
Bi Ona terus berlari masuk kedalam mension hingga di tiba juga di depan kamar pribadi milik Dave dan Nadia. Tanpa mengetuk terlebih dulu bi Ona segera membuka pintu.
"Nyonya apa Anda di dalam?," bi Ona masuk dan memeriksa seluru kamar tapi tidak juga menemukan orang yang dia cari.
"Kemana nyonya Nadia, pasti ada yang sesustu yang terjadi denganya. Hilang tanpa jejak begitu saja, atau jangan-jangan nyonya di culik,".
Suasana mension mulai gaduh, dengan kepaniksn seluruh penghuni mension.
"Ahhh....menyebalkan ...... Kenapa para pelayan itu ribut sekali. mengganggu ketenanganku saja," Anita yang saat itu sedang berbaring di dalam kamar sambil menutup telinganya dengan bantal.
"Ibu...ibu cepat bangun, ada kabar gembira buat ibu," Elis yang datang diba-tiba menghampiri ibunya.
"Kabar gembira apa. Apa Dave melebihkan uang belanja bulan ini?," Anita yang masih menutup telinganya dengan bantal.
"Bahkan lebih dari itu, Ayo bu cepat bangun," Elis menarik bantal yang di gunakan Anita menutupi telinganya.
"Apa masih ada lebih heboh dari itu?," Anita bangun lalu duduk.
"Tentu, ibu tahu tidak kalau si cupu Nadia hilang. Semua penghuni mension sedang panik mencarinya,".
"Apa si cupu hilang?, kamu jangan mengada-ngada Elis. Tidak mungkin semudah itu si cupu bisa pergi dari sini. Dave sudah memberi pengawasan ketat padanya,".
"Tapi seperti itulah kejadianya. coba ibu dengar kepanikan para pelayan. Mereka seperti cacing kepanasan. Kalau sampai kak Dave tahu kalau si cupu hilang maka mereka semua tidak akan lolos,".
"Wow...ini benar-benar berita heboh, Ayo kita keluar dan melihat apa yang sudah terjadi," Anita segera turun dari atas pembaringan dan langsung keluar kamar diikuti oleh Elis dari arah belakang.
Suara riuh dan kepanikan terdengar jelas di telinga mereka saat keduanya mendekat keruang tamu. Dimana disana sudah ada Goyun, bi Ona dan beberapa pelayan berkumpul dengan raut wajah pucat pasih.
"Dimana kalian terakhir bersama nyonya?," tanya Goyun pada bi Ona dan dua suster Nadia.
"Kami terakhir bersama nyonya di taman depan rumah untuk memberi pakan pada ikan dan hewan peliharaan yang ada disana. Tidak lama kemudian nyonya menghilang entah kemana,". bi Ona menerangkan susunan peristiwa saat mereka berada di taman depan rumah.
"Betul pak Goyun. Atau jangan-jangan nyonya Nadia ada yang menculik seperti yang ada di tivi-tivi itu," lanjut Santy salah seorang suster.
__ADS_1
"Ah kamu ini. Tidak mungkin para penculik bisa masuk kesini. Penjagaan dimension ini super ketat. Sebangsa tuyul saja pasti akan berpikir dua kali untuk bisa lolos kemari, apalagi hanya manusia biasa,".
Tidak lama kemudian Jony, penjaga pintu gerbang datang menghampiri mereka dengan deru nafas ngos-ngosan.
"Semua lokasi mension sudah kami periksa pak Goyun tapi tidak juga kami temukan adanya tanda-tanda nyonya Nadia ada di area mension ini,,".
"Kemana sebenarnya nyonya Nadia?. Ada baiknya Aku menelpon tuan Dave dan mengabari padanya kalau nyonya Nadia hilang," Goyun segera mengeluarkan handpone dari dalam saku celananya lalu mencari kontak Dave.
Sementara itu di luar kota, tampak Dave dan sekertarik Ken sedang berada di sebuah proyek pembanguna mall. Dave mengumpulkan kontraktor, kepala tukang dan pekerja disebuah gedung yang biasa merekanya tempati untuk istirahat atau makan siang.
