SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 87. MENOTOK ALIRAN DARAH.


__ADS_3

"Apa boleh Aku meminta bantuan kalian?," tanya Nadia menghentikan canda tawa mereka dengan wajah serius.


"Kalau boleh Saya bantu, Saya akan bantu," balas Nabila.


"Kami juga," sambung Rita, Dewi dan Tania.


"Baiklah, Sekarang kalian kumpul disini".


Keempatnya segera berkumpul, Nadia terlihat memberi arahan pada keempatnya dengan suara sedikit pelan.


Tidak beberapa lama kemudian mereka kembali ketempat mereka semula.


"Apa kalian sudah paham dengan tugas kalian masing-masing?,".


"Kami paham,". jawab keempatnya serentak.


"Bagus, sekarang Kalian bertiga berpencar sedangkan Tania tetap bersamaku. Aku sengaja memilih Tania karena mereka belum tahu kalau Tania ini teman kita juga. Awasi terus gerak-gerik mencurigakan dari keempat orang itu. Saat Aku memberi kode pada Kalian barulah kalian beraksi. Lakukan tugas kalian dengan baik jangan sampai mereka mengetahui rencana kita,"


"Baik," balas Rita, Dewi dan Nabila secara bersamaan lalu mulai berpencar, Sedangkan Tania sedikit menjauh dari Nadia.


Sementara itu di sebuah kamar hotel, tampak Nelza dan Mawar sedang bersama. Keduanya memeriksa seisi kamar jangan sampai masih ada yang harus mereka benahi sebelum mereka melakukan penjebakan pada Nadia.


"Bagaimana Mawar, apa semuanya sudah terorganisir dengan baik?," tanya Nelza menutup dinding yang terbuat dari kaca dengan kain gorden.


"Sepertinya semua sudah terkendali dengan baik, Tinggal tunggu kedatangan Nadia kemari dan selesai semua urusan. Sebentar lagi kamu akan jadi nyonya Dave yang terhormar. Tapi ingat Nelza bagian Aku dan ibuku jangan sampai kamu lupa saat kamu sudah hidup berkelimangan harta,".


"Kalau masalah itu kamu tenanglah, Aku tidak akan melupakan jasa-saja kalian hari ini. Ayo kita kembali ke aula untuk melihat kinerja tante Anita, Elis dan Ibumu,"


Mawar dan Nelza Keluar dari dalam kamar dan tidak lupa menutup pintu.


Keduanya terus melangkah hingga mereka tiba juga di ruang Aula dimana para muda-mudi mulai bergoyang dengan lantunan musik DJ bergema dalam ruangan itu.


"Perhatian semua, sebelum kita melanjutkan acara ini ada baiknya kita bersulang dulu sebagai bentuk solidarilitas kita sebagai alumni SMA 80," Nelza yang berdiri di tengah-tengah muda-mudi yang sedang asyik bergotang.


Riuh tepuk tangan pun terdengar. Tidak lama kemudian, dari arah pintu masuk ruang aula tampak beberapa pegawai dan pelayan hotel datang mendorong beberapa troli kecil berisi minuman beralkohol mulai dari tahap rendah sampai dosis yang paling tinggi.


Seketika Nadia memberi kode pada teman-temanya untuk bersiap-siap.

__ADS_1


Para pegawai dan pelayan hotel menyebar untuk membagikan minuman pada para muda-mudi yang ada dalam ruang aula.


"Nona pilih minuman yang mana?," tanya seorang pegawai berdiri di depan Nadia bersama dengan seorang pelayan.


"Maaf, Saya tidak minum minuman beralkhol. Kalau boleh Saya minta juice lemon atau sejenisnya saja," balas Nadia sedikit mengatupkan kedua tanganya di depan dada.


"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar. Pelayan, tolong bawakan nona ini juice lemon," perintah karyawan hotel pada seorang pelayan yang bersamanya saat itu.


"Baik pak, tunggu sebentar," sang pelayan pun segera pergi menuju kearah dapur hotel.


Setibanya disana, Yunita, Anita dan Elis menghampirinya.


"Bagaimana, apa perempuan berkepang itu sudah meminum minuman yang tadi kami suruhkan padamu?,".tanya Anita.


"Belum nyonya, sepertinya dia itu perempuan baik-baik. Dia tidak seperti yang lain meminum semua jenis minuman yang telah kami sediakan,". balas pelayan tersebut.


