
"Kalian lagi kalian lagi, tidak dirumah tidak di tempat umum kalian selalu muncul seperti siluman. Cepat pergi dan jangan halangi langkah kami," tatap Nadia pada Anita dan Elis.
"Apa katamu, kamu bilang kami siluman, Kamu itu yang siluman, dasar perempuan pelunas hutang. Tinggalkan Dave, baru kami tidak akan mengusikmu lagi," bentak Anita.
"Aku memang perempuan pelunas hutang, tapi itu bukan hutangku. Harusnya kamu salahkan keluarga perempuan itu, kenapa dia menjualku pada Dave. Tapi ada baiknya juga sih Aku dijual seperti itu, Aku bisa memiliki suami tampan dan sebentar lagi anak-anakku akan mewarisi kekayaan Deve dan kalian berdua bersiap-siaplah untuk hengkan kaki dari mension itu,".
"Kurang ajar, berani-beraninya kamu ingin mengusir kami dari rumah kami sendiri. Nelza kamu bisa lihat sendiri bukan tingkah perempuan gila ini. Wajahnya saja yang lugu tapi hatinya bak serigala. Tante sangat yakin dia sudah memberi pelet pada Dave,".
"Benar, Aku sudah memberi pelet pada suamiku, tapi itu pelet cinta yang over dosis ha....ha ...ha,". tawa Nadia diikuti Rita dan bi Ona.
"Dasar pelakor, kamu menikah dengan Dave hanya karena menginginkan hartanya saja bukan?, sekarang katakan padaku berapa jumlah uang yang kamu butuhkan biar Aku memberimu sekarang juga asal kamu menghilang dari kehidupan Dave," Nelza sedikit maju mendekati Nadia.
"Apa katamu, Aku pelakor. Woy mak lampir, Kamu itu siapa hingga menyebutku sebagai pelakor. Harusnya Aku yang memanggilmu seperti itu. Sudah tahu Dave suami orang masih saja kamu keganjengan menciumnya di depan umum. Jangan-jangan kamu sudah tidak laku sehingga ingin merebut laki orang," balas Nadia yang tak mau kalah.
"Kamu memang perempuan kurang ajar, tampangmu saja cupu tapi mulutmu seperti kantongan gresek tertiup angin. Sudalah mulai hari ini tinggalkan Dave kalau tidak .....,".
"Kalau tidak kamu mau apa?," Nadia maju menghampiri Nelza.
"Aku mau ini....plack," satu tampatan keras mendarat di pipi kanan Nadia.
Bukanya merasa sakit Nadia malah tersenyum.
"Cuman seperti itu tenagamu sehingga kamu ingin merebut Dave dariku. Sekarang giliranku...,"
Plack.......satu tamparan keras dilayangkan Nadia kearah pipi Nelza hingga perempuan itu hampir saja terjatuh dengan mata berkunang-kunang.
"Nelza, apa kamu tidak baik-baik saja?," Anita segera mendekati Nelza.
"Tamparanya terlalu keras. Dia itu perempuan apa laki-laki sih?," Nelza mengelus pipi putihnya dengan bekas tangan Nadia sudah tergambar indah disana.
"Itulah mengapa kami takut menghadapinya. Dia seperti malaikat pencabut nyawa yang sangat menakutkan. Tante punya ide, bagaimana kalau kita keroyok dia, tante yakin dia tidak akan bisa berbuat apa-apa kalau kita serang dia secara bersamaan,".
"Ide bagus itu tante. Tanya ibu Yunita biar dia juga ikut mengeroyok si culun itu,".
"Tapi Kak, bagaimana dengan kedua temanya, mereka pasti tidak akan tinggal diam kalau kita keroyok si culun," Elis yang sedikit ragu dengan ide Ibunya dan Nelza.
"Betul juga katamu, kalau begitu kamu dan ibu Yunita hadapi teman-teman si culun, sedangkan Aku dan tante Anita mengeroyok si culun itu, bagaimana?,".
"Kurasa itu lebih baik,".
__ADS_1
Sekertaris Ken yang baru saja keluar dari dalam restoran ingin mendeka, tapi segera di tahan oleh Nadia agar dia tidak turut campur dengan urusan mereka. Urusan ini hanya urusan sepeleh bagi Nadia dan Nadia masih bisa menanganinya tanpa harus ada campur tangan sekertaris Ken.
Mau tidak mau ya, terpaksa sekertaris Ken hanya berdiri sambil memperhatikan.
"Kenapa kalian hanya diam, atau kalian sudah mulai takut setelah salah seorang diantara kalian sudah Aku beri tamparan maut,". senyum sinis Nadia menatap mereka secara bergantian.
"Takut katamu, sekarang kita serang dia dan jangan beri ampun pada si cupu itu," Nelza dan Anita langsung menghadap Nadia sedangkan Elis berhadapan dengan Rita, bi Ona tentunya dengan mantan majikanya sendiri yaitu Yunita.
