
Kembali mata para pengunjung mall tak berkedip melihat apa yang di lakukan oleh Davepada Nadia.
Pria yang selama ini jarang sekali
terlihat, sekali terlihat dia begitu memanjakan seorang perempuan.
Setelah dirasa cukup kembali keduanya melanjutkan langkah mereka keluar dari dalam
Mall tersebut.
Sementa itu, sekertaris Ken yang masih berada dalam mall melangkah menuju kearah ruang dewan juri.
Setelah tiba dalam ruangan itu sekertaris Ken mengetuk daun pintu sebanyak tiga kali.
Tidak lama kemudian pintu ruangan tersebut terbuka dan muncul pak Yuda dari dalam sana.
""Maaf sekertaris Ken, Aku tidak menyangkah kalau Anda yang sedang mengetuk pintu," pak Yuda sedikit menunduk lalu melebarkan bukaan
pintu ruangan itu.
Sekertaris Ken tidak menjawab, dia langsung masuk kedalam ruangan tersebut.
Semua dewan juri yang sedang duduk berbincang sambil bencanda riah segera berdiri dari tempat duduknya tak kala melihat kemunculan sekertari Ken.
"Sore sekertaris Ken," ucap mereka bersamaan sembari menundukkan kepalanya.
"Sore," balas sekertaris Ken menatap tajam kearah satu persatu para dewan juri yang ada dalam ruangan itu.
"Kalau boleh kami tahu, ada hal penting apa gerangan yang membuat sekertaris Ken menyempatkan diri untuk mampir kemari," tanya
Ibu Elin yang kala itu berdiri di dekat sekertaris Ken.
"Aku datang kemari untuk memberi tahu pada kalian semua yang ada disini supaya semua gambar dan video yang sudah menyebar di
kalangan masyarakat mengenai perlombaan ini segera kalian hapus terutama video dan juga poto-poto nona Nadia, dan kamu Tono, kamu besok datang menghadap ke ruanganku karena ada hal penting yang akan Aku hadiahkan padamu,".
Seketika mereka mengangguk dan tak berani untuk bertanya lagi.
Perintah sekertaris Ken biasanya adalah perintah yang tetap dan sudah tidak bisa lagi untuk di ubah.
Sementara pak Tono hanya bisa terdiam karena dia tahu betul maksud dan tujuan sekertaris Ken menyuruhnya untuk menghadap. Ya, apa lagi kalau bukan mengenai kecuranganya dengan Rudy waktu itu.
Setelah berbicara dengan para dewan juri, sekertaris Ken segera keluar dari dalam ruangan itu dan melangkah menuju sebuah toko.
Hanya sepersekian menit saja sekertaris Ken sudah berada dalam sebuah toko lalu akhirnya dia keluar lagi dari dalam sana sambil menenteng dua kantogan berisi box besar di kedua tanganya.
"Sekertaris ken benar-benar pandai
__ADS_1
memanjakan istrinya, Hal sekecil itu saha dia harus bela-belain belanja demi istri tercintanya. Ya Tuhan ternyata masih ada juga pria tampan
dan romantis seperti sekertaris Ken," ucap Pegawai toko sembari memperhatikan kepergian sekertaris Ken.
Sementara itu Dav dan Nadia yang sudah berada di dalam mobil duduk saling berjauhan.
Nadia duduk di sebelah kira sedangkan Dave duduk di sebelah kanan.
Nadia memandang kealuar jendela dan tak berani menatap Dave yang ada di sampingnya.
"Apa kamu sedang butuh uang?, Kalau iya, coba katakan padaku berapa nomil uang yang kamu
butuhkan?," Dave yang kala itu sibuk memainkan handphonenya.
Nadia seketika berpaling dan menatap kearah Dave.
"Aku sama sekali belum membutuhkan uang untuk saat ini, memangnya kenapa suamiku bertanya seperti itu?," balas Nadia sedikit heran.
"Lalu kenapa kamu mengikuti lomba seperti itu kalau kamu tidak membutuhnya?,".
"Aku hanya ingin membuktikan kepada orang-orang yang selama ini hanya melihatku dari satu sisi saja kalau sebenarnya aku juga layak dan
bisa bersaing dengan mereka," balas Nadia kembali memandang keluar jendela.
"Kalau begitu kemarilah," Dave meletakkan handphone begitu saja diatas kursi mobil.
