
"Terima kasih," ucap Dave sebelum memulai menyicipi hidangan yang sudah tersedia di hadapanya.
"Sama-sama," balas Nadia lalu mengisi piringnya dengan Nasi dan lauk pula.
Anita dan Elis hanya diam tanpa berkedip sedikit pun menatap kearah mereka berdua yang sudah selayaknya sepasang suami istri yang saling mengasihi.
"Ibu, si cupu itu benar-benar bisa menyenangkan hati kak Dave,".
"Iya, kalau perlakuan culun seperti ini terus pada Dave, Ibu yakin Dave akan benar-benar mencintainya sepenuh hati," balas Anita yang masih menatap lekat pada mereka berdua.
"Kenapa kalian berdua belum makan juga!, apa masih ada menu makanan yang masih kalian tunggu?," Dave yang saat itu menikmati makananya tanpa menoleh kearah Anita dan
Elis.
"Bukan begitu Dave, Kami berdua merasa begitu gembira melihat kedekatan kalian berdua. Kalian
itu bak Raja dan tuan putri yang sedang menikmati makan malam," Anita yang mulai mengisi piringnya dengan nasi.
Sesaat Dave dan Nadia saling menatap lalu kemudian melanjutkan menikmati makanan mereka.
Tidak berselang lama kemudian kembali Anita mengangat bicara.
"Ibu masih ingat, saat kamu dan Nelza bersama dulu. Hampir setiap malam Nelza menemanimu makan malam dan posisinya tepat berada pada posisi Nadia sekarang ini,".
Dave hanya terdiam dan masih terus menikmati makan yang ada di hadapanya, Lain hanya dengan Nadia, dia mulai menyilang garpu dan
juga sendok yang baru saja dia gunakan, tanda kalau dirinya sudah selesain menikmati makan malamnya.
Kembali Anita dan Elis saling menatap dan sedikit tersenyum.
"Kamu mau kemana istriku?," ucap Dave tatkala melihat Nadia ingin berdiri dari tempat duduknya.
Bukan cuma Nadia yang merasa begitu aneh mendengar ucapan Dave bahkan Goyun, Anita dan Elis pun merasakan hal yang sama.
"Apa ....Istriku?," ucap Elis dan Anita bersamaan sementara Goyun hanya tersenyum.
"Semoga Nyonya Nadialah pelabuhan terbaik dari hati Tuan Dave. Aku yakin Nyonya Nadia bisa membawa Tuan Dave kearah yang lebih baik. Aamiin,".
"Istriku, kamu mau kemana? Apa kamu tidak ingin menunggui suamimu ini dulu, dan kita sama-sama kembali ke kamar?," lanjut Dave karena tidak ada tanggapan dari Nadia.
Kesempatan baik itu tidak disia-siakan oleh Nadia. Dia ingin memperlihatkan pada Anita dan juga Elis kalau dirinya dan Dave kini benar-benar sepasang suami istri yang di landa asmara.
"Maafkan Aku suamiku, Aku hampir saja melupakanmu," Nadia mengusap punggung Dave dengan lembut sembari tersenyum padanya.
"Tidak apa-apa, tunggulah Aku sebentar lagi," balas Dave melanjutkan makanya.
Nadia mengangguk dan menatap Dave dari arah samping.
"Tuan Dave ini benar-benar tampan jika tutur katanya selembut ini. Bisa-bisa Aku terhanyut dalam lautan cintanya. Hiii....," ucap Nadia dalam hati sembil tersenyum-senyum
sendiri.
__ADS_1
"Ibu, apa semua yang kita dengar barusan itu nyata?," Elis yang kini menatap kearah Ibunya.
"Ibu juga tidak tahu pasti, tapi jika dilihat dari keadaan sebenarnya ya, seperti itulah kenyataanya," balas Anita lalu mengambil gelas berisi air lalu meminum isinya.
"Kalau seperti ini terus, bagaimana dengan kak Nelza?, Apa masih ada harapan untuknya?,".
"Nanti kita lihat saja, Sebaiknya kita selesaikan makan malam kita lalu kembali ke kamar,".
Elis pun pengangguk dan kembali menikmati makan malamnya tanpa bersuara.
Melihat kedua orang yang di hadapanya sudah terdiam Dave tersenyum dan meletakkan sendok
beserta garpu diatas piring.
Nadia segera mengambil gelas yang
sebelumnya sudah dia isi dengan air mineral.
