SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 81. PERTEMUAN RITA DAN AYAHNYA.


__ADS_3

Setelah pertengkaran kecil itu, bi Ona dan Rita melanjutkan mengotak-atik handphone barunya, sedangkan Leon kerah sofa sambil menikmati segelas teh hangat yang baru di buat bi Ona dan beberapa jenis kue kering diatas meja.


Tidak terasa waktu terus berputar hingga Rita harus pamit pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.


"Bi, Rita pamit dulu," Rita sambil mengambil tasnya yang ada diatas meja.


"Tapi Rit, tukang ojekmu belum juga datang mana gerimis pula, tunggu saja sebentar setelah gerimisnya redah,".


"Rita tunggu di luar saja bi, setelah pak Budy datang Rita langsung pulang,".


Rita melangkah kearah pintu keluar diikuti bi Ona dari arah belakang.


"Coba hubungi lagi siapa tahu handphonen ojek langganamu sudah aktif,". bi Ona yang tidak tegah Rita pulang dalam keadaan masih gerimis.


"Sudah beberapa kali Rita hubungi, baik melalui telpone mau pun sms tapi tetap saja tidak ada respon dari pak Rudy,". balas Rita menatap layar handphonenya.


"Aduh bagaimana ini?," lama mereka terdiah hingga bi Ona menatap kearah sofa dimana Leon sedang asyik memainkan handphonenya tanpa peduli kehadiran mereka di luar toko.


"Bibi ada solusi. Kamu tenang, semua pasti beres, Leon cepat kemari," panggil bi Ona.


Mendengar suara bi Ona, Leon segera mengangkat kepala.


"Iya bi ada apa memanggilku," Leon yang saat itu mendekat kearah mereka.


"Tolong antar Rita pulang, kasihan dia Ibunya pasti sudah cemas menunggunya".


"Kenapa harus Aku, dia bisa naik ojek apa kek," Leon kembali ingin masuk kedalam toko tapi bi Ona segera menarik bajunya.


"Tidak usah bi, biar Rita tunggu pak Budy saja disini," Rita yang tidak enak hati melihat bi Ona memaksa Leon untuk mengantarnya pulang.


"Kamu mau kemana?,".


"Mau masuk bi," protes Leon


"Tidak usah masuk, bibi mau tutup toko, kamu pulang sekarang dan antar Rita ke rumahnya. Paham,".


"Iya...iya, merepotkan sekali. Tunggu sebentar biar Aku ambil handphoneku dulu," Leon menggaruki kepalanya lalu kembli masuk kedalam toko.


"Apa tidak apa-apa bi?,". Rita dengan wajah cemas.


"Tidak apa-apa, kamu tenang saja. Kelihatanya saja sangar tapi sebenarnya Leon itu anaknya baik kok,". balas bi Ona meyakinkan Rita.

__ADS_1


Tidak berselang lama kemudian, keluar Leon sambil membawa dua toples kue di tanganya.


"Leon, mau kamu membawa kemana toples-toples itu?," tanya bi Ona.


"Di dunia ini gak ada gratisan bi. Bibi menyuruh Leon mengantar pulang Rita sugiarto ini bukan?, maka dari itu sebagai imbalanya dua toples kue ini,". tatap Leon pada Rita.


"Kamu ini, Orangnya kamu benci tapi kue buatanya kamu habisi. Ingat loh Leon, terkadang cinta dan sayang itu tumbuh dari makanan,".


"Apa bibi yakin, kalau Leon akan suka dengan penyanyi dangdut ini. Hiii ..ngimpi,".


"Aku juga tidak bakalan suka dengan manusia keong sepertimu, gerimis ini saksinya,".


"Hay mami Rita sugiarto, orang itu bersumpah demi petir atau apa kek yang berbahaya ini mah gerimis, semua pejabat di negara ini pasti akan senang korupsi bila sumpahnya itu demi gerimis tahu,".


"Sudah-sudah, bibi bisa gila bila selalu berada diantara kalian berdua yang entah kapan bisa akur. Sekarang kalian boleh pulang, bibi mau istirahat," bi Ona mendorong tubuh Leon dan Rita menuju kearah mobil.


Setelah mobil berjalan bi Ona pun segera masuk kedalam toko.


"Dimana rumahmu?," tanya Leon fokus mengemudikan kendaraanya.


"Terus saja, nanti juga Aku bilang kalau sudah nyampai," Rita yang saat itu menatap keluar kendela.


"Terus-terus bagaimana kalau lewat putar baliknya susah,".


