SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 60. NADIA PERGI.


__ADS_3

"Untuk apa lagi Tuan datang mencari Nona Nadia!, apa Tuan belum cukup menyakiti hatinya?. Jika Tuan masih punya hati nurani tolong hentikanlah semua drama ini, biarkanlah Nona Nadia hidup berbahagia layaknya manusia pada umumnya. Nona sudah mengalami tekanan yang begitu berat, jadi Saya harap Tuan jangan menambah bebanya lagi" bi Ona yang kini bercucuran air mata.


"Tapi bi, Aku harus bertemu Nadia. Ada sesuatu yang harus Aku ungkapkan padanya, tolong bi, panggilkan dia untukku," Dave yang kini memohon, sifat yang jarang sekali dia lakukan pada siapa pun.


"Maaf Tuan, Aku juga tidak tahu kemana beliau pergi, tadi dia hanya datang meletakkan kunci toko lalu mengambil sebagian pakaianya dalam lemari dan pergi begitu saja," balas bi Ona.


"Terus kemana dia pergi, tidak mungkin bukan dia pulang kerumah Rudy?," tanya Dave lagi dan di


kedikkan bahu oleh bi Ona.


Ada beberapa Menit Dave disana hingga dia berbalik dan melangkah sempoyongan keluar dari dalam toko.


Sekertaris Ken yang melihat majikannya seperti itu segera mengikutinya dari arah belakang.


Dave kembali masuk kedalam mobil dan memandang kearah toko dengan harapan Nadia keluar dan memanggil namanya tapi apa yang di harapkan semua tinggal kenangan.


Nadia sama sekali tidak muncul-muncul. Dave mengeluarkan handphonenya dari dalam saku celananya dan mencoba untuk menghubungi Nadia.


"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan," kira-kira begitulah jawaban yang harus di terima Dave dari operator jaringan seluler.


Dave meletakkan handphonenya begitu saja diatas kursi mobil dan menyandarkan tubuhnya di punggung job mobil dengan kepala menegadah keatas.


Lama hal itu terjadi hingga sekertaris Ken mengangkat suara.


"Ada baiknya kita pulang Tuan," sekertaris Ken menatap Dave dari dalam kaca spion.


Dave tidak menjawab dia hanya mengangguk kecil. Di sepanjang perjalan Dave terus terdiam seperti orang yang sudah tidak mempunya harapan untuk hidup.


Bayangan demi bayangan Nadia terus muncul di benaknya. Terkadang dia tersenyum sendiri tatkala melihat pengikat rambut Nadia yang sengaja dia diselipkan di kantong job mobil, sehingga membuat Sekertaris Ken merasa ibah pada majikanya itu.


Setibanya di mension, Dave keluar dari dalam mobil dan berjalan sempoyongan seperti tadi.


Goyun segera datang menyambutnya bersama dengan beberapa pelayan lainya.


"Apa Nadia sudah pulang?," tanya Dave dengan suara parau.


"Belum Tuan," balas Goyun singkat.


Kembali untuk kedua kalinya, kekecewaan harus di terima Dave, harapanya Nadia pulang ke mension ternyata tidak sesuai apa yang dia inginkan.


Dave melangkah masuk ke dalam lalu menaiki anak tangga, sesekali dia hampir terjatuh hingga terpaksa Goyun berlari untuk membantu.

__ADS_1


"Tuan, hati-hati," Goyun saat itu membopong tubuh Dave untuk menyelesaikan beberapa injakan anak tangga untuk sampai keatas.


Setelah tiba di dalam kamar, Goyun membawa Dave kearah pembaringan dan mendudukkan tubuhnya diasana.


"Apa Tuan membutuhkan sesuatu?, biar saya ambilkan," ujar Goyun.


"Keluarlah," Dave menundukkan kepalanya dengan kedua tangan sebagai penyangga.


"Baik Tuan," Goyun segera keluar dan tak lupa menutup pintu.


Belum juga berapa kali kaki Goyun diayun, Goyun sudah berhenti setelah mendengar teriakan Dave dan beberapa benda dalam kamar itu berjatuhan.


"Ah........., pluck...........," Goyun kembali berlari dan membuka pintu dengan kasar.


Goyun melotot tatkala melihat beberapa benda sudah berhamburan diatas lantai, pecah dan sudah tidak terbentuk sama sekali.


Bukan cuman itu saja, Goyun pun mendapati Dave sudah terduduk diatas lantai dengan tangan terluka sambil menyandarkan tubuhnya pada badan tempat tidur.


"Tuan, kenapa Anda melukai diri Anda sendiri?," Goyon memegangi tangan Dave yang masih mengeluarkan darah segar.


