
"Harganya 35 juta, apa kalian bisa membelinya?. Satu saja kalian tidak mampu apalagi dua. Sekarang bersiap-siaplah untuk jadi budak di tokoku ini,".
"Apa, 35 juta?," Rita dan bi Ona bersamaan.
"Ha ha ...ha kenapa semurah ini, apa tidak ada lagi yang lebih mahal dari ini".
"Dasar, kamu memang sombong,".
"Siapa bilang Aku sombong, hanya dengan memainkan jari telunjukku saja maka akan terbayar tunai dua handphone ini sekaligus. Apa kamu mau lihat bukti?,".
Perempuan parubaya itu sudah tidak menjawab dia hanya mengangguk pelan.
"Coba lihat ini............," Nadia mengangkat jarinya kearah luar dimana sudah ada sekertaris Ken yang sedari tadi memperhatikan mereka dari arah kejauhan.
Nadia menggerakkan jari telunjuknya tersebut untuk memanggil sekertaris Ken.
Dengan jeli mata sekertaris Ken menangkap pergerakan tangan Nadia lalu kemudian mendekat.
"Ada apa Nyonya memanggilku?," suara sekertaris Ken sedikit sagau karena saat itu sedang mengenakan masker.
"Cepat bayar tagihanya menggunakan kartu ATM milik suamiku,". perintah Nadia
"Baik Nyonya. Hay kamu, berapa harga yang harus Aku bayar untuk belanjaan Nyonya Nadia?,". tatap tajam sekertaris Ken pada sang pemilik toko.
"Kalian semua berkomplot untuk menipuku dengan pura-pura kaya. Jangan main-main denganku, pemilik mall ini adalahlah keluargaku," .
Seketika sekertaris Ken mengernyitkan dahinya mendengar ucapan sang pemilik toko tersebut.
"Apa Aku tidak salah dengar?, kamu bilang kami mau menipumu?. Apa kamu tidak tahu siapa Nyonya yang berdiri di depanmu saat ini?,".
"Aku tidak tahu dan sampai kapan pun Aku tidak mau tahu siapa dia?,". balas perempuan parubay itu dengan tegas.
"Baiklah kalau begitu, coba perhatikan dan lihat Aku baik-baik,".
Sedikit demi sedikit sekertaris Ken membuka maskernya.
__ADS_1
Mata si pemilik toko melotot tatkalah melihat wajah yang sudah tidak asing lagi baginya.
Seorang manusia dengan hati serigala sedang berdiri di hadapanya.
"Tuan Ken........?," tubuh perumpuan itu bergetar dasyat menyebut nama itu.
"Apa kamu sudah tahu sedang berhadapan dengan siapa kamu saat ini?,". bentak sekertaris Ken.
"Maaf Tuan Ken, Aku benar-benar tidak tahu kalau itu Anda. Terus kenapa Anda bersama dengan ketiga perempuan kampung ini. Apa mereka ini babu-babu di kediaman Tuan Dave?," tunjuk perempuan itu pada Nadia, Rita dan bi Ona secara bergantian.
"Astaga, sudah bela-belain dandan secantik ini kita masih juga di sangkah babu, bagaimana kalau kita tidak dandan pasti dia sudah bilang kalau kita ini gembel," ekspresi Rita dengan wajah kurang meyakinkan. Bisa-bisanya perempuan itu menyebutnya babu di kediaman Dave.
Nadia dan bi Ona hanya bisa tersenyum melihat ekspresi Rita.
Sekertaris Ken juga ingin sekali tertawa tapi sedapat mungkin dia tahan.
Bagaimana kira-kira kalau sampai Dave tahu kalau perempuan ini menyamakan istri kesayanganya dengan babu. Kalian bisa tebak sendiri bukan, apa yang akan terjadi pada perempuan parubaya itu.
"Beliau ini adalah istri Tuan Dave, pemilik sekaligus pemegang salam terbanyak di mall itu. Kali ini kamu sudah salah pilih lawan, majikanmu sendiri kamu lawan bertengkar dan malah bikin taruhan pula,".
"Tuan Ken pasti bercanda bukan?, tidak mungkin Tuan Dave memilihki istri dengan penampilan seperti ini,:.
Setika perempuan parubaya itu menggeleng.
"Nyonya maafkan Saya, andai saja Saya tahu kalau Anda ini istri Tuan Dave tidak mungkin Saya berlaku tidak sopan pada Anda,".
"Jadi selama ini kamu selalu memandang enteng para pengunjung tokomu hanya dengan melihat pakaianya saja. Ingat, tidak semua pembeli berpakaian sederhana seperti kami ini tidak sanggup untuk membeli barang mahal. Jangan karena kami memakai pakaian seadanya kalian anggap kami ini miskin bahkan menyamakan kami seperti gembel,".
