SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 80. JOMBLO


__ADS_3

Melihat keempat lawan-lawanya berlarian Nadia, bi Ona dan Rita sontak tertawa.


"Nona, apa boleh Aku poto bareng dengan Anda untuk di posting di media sosial,".


seorang remaja datang menghampiri Nadia.


"Tidak boleh, kalau kamu mau Aku melemparmu kelantas dasar silahkan di coba," sekertaris ken yang tiba-tiba saja muncul di tengah-tengah mereka.


Seketika remaja itu mundur beberapa langkah kebelakang setelah melihat sekertaris Ken.


"Biarkan saja sekertaris Ken, kasihan dia," Nadia yang merasa kasihan melihat remaja tersebut yang ingin sekali berpoto denganya.


"Tadi sudah Saya turuti semua keinginan Nyonya tapi kali ini Saya tidak bisa. Tuan Dave akan benar-benar murka kalau sampai beliau melihat poto Anda tersebar luas di dunia maya dengan seorang pria,".


"Benar juga katamu, sudahlah ada baiknya kita pulang sebelum si batu itu tiba duluan di mension,".


Keempatnya pun segera turun kelantai dasar dan langsung menuju kearah parkiran.


Kembali sekertaris Ken mengemudikan kendaraanya menuju kearah toko kue Nadia untuk mengantar bi Ona dan juga Rita sebelum pulang ke mension.


Tidak butuh waktu yang lama akhirnya mereka tiba juga didepan toko kue sederhana itu.


"Rita, bagaimana kalau kamu ikut kami saja, sekertatis Ken akan mengantarmu pulang sebelum kami kembali ke mension," ucap Kania saat bi Ona dan Rita sudah keluar dari dalam mobil.


"Tidak usah Nyonya, Aku dan bi Ona ada sedikit urusan. Anda duluan saja apalagi Saya sudah janjian dengan ojek langganan Saya agar menjemput jam 5 sore disini,".


"Urusan?, urusan apa, sepertinya penting sekali. Ajak-ajak dong," Nadia sedikit mengeluarkan kepalanya melalui jendela mobil.


"Bukan urusan penting-penting amat kok Nyonya. Saya hanya ingin belajar pada Rita bagaimana cara memungsikan handphone baru ini,". balas bi Ona sambil mengangkat kantong plastik berisi dos kecil yang ada di tanganya.


"Oh...., kalau begitu Aku permisi dulu, besok kita jumpa lagi, bye. Ayo sekertaris Ken kita pulang," tepuk Nadia pada punggung job pengemudi.


"Baik nyonya," balas sekertaris Ken dan mulai menghidupkan kembali mesin mobilnya.


Sepeninggalan Nadia dan sekertaris Ken, bi Ona dan Rita segera masuk kedalam toko.

__ADS_1


"Bi, betapa beruntungnya kita memiliki majikan sebaik nyonya Nadia. Handphone semahal ini beliau hadiahkan secara cuma-cuma pada kita," .


"Dari kecil memang nyonya Nadia suka berbagi. Bahkan beliau relah mengorbankan dirinya demi keluarga,".


"Tapi kenapa keluarga beliau begitu membenci nyonya Nadia?. Atau jangan-jangan nyonya Nadia itu bukan anak kandung pak Rudy dan ibu Yunita?,".


"Bibi juga perna kepikiran kearah sana tapi sedapat mungki bibi tepis. Bibi datang di kediaman Tuan Rudy dan nyonya Yunita disaat umur nyonya Nadia saat itu kira-kira 3 tahun. Tuan Rudy dan nyonya Yunita sangat menyayangi nyonya Nadia. Mengingat hal itu Aku menipis kecurigaanku selama ini karena melihat kasih sayang mereka terhadap Nyonya Nadia. Dua tahun Aku di kediaman mereka, lahirlah nona Mawar. Disitulah awal mula nyonya Nadia di tindas. Semua mainan kesukaanya diambil oleh Mawar dan anehnya lagi, nyonya Yunita malah berpihak pada Mawar lain halnya dengan Tuan Rudy terkadang beliau sesekali membela nona Nadia," kembali bi Ona mengingat peristiwa menyedihkan di kediaman Rudy beberapa tahun silam.


"Kasihan juga nasib nyonya Nadia. Mungkin kalau orang lain berada diposisinya, orang itu pasti takkan sanggup menghadapi semuanya. Teraniaya oleh keluarga sendiri,".


"Tapi syukurlah, semua peristiwa pasti ada hikmanya. Sekarang beliau sudah bahagia bersama tuan Dave. Penguasa berwatak keras dan dingin yang harus tunduk pada perempuan sederhana seperti nyonya Nadia,".


