SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 62. AKU AKAN JADI IBLIS BILA BERHADAPAN DENGAN IBLIS.


__ADS_3

Sementara itu disebuah bandara, tampak seorang gadis berkacamata dengan rambut di kepang dua masuk kedalam gedung sambil menarik koper.


Ya, Nadia gadis yang selalu menyandang gelar cupu atau si culun dari orang-orang yang kurang menyukainya.


Nadia menuju kearah kursi tunggu lalu duduk disana.


" 20 menit lagi pesawat akan berangkat. Aku masih ada waktu untuk beristirahat sejenak,"


Nadia mengangkan kopernya naik keatas kursi untuk di jadikan bantal. Belum juga dia menutup mata tiba-tiba dia mendengar dua perempuan datang dan berbincang tepat di depanya.


"Mommy hati-hati di jalan. Jika Mommy sudah sampai di kota X, Mommy segera kabari Aku," ucap seorang perempuan muda pada seorang perempuan paruhbaya.


"Pasti itu, kamu juga hati-hati di kota ini, setelah Mommy ke kota X mungkin Mommy langsung kembali ke America untuk menemani Daddy disana?,".


"Iya Mom, sampaikan juga salamku pada Daddy,".


"Iya sayang. Tapi ingat, segera bawa Dave ke Amerika biar nanti pesta pernikahan kalian kita selenggarakan di sana. Kalau begitu Mommy masuk, Mommy mau mengurus adimistrasinya dulu".


keduanya kembali saling berpelukan sembari cium pipi.


Setelah melepas kangen-kangenan mereka, perempuan paruhbaya itu pun masuk dan langsung menuju kesebuah ruangan.


Perempuan muda yang bersamanya tadi hanya bisa menatapnya dari jauh sambil melambaikan tangan.


"Aku juga harus pulang menemui Dave dan mengatakan padanya kalau Daddy dan Mommy sudah merestui hibungan kami. Aku sangat yakin Dave pasti sangat gembira mendengar kabar ini," .


Nelza kemudian berbalik badan, belum juga dia melangkah tiba-tiba matanya menangkap sosok yang sudah tidak asing lagi sedang tidur terlentang, menutup mata sambil melipat kedua tanganya di depan dada.


"Bukankan perempuan cupu ini yang bertengkar dengan Dave di restoran tadi siang. Atau Aku salah orang, soalnya wajah para cupu itu rata-rata sama dan hampir serupa," Nelza memperhatikan wajah Nadia dengan seksama.


"Benar, tidak salah lagi, dia ini orangnya. Ini kesempatan baik untuk memberi pelajaran pada cupu ini agar dia tidak berani lagi mendekati Dave. Enak saja, Aku yang tanam dia malah memetik buahnya,".


"Woy ...culun bangun!," Nelza menendang kaki kursi yang di tempati Nadia berbaring.

__ADS_1


Nadia yang pura-pura tidur sontan terbangun dan memperbaiki posisi duduknya.


"Kenapa kamu mengganggu tidurku?," balas Nadia, membuka kacamatanya lalu mengusap kedua matanya.


"Kamu memang pantas untuk ini. Untuk apa kamu ada di bandara ini?. Oh...Aku tahu pasti kamu diusir oleh Dave bukan?. Makanya jangan sok cantik, ini dunia nyata bukan dunia Novel yang peran utamanya seorang gadis cupu, dekil, jelek pula menikah dengan sang pangeran lalu endingnya hidup bahagia dan memiliki anak kembar itu sudah basi, culun!,".


Nelza tersenyum, dia begitu bahagia bisa menghina Nadia sesuka hatinya.


Tapi bukan Nadia namanya kalau dia muda ditindas begitu saja. Nadia berdiri lalu mendekati Nelza.


"Burung beo, bibir lancip dan lipstip menor mirip ondel-ondel di kebun jeruk. Apa kamu sudah puas menghinaku...hah?,".


"Sampai kapan pun Aku tidak akan puas menghina perempuan culun dan tidak tahu diri sepertimu. Semua yang ada disini cepat kemari," teriak Nelza pada para pengunjung.


Mendengar keributan kecil dan juga teriakan Nelza para ibu-ibu rempong dan juga pria yang sudah mendalami yang namanya dunia pergosip segera mendekat.


"Ada apa ini ribut-ribut?," tanya seorang perempuat bertubuh subur pada Nelza.


