SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB. 93. BERANGKAT KE KOTA A.


__ADS_3

"Goyun, ada apa dengan kedua orang itu, tidak biasanya mereka diam seperti bebek kehabisan lumpur,". bisik Dave pada Goyun yang saat itu berdiri disampingnya.


"Aku juga tidak tahu tuan, tadi Saya lihat nyonya Nadia dan nyonya Anita beradu mulut di depan kamar nyonya Anita,". balas Goyun tanpa mengubah posisi berdirinya dengan mulut sedikit tertahan mengeluarkan suara.


"Terus siapa yang menang?,".


"Saya lihat nyonya Nadia yang menang,".


"Pantas saja kedua sudah tidak bisa bergeming lagi, ternyata mereka sudah dikalahkan si nyonya meneer,".


senyum Dave lalu melanjutkan menyantap sarapan paginya.


Ada beberapa menit mereka menyantap sarapan pagi, hingga Dave dan Nadia berdiri dari tempat duduknya.


"Sayang, mungkin hari ini Aku pulang sedikit lambat soalnya Aku mau keluar kota, ada proyek besar yang harus Aku tangani disana. Kalau bukan sore mungkin agak sedikit malam baru Aku kembali. Selepas dari toko kamu langsung pulang dan jangan pergi berkeliaran bersama si bedak itu,"


"Namanya Rita sayang bukan bedak. Lagian emanya kami kucing ini berkeliaran,"


"Terserah namanya siapa, yang jelasnya kamu harus lekas pulang kemari setelah semua urusanmu sudah selesai toko,"


"Baiklah Sayangku, Mertua dan adik iparku yang baik, makananya di habisin ya, jangan sampai ada yang tersisa. Di luaran sana masih banyak saudara-saudari kita yang membutuhkan bahkan kelaparan karena mereka tidak mempunyai uang untuk membeli makan. Kami berangkat dulu dan jangan keluar mension jika tidak ada urusan yang penting seperti kemarin. Oke Suamiku mari berangkat," Nadia mengambil tas dan juga jas kerja Dave lalu melangkah keluar sambil mengelayut manja di bahu kekar Dave diikuti Goyun dari arah belakang.


Anita dan Elis segera mengangkat wajah setelah ketiganya hilang di balik dinding.


"Ibu, kita sekarang tidak bisa berbuat apa-apa, kartu AS kita sudah di pegang si cupu Nadia. Kalau dia menekan kita terus seperti ini, bagaimana kita bisa menjalankan rencana kita?,".


"Kalau kita tidak bisa bertindak masih ada Nelza yang bisa kita handalin,".


"Maksud ibu apa?,". Elis mengerutkan dahinya.


"Tadi kamu dengar tidak, kalau hari ini Dave akan keluar kota?,"


"Terus apa hubunganya dengan Nelza dengan kepergian kak Dave keluar kota?,".


"Elis Elis kamu itu sekolah tinggi tinggi tapi otakmu nol. Dengarkan ibu baik-baik, kamu telpon Nelza dan katakan padanya untuk bersiap-siap mengikuti Dave keluar kota. Setelah itu kamu suruh Nelza merayu Dave bagaimana pun caranya. Setelah itu suruh dia menyuruh orang untuk mengambil gambar atau video mereka dan kamu tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya bukan?,".

__ADS_1


"Good idea, Aku paham maksud ibu. Setelah itu kita kirim ke handphone si culun Nadia agar dia cemburu, dengan sendirinya dia akan pergi dari mension membawa pakaianya dan tidak akan kembali lagi, betulkan bu?,".


"Betul sekali katamu. Kalau kita gagal menjebak si culun itu, maka kita jebak Dave walau resikonya terlalu berbahaya. Benar kata pepatah banyak jalan menuju Roma,".


"Baiklah kalau begitu, ayo kita kembali ke kamar,di sini banyak CCTV berjalan dengan camera jernih dan daya rekam yang cukup tajam terutama si tua bangka Goyun itu," Elis berdiri di ikuti Anita.


Keduanya pun segera keluar dari dalam ruangan itu dan melangkah menuju ke kamar untuk menghubungi Nelza dan menjalankan rencana baru mereka.


Sementara itu, sekertaris Ken mengemudikankendaraanya menuju kearah toko kue Nadia.


