SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 99. ADEGAN PANAS.


__ADS_3

Nelza segera masuk lalu menutup pintu dan menyisahkan sedikit saja untuk ruang posisi kamera Roky.


"Ingat kataku tadi, kamu harus mengambi gambar kami secepat kilat dan jangan sampai ketahuan oleh Dave,".


"Nona tenang saja, Aku akan bekerja secara profesional. Sekarang nona beraksi sebelum orang-orang datang memergoki kita,".


Tanpa berpikir panjang Nelza segera melangkah masuk. Nelza memandang kesegala penjuru ruangan kamar untuk mencari keberadaan Dave, tapi dia tidak juga temukan pria itu.


Senyum Nelza mengembang setelah mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi.


"Ternyata Dave sedang mandi, ini kesempatan bagus bagiku. Sekarang kamu tidak bakalan menolakku lagi Dave setelah kamu melihat sekujur tubuhku yang seksi ini," Nelza mulai membuka satu-persatu pakaianya dan hanya menyisahkan pakaian minim yang menutup bagian d4d4 dan juga area sensitifnya.


Roky yang saat itu sudah bersiap-siap mengambil gambar Nelza hanya bisa menelan air l1ur.


Pemandangan yang jarang sekali dia ditemukan kini terpampang indah di depan mata.


Seorang model cantik dan seksi bak kupu-kupu malam yang siap menerkam mangsanya.


"Perempuan ini benar-benar nekat, dia relah mempertontonkan lekuk tubuhnya demi memuluskan rencananya,".


Nelza melangkah kearah pembaringan lalu duduk disana sambil mengangkat sebelah kakinya dan menggigit jari telunjuknya.


Sedikit demi sedikit pintu kamar mandi terbuka.


Keluar Dave dari dalam sana dengan hanya berbalut handuk kecil sebatas pinggang tetinggi lutut.


Dave sama sekali tidak sadar kalau seorang perempuan seksi sekamar denganya saat itu.


Dave melangkah kearah lemari rias untuk menyisir rambutnya. Sesaat pria tampan itu biasa-biasa saja menata rambut hitamnya seperti biasa.


Tiba-tiba dia harus terhenti tatkalah melihat sosok perempuan di dalam cermin yang hampir tak memakai sehelai benang pun dengan memainkan jari-jemarinya mengeluas dan meremasi bagian terlarang bagi anak dibawah umur, seolah-olah memanggil dirinya untuk membatu melakukan adegan itu.


"Nelza, apa yang kamu lakukan di kamar ini?," Dave melangkah mendekati Nelza sambil membentaknya.


"Aku datang kemari untuk memberimu k3puasa sayang," tarik Nelza pada tangan Dave tapi segera di tepis oleh Dave.


"Sekarang kamu keluar dari sini secepatnya,". kembali Dave membentaki Nelza sambil menunjuk kearah pintu keluar.

__ADS_1


"Bukankah dulu kamu menginkan ini. Sekaranglah saatnya kita melakukanya, mumpung sekarang kita hanya berdua,".


Nezsa meraih handuk putih yang melilit pada tubuh Dave lalu menariknya dan membuangnya begitu saja.


Tubuh Dave kini hanya menyisahkan kain tipis yang membungkus benda pamungkasnya.


"Ternyata ukuranya besar juga, Aku sungguh menyesal kenapa dulu Aku tidak mencobanya saat kita masih bersama," tatap Nelza pada bagian depan tubuh Dave sambil menggigit jari telunjuknya seperti tadi.


"Tutup mulutmu Nelza, sampai kapan pun Aku tidak akan menyentuh perempuan hina sepertimu,".


"Kenapa kamu tegah mengatakan itu padaku Dave?, Aku ini masih suci, dan tidak akan pernah menyerahkan kesucianku ini pada siapa pun kecuali kamu yang merenggutnya dariku," raut wajah Nelza seketika berubah kedua matanya berkaca-kaca setelah mendengar ucapan Dave.


"Puiiii....., cukup sudah air mata buayamu itu Nelza. Kamu kira Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di Amerika sana. Mungkin hampir seluruh pria kaya di negara ini yang datang kesana sudah menikmati tubuhmu itu, jadi jangan berhayal kalau Aku mau menyentuh tubuh menjijikkanmu itu,".


"Jangan mengarang-ngarang cerita, apa kamu ada bukti untuk itu,". kini Nelza berdiri dari atas pembaringan.


"Tentu saja Aku ada bukti. kamu pasti mengenal Frans bukan?, suami tantemu sekaligus selingkuhanmu. Pantas saja selama ini dia korupsi di perusahaan hanya karena ingin mencukupi gaya borjuismu itu,". sejum jijik Dave menatap kearah Nelza.


