
"Ternyata benar dugaanku selama ini kalau Mawar mengarang-ngarang cerita kalau Nadia yang menginginkan pernikahan itu. Lihat saja nanti. Aku bersumpah, Aku akan menghancurkan keluarga mereka karena sudah membuat Nadiaku menderita. Apa Nadia pernah cerita ke bibi kalau Dave memperlakukan Nadia kurang baik saat mereka hidup bersamanya?, jika sampai itu terjadi aku juga akan merebut Nadia dari tangan Dave apa pun yang terjadi,".
"Nona Nadia tidak pernah sedikit pun bercerita pada bibi kalau dirinya merasa menderita hidup bersama Tuan Dave, Malah bibi melihat, kalau
mereka berdua sudah menyimpan rasa satu dengan yang lain,".
Seketika semangat Leon memudar mendengar ucapan bi Ona. Ada rasa tidak iklas dalam hatinya melepas Nadia begitu saja.
Perempuan yang selama ini jadi impinan hidupnya.
"Nak Leon, kalau boleh bibi meminta sesuatu pada Nak Leon, tolong jangan mengusik ketenangan Nona Nadia bersama Tuan Dave. Biarkan Nona Nadia bahagia untuk sekali ini
saja. Bibi yakin, Tuan Dave akan menjadi pelindung terbaik buat Nona Nadia,".
"Leon tidak bisa janji, tapi bila Dave benar-benar bisa melindungi Nadia maka Aku akan berusaha untuk mengiklaskan semuanya,".
Setelah melakukan diskusi yang cukup panjang, ketiganya pun keluar dari dalam cafe setelah sebelumnya membayar tagihan makanan dan
juga minuman mereka.
"Bagaimana kalau Leon mengantar kalian pulang?," ucap Leon saat mereka bertiga sudah berada di luar cafe dan berdiri di depan mobil miliknya.
"Tidak usah nak Leon, Toko sekalian tempat tinggal bibi dekat kok, coba lihat gedung itu. Disanalah bibi tinggal ," tunjuk bi Ona pada toko kue Nadia yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat itu.
"Kalau begitu, Leon ikut, sekalian Leon ingin melihat tempat tinggal bibi agar Leon mudah menemui bibi nantinya," Leon dengan semangat lalu dianggukkan oleh bi Ona.
Tidak lama kemudian ketiganya pun melangkah menuju ke arah toko.
Setibanya di depan toko, bi Ona dan Rita begitu heran melihat toko yang tadinya sepi saat mereka tinggalkan kini sudah terlihat ramai.
Ada tiga mobil mawah berjejer di depan toko dan beberapa pria bertubuh kekar dengan stelan jas
hitam-hitam berdiri di depan pintu masuk.
"Bi, kenapa toko kita di serbu oleh orang-orang yang tidak di kenal, apa toko kita sedang dijarah?," tanya Rita yang seketika itu menarik pergelangan tangan bi Ona.
'Kamu ini!, mereka itu bukan menjarah tapi bawahan Tuan Dave, mereka sedang berjaga untuk melindungi majikan mereka,".
"Apa harus seketat itu penjagaanya. Lagian siapa juga yang mau menyakiti orang sekelas
Tuan Dave, melihatnya saja seluruh bulu kuduk merinding apalagi mau menyentuhnya,".
__ADS_1
"Orang seperti Tuan Davelah yang biasanya memiliki paling banyak musuh, mulai dari saingan
bisnisnya dan urusan pribadi. Kerkadang kita melihat orang kaya itu kehidupnya sangat enak padahal mereka di rundung ketakutan. Maka
dari itu mereka menyewah orang-orang terpilih untuk melindungi diri,".
"Oh seperti itu, mending jadi orang biasa-biasa saja. Biar hidup tak berlebihan tapi hati adem ayem tidak ada rongrongan sana sini," Rita menatap Leon yang kala itu berdiri di samping bi Ona.
"Kenapa melihatku seperti itu?, Aku ini bukan Dave yang memiliki banyak musuh. Jadi jangan samakan Aku denganya," balas Leon sedikit memplototkan matanya.
"Setiap orang kaya itu kelakuanya sama saja, kalau bukan arogan ya angkuhnya minta ampun," balas
Rita membuang pandanganya ke tempat lain.
