SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 103. KABAR KE HAMILAN NADIA.


__ADS_3

Nadia membuka aplikasi whatshap dan seketika matanya melotot melihat beberapa photo-photo Dave dan Nelza sedang melakukan adegan tidak senonoh mulai dari Nelza memeluk Dave dari arah belakang yang saat itu hanya mengenakan kain tipis menutupi alat vitalnya sampai adegan ranjang yang semuanya di kendalikan oleh Nelza.


"Astaga, ternyata pelakor itu rupanya yang mengirim poto yang tak senonoh ini padaku. Apa dia masih belum puas dengan pelajaran yang selama ini Aku berikan padanya?," Nadia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Nadia memandang Kearah Dave yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi yang saat itu lagi memakai celana mininya.


Seketika Nadia tersenyum, entah ide konyol apa lagi yang ada dalam pikiranya.


Nadia melangkah mendekat kearah Dave sembari tersenyum menggoda.


Nadia mendorong tubuh Deve yang saat itu tidak mengenakan baju lalu menyandarkanya kedinding.


Nadia memandangi dada pria itu sembari memainkan bibirnya sendiri.


Dave terbelalak melihat tingkah aneh Nadia lalu segera menutup dadanya dengan kedua tangan kekarnya.


"Sayang, jangan bilang kalau Kamu mau memperk0s4 lagi seperti dulu," Dave yang terus melindungi dadanya dengan kedua tanganya.


"Cepat buka, Aku akan memberimu service yang tidak akan perna Kau lupakan," Nadia sembari menarik tangan Dave


Dave cuman pasrah. Pria itu seperti gadis lugu yang beru kenal yang namanya cinta.


Tanpa membuang-buang waktu lagi Nadia langsung mencium dan memberi tanda merah di area dada Dave sembari mengambil beberapa photo lalu mengirimnya ke nomor baru yang tadi mengiriminya photo.


"Rasain....kamu pelakor" ucap Nadia tersenyum.


Tidak lama kemudian handponenya berbunyi tanda kalau ada notifikasi pesan yang masuk.


"Dasar perempuan gila" balas sang pengirim.


"Ha .ha ..ha.. makanya jangan coba- coba melawanku atau merebut miliku karna sampai kapan pun Aku tidak akan menyerahkanya padamu," ucap Nadia sembari meletakkan handponenya diatas lemari rias.


Belum juga Ia berbalik, tiba-tiba tubuhnya terbang di udara. Dua tangan kekar sedang mengangkatnya dan membawanya kearah pembaringan.


"Deve, apa yang Kau lakukan ini," Protes Nadia sambil merontah.


"Kamu sudah membangunkan ikan lelenya sayang, jadi Kamu juga yang harus menidurkanya" Dave yang saat itu sudah menahan gejolak dalam hati..

__ADS_1


Nadia tidak bisa berkata-kata lagi, mau tidak mau dia harus mempertanggung jawabkan perbuatanya pada Dave.


Hanya ingin mengerjai Nelza malah dia harus terkena imbasnya.


Sementara itu di apartemen Nelza, tampak perempuan itu begitu geram setelah mendapat kiriman photo dari Nadia yang memperlihatkan kemesraanya Dengan Dave.


Kamarnya kini bak kapal pecah dengan berbagai benda sudah berserakan diatas lantai.


"Kurang ajar sekali si cupu itu, bisa- bisanya dia membalasku dengan photo-phota tak senonohnya. Sudah berbagai cara Aku lakukan tapi belum ada satu pun mempan. Aku sudah bigung harus dengan cara apa lagi agar si cupu itu segera meninggalkan Dave," Nelza memijiti kepalanya. Dia benar-benar sudah buntu bagaimana cara untuk memisahkan Dave dengan Nadia.


Setiap rencananya dengan mudah di gagalkan oleh Nadia.


Ada sekitar 10 menit Nelza terdiam tanpa melakukan apa-apa dan tiba-tiba handphonenya berdering. Dengan langkah gontai Nelza menuju kearah meja rias untuk mengambil handphone.


Nama tante Anita sedang memanggil di sana.


Dengan malas Nelza mengankat panggilan Anita.


"Iya tante ada apa?," tanya Nelza saat sambungan telepon mereka terjalin.


"Kenapa suaramu terdengar parau, apa kamu sakit?," tanya Anita sedikit merasa kuatir.


"Pusing kenapa?,".