"proyek ini harus rampung tahun depan dan Aku berharap kalian semua bekerja sebaik mungin. Perhatikan semua kwalitas bahan yang di gunakan serta setiap desain tidak boleh ada yang terlewat sedikit pun. Jika masih ada yang belum kalian pahami kalian boleh tanyakan langsung pada pak Rizal selaku kepala kontraktor disini, paham,"
"Paham tuan," ucap serentak para pekerja.
"Bagus kalau begitu kalian boleh kembali bekerja seperti semula,".
Satu-persatu para pekerja itu membubarkan diri dan kembali di temptnya semula.
Tidak lama kepergian para pekerja-pekerja itu handphone yang ada di dalam saku celana Dave berdering. Dave mengeluarkan handphone dari dalam sana dan menemukan nama Goyun memanggil.
"Maaf tuan kalau sampai Saya mengganggu kerjaan Anda, Ada kabar penting yang harus Saya sampaikan pada Anda,". balas Goyun dari dalam sana.
"Cepat katakan, jangan berbelit-belit seperti itu,".
"Ini mengenai nyonya Nadia,".
"Ada apa dengan istriku, cepat katakan jangan membuatku panik," nada suara Dave kini meninggi hingga membuat sekertaris Ken yang ada di dekatnya seketika menutup telinga sakin nyaringnya suara yang di keluarkan Dave.
"Nyonya Nadia hilang tuan," suara Goyun terdengar bergetar.
"Apa hilang, kamu jangan bercanda Goyun?,".
"Benar tuan, semua lokasih mension sudah kami periksa tanpa satu pun yang terlewatkan tapi tidak juga menemukan keberadaan nyonya,".
__ADS_1
"Apa saja yang kalian lakukan disitu, hanya menjaga seorang perempuan hamil saja kalian tidak becus, awas saja kalau sampai terjadi sesuatu pada istri dan bayi-bayiku maka matilah kalian semua di tanganku," Dave segera memutuskan sambungan teleponenya.
"Ken, ayo kita pulang ke mension," Dave segera melangkah.
"Tapi tuan, masih banyak proyek yang harus kita pantau,". ken yang mengikuti langkah Dave dari arah belakang.
"Semua itu tidak penting, pokoknya kita harus pulang ke mension Aku takut terjadi sesuatu pada istriku dan calon bayi-bayiku,".
"Apa yang terjadi dengan nyonya tuan?,".
"Kamu ini seperti WTS ( wartawan tanpa surat kabar). Semua hal harus kamu ketahui. Cepat masuk atau kutinggalkan kamu disini sekarang juga,".
Tanpa menjawab, ken segera masuk kedalam mobil dan mulai menjalankan kendaraanya meninggalkan lokasi proyek.
Di sepanjang perjalanan Dave kebanyakan melamun, perasaanya sudah tidak tenang memikirkan kabar Nadia dan bayi-bayi yang ada dalam kandunganya.
"Dia kemana kamu, kenapa kamu pergi tanpa mengabari Goyun atau yang lain. Apa karena Aku terlalu keras padamu sehingga kamu pergi begitu saja," mata Dave mulai berkaca-kaca.
Sekertaris Ken yang menatapnya dari dalam kaca spion merasa ibah melihat kondisi majikanya saat itu. Kalau menyangkut Nadia pasti kosentrasi Dave buyar dan melupakan segalanya.
Tidak lama kemudian, akhirnya mereka tiba juga di mension. Setelah mobil berhenti Dave segera keluar dari dalam sana tanpa menunggu sekertaris Ken membukakan pintu seperti biasa.
Dave segera berlari masuk kedalam dan menemukan Goyun dan yang lain masih berkumpul di ruang tamu.
Plack.........
Dua tamparan keras mendarat di pipi kiri dan kanan Goyun hingga membuat pria parubaya itu sedikit mundur sakin kerasnya tamparan yang di berikan Dave padanya.
"Maaf tuan, Aku yang salah," Goyun menunduk tanpa berani mengangkat wajahnya.
"Rasa kamu Goyun, sekarang kamu terimah akibatnya, inilah balasanya karena kamu sudah menolakku selama ini," Anita tersenyum ria melihat pesakitan Goyun.
Yuch mampir di channel youtubu Author jangan lupa terus dukung dengan memberi subscribe, like, coment dan yalakan lonceng notifikasinya agar tidak ketinggalan video terbaru dari Author. Terima kasih.
__ADS_1