Di sepanjang perjalanan Dave tidak henti-hentinya mengikat rambut Nadia. Sudah ada kisaran 9 model rambut yang sudah dibuat oleh Deve tapi belum juga ada yang berkenan di hati.


"Sayang, kepalaku bisa botak kalau kamu ikat buka, ikat buka pengikat sambutku seperti itu,". protes Nadia yang saat itu membelakangi Dave.


"Kepala botak itu tidak apa-apa sayang, setiap perempuan normal pasti suka dengan kepala botak, apa lagi kepala botak milik suamimu ini,".


Seketika Nadia berbalik dan memberi senyuman termanisnya pada Dave. Sebelum melakukan aksinya Nadia menatap kedepan melihat sekertaris Ken yang sedang fokus mengemudi. Setelah dirasa aman Nadia mencengram benda dibawa sana.


"Apa ini maksud suamiku?, kalau begitu agar setiap perempuan semakin menyukainya ada baiknya kita ikat dia dengan pengikat rambut agar dia semakin terlihat menarik,bagaimana?,". Nadia dengan mata melotot.


"Kenapa kamu kejam sayang. Bagaimana kalau sampai dia patah atau bengkok karena kekurang oksigen, apa kamu mau bertanggung jawab,".


"Tenang saja, kalau dia patah atau bengkok kita tinggal potong saja dan beri pada bi Ona untuk di buat kue kering,".


"Mengerikan sekali kamu ini,".


"Makanya, jangan berkata yang fullgar saat ada orang lain di sekitaran kita,".


"Biasanya suami yang melakukan KDRT pada istrinya. Kamu malah terbalik sayang, kamu yang sering menyiksaku. Harusnya kamu terkena pasal berlapis,"


"Kue kali berlapis. Aku juga tidak akan berbuat macam-macam padamu jika bukan suamiku yang mulai duluan,"


"Kenapa sekarang kamu yang menindasku, perasaan dulu Aku yang menindasmu,".


"Itu tandanya suamiku sudah bucin pada istimu ini. Jadi suamiku tidak akan tegah menyakitiku walau sedikit,". gelayut manja Nadia di lengan Dave.

__ADS_1


Sedapat mungkin sekertaris Ken menahan tawa agar tidak dapat marah dari majikanya.


Akhirnya pria arogan dan pemarah seperti Dave kini tunduk juga pada gadis berkepang dua.


Tidak lama kemudian, sekertaris Ken membelokkan kendaraanya masuk kedalam area toko kue Nadia.


Nadia segera keluar setelah sekertaris Ken membuka pintu untuknya.


"Sayang ingat pesanku tadi, Kamu harus segera pulang setelah semua urusanmu di toko ini selesai. Sesampainya di mension kamu harus pake baju yang hampir sama seperti kemarin untuk menyambut kedatanganku. Aku sudah menyuruh Goyun untuk memborong semua baju seperti itu di toko online dan juga yang ada di mall. semua itu demi mengoptimalkan pelayanamu pada suami ini,".


"Astaga. Ya TUHAku, kenapa sekarang suamiku semesum ini. Apa ada resep dokter yang bisa menghilangkan otak mesum suamiku itu". geleng Nadia menatap kepergian mobil Dave.


"Ken, apa semua persiapan keberangkatan kita ke kota A sudah kamu persiapkan?," tanya Dave di sela-selah perjalan mereka menuju kearah bandara.


"Semuanya sudah siap tuan, Jet pribadi juga sudah Jony siapkan,".


Tidak berselang lama kemudian mobil mereka pun masuk ke area bandara.


Melihat kedatangan mereka, Jony dan kawan-kawanya segera menyambut kedatang Dave.


"Selamat pagi tuan?," ucap seorang pria berjas hitam sambil membuka pintu mobil buat Dave.


Dave keluar dari dalam mobil diikuti oleh sekertaris Ken.


"Jony, apa kamu sudah memeriksa keamanan serta mesin pesawat yang akan kami tumpangi ke kota A?," tanya sekertaris Ken.


"Semuanya sudah siap sekertaris Ken, pilot dan awak pesawat juga sudah siap mengantar keberangkatan kalian," balas Jony.


"Bagus kalau bagitu. Mari tuan, kita berangkat sekarang,".


Tanpa menjawab Dave pun segera memasuki bangunan bandar di ikuti yang lain.


Terus kunjungi channel Author di YOUTUBE" ISTRI KESAYANGAN PRESDIR". Terima kasih.


__ADS_1


__ADS_2