SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 44. KEMBALI KE KOTA A.


__ADS_3

Sekertaris Ken segera masuk kedalam mobil lalu menghidupkan mesin mobilnya.


"Tuan, apa sudah tidak ada ketinggalan lagi?,".tanya sekertaris Ken pada Dave.


"Jalanlah," balas Dave menatap keluar jendela mobil.


Sekertaris Ken segera mengangguk dan malai menjalankan kendaraanyaan keluar dari lokasi


perusahaan.


Mobil yang di kemudikan oleh Ken melaju dengan kecepatan sedang.


Hanya suara mesin mobil dan lantunan lagu bugis mendayu indah


mengiringi perjalanan mereka berdua.


"Ada apa dengan Tuan Dave?, kenapa dia hanya terdiam semenjak melihat poto-poto Nyonya Nadia. Ataukah dia tidak setuju kalau Nyanya Nadia ikut dalam lomba itu?. Ah ...sudahlah dari pada Aku yang kena imbasnya mendingan Aku diam untuk mencari aman," Sekertaris Ken yang saat itu fokus mengendarai mobil dan sesekali menatap Dave dari dalam kaca spion yang ada di dalam mobil tersebut.


Hanya butuh waktu lima belas menit saja kini mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki halaman bandara.


Ken segera memarkirkan kendaraanya lalu kemudian keluar dari dalam mobil dan berlari kecil untuk membuka pintu buat Dave.


"Silahkan Tuan?," Ken sedikit menundukkan kepalanya.


Tanpa menjawab seperti biasa, Dave segera keluar dari dalam mobil lalu merapikan sedikit tatanan rambutnya, dasi dan juga jas yang dia kenakan.


Dari arah kejauhan tampak empat orang pria tinggi besar datang menghampiri mereka berdua.


"Selamat sore Tuan," ucap salah seorang diantara mereka lalu sedikit menundukan kepalanya diikuti ketiga temanya.


"Sore David, apa semua persiapan


keberangkatan kami sudah kalian atur dengan baik?," balas sekertaris Ken.


"Semuanya sudah siap sekertaris Ken sesuai dengan perintah Anda, pesawat pribadi sudah kami siapkan dan para crewnya sudah siap di sana untuk mengatarkan keberangkatan Anda berdua," balas David salah


satu orang kepercayaan Ken yang sengaja dia tempatkan di kota tersebut untuk membantu


keperluan mereka saat berada di kota itu.


"Bagus kalau begitu. Ini kunci mobil dan ingat, selalu kabari Aku jika ada hal yang terjadi pada perusahan," Sekertaris Ken memberikan sebuah


kunci mobil pada David.


"Mari Tuan," sekertaris Ken sedikin mundur ke belakang untuk memberi jalan pada Dave.

__ADS_1


Keduanya pun segera melangkah meninggalkan David dan ketiga temanya memasuki gedung bandara.


Setelah kepergian Dave dan juga Ken, David dan ketiga temanya pun masuk kedalam mobil lalu meninggalkan tempat itu.


Dave dan sekertaris Ken terus saja melangkah memasuki gedung bandara. Kedua pria tampat itu menjadi pusat perhatian oleh orang-orang yang dalam gedung tersebut.


Semua kaum hawa yang ada dalam gedung itu mengagumi ketampanan mereka berdua saat berjalan dengan posisi mata menatap tajam ke


arah depan.


"Ya Tuhanku sisahkanlah satu pria tampan seperti mereka itu," ucap seorang pegawai yang duduk di kursi balai informasi.


"Betapa beruntungnya wanita yang bisa memiliki pria setampan mereka. Andai salah satu dari mereka itu menjadi suamiku, mungkin sudah Aku masukkan kedalam box kaca agar tidak ada wanita lain yang bisa meliriknya kecuali Aku seorang, bestiee," Balas yang lain kemudian tertawa secara bersamaan.


Tidak Lama kemudian kini mereka berdua sudah berada dalam sebuah pesawat pribadi.


Dave duduk di bagian belakan dengan posisi kaki disilang membentuk hurup X.


Sementara sekertaris Ken yang berada tak jauh darinya terus saja memperhatikanya. Ken benar-benar


takut Kalau terjadi sesuatu pada Dave.


"Ada apa kamu melihatku seperti itu Ken," Dave yang merasa aneh dengan tatap mata sekertaris Ken.


"A..... tidak ada apa-apa Tuan," Ken segera membuka tas yang sedari tadi dia letakkan di sampingnya dan mengeluarkan beberapa berkas dari dalam sana.


pramugari cantik sambil mendorong meja kecil berisi beberapa makanan dan juga minuman lalu meletakkanya diatas meja tepat di depan Dave.


