SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 90. ISTRI TUAN DAVE.


__ADS_3

"Kalian semua boleh keluar sekarang, biar masalah ini kami yang tangani," pak manager menyuruh muda-mudi itu untuk pergi.


"Cantik-cantik kok pencinta om-om, kalau kamu mau kami juga bisa. Mau berapa ronde dan gaya apapun kami siap ngeladenin. Bubar-bubar kasihan mata kita tercemari oleh ulah tidak senonoh kedua manusia tidak bermoral itu," ucap seorang pemuda membubarkan teman-temanya.


"Nelza kenapa sampai bisa terjadi seperti ini?," tanya Anita pada Nelza yang kini mulai menangis.


"Aku juga tidak tahu tante, tiba-tiba saja badanku menggigil disertai keringat dingin mengalir deras keluar dari dalam pori-piri kulitku. Fatalnya lagi, Aku tidak bisa menahan nafsu. Aku hanya ingat ada dua perempuan yang membawaku kemari, entah siapa itu Aku juga tidak tahu,".


"Dua perempuan membawamu kemari?," Anita dan Yunita bersamaan.


Nelza mengangguk dan tak berani menatap orang-orang yang ada dalam ruangan itu.


"Jangan-jangan sicupu itu, dia pura-pura terkena obat yang kita campurkan dalam minumanya," bisik Anita pada Yunita.


"Mustahil sekali kalau Nadia yang melakukanya. Aku sendiri yang membawanya kemari. Dia sudah tidak berdaya dan kondisinya sama seperti yang dialami Nelza saat ini. Lagian kalau Nadia yang melakukanya pasti Nelza dengan muda mengenalnya," ujar Mawar yang saat itu ada di dekat mereka.


"Terus siapa kedua perempuan yang dimaksud Nelza barusan?," Anita yang kini mulai menerka-nerka siapa kedua perempuan yang dimaksud Nelza.


Sesaat suasana hening....


"Bagaimana, apa kita jadi menikahkan Jono dengan keluarga kalian itu?," ucap menager hotel memecah keheningan.


"Saya mau pak," ucap satpam parubaya itu dengan antusias.


"Enak saja. kalau punya cermin dipake dong. Sudah bau tanah masih saja suka daun muda," bentak Anita pada pak satpam itu.


"Dianya sendiri yang mau ngeladeni om-om seperti Aku ini,". balas Jono tidak mau kalah.


Nelza semakin menunduk, dia begitu malu mengingat kejadian tadi bersama pak satpam itu.


"Pergi tidak, atau kusumpal mulutmu pake sepatu," tunjuk Anita yang kini semakin emosi.

__ADS_1


"Sudah-sudah, ada baiknya kita pergi, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri," ajak pak manager pada ketiga satpam hotel untuk meninggalkan ruangan itu.


"Terus kemana perginya si cupu?. Atau jangan-jangan dia tahu rencana kita ini?," tanya Yunita.


"Mawar juga tidak tahu, saat Aku mengantar Nadia kemari bersama seorang gadis, dia sudah tidak berdaya. Kami meletakkanya diatas pembaringan ini dengan keringat sudah membasahi tubuhnya. Aku menyuruh gadis itu menjaganya karena pada waktu itu Aku ingin mencari Nelza,".


"Jangan-jangan, gadis itu teman si cupu dan mereka berkomplot untuk menjebak Nelza," ucap Elis.


Plok....plok....plok...


"Benar sekali, Aku yang merancang semuanya. Mengorbankan diriku agar bisa meladeni permainan busuk kalian. Sekarang kalian bisa melihat hasilnya, senjata makan tuan bukan?. Semua orang sudah melihat adegan panas seorang model cantik dengan seorang satpam parubaya," Nadia masuk bersama teman-temanya sembari bertepuk tangan.


"Kurang ajar sekali kamu Culun, berani-beraninya kamu mempermalukan Aku seperti ini,". bentak Nelza sambil menunjuk Nadia.


"Ha ...ha...ha....siapa yang menanam maka dialah yang akan menulai. Seperti itulah hukum alam berjalan. Kalian yang mencoba menjebakku, sekarang kamu sendiri yang masuk kedalam perangkapmu. Nelza...Nelza harusnya kamu perlu berguru lagi pada pesulap merah atau Gus Syamsuddin untuk bisa mengalahkan trik yang Aku gunakan," Nadia sedikit mengangkat ujung bibirnya.


