SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 104. KERUMAH SAKIT.


__ADS_3

Semua pelayan mension berkumpul untuk menyambut kedatangan Dave dan Nadia.


Goyun memerintahkan seluruh penghuni mension tanpa terkecuali agar berkumpul di ruangan dekat tangga sebelum Dave dan Nadia turun dari atas lantai dua.


"Ada apa lagi kita disuruh berkumpul dengan para babu-babu ini, menjijikkan sekali,".Anita yang saat itu berdiri agak jauh dari para pelayan bersama bersama denga Elis.


"Mau tidak mau kita harus turut, karena ini semua perintah dari kakak. Kalau kita tidak turut maka ibu tahu sendiri akibatnya,". balas Elis sedikit berbisik.


"Kamu masih saja terus menakut-nakuti ibu. Si cupu itu benar-benar bernasib baik, mungkit di kehidupan sebelumnya dia adalah seorang budak yang di siksa sampai akhir hayatnya sehingga di kehidupan ini di menjadi seorang ratu,".


Tidak lama kemudian, muncul Dave dan Nadia dari atas lantai dua.


Dave menggenggam erat tangan Nadia seakan-akan merasa takut kalau Nadia akan jatuh dari tangga.


"Lihatlah kelakuan si cupu, dia benar-benar sudah berlagak seperti ratu, dengan mudahnya dia memerintah Dave tanpa rasa malu sedikit pun. Dia benar-benar tidak sadar apa kalau Dave itu pemilik sekaligus penguasa di mension ini sedangkan dirinya hanya menumpang layaknya para babu-babu itu," tatap sinis Anita melihat kearah Nadia.


"Kakak juga salah, bisa-bisanya dia di perintah oleh si cupu Nadia. Lama-lama si cupu ngelunjak dan menginjak harkat dan martabatnya sebagai pria yang disegani di kota ini,". balas Elis.


"Entahlah, mungkin Dave juga sudah gila karenanya. Ibu heran, penampilan seperti Nadia itu membuat kakakmu jatuh hati sampai sampai-sampai dia bertekuk lutut di hadapanya. Atau jangan-jangan mata Dave sudah rabun dekat melihat si cupu seperti sailor moon?,".


Dari arah tangga tampak Dave dan Nadia berhenti di tengah-tengah tangga.


"Perhatian semua, mulai saat ini kalian semua harus memberikan pelayanan yang terbaik pada nyonya muda. Mulai dari makan dan minum, semua harus kalian cicipi terlebih dulu sebelum kalian mengantarkan padanya. Satu lagi, kalaian semua juga harus jaga jarak dan mencegah siapa pun yang akan mendekatinya tanpa persetujuan dariku terlebih dulu. Ini semua Aku lakukan demi keselamatan istriku dan janin yang ada dalam kandunganya, paham?,".


"Paham tuan,". jawab para pelayan serentak.


Lain hanya dengan Anita dan Elis kedua mata mereka terbuka lebar saat mendengar Dave menyebutkan kata janin.


"Apa? ternyata apa yang di katakan pelayan tadi benar adanya kalau si culun sedang mengandung anak Dave. Hancur sudah harapan kita Elis, Kamu tidak akan mendapatkan apa-apa kalau sampai anak yang di kandung si culun itu anak laki-laki maka hangus sudah warisanmu jatuh pada anak itu. Ini sudah menjadi peraturan di keluarga ini, semua anak laki-laki berhak mendapat warisan sedangkan yang perempuan hanya seiklasnya dari anak laki-laki itu,".

__ADS_1


Seketika raut wajah Anita pucat pasi, harapan Elis mendapat sebagian harta kekayaan dari Dave seketika musnah setelah mendengar kalau Nadia sekarang sedang mengandung anaknya.


"Ibu tenanglah karena belum tentu anak yang dikandung Nadia itu laki-laki, bisa jadi kalau yang lahir nantinya adalah cewek. Jika pun itu anak laki-laki maka kita masih bisa mencari cara untuk menyingkirkanya,".


"Benar juga kamu Elis, lagian masih ada waktu berpikir 270 hari lamanya sebelum anak mereka lahir kedunia,".


Setelah memberi arahan pada para pelayan, Dave dan Nadia melanjutkan langkah mereka menuruni tangga dan langsung keluar mension.