"Pesawat akan segera berangkat, semoga Tuan-Tuan berdua nyaman dalam perjalanan ini," ucap Pilot tersebut pada Dave dan juga sekertaris Ken.


Keduanya hanya diam hingga sang pilot dan pramugari itu kembali berbalik dan melangkah meninggalkan mereka berdua.


Kini bunyi mesin pesawat mulai terdengar di telinga menandakan pesawat akan segera lepas landas.


Kembali ke gudung mall......


Nadia dan teman temanya masih masih berada didalam mall. Nabila kini ikut bergabung dengan mereka berempat.


Nabila Tidak henti-hentinya


mengucap terima kasih pada Nadia karena sudah memilihnya untuk menggantikan posisinya sebagai pemenang.


"Nadia, Aku benar-benar sangat berterima kasih padamu. Sejak dulu Aku salu memimpikan bisa menjuarai lomba, tapi sayang, Aku selalu


menjadi raner up sedangkan Mawar yang selalu menjadi juaranya,".

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu, akhirnya impianmu bisa tercapai juga. Kami berempat juga merasa sangat senang bisa membatumu. Nabila, kalau


boleh aku meminta bantuanmu. Tolong beri kesempatan pada ke tiga sahabatku ini untuk mendandanimu dan juga mendesain baju-bajumu saat kamu menjadi model nantinya?,".


"Tenang saja, Mereka bertiga ini sudah menjadi sahabatku juga, aku akan bekerja sama dengan


mereka. Toh ...bakat mereka juga tidak bisa di ragukan lagi. Jadi tenanglah Aku akan selalu meminta bantuan mereka jika ada pemotretan nantinya,". balas Nabila sembari tersenyum pada Tania,Dewi.dan juga Diana.


"Terima kasih banyak Nabila, kamu kamu benar-benar baik,".


"Kalau begitu Aku permisi dulu Aku mau pulang mengabari kedua orang tuaku, mereka pasti sangat senang bendengar kabar ini," Nabila pamit pada keempatnya.


"Kamu hati-hatilah, semoga kedua orang tuamu senang mendengarkan kabar ini," balas Nadia.


"Terima kasih Nadia untuk sekali lagi, kalau begitu sampai jumpa di lain waktu dan jangan lupa beri kabar padaku ya, bye," Nabila melambaikan tangan pada ke empat sahabat


barunya lalu pergi meninggalkan mereka.


"Astaga, sampai lupa, Ayo kita pulang juga, takutnya Tuan Dave sudah pulang ke mension dan mencariku," ajak Nadia pada Tania,Dewi dan juga Diana.


"Yuk......," balas ketiganya serentak.


Keempatnya melangkah menuju kearah pintu keluar dengan menenteng hadiah yang baru


saja di peroleh oleh Nadia.


Para pengunjung mall terutama kaum adam tak melepaskan pandangan mereka kearah Nadia hingga membuat Nadia salah tingkah dibuatnya.


"Kalian punya pengikat ramput tidak?," tanya Nadia pada ketiga sahabatnya itu sembari memasang kacamatanya.


"Mana ada kami membawa pemikat rambut, emangnya Nyonya mau mengikat rambut Nyonya sepertu dulu lagi?," tanya Tania.


"Iya, Aku merasah tidak enak di pandang terus oleh para pengunjung mall ini,".


"Biarin aja kali Nyonya, malahan lebih bagus lagi tahu. Mereka mengagumi kecantikan Nyonya yang jarang-jarang mereka bisa lihat," tambah


Dewi sambari tertawa kecil.


"Hii....kamu ini!, Apa kamu tidak takut kalau sampai Tuan Dave mengetahui kalau orang -orang memandangi istri cantiknya, bisa-bisa esok hari mall ini sudah tidak bisa beroperasi lagi seperti ini, itu artinya kamu sudah tidak bisa lagi datang ke mari untuk berburu barang discount," lanjut


Diana.


"Sebesar itukah kuasa Tuan Dave dikota ini, sehingga dengan mudanya beliau menutup mall sebesar ini?," balas Dewi.


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK MELALUI LIKE, COMENT, VOTE DAN SHERE. DAN KUNJUNGI CHANNEL AKU DI YOUTUBE" PEWARIS TERAKHIR SANG PRESDIR" UP SEBELUM CERITA INI, TERIMA KASIH.

__ADS_1



__ADS_2