"Istriku pergi dan ini semua salahku," Kini air mata Dave mulai menetes diatas lantai membentuk bola-bola kecil.


"Tenanglah Tuan, biarkan Nyonya Nadia menenagkan diri dulu. Dan jika sampai Nyonya mengetahui Anda melukai diri Anda sendiri bukanya rasa ibah yang akan Anda terima dari beliau tapi kemungkinan besar beliau akan tambah membenci Anda. Ayo bangun biar saya membatu Anda,"


Setelah Dave terlentang diatas pembaringan, Goyun pun menekan tombol yang ada di dalam kamar itu untuk memanggil beberapa pelayan.


Tidak berselang lama kemudian, datanglah beberapa pelayan dari arah pintu dan mendekat kearah Goyun.


"Kalian berempat bersihkan lantai ini dan ingat jangan sampai ada sedikit pun yang tersisa. Setelah itu kalian ganti dengan yang baru," perintah Goyun pada keempat pelayan itu.


"Baik Pak...," jawab mereka serentak dan mulai mengerjakan tugas mereka masing-masing.


Sementara para pelayan itu mengerjakan tugasnya. Goyun mengeluarkan handphonenya


dan menghubungi seseorang.


"Dokter Andy, segera ke mension, karena Tuan Dave lagi terluka," ucap Goyun saat sambungan telepon mereka terjalin.


"Baik pak Goyun, tunggu beberapa saat lagi," balas Andy, dokter pribadi keluarga Dave dan langsung memutuskan sambungan telepon mereka.


Setelah semua isi ruangan kembali bersih dan sudah tertata rapi seperti dulu, ke empat pelayan tadi mohon diri pada Goyun.

__ADS_1


"Pak Goyun, semuanya sudah beres, kami sudah membersihkan dan merapikan isi kamar ini, kalau begitu kami permisi dulu," ucap salah seorang dari keempat palayan itu.


"Pergilah, Dan jangan lupa semua bekas dari sini kalian buang jauh-jauh. paham!,".


"Paham pak," Keempatnya pun bergegas meninggalkan kamar itu.


Sepeninggalan keempat pelayan tadi munculah seorang pria seumuran Dave dari arah pintu sambil menenteng tas hitam dengan stetoskop yang bergelantung di depan dada.


"Apa yang terjadi dengan tuan Dave, kenapa dia sampai sekacau ini?,".


"Nyonya Nadia pergi meninggalkanya," jawab Goyun singkat.


Seketika Andy terbahak, hingga Dave yang saat itu terbaring menatapnya dengan sangat tajam.


"Maaf, Akutidak sengajah," Andy menunduk sesaat lalu melangkah mendekati Dave.


Andy adalah teman Dave semasa kuliah dulu, Dave mempercayakan Andy untuk menjadi manager di sebuah rumah sakit milik PRIMA TRI


DARMA GRUP perusahan swasta milik keluarga Dave.


Setelah Dave di tangani oleh Andy, Goyun pun keluar dari dalam kamar itu dan melangkah mencari keberadaan sekertaris Ken.


Goyun terus melangkah hingga akhirnya menemukan sekertaris Ken di sebuah ruangan sedang memberi arahan pada beberapa Anak buahnya.


Melihat kedatangan Goyun, Sekertaris Ken segera membubarkan anggotanya lalu datang menghampiri Goyun.


"Bagaimana keadaan Tuan, apa dia baik-baik saja?,".


"Aku rasa beliau tidak akan baik-baik saja bila Nyonya Nadia belum kembali, sekarang beliau sedang di tangani dokter Andy di kamarnya. Sekertaris Ken, ada baiknya kamu mengerahkan semua bawahanmu untuk mencari keberadaan Nyonya dan segera membawanya kemari. Takutnya Tuan Dave kembali seperti dulu lagi arogant, dingin dan tidak memandang bulu,".


"Baik pak Goyun, saya akan mencari Nyonya sampai ketemu, kalau begitu saya permisi dulu,".


"Pergilah, dan jangan menghentikan pencarian sebelum kamu dan anak buahmu menemukan keberadaan Nyonya,".


Sekertaris Ken mengangguk dan


meninggalkan Goyun sendiri di tempat itu.


Sepeninggalan sekertaris Ken, Goyun berbalik meninggalkan ruang itu dan kembali melangkah menuju ke arah


kamar Dave.

__ADS_1


Sebelum.cerita ini upload, Aku upload dulu video di youtube. Maka dari itu ikuti juga Aku di youtube" PEWARIS TERAKHIR SANG PRESDIR" jangan lupa untub sub, coment, like dan nyalakan lonceng notifikasinya terima kasih.



__ADS_2