"Saya benar-benar minta maaf Nyonya, Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatanku," Perempuan parubaya itu mengatupkan kedua tangan di depan dada dengan mata berkaca-kaca.
"Ada api tentunya pasti ada asap, Sekarang bungkus dua handphone seperti ini lalu kemasi barang-barang kalian sekarang juga lalu pergi dari sini. Ini adalah pembelajaran buat kalian berdua agar kedepanya tidak akan ada lagi kejadian seperti ini. Ken selesaikan tagihanya menggunaka kartu ATM suamiku sekarang juga. Ayo bi, Rit kita pergi dari sini,". Ajak Nadia pada bi Ona dan Rita.
"Baik Nyonya, cepat kerjakan apa yang di perintahkan Nyonya Nadia tadi pada kalian atau Aku sendiri yang akan bertindak. Makanya jadi orang itu jangan terlalu sombong. Baru kaya sedikit saja lagakmu sudah seperti istri ferdi zambo nah beginikan jadinya, diusir dari toko sendiri,". bentak sekertaris Ken pada sang pemilik toko dan juga karyawanya itu.
"Iya Tuan, Kami benar-benar mengaku salah, kedepanya kami akan lebih baik lagi. Ucapkan rasa terima kasihku pada Nyonya Dave, andai saja hari ini Saya tidak bertemu dengan beliau, mungkin sifat Saya akan seperti ini terus, memandang orang hanya melihat dari cara berpakaianya saja,". sang pemilik toko sedikit demi sedikit mulai mengemasi barang jualanya.
__ADS_1
"Baguslah kalau kamu bisa sadar,".
Sementara itu, Nadia, bi Ona dan Rita terus melangkah. Tempat yang kini mereka tuju yaitu sebuah restoran mewah yang masih ada dalam mall tersebut.
"Ayo masuk," ajak Nadia pada bi Ona dan Rita.
Ketiganya langsung menuju ke meja kosong yang terletak paling ujung dari restoran tersebut.
"Non, apa tidak kemahalan handphone yang Anda hadiahkan pada Saya itu?," tanya bi Ona pada Nadia saat ketiganya sudah duduk.
"Itu sudah pantas buat bibi setelah apa yang selama ini bibi lakukan pada Nadia. Malahan Nadia berencana merenofasi rumah bibi yang ada di kampung," senyum Nadia pada bi Ona.
"Tidak usah Nona, handphone itu saja sudah membuat bibi merasa tidak enak hati apalagi merenofasi rumah bibi. Lagian hasil penjualan kue-kue kita bulan ini saja sedikit menurun karena dampak corona,".
"Bibi tidak usah kuatir tentang itu, suami Saya itu orang kaya, kalau hanya uang sebanyak itu kecil baginya. Sesekali boleh sombong mumpung suami lagi sayang-sayangnya ha ...ha ...ha," tawa Nadia.
"Ternyata Nyonya memanfaatkan Tuan Dave dalam hal ini,". potong Rita.
"Iya dong, Kalau bukan Aku yang memanfaatkan kekayaan suamiku sendirui masa Aku harus membiarkan pelakor memanfaatkanya, Enak saja,".
"Terus handphone yang satunya lagi buat siapa Nyonya, mustahil bukan kalau dua-duanya Nyonya bagi buat Saya?,".ujar bi Ona.
"Tenang, semuanya dapat bagian. Itu khusus buat Rita, Aku juga sudah lama ingin memberi hadiah padanya tapi belum ada moment yang tepat," tatap Nadia pada Rita yang tiba-tiba tersentak kaget.
"Saya tidak usah Nyonya, Lagian handphone Saya juga masih layak digunakan".
"Rit....., handphonemu itu bisa kamu bagi pada Ibumu. Sedangkan hendphone baru itu buat kamu gunakan sebaik-baiknya untuk menghubungi cowok idamanmu?,".
"Siapa maksud Nyonya?,".
"Siapa lagi kalau bukan Leon atau tukan ojekmu itu," sambung bi Ona sembari tertawa dikuti oleh Nadia.
"Hiiii..... bibi," Rita dengan wajah memerah menepuk pundak bi Ona.
Salam buat pembaca dari sabang sampai merauke dan juga dari Malaysia....semoga kita terus dalam lindungan ALLAH yang maha kuasa. Aamiin.
__ADS_1
Yuk mampir di youtube Author ya" ISTRI KESAYANGAN TUAN YUAN" dijamin bakalan seru. Terima kasih.