"Nadia tutup mulutmu, harusnya kamu yang ada di posisi ini, bukanya Nelza,". sambung Anita.


Anita dan Elis tidak bisa berkata-kata lagi, ucapan Nadia benar-benar menjadi ancaman bagi kedua perempuan yang selama ini terlihat garang.


"Kenapa kalian berdua diam, mana gigi taring kalian yang selama ini kalian perlihat padaku?, orang-orang seperti kalian ini memang harus di beri pelajaran agar bisa sadar. Yunita dan kamu Mawar, Aku sungguh tidak menyangkah, darah yang mengalir dalam tubuh kita sama, tetapi kenapa kalian tegah menjebakku seperti ini. Aku sudah tidak tahu lagi kalian ini sebenarnya manusia apa setan,".


"Kami memang sengaja melakukanya agar kamu tersingkirkan, dasar anak tidak tahu diuntung. Sudah hidup mewah malah melupakan kami. Kamu itu yang setan bukan kami,". balas Yunita.


"Masih berani juga rupanya mak lampir ini padaku. Mulai besok, kupastikan keluarga kalian akan melarat se larat-laratnya, ingat dan camkan itu baik-baik, Kawan-kawan ayo kita pergi sekarang, kita tinggalkan para penghuni neraka jahannam itu,".


Seketika keringat dingin keluar dari dalam pori-pori Yunita dan Mawar mendengar ancaman Nadia.


Nadia melangkah keluar di ikuti yang lain, mereka benar-benar puas atas kinerja mereka menjebak balik Nelza dan kawan-kawanya.


"Nyonya kita mau kemana sekarang?," Rita yang saat itu mengikuti Nadia bersama yang lain.

__ADS_1


"Sebagai ucapan terima kasihku pada kalian, kita makan-makan. Kalian boleh memilih makanan yang kalian suka, biar Aku yang traktir,".


"Serius......," nabila yang langsung mendahului yang lain.


"Dua rius," balas Nadia.


Kelimanya pun segera menuju kearah restoran yang masih berada dalam hotel yang sama.


Kelimanya menikmati menu istiwa yang di sajikan pihak restoran dengan sangat lahap. Kerja keras mereka akhirnya terbayar dengan menikmati menu istimewa yang entah kapan lagi mereka bisa menikmati itu semua.


"Nadia, apa boleh Aku bertanya sedikit tentangmu?. Soalnya ini yang sedari tadi mengganggu pikiranku," Nabila yang saat itu melap tanganya dengan tissu.


"Katakanlah,". bala Nadia singkat.


"Sebenarnya kamu ini siapa?, kenapa ketiga orang ini memanggilmu nyonya bukanya Nadia seperti Aku memanggilmu?,".


"Orang yang kamu panggil Nadia ini sebenarnya istri seorang pengusaha ternama di kota ini. Aku takut, jika Aku menyebutkan namanya jangtungmu akan segera copot," sambung Rita sambil tertawa.


"Lebay......," tepuk Nadia pada pundak Rita hingga Tania dan Dewi tertawa.


"Memang benar, apa yang di katakan Rita, nyonya Nadia ini adalah istri Tuan Dave,".lanjut Tania yang mulutnya terkadang tidak bisa untuk di kontrol.


Nabila memegangi jantungnya dengan mata melotot.


"Apa aku bilang, kini jantungmu dirajam palu seberat 10 kilo gram bukan?," Rita yang menatap eksperi waja Nabila.


"Kalian serius, Kalau Nadia ini istri pengusaham ternama itu,".


"10 rius malah," balas Rita, Tania dan Dewi bersamaan sedangkan Nadia hanya bisa menggeleng melihat tingkah konyol sahabat-sahabatnya.


"Maafkan Saya nyonya Nadia, Saya benar-benar tidak tahu kalau Anda itu istri tuan Dave," Nabila mengatupkan tanganya di depan dada,".

__ADS_1


Mohon bantuanya sekali lagi untuk berkunjung ke channel YOUTUBE Author" ISTRI KESAYANGAN TUAN YUAN" ceritanya makin menark. Terima kasih.


__ADS_2