Belum juga Nadia mendekat sekertaris Ken sudah datang dan membuka pintu bagian depan.
dua kantongan plastik kepada Dave.
Dav mengambilnya lalu membuka box tersebut.
"Cepatlah kemari," panggil Dave lagi pada Nadia. Nadia sedikit mendekat dan memperhatikan isi dalam box itu.
"Untuk apa pengikat rambut sebanyak ini?," tanya Nadia.
"Untuk mengikat rumput yang ada di halaman mension. Berbaliklah biar Aku mengikat rambutmu agar terlihat lebih rapi tidak seperti sarang burung gereja,".
Kembali Nadia mengikuti perintah Dave walau sebenarnya dia ingin sekali mencabit mulut pria yang tidak bisa menjaga perkataanya itu.
Sekertaris Ken yang melihat mereka dari dalam kaca spion tersenyum-senyum geli.
Bagaimana tidak, krakter Dave yang dia ketahui selama ini tidaklah seperti itu. Pria dingin dan juga ucapanya tidak pernah dijaga tiba-tiba berubah menjadi penyayang.
Dengan lembut Dave mengepang rambut Nadia, sama seperti yang sering Nadia lakukan pada
rambutnya sendiri selama ini
__ADS_1
"Lihatlah sambutmu akan
terlihat lebih indah bila kamu ikat seperti ini," Dave membelai lembut rambut panjang milik Nadia.
Melihat sekertaris Ken menatapnya dari dalam kaca spion, Nadia segera kembali ketempatnya semula.
"Kenapa kamu memandangi kami seperti itu?, Apa kamu mau juga, rambutmu aku kepang seperti itu?," Dave mengalihkan pandanganya kedalam kaca spion hingga kedua bola mata Dave dan sekertaris Ken saling menatap di dalam sana.
"Maaf Tuan, Saya tidak sengaja," Sekertaris Ken memalingkan pandanganya ke lain tempat.
"Ayo pulang, sebentar lagi malam tiba," perintah Dave.
"Baik Tuan," balas sekertaris Ken lalu mulai menghidupkan mesin mobilnya.
Kini kendaraan mereka mulai melaju
meninggalkan area mall tersebut menuju kearah mension.
Ketiganya hanya terdiam di sepanjang perjalanan dengan pikiran mereka masing-masing.
Hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit saja, kini kendaraan yang mereka tumpangi sudah tiba di depan pintu gerbang bagunan mewah
yang berdiri kokoh di tengah-tengah kota.
Pak satpam yang melihat itu, segera berlari kecil untuk membukakan pintu gerbang. Setelah pintu gerbang terbuka kembali sekertaris Ken menjalankan kendaraanya memasuki halam mension dan berhenti di depan pintu utama.
Sekertarin segera keluar dari dalam mobil dan berlari kecil untuk membuka pintu buat Dave dan
juga Nadia.
"Silahkan Tuan dan Nyonya," ucapnya sedikit menunduk.
Dav segera keluar dari dalam mobil, sedang Nadia hanya diam sementara karena menunggu giliran.
"Kenapa kamu hanya diam saja disitu, apa kamu mau Aku menggendongmu?," Dave sedikit
menundukkan kepalanya dan menatap kedalam mobil.
Seketika itu juga Nadia merotasikan kedua bola matanya dan segera keluar dari dalam mobil.
"Apaan sih, tolong kalian berdua menyingkir, karena kalian sedang menghalangi jalanku," Nadi sedikit menghentakkan kakinya diatas
lantai lalu meninggalkan mereka berdua.
Dave dan sekertaris Ken seketika tertawa bersama. Baru kali ini, kedua pria tampan itu terlihat kompak sejak mereka berdua menjadi bos dan pengawal.
"Apa kalian berdua menertawaku?," Nadia berbalik dan mendekati mereka sembari meletakkan kedua tanganya di bagian pinggang.
__ADS_1
Dav dan sekertaris Ken sesaat saling menatap kemudian saling menggelengkan kepalanya seperti seorang anak sudah melakukan kesalahan pada ibunya.
TERUS BERI DUKUNGAN DENGAN CARA LIKE, VOTE, COMENT, SHERE. DAN TERUS KUNJUNGI YOUTUBE AKU"PEWARIS TERAKHIR SANG PRESDIR" TERIMA KASIH.