"Kamu!," protes Leon yang tidak terima dirinya disamakan orang kaya pada umumnya oleh Rita.
"Sudah-sudah tidak usah bertengkar, Ayo masuk," bi Ona terlebih dulu melangkah menuju kearah pintu masuk.
Setibanya di depan pintu masuk, bi Ona dan Rita di izinkan untuk masuk oleh pengawal Dave, sedangkan Leon harus tinggal.
"Anda tidak di perbolehkan untuk masuk. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk kedalam toko ini," seorang pengawal membentangkan tanganya menutup jalan masuk dalam toko.
kedalam, paham!" Leon mencoba menyingkirka tangan si pengawal tapi tetap saja si pegawal bersikukuh tidak memberinya jalan.
"Bagaimana pun alasanya kalau bukan seizin tuan Dave, Anda tetap tidak di perbolehkan untuk
masuk?," balas si pengawal masih terus menghalangi Leon untuk masuk kedalam hingga muncul bi Ona dari dalam toko.
"Biarkan dia masuk, dia itu teman kecil Nona Nadia dan bibi kenal baik denganya,".
Sebelum menjawab si pengawal menatap terlebih dahu kearah Dave yang saat itu sedang memainkankan laptop diatas meja kerjanya.
Setelah mendapat anggukan kecil dari Dave, si pengawal pun segera menyingkir dua langkah ke belakang untuk memberi jalan pada Leon.
"Pengawal dan majikan sama saja," gerutuh Leon lalu melangkah mengikuti bi Ona dari arah belakang.
Setibanya di dalam toko, bi Ona mempersilahkan Leon untuk duduk.
"Nak Leon mau minum apa biar bibi buatkan?,".
"Apa saja bi yang penting dingin," balas Leon sembari menyilang kakinya membentuk hurup X.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, nak Leon tunggu sebentar, bibi akan segera kembali" bi Ona memutar badan lalu
melangkah ke arah dapur.
Sepeninggalan bi Ona, Leon kembali berdiri lalu melangkah kearah dinding dimana sebuah poto sudah terpasang disana.
Leon menatap poto tersebut yang tak lain adalah poto Nadia yang sedang tersenyum dengan kaca mata dan rambut di kepang seperti biasanya.
"Kenapa menatapi poto istriku seperti itu?," tanya Dave yang berdiri tepat di belakang Leon.
"Istri jaminan tepanya," balas Leon tanpa berbalik badan.
"Biar pun jaminan tetapi tetap sah dimana hukum dan agama. Sepertinya kamu sudah tidak laku ya hingga kamu mengharapkankan
sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi milikmu sampai kapan pun,"
Leon pelan berbalik badan ...
"Siapa bilang tidak mungkin, Tuan Dave yang terhormat, kehidupan rumah tangga itu akan berjalan harmonis dan bahagia jika keduanya
saling mencinta dan menyayangi. Apa kamu perna mengatakan cinta dan sayangmu pada Nadia!, tidak bukan?," maka dari itu Aku akan
mengatakan perasaanku pada Nadia dan siap-siaplah untuk sakit hati,".
Seketika itu juga, Dave memegangi kera baju Leon dengan wajah penuh emosi.
"Ingat baik-baik, sampai kapan pun Aku tidak akan menyerahkan Diaku padamu, Jika kamu masih mencoba untuk merebutnya dariku maka
jangan salahkan Aku jika apa yang kamu miliki sekarang ini akan Aku hancur tanpa tersisah sedikit pun, Aku bersumpah, camkan itu baik,"
Dave mendorong tubuh Leon hingga berbenturan dengan dinding.
"Ternyata, benar kata bi Ona kalau Dave benar-benar ada rasa pada Nadia, Dari tatapan matanya dan emosi yang dia keluarkan padaku,
Aku yakin kalau Dave memendam cinta yang begitu besar pada Nadia, janjiku selama bertahun-tahun untuk melindungi Nadia harus Aku kubur dalam-dalam. Biarkan Dave yang
melanjutkan tugasku karena Aku yakin dia pasti bisa memperlakukan Nadia dengan sangat baik," ucap Leon dalam hati.
Terus ikuti channel youtube Aku "PEWARIS TERAKHIR SANG PRESDIR" tinggal 1 bab lagi tamat. Terima kasih.
__ADS_1