SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 47. KEMANA SEMUA VIDEO DAN POTO-POTOKU?.


__ADS_3

"Ada-ada saja," Nadia berbalik dan melangkah meninggalkan mereka berdua dan menuju pintu utama mension.


"Apa dia tadi menceramahi kita berdua?," Dave dengan raut wajah sedikit kebingungan.


"Saya tidak tahu Tuan ," balas sekertaris Ken.


"Sudalah....bawa semua berkas-berkas tadi kedalam ruangan kerjaku setelah itu kamu periksa kondisi dalam mension ini,".


"Baik Tuan?," balas sekertaris Ken.


Dave berbalik badan dan menyusul Nadia masuk kedalam mension.


Nadia terus melangkah hingga akhirnya dia kembali terhenti tatkala Anita dan Elis datang


dan berdiri tepat di depanya.


"Darimana saja kamu Nadia?," tanya Anita.


"Dari feshion," jawab Nadia dengan begitu percaya diri.


Anita dan Elis sontak saling menatap dan seketika tertawa sembari memegangi perutnya.


"Hiii....Ibu fashion ....,apa kami tidak salah dengar?" Elis yang saat itu masih saja tertawa.


"Kenapa kalian berdua tertawa, apa ada roh jahat sedang merasuki kalian?," tanya Nadia sembari mengerutkan dahinya.


"Kamu bicara tidak pake mulut tetapi pake jidat, melihat penampilamu saja mana ada orang yang percaya kalau kamu mengikuti fasion," sambung Anita.


"Ya, terserah kalian saja, mau percaya atau tidak yang jelasnya Aku sudah jujur se jujur-jujurnya pada kalian berdua,".


Tidak lama kemudian muncul Goyun dari arah belakang Anita dan Elis.


"Nona Nadia, selamat atas


kemenanganya.Tadi saya sampai berdebar saat pengumuman pemenang. Tapi alhamdulillah


Nona Nadia akhirnya keluar juga sebagai pemenangnya, sekali lagi, selamat Nona Nadia,".


Goyun sedikit menunduk dan meletakkan tangan kananya di depan dada sebelah kirinya untuk


memberikan penghormatan pada Nadia.


"Terima kasih paman Goyun, Nah kalian berdua bisa dengar sendiri buka apa yang paman Goyun barusan katakan. Makanya jangan menilai orang dari luarnya saja, Selamat malam semua, semoga malam kalian menyenangkan, bye,". Nadia melangkah menaiki tangga.


Selepas kepergian Nadia, Goyun pun meninggalkan kedua orang itu dengan wajah masih tidak percaya.


"Ibu, apa benar Nadia yang menjuarai lomba besar yang di selenggarakan di mall?,".


"Ibu juga tidak tahu pasti, tapi menurut penuturan Goyun tadi seperti itulah kenyataanya. Andai saja Dave mengizinkanmu ikut dalam lomba itu pasti kamulah yang akan menjuarai lomba itu bukanya Nadia,".


"Kalian berdua sedang apa di sini?," Dave yang baru saja datang dari arah pintu.


"Dave kamu sudah pulang!, Nadia juga baru saja pulang," Anita ingin melihat perubahan pada wajah Dave.


"Aku tahu karena dia pulang bersamaku,".

__ADS_1


"Kamu pulang bersama Nadia?, Jadi kamu tahu kalau Nadia mengikuti lomba,".


"Aku tahu," balas Dav singkat.


"Terus kenapa poto-poto dan videonya tidak bisa di tonton di dunia maya. Apa sekertaris Ken yang melakukan tanpa sepengetahuanmu?,".


"Aku yang melakukanya sendiri, sudahlah....Aku mau mandi ," Dave melangkah menaiki anak tangga.


"Dave tunggu Dulu," cegah Anita, Dave seketika berhenti dan berbalik.


"Ada apa lagi?,".


"Esok sore Nelza datang, apa kamu mau menjemputnya?,".


"Itu sudah kita bicarakan. Biar Ken saja yang melakukanya karena besok Aku sangat sibuk,".


Dave kembali melanjutkan langkahnya menuju ke arah kamarnya.


"Dave.......," panggil Anita lagi tapi sayang sudah tidak mendapat respon dari Dave.


"Bu, apa Kakak Dave sudah mulai melupakan kak Nelza?,".


"Tidak semudah itu kali Elis, Kakakmu itu masih sangat mencintai Nelza. Lihat saja dari raut wajahnya saat tadi Ibu menyebut nama Nelza tampak kedua bola matanya berbinar memancarkan cinta yang begitu besar, Sudalah.... ayo kita ke kamar untuk mempersiapkan acara penyambutan Nelza esok


hari," Keduanya pun segera meninggalkan tempat itu dan melangkah menuju kearah kamar Anita.


