. Tampak Nadia sedang berbaring dan di tangani seorang dokter perempuan bersama dengan dua orang suster.
"Bagaimana dengan tes uringnya suster, apa hasilnya positif?,".
"Betul dokter Fatmah, hasilnya posif,"
"Bagus, kalau begitu mari kita tes memakai USG,"
Dokter Fatmah mulai memeriksa kondisi kandungan Nadia, tampak di dalam layar monitor dua kumpalan sebesar kepalan tangan sesekali bergerak.
Dokter Fatmah dan kedua suster yang berdiri di sampingnya seketika tertawa.
"Kenapa kalian menertawai bayi kami, Apa kalian bertiga sudah bosan bekerja disini?," Dave yang saat itu berdiri di samping pembaringan sambil memegang tangan Nadia.
"Maaf tuan, bukan begitu maksud kami," dokter Fatmah seketika gelabatan.
"Terus kenapa kalian cengar-cengir seperti itu,".
"Sayang, jangan suka marah-marah seperti itu tidak baik, biarkan dulu merekan menjelaskan pokok permasalahanya," usap Nadia pada lengan Dave.
"Tapi Sayang, nanti mereka kebiasaan seperti itu. Dengan bayi kita saja mereka menertawankan apalagi kalau itu bayi orang lain,"
"Sudah-sudah, kenapa akhir-akhir ini tensimu semakin tinggi, selepas ini kita harus periksa kondisimu,".
Seketika Dave mengerutkan dahinya.
"Dok, suster sebenarnya apa yang sedang kalian lihat dalam layar monitor itu sehingga kalian tertawa hingga membuat suamiku marah-marah tidak jelas,".
__ADS_1
"Begini nyonya, didalam layar monitor tampak dua gumpalan sebesar kepalan tangan dan itu bergerak, kami yakin kalau saat ini Anda sedang mengandung bayi kembar,".
"Apa, bayi kembar?," ucap Nadia dan Dave bersamaan.
"Betul nyonya,".
"Alhamdulillah," ucap Nadia begitu senang mendengar kabar baik itu.
"Sayang, sebentar lagi kita akan punya bayi kembar. Ternyata peluru yang Aku tembakan kerahimmu itu tidak salah sasaran dan hasilnya......awoooo....," seketika Dave meringis karena pahanya di cubit oleh Nadia.
"Apa yang kamu lakukan ini sayang," protes Dave.
"Sudah Aku bilang, jangan selalu berkata tak senonoh di depan banyak orang," Nadia sedikit berbisik dengan padandangan mata terarah pada dokter Fatmah dan kedua suster yang ada di dekatnya sambil tersenyum kuda.
"Iya....iya tapi lepasin dulu tanganmu," pintah Dave yang masih menahan rasa sakit.
Kembali dokter Fatmah tersenyum dikuti oleh kedua suster yang ada di dekatnya melihat Dave yang tidak berdaya di depan Nadia.
Dave sudah tidak bisa lagi mencegah mereka tersenyum karena takut di omelin Nadia.
Setelah selesai mengecek kandungan dan mendapat arahan dari dokter Fatmah keduanya pun segera keluar dari dalam ruangan itu.
"Dokter Fatmah, terima kasih atas semuanya," ucap Nadia setelah berada di luar ruangan itu.
"Sama-sama nyonya, Saran Saya, Anda harus banyak makan buah dan sayur serta rajin minum vitamin agar kondisi janin Anda kuat, satu lagi jangan melakukan pekerjaan berat yang bisa membuat Anda lelah karena itu akan berdampak buruk buat janinya,". tutur panjang dokter Fatmah.
"Apa mencium perut sang ibu juga akan berdampak buruk pada pertumbuhan bayi dalam kandungan ibunya?,".
Seketika dokter Fatmah menatap kearah Nadia lalu dengan cepat Nadia membalasnya dengan kedipan mata.
"Betul Tuan, itu juga salah satu Faktor yang bisa membuat bayi dalam kandungan merasa tidak nyaman. Jadi apa pun kemauan ibu hamil suami wajib menuruti," .
"Mati Aku, kalau sampai tuan Dave tahu kalau Aku membohonginya habis-habiasan,".