"Jangan menyanjungnya di hadapan kami. Terus kamu kemari untuk apa?, Ingat kami sudah mengeluarkan banyak biaya untuk kalian jadi kalian harus mengikuti perintah kami paham," bentak Anita pada pelayan itu.


"Saya paham nyonya, Maka dari itu Saya datang kemari untuk membuat juice buat perempuan itu dan mencampurkan obat yang tadi nyonya berikan padaku,".


"Bagus kalau kamu paham, cepat laksanakan tugasmu dengan baik. Aku tidak mau mendengar kata gagal dari kalian,".


Tampak sang pelayan memasukkan serbuk halus kedalam minuman itu lalu mengaduknya dengan pelan-pelan sekali hingga serbuk tersebut larut dan menyatu dalam juice.


Yunita, Anita dan Elis langsung tersenyum melihat kinerja sang pelayan.


"Kalau begitu, Saya permisi," ucap pelayan itu sambil membawa nampan berisi segelas juice lemon.


"Pergilah dan jangan kembali kalau kalian belum berhasil,".


Pelayan itu tidak menjawab sepertinya dia begitu jengkel dengan sifat arogant Anita padanya.


"Sekarang kita tunggu hasilnya disini. Sebentar lagi kita akan mendengar kabar yang begitu menggembirakan. Seorang cupu sedang berpesta pora di dalam kamar hotel ...ha....ha ...haa,".


Anita tertawa lepas diikuti oleh Yunita dan Elis.


Sang pelayan terus melangkah hingga kembali dia memasuki ruang aula.

__ADS_1


"Ini pesanan Anda Nona," sang pelayan menyerahkan juice buatanya pada Nadia.


"Terimah kasih banyak,". balas Nadia tersenyum.


"Perhatian sekali lagi, silahkan angkat gelas kalian diudara dan kita mulai bersulang," Kembali Nelza memakai pengeras suara untuk mengajak para peserta reuni mengangkat gelas mereka.


"Gadis yang ada disana tolong angkat gelasnya," Nelza menatap Nadia diukuti yang lain.


Mau tidak mau Nadia pun mengangkat gelasnya.


"Sebelum Gadis itu meminum minumanya kita jangan meminum minuman kita, bagaimana setuju?,".


"Setuju.....," jawab para peserta yang masih menatap kearah Nadia


Untuk kesekian kalinya Nadia mengikuti keinginan Nelza menyeruput sedikit saja isi dalam gelas.


"Tambah....tambah.....tambah....," teriak seluru peserta reuni.


Nadia kembali menyeruput isi dalam gelas hingga tersisa setengahnya saja.


"Sialan Nelza itu, dia mempengaruhi semua orang agar Aku meminum minuman racikanya ini,". umpat Nadia dalam hati.


"Kenna kau sekarang cupu," senyum Nelza dan mulai meminum minuman yang ada di tanganya.


Sementara itu, Nabila yang baru saja masuk kedalam aula segera menghampiri seorang perempuan parubaya berpakaian pelayan yang sedang sibuk menuang minuman untuk para tamu reuni.


"Apa tante sudah mengerjakan hal yang tadi Nabila katakan pada tante?,".


"Sudah, sesuai dengan keinganmu dan teman bar-barmu itu, kalau sampai terjadi sesuatu, tante tidak mau tanggung jawab pokoknya kamu yang harus tanggung sendiri akibatnya,".


"Namanya Rita tante bukan bar-bar. Kalau begitu terima kasih banyak, Nabila tidak akan pernah melupakan jasa-jasa tante hari ini," Nabila meninggalkan tantenya sembari tertawa.


Sementara itu, Nadia sudah terlihat gelisah, tubuhnya sudah di penuhi keringat dingin.


"Apa ini bagian dari rencana mereka untukku?, Aku harus bisa bertahan. Untung saja sebelum meminum minuman ini, sebagian aliran darahku sudah Aku totok agar obat dalam minuman ini tidak menyebar luas dalam tubuhku,".


Melihat kegelisahan Nadia, Mawar langsung mendekat tanpa melihat kalau Nelza juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami Nadia.

__ADS_1


Terus beri dukungan novel terbaru Author di Youtube" ISTRI KESAYANGAN TUAN YUAN," terima kasih.



__ADS_2