"Sebentar lagi kita akan melihat bayi mungil. Kalau dia cowok pasti wajahnya akan mirip dengan tuan Dave tampan dan berwibawa sedangkan kalau cewek pasti imut dan menggemaskan seperti nyonya Nadia. Aku sungguh tidak sabar lagi menunggu hari itu tiba," ucap seorang pelayang yang begitu gembira.


"Aku juga merasakan hal yang sama denganmu. Sebentar lagi kita akan mendengar tangisan bayi mungil dalam mension dan kita berlomba-lomba untuk mengendongnya,".


"Jangan berhayal terlalu tinggi, mungkin kalau nyonya Nadia masih bisa maklum kalau kita mengendong bayinya tapi jangan harap tuan Dave. Baru hamil saja beliau sudah menyuruh kita menjauhi nyonya Nadia apalagi kalau bayinya sudah lahir nanti,".


"Betul juga katamu, mungkin bayi itu nanti akan di beri laser. Barang siapa yang mendekat selain beliau dan nyonya akan segera hangus. hi..hi..,".


"Kalian disini digaji bukan untuk ngegosip, jadi cepat kerjakan tugas kalian sebelum surat pemecatan itu Aku keluarkan," Anita yang saat itu datang mendekati mereka berdua.


Sementara itu mobil yang membawa Dave dan Nadia melaju menuju kearah rumah sakit tentu saja di kemudikan oleh sekertaris Ken.


Sepanjang perjalanan Dave tidak henti-hentinya mengelus lembut perut rata Nadia dan sesekali menciumnya.


Sepertinya Dave menemukan sebuah permainan baru setelah mengetahui kehamilan Nadia.


"Sayang geli," ucap Nadia menyingkirkan kepala Dave dari perutnya.


"Tidak apa-apa geli sayang, lama-lama kamu juga pasti terbiasa dengan ini. Iyakan dede bayi,". kembali Dave mau mencium perut Nadi tapi segera di tahan oleh Nadia.


"Stop...kataku ini geli, suamiku bisa menghambat tumbuh kembang bayi kita kalau suamiku terus mencium perutku,".

__ADS_1


Seketika Dave menghentikan niatnya.


"Serius?, masa hanya gara-gara mencium perutmu saja bisa mencegah tumbuh kembang bayi kita?,". raut wajah Deve begitu serius menanggapi ucapan Nadia.


"Itu disebabkan adanya tekanan dari luar sehingga ibu sang bayi terus bergerak, bayi yang di dalam kandungan pun bergerak dan merasa terintimidasi sehingga dia tidak mau tumbuh dan berkembang," Nadia mencoba menahan tawa melihat wajah serius Dave.


"Ken, apa benar yang dikatakan istriku barusan kalau mencium perut ibunya akan menghambat pertumbuhan bayinya?,". Dave menggaruki kepalanya dengan raut wajah bingung.


"Maaf tuan, Aku tidak tahu karena Aku belum memiliki istri dan anak,". balas sekertaris Ken yang saat itu sedang fokus mengemudi.


"Iya..iya, kenapa Aku bertanya pada seorang jomlo sepertimu. Ada baiknya Aku tanya pada dokternya nanti setelah kita tiba di rumah sakit. Awas saja kalau sampai kamu membohongiku," Dave yang kini hanya mengusap perut rata Nadia.


Tidak berselang lama kemudian, mobil yang mereka tumpangi tiba juga di sebuah rumah sakit milik keluarga Dave.


Dokter Andy dan beberapa dokter lainya segera menghampiri Dave setelah melihat mobil majikanya itu berhenti di depan pintu utama rumah sakit.


"Selamat pagi tuan dan nyonya," sapa- para Dokter itu bersamaan setelah Dave dan Nadia sudah keluar dari dalam mobil.


"Pagi," balas Nadia tersenyum.


Lain halnya dengan Dave, dia hanya terdiam bak batu bernyawa.


"Andy, apa persiapa tes kehamilan sudah kalian persiapkan dengan baik. Jangan sampai ada kesalahan sedikit pun sehingga melukai istri dan calon bayiku?,".


"Semuanya sudah siap tuan kalau begitu mari kita keruang laboratorium," ajak dokter Andy pada keduanya.


Dave dan Nadi segera melangkah diikuti dokter Andy dan dokter lain dari arah belakang.


YUCH KUNJUNGI CHANEL YOUTUBE AUTHOR YA ..JANGAN LUPA BERI, LIKE, COMENT, SUBSCRIBE DAN SHERE TERIMA KASIH.

__ADS_1



__ADS_2