
"Aku juga perpikiran seperti itu tapi, semua keputusan ada di tangan para juri dan juga para penonton. Walau pikiran kita sama tapi kita tidak tahu dengan pikiran teman-teman kita yang lain," balas seorang dewan juri perempuan yang masih menatap Nadia dari bawah panggung.
"Baiklah kalau bigitu kita mulai acara ini, para peserta di harapkan untuk berpose sebaik dan seanggun mungin untuk memudahkan para dewan juri dan juga para penonton memberi penilaian. Kalau begitu mari kita mulai dari Nabila sebagai peserta pertama maka dari itu kami persilahkan," arahan dari MC
pada Nabila.
Nabila segera maju melangkah dan berpose ala sekertaris. Setelah tiba di ujung panggung Nabila berhenti sejenak lalu berbalik kemudian
kembali ke tempatnya semula.
Kembali gemuruh tepuk tangan pun terdengar setelah Nabila kembali ke tempatnya.
"Itulah tadi penampilan dari Nabila. Selanjutnya peserta Nomor dua atas nama Mawar dengan ini di persilahkan,"
Mawar segera maju dan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Nabila tadi.
"Ya kini peserta terakhir peserta yang sejak tadi kita tunggu-tunggu, mana pendukung dari Nadia," kembali Mc tersebut menyodorkan mic pada para penonton.
Semua penonton seketika bertepuk tangan begitu pun sebagian para dewan juri.
Sebelum maju tampak bibir Nadi bergetar membaca doa.
"Bissmillah," ucap Nadia kemudian
memantapkan langkahnya dan berpose ala sekertari seperti yang di lakukan oleh Nabila dan
Mawar tadi.
Setelah Tiba di ujung panggung Nadia berhenti sejenak dan menletakkan kedua tangan pada
pinggangnya.
Setelah di rasa cukup Nadia berbalik, belum juga beberapa kali langkahnya diayun tiba-tiba keseimbangan Nadia goyah dengan cepat Nadia memasang kuda-kuda untuk menyeimbangkan tubuhnya.
Semua orang dalam ruangan itu seketika menahan nafas mereka melihat apa yang dialami oleh Nadia diatas panggung.
"Babak pertama sudah dimulai," Rudy dengan senyum begitu gembira.
Nadia merasakan ada yang kurang beres pada sepatunya. Nadia segera menunduk dan mengangkat sedikit kaki kirinya.
"Astaga copot," Nadia melepas sepatunya lalu melepas penyangga dan kemudian
__ADS_1
mengenakanya kembali.
"Kok rasanya aneh," Nadi kembali menunduk dan pelepas sepatunya yang sebelah kanan.
Sama halnya yang di lakukan pada sepatu sebelah kirinya Nadia juga melepas penyangga sepatu sebelah kanan.
Setelah kedua penyangga sepatunya lepas, Nadia kembali berbalik dan melangkah ke ujung panggun dan mempertontonkan aksinya berjalan
tanpa penyangga sepatu.
Semua penonton bersorak sorai dan tersenyum melihat aksi yang di pertontonkan Nadia itu.
Nadia begitu lincah memainkan kakinya bak seorang penari balet.
"Nadia kamu cantik, lucu pula," teriak seorang pria berkaca mata dibawah panggung.
Nadia hanya tersenyum dan melambai-lambaikan tanganya. Ada sekitaran satu menit Nadia disana hingga dia kembali berbalik dan
melangkah ke tempatnya semua.
"Nadia...Nadia kamu ini ada saja. Baiklah itulah tadi penampilan tiga peserta. Kira-kira menurut
kalian siapa diantara Nadia, Mawar atau Nabila yang akan maju sebagai pemenangnya," kembali Mc maju kedepan.
"Ternyata para penggemar Nadia makin banyak, tapi itu belum memastikan kalau Nadia yang akan keluar sebagai pemenangnya. Maka
dari itu, dukung terus peserta favorite kalian dengan cara memberi vote mulai dari sekarang karena sepuluh menit kedepan poling vote akan segera kami tutup. Jadi berbelanjalah yang banyak dan beri dukungan pada peserta yang benar-benar layak menjuarai ajang ini,".