"Apa kamu yakin bisa mengalahkan Aku," bentak Rita hingga membuat nyali Elis menciut.
"Ten....tentu saja," balas Elis terbata-bata.
"Kalau begitu bersiaplah jadi cacing tanah, Jurus mengaduk adonan," Rita memasang kuda-kuda.
Tanpa berpikir panjang team Elza menyerang team Nadia. Perkelahian tidak dapat di elakkan lagi. Saling jambak dan saling pukul pun terjadi.
Beberapa orang yang kebetulan lewat disana berhenti untuk menonton pertarungan itu.
"Kenapa kita harus buang-buang duit untuk menonton film di bioskop padahal disini ada yang lebih seru," kata seorang remaja pada temanya.
"Betul, ini ma asli super emak-emak ,".
Nelza terus menyerang Nadia dengan pukulan dan tendangan sedangkan Anita memukul dengan tas yang ada di tanganya.
Nelza dan Anita terus mengikuti Nadia hingga akhirnya Nadia terhenti di dekat tembok. Nadia harus terpojok sudut dibangunan itu.
"Sekarang kamu tidak bisa menghindar lagi cupu. Ayo Nelza kita bereskan dia sekarang,". ajak Anita pada Nelza.
Melihat dirinya dalam bahaya, Nadia segera berlari kearah dinding kemudian menendang dinding tersebut lalu berbalik.
Sebuah tendangan putar nan indah di ciptakan Nadia hingga mengenai dada dan perut Nelza dan Anita.
Gemuru tepuk tangan dari para penonton pun bergema diikuti bersorak-sorai melihat aksi Nadia.
Anita dan Nelza terjatuh dan tersungkur diatas lantai.
"Bagaimana sekarang, apa kalian masih bisa mengalahkan sailormon bulan," Nadia memutar rambut kepangnya bak film animasi jaman dulu.
Anita dan Nelza sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Mereka sibuk memegang perut dan dada mereka yang terasa nyeri.
__ADS_1
"Sadis sekali Nyonya Nadia, Aku tidak bisa bayangkan seandainya saja Tuan Dave kedapatan selingkuh, bisa-bisa dia habis dihajar bersama dengan selingkuhanya," sekertaris Ken yang menggeleng kepala melihat peristiwa barusan.
Sementara Rita dan bi Ona juga selesai membereskan musuh-musuhnya.
Elis menangis tersedu-sudu akibat rambutnya habis di jambak oleh Rita sedangkan Yunita, harus menutup lenganya karena sebagian besar bajunya dirobek oleh bi Ona.
"Apa kalian mau lagi, biar kami memberi kalian pelajaran lebih dari ini,". bentak Nadia pada keempatnya.
Nelza dan Anita segera berdiri dan berkumpul dengan yang lain.
"Kita tidak bisa mengalahkan mereka dengan cara seperti ini," Nelza yang masih memegangi dadanya.
"Iya, mereka begitu kuat," balas Anita yang juga memegangi perutnya.
"Terus bagaimana caranya kita menyingkirkan si cupu itu, Elis sudah sangat kesal bila dia masih tinggal di mension kami," lanjut Elis.
"Kalau dengan cara kekerasan kita tidak bisa, maka kita lakukan dengan cara halus,".
"Maksud nak Nelza apa?," kini Yunita yang angkat bicara.
"Kemari semua,".
Keempatnya pun segera berkumpul lalu berdiskusi.
"Kita tunggu moment yang tepat. Kalau bukan si cupu itu yang meninggalkan Dave maka Deve sendiri yang akan mengusirnya dari mension," sunyum Nelza menatap kearah Nadia.
"Idemu sungguh cemerlang nak Nelza. Tapi ingat, bagian ibu jangan sampai kamu lupa setelah misi ini berhasil,".
"Tenang Saja ibu Yunita, semua akan dapat bagian setelah Dave benar-benar sudah jadi milikku. Tapi ingat, ibu harus terus membantu dalam menyingkirkan si cupu itu dari sisi Dave,".
"Kalau masalah itu kamu tenang saja nak Nelza, Ibu akan terus membantumu,".
"Hay, kenapa hanya diam disitu, kalau kalian tidak mau maju biar kami yang gantian maju, Ayo Rita, bi kita serang mereka," ajak Nadia.
"Kabur...........," keempatnya segera berlari terbirit-birit.
"Huuu......cemen,". teriak Rita dan para penonton yang ada disana.
Maaf agak lambat uploadnya karena Author buat novel juga di Youtube. Tapi insya ALLAH novel ini akan Author lanjutkan sampai tamat.
__ADS_1
Terus ikuti Youtube Author" ISTRI KESAYANGAN TUAN YUAN" dan tinggalkan jejak, terimah kasih.