Nelza tertunduk lesuh, ternyata Dave tahu semua aibnya selama dia tinggal di Amerika.


"Semua itu Aku lakukan demi mencukupi kebutuhan dan juga tuntutan pekerjaanku sebagai model disana. Kamu tahu sendiri bukan, bagaimana gaya hidup di negara adidaya itu, jadi mau tidak mau Aku harus melakukan semua itu untuk bisa bertahan hidup. Sedangkan ayahku hanya memberi uang bulanan yang sangat minim untuk seorang model sepertiku,". Nelza mulai terisak, bulir-bulir air matanya mulai menetes di wajah cantiknya.


Kesempatan baik itu tidak disia-siakan oleh Nelza, Nelza segera memeluk Dave dari arah belakang.


Dengan cepat Roky mengabadikan moment tersebut dengan beberapa kali kutipan foto.


"Nelza lepasin," dengan kasar Dave melepaskan tangan Nelza dari tubuhnya.


Bukan Nelza namanya jikalau dia mudah menyerah.


Secepatnya kilat Nelza mendorong tubuh kekar Dave hingga terbaring diatas tempat tidur.


Dengan gesit Nelza menaiki tubuh Dave dan menyerangnya dengan beberapa kali ciuman di sekujur pria tinggi besar itu.


Kembali Roky mengabadikan adegan itu dengan mengambil dari sudut yang berbeda.


Plack....plack.....Dua tamparan keras di layangkan Dave ke pipi kiri dan kanan Nelza sehingga perempuan itu meringis dan menghentikan aksinya.

__ADS_1


"Kenapa kamu setega ini padaku Dave," Nelza memegangi kedua buah pipinya.


"Perempuan murahan sepertimu patut mendapatkan itu, cepat keluar dari sini sebelum Aku benar-benar membunuhmu,". Dave dengan mata memerah menahan amarah.


Seketika tubuh Nelza gemetar mendengar ancaman Dave.


"Kalau, Aku tidak bisa memilikimu maka perempuan lain pun tidak, termaksud si cupu itu,".


"Sedikit saja kamu nyetubuh tubuh istriku maka penghuni neraka sekali pun tidak akan bisa bengenalimu lagi kalau kamu berasal dari bumi ini, camkan itu baik-baik,".


Nelza mengambil pakaianya dan segera keluar dari dalam kamar itu.


Sedangkan Roky sudah tidak terlihat lagi, sepertinya dia sudah pergi setelah menyelesaikan pekerjaanya mengambil gambar adegan panas itu.


Ken yang baru saja keluar dari dalam lift bertemu dengan Nelza yang saat itu menunggu lift terbuka sambil menenteng pakaianya.


"Ha ...ha ..tidak di luar negeri, tidak di negara sendiri pekerjaanmu masih tetap sama. Kenapa Kamu tidak jualan online saja, Aku yakin kamu pasti laris manis disana," tawa sekertaris Ken memandang sekujur tubuh Nelza.


"Diam kamu sekertaris si4lan, Jadi Anjing pesuruh saja kamu belagu sekali," tatap Nelza tajam pada sekertaris Ken.


"Kalau Aku 4njing pesuruh kamu sendiri 4njing apa?, 4njing p3l4cur....upst maaf, 4njing pelacak maksudku," tawa sekertaris Ken meninggalkan Nelza.


"S1al kamu Ken....tut," Nelza menunjuki sekertaris Ken yang sudah menjauh darinya.


Setelah sekertaris Ken pergi, Nelza segara masuk kedalam lift mengenakan pakaianya kembali seperti semula.


"Dimana posisi kamu sekarang?," tanya Nelza menelpon seseorang.


"Aku di rumah, semua hasih fotonya sudah Aku save, Anda tinggal mengambilnya. Tapi ingat, Anda harus melunasi seluruh jeripayaku sebelum nona mengambil poto-poto ini,". balas seorang pria yang tak lain adalah Roky poto grafer suruhan Nelza.


"Kamu tenang saja, suama sisanya akan Aku bayar. Sekarang tunggu Aku disana,".


Nelza memutuskan sambungan teleponyan dengan Roky.


"Apa sekarang kamu bisa bertahan cupu setelah kamu melihat poto-poto ful9arku bersama Dave?," senyum Nelza keluar dari dalam lift.


MOHON UNTUK BERKOMENTAR, LIKE, VOTE DAN FAVORITE SEBELUM KISAH INI AUTHOR LANJUTKAN. DAN JUGA JANGAN LUPA UNTUK MAMPIR DI YOUTUBE AUTHOR" ISTRI KESAYANGAN TUAN YUAN,". TERIMA KASIH.

__ADS_1



__ADS_2