"Apa katamu, kamu mengataiku cerewet," Leon menghentikan kendaraanya di pinggir trotoar lalu mendekatkan wajahnya kearah Rita.


Sontak membuat Rita kaget dan mendorong tubuh Leon.


"Kamu jangan coba-coba memperk0s4ku, Aku bisa teriak sehingga orang-orang datang menghajarmu,". Rita memperlihatkan kepalan tanganya pada Leon.


Plok......kembali satu sentilan mendarat di jidat Rita.


"Mana mungkin Aku mau memperk0s4 gadis sepertimu. Uang Aku banyak jadi Aku bisa menyewa perempuan cantik nan seksi yang jauh melebih dirimu yang seperti gadis 80 puluhan itu,". kembali Leon menghidupkan mesin mobilnya.


"Biar gadis 80, tapi masih terjaga keaslianya, tidak seperti yang di jual perkilo seperti ucapanmu,".


Seketika Leon tersenyum Devil mendengar ucapan Rita.


"Kalau begitu, apa boleh Aku lihat yang kamu bilang barusan,".


"Awas saja kalau kamu berani menyentuhku. Akan Aku laporkan pada nyonya Nadia dan juga bi Ona,".

__ADS_1


"Dasar tukang aduh,".


"Biarin....,".


Tidak terasa mobil mewah Leon berhenti di sebuah rumah sederhana dengan taman di penuhi berbagai jenis bunga.


Disana juga sudah ada yang mobil terparkir.


"Itu mobil siapa ya?,".


"Mobil ratu Elizabet 2," jawab Leon asal.


Belum juga Rita keluar dari dalam mobil mewah Leon, tiba-tiba terdengan dari dalam ruamah teriakan seorang perempuan yang meringis kesakitan.


"Gunawan.lepaskan, sakit,".


"Ibu......," Rita segera keluar dari dalam mobil dan berlari masuk kedalam rumah diikuti Leon dari arah belakang.


"Lepasin Gunawan, sakit," perempuan itu terus meringis karena rambutnya di jambak oleh seorang pria parubaya dengan seorang wanita yang berdiri di dekat mereka sambil tersenyum menyaksikan penyiksaan itu.


"Woy ..tua bangka, lepaskan ibuku," Rita yang langsung memegang tangan pria parubaya itu.


"Akhirnya kamu datang juga, serahkan uangmu padaku baru Aku melepaskanya. Sudah hampir sepuluh tahun ini kamu dan ibumu tidak pernah memberi jatah padaku,". bentak pria itu pada Rita.


"Dasar orang tua tidak tahu malu, harusnya kamu itu yang memberi uang pada kami wujud tanggung jawabmu sebagai suami dan ayah, Eee ...malah kamu yang minta uang pada kami. Begini...nich kalau otak terbuat dari pipa paralon bodohnya terbawa air sampai jauh," bentak balik Rita dan memukul keras tangan pria parubaya itu hingga terlepas dari rambut Any ibu Rita.


"Berani-beraninya kamu memukulku,". Gunawan mengelus tanganya lantaran sakitnya.


"Jangankan memukulmu, membunuh orang tua sepertimu saja Aku berani,". Rita tersenyum sinis pada pria parubaya itu.


"Mana yang sakit sayang. Hay anak kurang ajar, berani-beraninya kamu menyakiti suamiku," perempuan yang sedari tadi berdiri datanh mengelus tangan Gunawan.


"Ini lagi mahluk yang tidak pernah diakui oleh rasullulah sebagai bagi kaumnya, ikut campur urusan rumah tangga orang. Pulang sana, lalu dandan yang cantik agar kamu bisa mendapatkan pria yang lebih kaya dari manusia tidak berguna ini," tunjuk Rita pada Gunawan dengan amarah yang mengebu-gebu.


"Benar-benar ngelunjak ini anak" Gunawan maju dan mengarahkan pukulanya kearah wajah Rita.


Belum juga ketupat mentah itu mengenai wajah Rita, Leon segera menangkap lalu memutar.


"Sakit...lepaskan b4jing4n," ringis Gunawan


"Makanya jangan hanya berani pada perempuan. Kalau kamu berani hadapi Aku,". Leon mendorong tangan Gunawan hingga tubuh pria parubaya itu terbentur ke dinding.

__ADS_1


Terus dukung karya Author di youtube"ISTRI KESAYANGAN TUAN YUAN," dengan cara memberi subcrabe, like, coment. Terimah kasih.



__ADS_2