"Astaga, serumit itukah yang harus di alami suami saat istrinya hamil?, bahkan mencium perut istrinya saja tidak di boleh," Dave menggaruki kepalanya.
Tanpa terlihat oleh Dave, Nadia memberi dua jempol pada dokter Fatmah.
"Enaknya di nyonya sialnya di Aku,".
"Baiklah dokter Fatmah, kalau begitu kami permisi dulu dan jangan lupa kirim nomor rekenig kalian biar nanti Aku trasfer bonus buat kalian bertiga, menggunakan uang suamiku," gelayut manja Nadia pada lengan Dave.
"Tidak usah Nyonya, ini memang sudah jadi tugas kami. Apa lagi melayani kalian berdua sebagai atasan kami,".
"Tidak usah lama-lama begitu maksudnya sayang. Ayo kita pulang nanti kamu kecapaian tinggal disini, soalnya kalau perempuan bertemu perempuan pasti itu-itu saja yang meraka bahas, bahkan semut dalam lubangnya pun tak luput dari pantauan mereka. Dan kamu, katakan pada semua penghuni rumah sakit ini untuk makan siang sebentar di kanting karena Aku sudah borong semuanya,".
__ADS_1
"Baik tuan dan terima kasih banyak sekali lagi atas kebaikan kalian,".
Tanpa menunggu lama Dave segera menarik tangan Nadia dan melangkah kearah pintu utama.
Selepas ke pergian Dave dan Nadia, Dokter Andy dan beberapa dokter lainya segera mendekati dokter Fatmah.
"Dokter Fatmah, bagaimana hasilnya apa benar nyonya Nadia mengandung?,"
"Benar dokter Andy, malah bayi mereka kembar. Tapi kata tuan Dave ini harus di rahasiakan,".
"Alhamudulillah, akhirnya tuan muda junior sebentar lagi akan lahir kedunia dan semoga sifatnya tidak turun dari tuan Dave. Terus berapa bonus yang kalian dapatkan dari beliau," tanya dokter Andy yang begitu penasaran akan bonus yang di dapatkan dokter parubaya dari Dave.
"Pokoknya ada deh. Kalian juga mendapat percikanya. Kata tuan Dave, para penghuni rumah sakit di persilahkan datang dan makan apa saja yang kalian suka di kantin karena semuanya sudah di borong oleh tuan Dave,".
"Syukurlah ternyata kita juga kebagian kebahagian dari kabar baik ini,".
********************
Sementar Itu di toko kue Nadia, tampak bi Ona dan Rita sedang sibuk membuat kue pesanan para pelanggan. Sesekali mereka terdengar saling megobrol satu dengan yang lain untuk menghilangkat kejenuhan.
"Bi, kalau ntar Rita menikah, siapa nama yang akan Rita sematkan pada undangan bibi?," tanya Rita tanpa menghentikan gerakan tanganya mengaduk adonan dalam loyang.
"Memangnya ada yang mau menikah denganmu?," bi Ona cekikikan sambil memasukan kue dalam oven.
"Hii...bibi ini, orang bilang kalau," Rita memanyun-manyunkan bibirnya.
"Oh..." jawab bi Ona singkat lalu kemudian melanjutkan mencetak kue.
"Nama asli bibi siapa sih, masa Ona aja. Contohnya ini Rita, nama panjangnya Sry Rita wahyuni Ningsih,".
"Nama kamu bagus seperti nama kerajaan. Kalau bibi si ke barat-baratan Jesselyn callista, kerenkan?,".
"Iya keren sekali, ibu bibi benar-benar pandai memberi nama yang bagus buat bibi walau tidak sesuai dengan orangnya,".
Plok.....sebuah adonan mendarat di kepala Rita.
Bukanya protes Rita malah tertawa.
Dari arah pintu terdengar seseorang sedang mengetuk.
Rita segera berdiri dari tempat duduknya dan melangkah untuk membuka pintu.
"Bapak cari siapa ya?," tanya Rita pada pria parubaya yang berdiri di depan pintu.
YUCK JANGAN LUPA MAMPIR DI CHANNEL YOUTUBE AKU YA...TERIMA KASIH.
__ADS_1