
Tidak lama kemudian Anton, anak buah Carlos muncul dari arah pintu sambil membawa box hitam mendekati mereka.
"Ini bos," ucapnya sambil meletakkan box hitam tersebut diatas meja.
"Kalian mau apakan istriku?," Frans yang saat itu masih dalam posisi terduduk dan masih mendapat pengawasan ketat dari sekertaris Ken.
"Aku mau menghilangkan sebagian dari tubuhnya yang sudah menghabiskan banyak biaya dari uang haram yang kamu berikan padanya," balas Dave dan mulai mengeluarkan gunting dari dalam box tersebut dan mendekat kearah Sonya.
"Kamu mau apa?," teriak Sonya melengking.
"Aku mau cabut semua kuku-kukumu itu. Gara-gara perawatan seperti itu hingga suamimu jadi koruptor di perusahaan ini,".
"Jangan lakukan itu padaku, Aku mohon,". Sonya tiba-tiba ketakutan dan mulai menangis.
"Sekarang Kamu menangis, Tadi kamu garang seperti harimau kenapa sekarang seperti bocah yang yang kehabisan permen?,".
"Aku mohon jangan lakukan itu padaku,". sekali lagi Sonya memohon.
"Baiklah, Aku tidak akan mencabut kuku-kukumu asal kamu mau jujur agar semua orang dalam ruangan ini tahu dari mana kamu memperoleh semua kemewahan itu,".
"Sonya, jangan katakan padanya, dia itu hanya mengancammu saja, lagian sebentar lagi semua teman-temanku datang menolong kita," teriak Frans meyakinkan Sonya istrinya.
"Kamu mau percaya pada suamimu atau padaku," Dave tersenyum sambil memainkan gunting yang ada di tanganya.
Sonya terdiam, kini dirinya dalam sebuah dilema besar antara percaya dengan Dave atau Frans.
"Ternyata kamu lebih takut dengan si tua bangka Frans dari pada Aku, baiklah. Hay...kalian bertiga bantu Carlos pegangi perempuan ini biar Aku eksekusi dia,".
"Baik tuan," ketiga anak buah Carlos segera membatu Carlos memegang Sonya agar tidak banyak bergerak.
Setelah Sonya tidak bisa berbuat apa-apa Dave segera maju.
"Iya, iya Aku akan jujur padamu, tapi lepaskan dulu Aku," Sonya dengan wajah ketakutan.
"Apa ucapanmu bisa Aku percaya?,". tanya Dave.
"Aku akan jujur padamu setelah kamu menyuruh anak buahmu ini melepaskanku,". balas Sonya.
"Bagus, Carlos dan yang lain lepaskan dia,". perintah Dave pada keempat orang itu.
__ADS_1
Carlos dan ketiga anak buahnya pun segera melepaskan Sonya.
"Sekarang katakan sejujur-jujurnya,".
Sebelum menjawab, Sonya melangkah mendekati Frans.
"Semua ini gara-gara kamu, dasar pria mata keranjang. Kamu mencukupi semua inginanku dengan uang hasil korupsimu agar Aku membiarkanmu bebas bermain dengan perempuan mana pun yang kamu senangi, sekarang inilah hasilnya. Kamu sudah mambawaku dalam lingkaran api,". Sonya menjambak rambut Frans dengan kasar hingga kembali pria parubaya itu meringis.
"Hentikan Sonya. Semua itu juga atas kemauanmu bukan?. Kamu ingin seperti ibu-ibu bangsawan di kota ini yang bisa memiliki sesuatu yang jarang di miliki perempuan pada umumnya sedangkan kamu tahu sendiri bagaimana kehidupan kita selama ini. Harusnya kamu bersyukur Aku mau menuruti keinginanmu itu walau sebenarnya Aku tak mampu,". bentak Frans.
"Itu cuman alasanmu saja, sebagian besar hasil korupsi itu kamu gunakan untuk berpoya-poya dengan perempuan simpananmu, dasar pria mata keranjang yang tidak akan pernah puas dengan satu perempuan," balas Sonya yang tidak mau kalah.
"Terserah katamu. Lagian kamu juga salah, sudah tua tapi tidak bisa merawat diri jadi jangan salahkan Aku bila Aku mencari tempat pelampiasan lain dari pada denganmu yang sudah keriput servicenya juga kurang memuaskan,".
"Puiii........,"
Sebuah ludah sebesar telapak tangan mendarat indah tepat di wajah Frans.
"Dasar si4l kamu Sonya," Frans mencoba melap Wajahnya pada jas sekertaris Ken tapi dengan cepat Ken menghindar dan menahan kepala botak Frans dengan jari-jarinya.
"Enak saja mau melap Wajahmu di jasku, Kamu punya jas kenapa tidak melapnya disitu,".
Mau tidak mau, Frans pun melap wajahnya pada jas hitam yang dia pake.
