
"Apa?, jadi semalam kalian sudah melakukan hubungan suami istri,?," tanya Anita dan Elis bersamaan.
"Sebenarnya Aku sangat malu mengatakanya tapi karena kalian memaksaku maka akan Aku jawab pertantaan kalian itu sejujur-jujurnya. Ya, Kami melakukanya hampir 8 kali" Sesaat Nadia tersenyum menahan malu mengingat peristiwa semalam.
"Sekarang kalian tidak bisa lagi
memperlakukanku semenah-menah seperti dulu karena Dave sudah menjadi pelindungku. Selagi kalian berdua tidak mengusikku maka kalian berdua aman-aman saja di tempat ini. Tapi jika kalian mencoba untuk menggangguku lagi, maka dengan jari lentikku ini Aku akan menyuruh Dave untuk menendang bokong kalian dari dalam mension ini. paham,". Nadia meniup ujung jari telunjuknya seperti seorang mafia yang baru saja menembak musuhnya dengan senjata api.
"Sekarang kamu berani mengancam kami?," Anita mendekatkan wajahnya pada Nadia.
"Ini bukan ancaman, tapi peringatan. Jangan sampai kalian berdua tidak bisa lagi menikmati fasilitas mewah
yang diberi oleh suamiku selama ini,".
"Kamu!," Anita megangkat tanganya keudara dan mengarahkan pada wajah Nadia.
Dengan gesit Nadia bangkit dari tempat duduknya dan menangkap tangan Anita lalu kemudian mendorongnya, hingga membuat
perempuan parubaya itu jatuh diatas lantai dan meringis kesakitan.
"Awoo......,".
"Ibu tidak apa-apa?," Elis yang segera berlari dan membatu ibunya untuk berdiri.
"Ku ingatkan sekali lagi pada kalian berdua. Ini belum seberapa, jika kalian berdua masih berani untuk
menyakitiku maka hal yang lebih ganas lagi akan kalian terima dariku," tunjuk Nadia pada Anita dan Elis secara bergantian.
"Ibu, si culun ini benar-benar kuat, kita tidak akan bisa mengalahkanya hanya dengan mengandalkan kekuatan kita," bisik Elis pada Anita.
"Iya, sekarang dia seperti moster kelaparan yang sewaktu-waktu memakan dan menelan kita hidup-hidup. Tapi tenanglah, suatu saat kita pasti bisa untuk melumpuhkanya, tolong bantu ibu kembali ke kursi sebelum Dave datang memergoki kita?,".
"Baik bu," Elis membopong tubuh ibunya ke kursi.
Tidak berselang lama kemudian seorang penjaga datang menghadap Nadia.
__ADS_1
"Nyonya muda, Ada tiga orang datang dan ingin menemui Anda, katanya ada hal penting yang ingin mereka bicarakan," ucap pria berpakaian abu-abu tadi dengan kepala sedikit menunduk.
"Tiga orang ingin menemuiku?, Apa mereka menyebutkan nama?," tanya Nadia keheranan karena baru kali ini ada yang mencarinya semenjak dia tinggal di mension itu.
"kalau tidak salah, tadi salah seorang di antara mereka mengatakan kalau mereka itu keluarga Anda, Kami tidak berani menyuruh mereka masuk karena kami takut mereka membohongi kami,".
"Pasti itu Rudy, Yunita dan Mawar. Tapi kenapa mereka berani datang kemari, apa mereka tidak tahu kalau Dave masih ada di mension," ucap
Nadia dalam hati.
"Baiklah, tolong antar Aku untuk menemui mereka," Nadia berdiri dari tempat duduk dan melangkah menuju kearah pintu keluar.
"Ayo Elis kita ikuti mereka, ibu sangat penasaran dengan orang yang mencari si cupu itu,".
Anita menarik pergelangan tanga Elis dan mengikuti langkah Nadia yang sudah terlebih dulu meninggalkan tempat itu.
Sementara Nadia yang sudah berada di pintu gerbang menatap kearah Rudy, Yunita dan Elis yang masih berada di luar pintu pagar yang terbuat dari jeruji besi.
Mereka bertiga mendapat pengawalan ketat dari tiga penjaga yang saat itu berdiri di depat pintu.
"Untuk apa kalian datang kemari?," tanya Nadia pada Rudy, Yunita dan juga Mawar.