"Mas.......," Yunita kembali menepuk pundak Rudy.
"Tenanglah semuanya belum diputuskan," balas Rudy yang kini dengan wajah di basahi oleh
keringat dingin.
"Baiklah kita hitung mundur mulai dari sekarang...3 ....2 ...1 ....poling Vote di tutup, semua vocer yang ada miliki sudah tidak bisa di gunakan lagi.
Sekarang kita tunggu keputusan dari para dewan juri dan kita gabungkan dengan jumlah vote yang telah kalian berikan tadi. Peserta yang nilainya paling tinggi maka dialah yang akan
keluar sebagai pemenangnya,".
Kembali para dewan juri berdiskusi untuk memastikan siapa diantara Nadia, Mawar ataukah Nabila yang akan keluar menjuarai perlombaan itu.
__ADS_1
Tidak berselang lama kemudian para dewan juri kembali ke tempat mereka masing-masing.
'"Rupaya para dewan juri sudah memutuskan siapa diantara tiga finalis yang akan maju sebagai pemenang dalam lomba ini. Untuk itu kami kami persilahkan perwakilan dari dua lima dewan juri untuk naik keatas panggung dan membacakan hasil penilaian para dewan juri dan
juga jumlah vote dari masing-masing peserta lomba," ucap MC mempersilahkan perwakilan
dari ke dua puluh lima dewan juri.
Pak Yuda pun segera berdiri dari tempat duduknya dan melangkah menuju kearah tangga panggung sambil menenteng sebuah map.
Suasana dalam ruangan itu seketika hening saat pak Yuda sudah berada diatas panggung.
Atmosfir ketegangan mulai terlihat di wajah para peserta lomba dan juga para penonton saat itu.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan selamat sore, sungguh berat kami selaku dewan juri untuk memutuskan siapa diantara
ketiga finalis ini yang akan maju sebagai pemenang, Karena menurut kami selaku dewan juri ketiganya sudah memenuhi syarat dan layak untuk jadi pemenang. Tapi ini adalah ajang perlombaan maka mau tidak mau salah satu diantara ketiga
peserta ini harus maju dan di tetapkan sebagai pemenang, Sebelum Saya membacakan hasil
penilan kami selaku dewan juri dan juga jumlah vote yang tadi kalian sudah berikan. Menurut kalian kalian sebagai penonton kira-kira siapa ketiga finalis ini yang layak menyandang gelar pemenang," Pak Yuda menyodorkan mic kearah
penonton.
"Nadia...Nadia...Nadia....," balas serentak penonton yang ada di bawah panggung.
"Kalau menurut kalian Nadialah yang layak sebagai pemenangnya. Maka, kita tidak usah berlama-lama lagi Saya akan membacakan hasilnya yang di peroleh oleh tiap-tiap peserta lomba. MC boleh pegang micnya sebentar," Pak Yuda menyodorkan mic kepada MC.
Setelah sang MC memegangi mic dan mendekatkan ke arah pak Yuda. Kini Pak Yuda membuka map yang sedari tadi dia pegang.
"Baiklah hasil yang di peroleh oleh masing-masing peserta sebagai berikut : Nona Nabila dengan jumlah poin 80, Nona Mawar dengan
jumlah poin 70 sedangkan Nona Nadia memperoleh poin paling tinggi yaitu 90 poin. Maka dari itu pemenang kali ini jatuh pada Nona
Na......dia........,".
Kembali gemuruh tepuk tangan terdengar dalam ruangan itu. Para penonton bergembira. Ada yang bertepuk tangan, bersiul dan ada yang saling berpelukan sebagai wujud kegembiraan mereka mendengarkan keputusan
dari dewan juri.
Sementara Nadia dan ketiga rekan seketika berpelukan dan saling memberi selamat satu dengan yang lain.
__ADS_1
TERUS DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA VOTE, COMENT DAN LIKE DAN TERUS IKUTI CERITA SAYA DI YOUTUBE DENGAN JUDUL "PEWARUS TERAKHIR SANG PRESDIR" TERIMA KASIH.