"Coba kalian perhatikan perempuan berkacamata dangan rambut di kepang dunia ini. Gayanya saja culun tapi apa kalian tahu kalau sebenarnya dia ini pelakor?," Nelza semakin menjadi-jadi, dia benar-benar ingin menghancurkan Nadia saat itu juga.


"Betul, kalau dia itu pelakor dan merebut kekasihmu, itu berarti dia lebih cantik darimu dong," balas yang lain sambil tertawa.


Seketika wajah Nelza memerah bukan karena sedang jatuh cinta tapi lebih tepatnya malu.


Sedapat mungkin Nelza mengontrol emosi jangan sampai bumerang yang dia lempar mengenai dirinya sendiri.


"Jangan salah dan jangan tertipu oleh keluguan perempuan ini, dia ini bisa berubah, mengurai rambutnya, membuka kaca mata lalu mengenakan baju seksi seperti para penggoda yang ada diujung jalan. Penampilan cupunya ini hanyalah sebagai senjata untuk mengelabui perempuan lain agar bersimpati padanya,". tutur Nelza panjang lebar.


Semua orang yang ada di ruangan itu mengangguk pelan ada yang percaya dan ada pula tidak.


Nadia menggenggam erat telap tanganya. Andai saat itu mereka hanya berdua, mungkin Nelza sudah dia telan hidup-hidup.


"Satu lagi dia ini menguras har.....,".

__ADS_1


"Cukup Nelza, tadi Aku hanya diam karena Aku tidak mau membuat keributan denganmu, tapi jika kamu terus menghinaku seperti ini maka jangan salahkan Aku jika wajahmu yang kamu anggap cantik itu akan berubah seram melebihi seramnya hantu pekuburan," Nadia dengan mulut bergetar menahan amarah.


Atmosfir ketegangan terasa di dalam ruangan itu. Wajah putih Nadia seketika berubah merah menahan amarah.


"Kenapa kamu harus marah,


toh apa yang Aku ucapkan tadi semuanya benar, kalau kamu itu merebut calon suamiku,".


"Ha ...ha ..ha....," tawa Nadia melengking hingga bergema dalam ruangan itu.


"Merebut calon suamimu. Dengarkan semua yang ada disini. Kalian perhatikan baik-baik perempuan satu ini, kalau perlu abadikan gambarnya. Saat calon suaminya bangkruk mendekati hari pernikahan dia malah pergi meninggalkanya dan kembali lagi disaat pria itu sudah kembali bangkit. Apa perempuan seperti ini patut di jadikan istri atau menantu?,".


"Hiii....amit-amit......,". ucap beberapa orang sambil mengedikkan bahu mereka.


Kembali wajah Nelza berubah bukan lagi merah tapi pucat.


"Kamu berani sekali menghinaku," Nelza mengankat tanganya keudara tapi dengan sigap Nadia menangkapnya.


"Jangan coba-coba menyentuhku, kalau kamu tidak mau Aku meremukkan tulang-belulangmu," Nadia mendorong tubuh Nelza hingga terbentur ke dinding.


"Dan satu lagi, sebenarnya dia sendiri itu yang pelakor. Aku sampai meninggalkankan suamiku karena di depan mataku dan orang banyak dia mencium suamiku membabi buta,".


"Hu....hu....ternyata dia pelakor malah menuduh orang lain. Bubar-bubar nanti anak cucu kita terjangkit juga virus pelakornya,".


"Ingat wahay pelakor dan pebinor, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam saja Sebut Pelakor dan Pebinor Bukan bagian dari Umatnya, maka dari itu sadarlah,"


Satu persatu orang-orang membubarkan diri.


"Ingat Nelza, Aku bisa jadi malaikat jika Aku berhadapan dengan orang baik, dan Akan sekejam iblis jika Aku berhadapan dengan iblis pula. Satu lagi, Aku meninggalkan Dave bukan karena Aku diusir tapi untuk menguji cinta kami. Apa kami berdua bisa hidup bila saling berjauhan atau tidak, ibarat emas, makin sering di tempah maka kualitas emasnya akan semakin terlihat,".


Nadia mengambil kopernya dan menariknya masuk kedalam.


"Awas saja kamu cupu, Aku akan menjadi hantu dan membayangi setiap langkahmu,". Nelza dengan mata memerah sambil memegangi tanganya yang masih terasa sakit.

__ADS_1


jangan lupa untuk mengunjungi channel youtube Author "PEWARIS TERAKHIR SANG PRESDIR" yang tinggal beberapa bab lagi tamat. terima kasih.



__ADS_2