"Ha ..ha ..ha meminta bantuanku?, Apa kalian yakin, Aku akan membantu orang-orang yang telah menyakitiku selama ini," tawa Nadia yang
seolah tak percaya apa yang baru saja dia dengarnya.
"Perusahaan kami sedang mengalami krisis keuangan, hanya kamu yang bisa membantu kami dalam menyelesaikan masalah ini,". Sambung Rudy.
"Apa belum cukup bantuan yang telah Aku berikan pada kalian selama ini?.
"Kamu jangan sombong Nadia, kalau bukan karena kami, kamu tidak mungkin bisa mendapatkan fasilitas mewah seperti sekarang ini. Harusnya kamu itu berterima kasih pada kami, bukanya mengacuhkan kami seperti ini," Mawar ikut mengangkat bicara.
"Apa katamu, berterima kasih pada kalian?. Hay Mawar apa kamu tahu bagaimana menderitanya Aku saat pertama kali Aku menginjakkan kaki di mension ini. Semua terasa menyedihkan, mungkin bila kamu berada di posisiku saat itu kamu pasti tidak akan sanggup menghadapi
semuanya,".
__ADS_1
"Siapa bilang Aku tidak sanggup, kalau begitu mari kita bertukar posisi, kamu yang ke rumah dan Aku yang tinggal di sini dan menjadi istri Tuan Dave?,".
"Ha ..ha ..itu kalau Dave suka denganmu, bagaimana kalau tidak?. Ini sekedar saran saja buat kamu Mawar, bagaimana kalau kamu menyuruh Ayah dan Ibumu meminjam uang pada pengusaha dan kamu sebagai jaminanya, Aku yakin
kamu pasti gila saat menemukan seorang pengusaha yang arogant dan setiap hari mendapat penyiksaan baik raga maupun rohani,".
"Ibu......," Mawar mengelayut manja di bahu Yunita agar mendapatkan pembelaan.
"Nadia kamu benar-benar tidak tahu di untung, Sebenarnya Tuan Dave pertama kali memilih Mawar
sebagai calon istrinya bukanya kamu. Karena masa depat Mawar saat itu lebih cerah di banding hanya penjual kue sepertimu. Maka jalan satu-satunya kami harus mengorbankanmu. Kamu harus sadar diri Nadia, mana mungkin Tuan Dave mau menikah dengan perempuan cupu dan jauh dari kata cantik
sepertimu. Andaikan saja bukan kami yang merencanakan semuanya," Yunita menatap sinis pada Nadia.
"Siapa bilang Aku memilih Mawar, melihatnya saja Aku sudah jijik, apa lagi menyentuhnya. Sejak dulu Aku memang sudah mencari Nadia
karena ini amanah dari ayahku sebelum dia meninggal, saat mendengar perusahaan kalian dalam kesusahan maka kesempatan baik itu tidak Aku sia-siakan. Aku sengaja meminjamkan bahan baku dengan harga yang fantastik agar Aku bisa memiliki Nadia seutuhnya. Ku ingatkan lagi pada kalian bertiga, jika kalian berani macam-macam lagi dengan istriku maka, Aku akan membuat hidup kalian bagaikan hidup di dalam Neraka, camkan itu baik-baik. Pengawal usir mereka dari sini dan jangan biarkan mereka kembali lagi kemari," perintah Dave yang baru saja datang bersama goyun lalu memeluk lengan Nadia
dengan sangat mesrah.
"Baik Tuan," Ketiga pengawal yang sejak tadi berdiri disana pun seger membuka pintu dan menyeret Rudi, Yunita dan Mawar kearah mobil
mereka.
Sepeninggalan Rudy dan keluarganya, Dave mengajak Nadia untuk masuk kedalam mension.
Setibanya di ruang makan, Dave menarik kursi buat Nadia dan mempersilahkanya untuk duduk.
"Silahkan sayang," Dave tersenyum.
"Terima kasih," balas Nadia lalu duduk.
"Sama-sama sayang," Dave ikut duduk setelah sebelumnya Goyun menarik kursi untuknya.
Anita dan Elis hanya menatap mereka tanpa bisa berkata-kata. Apa yang mereka takutkan selama ini akhirnya terjadi juga.
__ADS_1
Dave sudah menjadi budak cinta Nadia.
Jangan lupa dukung juga Aku di youtube " ISTRI KESAYANGAN TUAN YUAN" dan jangan lupa tinggalkan jejak disana, terima kasih.