"Minumlah," Nadia menyodorkan gelas tersebut kepada Dave.
Dav mengangguk kecil lalu kemudian mengambil gelas tersebut dan meminum isinya hingga hanya menyisahkan kira-kira setengahnya saja.
Setelah selesai, Dave kembari memberikan gelas tersebut kepada Nadia. Nadia mengambilnya lalu meletakkan ke tempatnya semula.
"Kalian berdua lanjutkan makan malam kalian, Ayo istriku," Dave berdiri dari tempat duduk dan mengulurkan tanganya pada Nadia.
Nadia segera menyambut uluran tangan Dave lalu ikut berdiri.
tangga yang menuju kamar mereka.
"Benar-benar pasangan romantis," Goyun yang terus memandangi ke pergian Dave dan juga Nadia.
"Goyun, dari pada mengurus yang itu, alangkah baiknya kamu menata meja makan ini. Elis, Ayo ke kamar, Ibu ada hal penting yang harus ibu bicarakan denganmu," Anita berdiri dan meraih
pergelangan tangan Elis.
"Baik Bu," balas Elis dan ikut berdiri dari tempat duduknya.
Keduanya pun bergegas meninggalkan Goyun sendiri di ruangan itu.
Sementara itu Dave dan Nadia terus melangkah menaiki anak tangga, Sesaat kemudian, Dave berhenti dan menatap kearah tangan mereka
yang masih berpegangan erat.
"Apa kamu senang melakukan ini?,". ucap Dave.
"Senang melakukan apa?," tanya Nadia tanpa menyadari maksud ucapan dari Dave.
"Menggenggam tangan suamimu," ucap Dave tanpa ekspresi.
Seketika itu juga Nadia menarik tanganya, Kemudian berlari meninggalkan Dave dengan raut wajah seperti tomat matang yang sudah tiga hari tiga malam didalam lemari pendingin.
__ADS_1
"Ha ..ha ..ha," pecah sudah tawa Dave dalam ruangan mension melihat ulah Nadia yang malu-malu kucing padanya.
Dave melanjutkan langkahnya sembari masih terus tertawa.
Setibanya di dalam kamar. Dave mencari keberadaan Nadia dan akhirnya dia mendapati Nadia sedang tidur di sofa sembari menyelimuti sekujur tubuhnya dari kaki sampai
kepala.
"Bangunlah, Aku akan memberikan semua poto dan video-videomu," Dave melangkah kearah nakas dan mengambil handphone yang
sengaja dia letakkan diatas sana.
Sesaat kemudian, Dave duduk diatas
pembaringan sembari memainkan
handphonenya.
Sedikit demi sedikit Nadia mulai membuka selimut lalu kemudian bangun dari atas sofa.
"Apa benar suamiku ingin memberi semua poto dan Video-videoku yang tadi siang?," ucapnya sambil memperbaiki tatanan rambutnya.
"Kemarilah," panggil Dave.
Nadia pun segera berdiri dan melangkah mendekati Dave.
"Duduklah, Coba berikan alamat media sosialmu biar Aku mengirim kirimnya lewat online," Nadia segera duduk di sudut pembaringan kira-
kira tiga jengkal jaraknya dari Dave.
Nadia kemudian menyalakan handphonenya lalu membuka media sosialnya dan meperlihatkanya
pada Dave.
"Nadia R pertiwi," ucap Dave menyebut nama Nadia yang tertera pada akun media sosialnya
itu.
Tampak di dalam sana, gambar Nadia sedang memakai kacama sembari membaca buku bersampul aneka macam resep kue.
Dengan cekatan Dave mengetik nama Nadia R pratiwi. Ada beberapa Akun yang sama hingga membuat Dave harus scroll kebawa untuk mencari poto profil Nadia.
Setelah mendapati apa yang dia cari, kembali untuk sekali lagi Dave terdiam lalu memperhatikan poto milik Nadia yang saat itu sedikit tersenyum.
Nadia seketika mengerutkan dahinya tak kalah Dave hanya menatapi potonya dan sesekali tersenyum.
TERUS BERI DUKUNGAN DENGAN CARA LIKE, COMENT, SHERE DAN VOTE
♡♡ MOHON BANTUANYA UNTUK MENGUNJUNGI CHANNEL AUTHOR DI YOUTUBE" PEWARIS TERAKHIR SANG PRESDIR" TERIMA KASIH.
__ADS_1