"Betul juga kata bibi. Kita lupakan sejenak tentang masalah nyonya Nadia, mari kita mulai mencoba hp baru kita,". Rita mulai membuka dos handphone barunya demikian juga dengan bi Ona.


Rita mengajar bi Ona cara mengaplikasikan handphone. Mulai dari pengaturan sampi membuat akun sosial media.


Tanpa mereka sadari seorang pria datang lalu berdiri di dekat mereka.


"Apa bibi tidak merasa kalau ruangan ini ada bau yang kurang beres," Rita sambil mengendus-enduskan nafasnya.


"Bukan bau hantu bi, tapi bau parfum wanita malam yang biasa berkeliaran diujung jalan sana, yang aromanya sampai satu kilo meter masih bisa tercium dengan jelas,".


"Benar juga katamu, Rit,". bi Ona ikut mengendus-enduskan nafasnya.


Leon yang sedari tadi berdiri di dekat mereka sudah beberapa kali mencium aroma tubuhnya. Tapi tidak mendapatkan seperti apa yang diucapkan Rita.


Tok.........


Satu sentilan mendarat di kening Rita hingga membuat gadis manis itu melompat di pangkuan bi Ona.


"Berani-beraninya kamu menyamakan farfumku dengan parfum perempuan malam. Hay....gadis aneh ini parfum unlimite dan hanya beberapa orang di dunia ini yang memakai farfum seperti ini, tetapi kenapa kamu bilang kalau baunya seperti yang sering di gunakan perempuan malam,". Leon mendekatkan wajahnya kearah Rita.


"Sakit tahu........," Rita mengelus keningnya.


"Makanya jangan asal bicara kalau tidak paham aroma parfum,". bentak Leon.

__ADS_1


"Siapa tahu parfum yang kamu gunakan itu imitasi dan banyak beredar di pasar malam sehingga kamu dan perempuan malam itu beli parfumnya di tempat yang sama. betul gak bi?," tatap Rita pada bi Ona.


"Tidak tahu dan bibi tidak mau ikut campur urusan kalian berdua. Yang bibi inginkan saat ini kamu turun dari diatas pangkuan bibi. Betis bibi sakit karena berat badanmu,". bi Ona membulatkan matanya pada Rita.


"Hii...maaf, ini gara-gara dia, datang-datang langsung menyentil orang," Rita tersenyum kearah bi Ona tapi jari telunjuknya kearah Leon.


"Masih menyalahkanku juga. Kamu duluan yang menghinaku makanya kamu harus terima konsekuensinya,".


"Mana Aku tehe kalau kamu datang. Makanya kalau masuk rumah itu ucapin salam kak. Datang-datang seperti jelangkung. Datang tak diantar pulang, pulang sendiri,".


"Hii...perempuan ini," Leon membunyikan rahangnya saking jengkelnya pada Rita.


"Sudah-sudah, dari partama kalian bertemu kalian itu seperti kucing dan tikus tidak pernah ada akur-akurnya. Pantas saja, di usia kalian yang seharusnya sudah memiliki 5 anak ini masih menyandang status jomblo. Apa kalian berdua belum mendengar pemberitaan tadi pagi di media televisi, kalau sampai tahun depan kalian masih menyandang status yang namanya jomblo, maka kalian berdua bersiap-siaplah untuk mati karena pemerintah akan mengumpulkan para jomblo di sebuah gedung tua yang sudah di pasangi alat peledak untuk memusnahkan jomblo-jomblo seperti kalian berdua ini,".


"Dia nich yang jomblo.....," tunjuk Rita pada Leon.


"Kamu itu yang jomblo. Mana ada pria yang mau dengan perempuan yang mulutnya mirip cabe level 2000,".


"Siapa bilang Aku jomblo," Rita yang tidak mau kalah.


"Kalau kamu memang punya cowok, coba tunjukin pada kami siapa cowok kamu itu," tatap Leon pada bi Ona.


Seketika bi Ona mengangguk menunggu jawaban dari Rita.


Secepat mungkin Rita memutar otak disaat kedua orang yang ada di depanya memandang tajam seolah-olah ingin menelanya hidup-hidup.


"Eeee....Cowak Aku itu masih dalam rahim ibunya,".


"Hu........sudah bau tanah baru kamu dapat cowok, itu pun kalau kamu masih hidup," Leon yang melancipkan bibirnya mengejek Rita.


Bi Ona menepuk keningnya, bisa bisanya Rita memberi jawaban menohok itu.


Terus ikuti Youtube Author" ISTRI KESAYANGAN TUAN YUAN" dan jangan lupa tinggalin jejak ya, terima kasih.


__ADS_1



__ADS_2