SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 66. JUMPA PERS.


__ADS_3

"Kenapa hanya diam, apa kamu sudah takut dengan ancamanku?," tanya Dav sambil melipat kedua tanganya di depan dada.


"Ha ..ha ..takut!, Dalam sejarah hidupku, Aku tidak akan pernah takut pada siapapun kecuali pada TUHAN. Aku diam karena berpikir bagaimana cara mengungkapkan perasaanku pada Nadia agar dia menerimaku dan


melupakan pesaing-pesaingku," balas Leon dengan bibir menyungging.


"Kamu benar-benar harus Aku beri pelajaran," Dave mengangkat tanganya ke udara dan.melayangkan pukulanya kearah kewajah Leon.


Belum juga ketupan mentah itu mendarat bi Ona sudah berteriak.


"Tuan Dave hentikan,".


Mau tidak mau Dav terpaksa menarik kembali tanganya.


"Kalian berdua sudah dewasa, kenapa harus menyelesaikan masalah dengan jalan kekerasan, Jika Nona Nadia sampai melihat ini betapa kecewanya beliau melihat dua orang


yang selama ini melindunginya harus berkelahi untuk hal-hal yang bisa diselesaikan dengan cara baik-baik," bentak bi Ona pada Dave dan Leon.


Dave dan Leon hanya terdiam sambil membuang muka satu dengan yang lain.


"Bi, Kalau begitu Leon pamit dulu. Leon tidak bisa satu udara dengan orang yang tidak punya pendirian,".


"Apa katamu," kembali Dave memplototkan matanya pada Leon.


"Sudah-sudah kalian benar-benar seperti bocah. Ada baiknya seperti itu nak Leon, untuk sementara waktu kalian berdua jangan bersama dalam satu ruangan, bisa-bisa ruangan ini hancur karena ulah kalian berdua,".


Leon pun segera keluar dan pergi dari toko kue Nadia.


Sepeninggalan Leon, Dave begitu gelisah, ucapan Leon benar-benar meresahkan hati pria tampan itu.


Ungkapan pernyataan cinta untuk Nadia benar-benar menguras pikiranya, sudah beberapa cara dia temukan tapi belum juga ada satu pun yang mengena di hatinya.


"Bagaimana ini?, masa hal sesimple ini membuatku harus memeras otak berkali-kali lipat. Menyatakan cinta seperti ABG jaman now kelihatanya simple tapi harus mendapat moment


yang tepat. Dasar balom Neon, berani-beraninya dia memberiku PR serumit ini," Dave mengucak Rambutnya hingga berantakan.


Bi Ona dan Rita yang mengintip dari selah-selah pintu tersenyum-senyum melihat ulah Dave. Pria itu begitu frustasi memikirkan pengungkapan cintanya untuk Nadia.

__ADS_1


"Rasaain, makanya jangan sok pandai dan angkuh, masa hal sekecil itu saja gak bisa, kan.tinggan kasih bunga saja lalu berlutut di depan nona Nadia lalu berkata Nadia Aku mencintaimu karena ALLAH kan selesai urusan," ucap Rita yang saat itu menunduk di bawah bi Ona.


"Sepertinya kamu sudah berpengalaman masalah cinta. Tapi bibi lihat kamu masih Jomlo, hanya tukan ojek yang hampir tiap hari mengantarmu pulang pergi, atau jangan-jangan kamu sudah di door ya sama tukang ojek langgananmu itu?," tawa bi Ona meninggalkan tempat mengintip.


"Hii..bibi ini, kalau bercanda gak pernah ada benar-benarnya," Rita memanyun-manyunkan bibirnya mengikuti bi Ona dari arah belakang.


Sementara itu Leon yang sudah tiba di hotel segera masuk kedalam kamar.


Tampak pria itu sedang menghubungi seseorang dengan raut


wajah begitu serius.


"Kamu batalkan semua kerja sama kita dengan perusahan Rudy, semua dana pinjaman kita ke perusahan itu kamu tarik kembali. Aku ingin melihat perusahan itu hancur sehancur- hancurnya dan usahakan tidak ada lagi perusahaan yang mau mengadakan kerja sama dengan perusahaan Rudy itu," ucap Leon pada


lawan bicaranya.


