
Tidak lama kemudian beberapa ketukan terdengar dari arah pintu pun terdengar. Dav segera membuka pintu dan mendapati Goyun dan beberapa pelayan berdiri disana.
"Selamat sore Tuan, apa ada yang bisa kami bantu?," tanya Goyun.
"Cepat masuk, lalu kalian hiasi kamar ini seperti kamar penganti baru sebelum istriku keluar dari kamar mandi," perintah Dave pada mereka.
"Baik Tuan, kalian bertiga turun kebawah dan ambil semua bahan yang kita butuhkan, dan kalian berdua ikut Aku membersihkan kamar Tuan dan Nyonya, Ayo cepat sebelum Nyonya Nadia keluar dari dalam mandi," perintah Goyun pada kelima pelayang tersebut dan mulai melangkah masuk kedalam kamar.
Dengan cekatan Goyun dan kedua rekanya mulai merapikan tempat tidur dan menata isi ruangan kamar.
Ketiga pelayang yang di perintah Goyun datang sambil membawa bebeberapa hiasan mulai dari lilin, lampu remang-remang dan juga beberapa jenis kelopok bunga mawar.
kembali Goyun dan.rekanya bekerja. Ada sekitar sepuluh menit mereka menghias kamar itu hingga akhirnya
pekerjaan mereka pun selesai.
"Semua sudah selesai Tuan, apa kami boleh pergi sekarang?," ucap Goyun menghadap Dave yang kala itu sedang duduk di depan meja kerjanya.
"Pergilah, tapi jangan lupa, bawa makan malam kami kemari karena kami tidak akan turun untuk makan malam," Dave tanpa menatap Goyun
__ADS_1
karena sibuk menatap layar laptop.
"Baik Tuan, kalau begitu kami permisi," Goyun sedikit menunduk lalu berbalik dan melangkah keluar diikuti oleh pelayan tadi.
Sepeninggalan Goyun, Dave berbalik dan mendapati ruanga kamar begitu berbeda dari biasanya.
Kamar yang dulunya terlihat dengan nuansa lelaki kini berubah menjadi kamar romantis.
Dave tersenyum, lalu mendudukkan tubuhnya diatas pembaringan dan melempar beberapa kelopak bunga ke udara.
"Semoga kamu menyukainya sayang,".
Tidak berselang lama kemudian, sedikit demi sedikit pintu kamar mandi terbuka dan keluar Nadia dari dalam sana dengan hanya mengenakan handuk yang di lilit sebatas dada setinggi lutut.
"Ada apa denganmu suamiku?, kenapa matamu melotot seperti orang yang sedang melihat hantu," Nadia yang belum menyadari sepenuhnya perubahan dalam kamar itu lalu melangkah menuju kearah lemari pakaian.
"Kamu sungguh mempesona istriku, Aku tidak sabar lagi untuk melewati malam panjang ini bersamamu," Dave tanpa melepaskan pandanganya kearah Nadia.
"Maksud suamiku malam ini kita begadang begitu?," Nadia yang mencari pakaianya tapi tidak juga dia temukan.
__ADS_1
"Iya sayangku," Dave mendekati Nadia dan memeluknya dari arah belakang hingga membuat Nadia kaget dan hampir saja melompat.
"Tolong lepasin," Rontah Nadia sambil
menggeliak ingin melepaskan diri tapi sayang, tenaga Dave cukup kuat karena sudah di penuhi oleh nafsu.
"Sayang, Apa kita boleh melakukanya
sekarang?," bisik Dave ketelinga Nadia sambil mencium leher jenjangnya.
"Lakuin apa?," tanya Nadia pura-pura bodoh.
"Aku ingin kamu menjadi milikku seutuhnya," Dave kembali mencium Nadia.
"Mandilah dulu," tolak Nadia tapi tubuhnya sudah melayang di udara. Dave mengendongnya dan membawanya kearah pembaringan lalu meletakkanya dengan pelan-
pelan sekali.
Dave bangun dari tempat tidur lalu duduk menghadap kearah Nadia yang masih mengatur nafas dengan baik sehabis pertarungan dasyat yang cukup banyak menguras tenaga dan keringat.
__ADS_1
Jangan lupa nonton novel terbaru Author di youtube" ISTRI KESAYANGAN TUAN YUAN" mohon untuk tinggalkan jejak dengam menyalakan lonceng nitifikasi, subcrebe, like, coment dan shere. Terima kasih.