"Itu kalau kamu masih sempat pulang. Karena selepas ini entah bagaimana sudah nasibmu botak," ucap sekertaris Ken hingga membuat orang-orang dalam ruangan itu tertawa.
"Kalian boleh menertawakanku sekarang tapi lihat sebentar lagi teman-temanku akan datang kemari dan menghajar kalian satu persatu terutama kamu," tunjuk Frans pada Dave.
Bukanya takut Dave malah tersenyum.
"Panggil saja teman-temanmu itu biar Aku bisa lihat siapa orang yang paling kamu banggakan di kota ini,".
Kembali dari arah pintu, muncul beberapa orang berjas hitam-hitam masuk kedalam ruangan itu, hingga membuat senyum Frans mengembang.
"Siapa yang berani menyakitimu?," tanya salah seorang pria berjas hitam mendekati Frans.
"Mereka-mereka inilah yang melakukanya," tunjuk Frans pada Dave dan sekertaris Ken.
"Kenapa kamu tidak menunjukku pak ogah," Carlos yang sedari tadi berdiri di belakang Dave lalu sedikit maju kedepan.
__ADS_1
"Abang Carlos," ucap pria berjas itu dengan gemetar.
Plak.......satu tamparan keras di layangkan Carlos pada pria berjas itu.
"Maaf bang......,"
"Kenapa kamu takut padanya, bukankah dulu kamu bilang, kalau kamulah bos mavia yang ada di kota ini,".
"Itu dulu g0bl0k sekarang Abang Carloslah yang berkuasa di sini," bisik pria berjas itu sambil memegangi pipinya tanpa mengalihkan pandanganya pada Carlos.
"Kalau begitu matilah Aku," Frans kini mulai ketakukan. Orang yang dia handalkan selama ini ternyata masih kalah dengan Carlos anak buah Dave.
"Bukan cuman kamu saja yang akan mati, kami juga akan dapat dampaknya dari keb0d0hanmu ini. Andai saja Aku tahu kalau majikan Abang Carlos yang kamu hadapi sekarang, maka Kami tidak bakalan datang kemari, biar mereka sekalian memampusk4nmu disini,". balas pria berjas tersebut.
"Sekarang kalian semua berjongkok," perintah Carlos pada para mavia itu. Tanpa menjawab pria berjas hitam itu dan juga teman-temanya segera berjongkok.
Kini tinggal Frans disana dengan tubuh gemetar sambi meremasi jari-jemarinya saling bergantian.
"Sekarang giliranmu, Kembalikan semua dana pembangunan bendungan itu pada perusahaan ini,". tatap tajam Dave pada Frans.
"Tapi semuanya sudah habis di belanjakan perempuan itu," tunjuk Frans pada Sonya istrinya.
"Enak saja kalau ngomong, Kamu kira selama ini Aku tidak bekerja. Aku ada bisnis sendiri tanpa sepengetahuanmu, jadi apa yang kamu berikan selama ini pada keluarga sudah sewajarnya Aku terima karena Kamu itu adalah kepala rumah tangga yang wajib menafkahi keluarga,".
"Aku tidak mau dengar derama kalian berdua, Cepat kembalikan dana bendungan itu pada perusahaan. Kalau tidak, kamu akan tanggung sendiri akibatnya,". bentak Dave pada keduanya.
"Aku harus kembalikan bagaimana tuan, sebuanya sudah habis,".
"Baiklah kalau begitu, sahammu di perusahaan ini akan Aku sita, jadi mulai sekarang kamu sudah tidak memiliki saham lagi disini, paham,".
"Jangan tuan, hanya saham itu satu-satunya harta yang Aku miliki sekarang, jadi Aku mohon tuan jangan lakukan itu padaku,". Frans berjongkok sambil mengatupkan kedua tanganya.
"Itu urusanmu, dan Aku tidak mau tahu. Carlos, suruh anakmu untuk menyeret sampah ini. Aku tidak mau melihat dia lagi menginjakkan kakinya di perusahaan ini. Sedangkan kamu boleh pergi sekarang,". tatap Dave pada Sonya.
"Terima kasih banyak tuan. Rasain loe botak, sekarang para wanita simpananmu akan meninggalkanmu dan Aku sudah terbebas darimu," Sonya melangkah cepat keluar dari dalam ruangan itu.
"Anton dan Kamu Melky, cepat seret pak ogah ini keluar dari sini dan buang dia ke tempat sampah sesuai dengan tempat seharusnya dia berada," perintah Carlos pada anak buahnya.
"Baik bos, Ayo Kau bangun," tarik Anton dan Melky pada jas Frans.
__ADS_1
"Tuan, tolong jangan lakukan ini padaku, Aku mohon," terik Frans yang terus di seret oleh kedua anak buah Carlos keluar dari dalam ruangan itu.
TERUS BERI DUKUNGANYA DENGAN CARA LIKE, COMENT, VOTE DAN FAVORITE AGAR TIDAK KETINGGALAN CERITA BERIKUTNYA. TERIMAKASIH.