
Setelah mendapati apa yang dia cari kembali untuk sekali lagi Dave terdiam lalu memperhatikan photo milik Nadia yang saat itu sedikit tersenyum.
Nadia seketika mengerutkan dahinya takkala Dave hanya menatapi potonya.
"Apa suamiku sudah menemukanya?, Kalau begitu, sekarang tolong kirim poto beserta video-videoku," Nadia kembali menarik hendponya dari hadapan Dave.
"Sabarlahlah Aku baru mencarinya,". balas Dave mengalihkan kembali pandangan ke handphon pribadinya.
"Akhirnya ketemu juga," Senyum Dave kemudian membuka media pesan dan mulai mengiri satu-persatu photo dan juga video-video Nadia.
Notifikasi dalam handpone Nadia pun
berbunyi tanda kalau dia baru saja menerima beberapa pesan.
Nadia begitu gembira hingga tanpa sadar dia hampir saja melompat sakin gembiranya.
Nadia mulai membuka pesan yang baru saja di kirim oleh Dave. Pertama-tama Nadia membuka Video yang jumlahnya ada dua.
Satu-persatu Nadia mulai memutarnya. Sesekali dia tertawa sendiri melihat aksinya diatas panggung hingga beberapa kali tanpa
sadar dia menepuk pundak Dave.
Ada rasa bahagia dalam hati Dave melihat Nadia seperti itu.
"Apa kamu senang?," tanya Dave.
"Tentu saja Aku sangat senang, ternyata bila di perhatikan sekilas, Aku aslinya manis juga. Hi ..hi ..hi," kembali Nadia tertawa sendiri tanpa
peduli kalau Dave masih terus menatapnya.
Lama Nadia melakukan itu hingga akhirnya dia terhenti dan sedikit menoleh kearah Dave.
"Maaf, Aku sampai lupa kalau suamiku ada disini," Nadia sedikit menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa!, Sekarang kamu tidurlah tidak baik begadang terlalu malam,".
"Baik, terima kasih atas semuanya. Dan terima kasih juga atas apa yang suamiku lakukan tadi saat kita berada di meja makan,".
Dav tersenyum dan membaringkan tubuhnya diatas pembaringan lalu menarik selimut untuk menutup sekujur tubuhnya.
Nadia kembali kearah sofa setelah sebelumnya memadamkan lampu duduk yang ada di dekat pembaringan Dave.
"Video-video sudah Aku tonton. Sekatang Aku mau lihat semua photo-photoku sebelum Aku
tidur," Nadia kembali menyalakan handphonya dan mulai membuka pesan yang tadi di kirim oleh Dave.
Alangkah terkejutnya Nadia saat hanya menemukan photo-photo Dave dan tanpa satu pun photo-photonya berada didalam sana.
"Suamiku........," Nadia mengucak rambutnya dan menatap Dave yang sudah membungkus tubuhnya dengan selimut.
__ADS_1
Nadia ingin sekali membangunkan Dave tapi dia merasa canggung untuk melakukanya.
"Benar-benar ya!," Sebaiknya Aku tidur juga, besok baru Aku meminta lagi photo-photoku padanya dan menyimpanya di album pemberian Leon,".
Sedikit demi sedikit Nadia mulai membaringkan tubuhnya diatas sofa lalu kemudian menarik selimutnya.
"Selamat malam mimi," Nadia mencium boneka beruang kesayanganya sebelum dia menutup
matanya.
Sementara Dave, yang ada di dalam selimut sedapat mungkin menahan tawa mendengar ocehan Nadia.
Waktu terus bergulir detik berganti menit, menit berganti jam hingga tidak terasa kicauan burung-burung diatas ranting mulai bersautan
menyambut datangnya pagi.
"Ternyata sudah pagi,".
Nadia berdiri, melipat selimut dan memasukkanya kedalam lemari.
Nadia melangkah masuk ke dalam
kamar mandi untuk membersihkan diri dan berkemas.
Tidak lama kemudian Nadia keluar dari kamar kecil itu dan kembali melangkah menuju kearah lemari pakaian Dave.
dan laptop kerjanya.
Setelah semua dirasa cukup, Nadia kembali melangkah menuju kearah lemari pakaianya untuk mengambil album foto pemberian Leon yang waktu itu belum sempat habis di lihatnya.
Dengan senyum bahagia Nadia membuka pintu lemari dan mengeluarkan album foto itu dari
dalam sana.