"Semua rencana kita gagal, Aku sudah mengirim photo-photo itu pada si cupu tapi tetap saja dia bisa membalasnya dengan mengirim photo-photo yang lebih fullgar lagi padaku. Aku sudah bingung tante entah dengan cara apalagi Aku bisa menyingkirkan si cupu itu dari sisi Dave,".


"Astaga, ternyata nasib kita sama. Dia juga mengancam kami akan memberi tahu pada Dave tentang semua yang terjadi di hotel tempo hari. Sekarang kami berdua juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi padanya. Semua rencana kami yang telah kami rancang dengan baik dengan mudah dia patahkan. Tapi tenanglah pasti suatu saat kita bisa menemukan celah bagaimana cara menyingkirkan cupu itu dari mension atau sekalian kita singkirkan dia dari muka bumi ini," Anita dengan nada berapi-api.


"Iya tante, kalau begitu kita sudahi dulu obrolanya, solalnya kepalaku terasa pusing memikirkan cara bagaimana menyingkirkan si cupu itu,".


"Baiklah, kamu istirahatlah dan lupakan sejenak si culun Nadia,".


Kembali ke mension.......


Anita membuang habdphonenya begitu saja diatas pembaringan dan hampir mengenai Elis yang sedang selonjoran diatas tempat tidur.


"Kenapa ibu melempar handphonenya seperti itu dan hampir saja mengenaiku," protes Elis dengan nada suara sedikit meninggi.

__ADS_1


"Kamu diamlah itu juga masih jauh dari ginjalmu. Elis, semua rencana kita gagal, si cupu itu benar-benar pandai. Penampilanya saja culun tapi otaknya melebihi otak profesor,".


"Jadi photo-photo itu tidak ada pengaruhnya pada si cupu Nadia?,".


"Iya, malah dia membalas Nelza dengan mengirim lebih dari itu," Anita duduk disudut pembaringan sambil memijit kepalanya.


"Elis curiga kalau jangan-jangan si cupu itu memiliki peri pelindung yang selalu bisa menjaga dan memberi ide-ide cemerlang saat dia dalam masalah,".


"Elis....Elis ini dunia nyata bukan sinetron seperti imajinasi konyolmu itu,".


Keduanya sejenak terdiam hingga terdengar suara dari luar kamar. Suara para -pelayan bergembira ria sambil tertawa.


Anita dan Elis sontak berdiri dari atas pembaringan dan melangkah kearah pintu.


"Ada apa ini?, kenapa kalian seperti orang kesurupan, ketawa tidak jelas seperti itu,". bentak Anita pada beberapa pelayan yang sedang melintas di depan kamarnya.


"Maaf Nyonya, kami benar-benar tidak sengaja," balas salah seorang pelayan sambil menunduk dikuti yang lain.


"Terus apa yang kalian pegang itu?," tatap Anita pada bungkusan yang di pegang masing-masing pelayan.


"Ini adalah hadiah pemberian tuan Dave. Kata pak Goyun sebagai hadiah atas kerja keras kami selama ini dan juga rasa syukur beliau karena sebentar lagi mension ini akan terdengar tangisan bayi mungil yang imut dan tentunya menggemaskan seperti nyonya Nadia,".


"Maksud kamu apa? Jangan berbelit-belit, katakan sejelas-jelasnya," kembali Anita membentaki mereka.


"Begini nyonya, menurut kabar yang kami dengar kalau nyonya mudah sekarang lagi mengandung,".


"Apa, mengandung?,". ucap Elis dan Anita serentak hingga membuat para pelayan itu saling menatap satu dengan yang lain.


"Kalian jangan bercanda, ini semua pasti hanya akal-akalan Nadia saja agar dia tidak tersingkir dari mension dan bisa menjadi nyonya besar disini ini,".


"Tapi dokter Merlin semalam datang kemari dan memeriksa kondisi beliau. Dokter Marlin berkata kalau kemungkinan besar nyonya muda sedang hamil,".


"Kamu ini pintar sekali menjawab kalau di tanya, cepat pergi dari sini. Aku tidak mau melihat hadiah rongsokanmu itu,".


Tanpa menjawab mereka pun meninggalkan Anita dan Elis dengan langkah seribuh.


BAGI PENCINTA NOVEL YUCK MAMPIR KE CHANNEL YOUTUBE AUTHOR. JANGAN LUPA SUBSCRIBER, LIKE DAN COMENT YA TERIMA KASIH.

__ADS_1



__ADS_2