"Tapi Tuan, bagaimana kalau perusahaan Tuan Dave yang melakukanya, kita pasti akan kalah kalau perusahaan raksasa itu sudah turun tangan untuk membantu perusahaan Rudy," balas seorang pria di ujung telepon.


"Mustahil itu terjadi, kamu kerjakan saja apa yang Aku perintahkan padamu, urusan Dave biar Aku yang tangani," balas Leon lalu menutup


panggilan telepon tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya.


jerah dan berpikir dua kali untuk berbuat semenah-benah pada orang lain," Leon meletakkan handphonenya diatas tempat tidur lalu melangkah menuju kearah kamar mandi.


Satu minggu setelah peristiwa itu.....


Kota A sudah sepekan ini di hebohkan dengan pemberitaan


kalau semua station pertelevisian di kota itu harus menghentikan acara mereka demi untuk menyiarkan pernyataan presdir PRIMA TRI DARMA GRUP.


Pernyataanaan macam apa itu pun masih dirahasiakan. Para pemburu berita berbondong-bondong mencari info tentang apa yang akan di


sampaikan Dave pada acara itu nantinya.


Semua media sosial hanya di penuhi dengan pertanyaan seputar PRIMA TRI DARMA GRUP dan tentunya sorotan tentan Dave.


Pria yang jarang sekali menampakkan wajahnya di depan umum kini menggemparkan dunia pertelevisian dan juga dunia maya.

__ADS_1


Hal yang baru pertama kali di lakukan oleh seorang presdir sepertinya.


Kondisi toko kue Nadia pagi itu sudah terlihat ramai. Para wartawan datang berbondong-bondong untuk meliput acara yang diadakan di toko tersebut.


Mau tidak mau Rita dan bi Ona harus menutup sementara waktu pesanan kue dari para langganan demi mengikuti jalanya acara yang


diadakan di toko mereka.


Riuh suara mulai terdengar dari dalam toko, sebagian wartawan harus meliput dan mengambil gambar dari luar karena ruang dalam


toko tidak muat bagi mereka.


"Mohon teman-teman wartawan diam sejenak karena sebentar lagi acara akan segera dimulai," ucap sekertaris Ken yang menenangkan para wartawan.


Seketika suasana dalam ruangan itu hening, hingga Dave muncul dengan jas abu-abu dipadukan dengan dasi kotak-kotaknya dari arah.pintu dan langsung duduk di kursi yang sudah di persiapkan oleh sekertaris Ken untuknya.


Gemuruh tepuk tangan dan kilauan camera baik handphone maupun camera digital saling bergantian mengambil gambar Dave.


"Pertama- tama Aku ucapkan terima kasih pada rekan-rekan wartawan yang sudah hadir untuk meliput acara ini. Mungkin ada diantara kalian bertanya-tanya kenapa tiba-tiba Aku mengadakan acara seperti ini yang sama sekali bukan mencerminkan diriku secara pribadi. Ini semua Aku lakukan demi Istriku yang entah


dimana kini dia berada ," sesaat Dave terdiam.


Semua wartawan yang meliput berita saat itu saling menatap satu dengan yang lain.


"Apa....?, Jadi tuan Dave sudah menikah?," tanya seorang wartawan pada temanya.


"Aku juga tidak tahu pasti?, mungkin beliau menikah secara diam-diam tanpa sepengetahuan kita untuk melindungi privasi istrinya agar tidak semua orang bisa mengexpos


kedunia maya,". balas teman sewartawanya.


Kita tinggalkan sejenak Dave yang melakukan jumpa pers di toko kue Nadia..........


Sementara itu, disebuah bandara tampak seorang gadis berkacamata dangan rambut di kepang dua sedang menggendong tas ransel di pundaknya menuruni tangga pesawat.


Dia terus melangkah dan tiba-tiba berhenti dan duduk di kursi tunggu lalu mengeluarkan handphonenya dari dalam saku celananya.


Jangan lupa dukung Author di youtube" PEWARIS TERAKHIR SANG PRESDIR" tinggan satu episode lagi TAMA. terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2