Sementara itu Nadia yang baru saja selesai berkemas segera duduk di sofa kebesaranya alias tempat tidurnya.


Nadia mengeluarkan handphone dari dalam tas kecilnya. Dengan begitu gembira dia membuka media sosialnya lalu berpindah ke aplikasi lain tapi sayang semua yang dia cari sama sekali tidak dia temukan.


"Kenapa kamu memutar-mutar handphonemu seperti itu?,".


"Lagi cari jaringan," balas Nadia masih melakukan hal yang sama.


"Kalau kamu mencari poto beserta dan video-videomu tadi siang maka tidak usah," Dave melangkah menuju kearah lemari pakaian dan mengeluarkan handuk serta pakaian gantinya dari dalam sana.


"Maksud suamiku apa?," tanya Nadia sedikit heran.


"Semua situsnya sudah di hapus oleh Ken," balas Dave lalu melangkah kearan pembaringan.


"Astafirullah, kenapa suamiku melakukan semua itu. Dan lagian, Aku sama sekali belum sempat


melihat atau menyimpan poto beserta videoku dalam hanpone,".


"Kamu itu istriku dan hanya Aku dan orang-orang dalam mension ini yang bisa melihatmu. Apa air dalam kamar mandi sudah kamu siapkan untuk suamimu ini?," tanya Dave mencoba


mengalihkan pembicaraan.


"Sudah...," balas Nadia sembari menggaruki kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal.


Melihat Nadia seperti itu Dave tersenyum lalu berdiri.


"Semua itu Aku lakukan demi kebaikanmu," Dave melangkah memasuki kamar mandi dan tidak


lupa menutupnya kembali.

__ADS_1


Lama Nadia hanya memandangi handphonenya, hingga kembali pintu kamar mandi terbuka dan keluar Dave dari dalam sana dengan berpakaian santai sambari meletakkan handuk kecil di pundaknya.


Melihat Nadia tidak menatapnya, Dave maju mendekatinya.


"Aku masih menyimpan poto beserta video-videomu tadi,".


Seketika wajah Nadia berseri dan menatap kearah Dave.


"Benarkah, apa suamiku boleh memberikanya padaku?,".


"Boleh tapi ......," ucap Dave tersenyum lalu berbalik.


Kembali untuk sekali lagi Nadia menatap Dave dengan tatapan heran.


"Tapi Apa....?,"


Belum juga Dave menjawab, tiga ketukan yang berasal dari luar ruangan terdengar.


"Nanti baru Aku beri tahu padamu ....," Dave melangkah menuju kearah pintu.


Dengan pelan sekali Dave membuka knop pintu dan sedikit menariknya.


Tampak Goyun sedang berdiri disana dan sedikit menundukan kepalanya tatkala melihat Dave yang membuka pintu.


"Selamat malam Tuan, makan malam sudah siap," ucapnya.


"Baiklah, sebentar lagi kami berdua akan turun,".


"Kalau begitu Saya permisi," Goyun kembali menunduk lalu kemudian berbalik badan dan pergi meninggalkan tempat itu.


Sepeninggalan Goyun, Dave kembali menutup pintu lalu melangkah mendekati Nadia.


"Kita turun untuk makan malam," ajak Dave pada Nadia.


"Tapi bagaimana dengan yang tadi?,".


"Aku tidak bisa menjawab kalau Aku belum makan. Menjawab sebuah pertanyaan harus dengan tenaga extra dan di selingi dengan


pikiran yang sehat,".


"Ada-ada saja, baiklah kalau begitu, tapi setelah ini, suamiku harus memberikan poto beserta video-videoku tadi siang," Nadia sembari berdiri.


Dave tak menjawab di langsung berbalik dan melangkah keluar dari ruangan itu.


Keduanya pun melangkah menurunin tangga menuju kearah ruang makan. Sema seperti sebelum-sebelumnya sudah ada Anita dan Elis yang setia menunggu disana.


Goyun segera menarik kursi buat Dave kemudian di lanjutkanya pada Nadia. Dave dan juga Nadia serentak duduk.


Setelah keduanya sudah duduk, Nadia menuangkan nasi dan lauk ke dalam piring Dave.


Semua takaran dan makanan kesukaan Dave sudah Nadia hafal betul, jadi Nadia sudah tidak


sekaku seperti saat Pertama dia melakukan hal itu.


TERUS BERI DUKUNGAN DENGAN LIKE, COMENT, SHERE DAN VOTE. JANGAN LUPA TERUS DUKUNG JUGA CHANNEL AUTHOR DI YOUTUBE" PEWARIS TERAKHIR" TERIMA KASIH.

__ADS_1



__ADS_2