Nadia menutup kembali daun pintu lemari dan melangkah membawa album foto tersebut ke arah sofa.
Nadia lalu duduk diatas sofa dengan raut wajah begitu bahagia. Sedikit demi sedikit mulai membuka halaman album photo tersebut.
Setelah puas melihat photo-photonya pada halaman pertama Nadia kemudian melanjutkan ke
halama kedua.
Belum juga keseluruhan halaman kedua terbuka, mata Nadia tiba-tiba melotot.
Nadia begitu kaget melihat perubahan dalam photo pada halam kedua.
"Astaga...kenapa wajah Leon berubah seperti ini?. Perasaan malam itu tidak seperti ini,". Nadia sambil mengerutkan dahinya.
Bagaimana Nadia tidak kaget!, semua photo-photo Leon sudah di tergantikan dengan gambar orang lain.
__ADS_1
"Loh.....malam itu foto Leon gaya dan penampilanya tidak seperti ini kok pagi ini sudah berubah dan terganti dengan foto orang asing," Nadia menggaruki kepalanya sakin heranya.
"Sepertinya Aku tidak asing dengan orang ini tapi siapa?,".
Lama Nadia memperhatika photo pengganti Leon hingga akhirnya dia menatap kearah pembaringan dimana Dave masih terlihat tertidur
pulas sambil memeluk guling.
"Oooo... Aku tahu siapa pelakunya," Nadia berdiri dari atas sofa dan melangkah mendekat kearah Dave.
"Suamiku ini sudah pagi. Ada baiknya Suamiku bangun sekarang. Paman Goyun dan sekertarin Ken pasti sudah sedari tadi menunggui Anda" Nadia menggoyang-goyangkan tubuh
Dave.
"Umhh...ini sudah jam berapa?," tanya Dave sambil merenggangkan otot ototnya.
"Sudah jam delapan Suamiku," ucap Nadia santai sambil melipat kedua tanganya di depan dada.
"Apa!, jam delapan?," Seketika Dave terbangun dan langsung duduk diatas pembaringan.
"Kenapa lambat sekali membangunkanku?," tatap Dave
pada Nadia sembari memperbaiki tatanan rambutnya.
"Salah suamiku sendiri, kenapa suamiku sampai begadang hingga larut malam,". Nadia yang masih menatap tajam pada Dave.
"Maksud kamu apa?," balas Dave lalu berdiri.
"Semalam suamiku yang mengganti phooto-photo Leon dengan foto-foto suamiku bukan?,".
"Mana ada," kilah Dave tanpa berani menatap Nadia.
"Kalau bukan suamiku, lalu siapa?, masa photo-photo itu bisa berganti sendiri tanpa ada yang menggantinya. Coba lihat ini, Ini photo masa kecil suamiku bukan?," Nadia membuka kembali album photo dan memperlihatkanya pada Dave.
"Iya betul, ini photo-photo Aku, kenapa bisa berpindah kesini. Oh...Aku tahu, kamu pasti sengaja melakukanya agar kamu bisa memperlihatkan pada teman-temanmu kalau sebenarnya dari dulu kita sahabatan," Dave menatap foto dirinya dalam album itu.
"Malah bertanya balik, suamikukan yang melakukan semua ini semalam?. Pantas saja Suamiku terlambat bangun karena lembur mengganti photo-poto Leon dengan poto suamiku,".
"Mana ada, pasti dia pindah sendiri," Dave kembali berkilah lalu langsung masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya dari dalam sana.
"Suamiku, Aku belum selesai bicara denganmu," teriak Nadia sambil mengetuk daun pintu kamar mandi.
"Biarkan saja seperti itu, harusnya kamu bangga photoku bisa berdampingan denganmu, Bukanya dengan photo pria tak jelas itu," balas Dave dengan suara gemercik air yang mulai menetes dari dalam sana.
"Hii...," Nadia menghentak-hentakkan kakinya diatas lantai, menendang daun pintu satu kali lalu berbalik menuju kearah lemari untuk menyimpan album foto yang dirasa sudah tidak original lagi karena ulah Dave.
TERUS BERI DUKUNGAN DENGAN CARA LIKE, VOTE, COMENT DAN SHERE. SERTA BANTU AUTHOR DI CHANNEL YOUTUBE" PEWARIS TERAKHIR SANG PRESDIR" TERIMA KASIH.
__ADS_1