SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 69. TIDAK KUDAPAT GADISMU KU TUNGGU JANDAMU.


__ADS_3

"Perusahaan kita kembali mengalami krisis. Semua perusahaan yang mengadakan kerja sama dengan perusahaan kita memutus sepihak


kerjasama yang sudah di sepakati secara bersama," Rudy menyandarkan tubuhnya di punggung sofa dan menegadah keatas langit-langit ruang tamu.


'"Apa?, memutuskan secara sepihak, bagaimana bisa?,". Yunita yang begitu kaget mendengar jawaban dari Rudy.


"Aku juga tidak tahu, tiba-tiba saja mereka menarik dana mereka dengan alasan yang tidak masuk diakal,".


Rudy yang masih dengan posisi


yang sama.


"Astaga, jadi apa yang harus kita lakukan sekarang. Tidak mungkin bukan kita hanya berdiam diri saja seperti ini melihat kebangkrutan perusahaan kita?,".


"Aku juga bingung, harus berbuat apa lagi, semua bank telah Aku datangi untuk meminta bantuan tapi, tidak satu pun dari mereka yang mau meminjamkan dana pada perusahan yang nilai jual sahamnya sudah anjlok,".


"Kenapa ayah dan ibu tidak meminta bantuan pada Nadia. Mawar yakin, Tuan Dave pasti tidak akan bisa menolak jika Nadia yang meminta


padanya, toh sekarang Tuan Dave sudah sangat takut kehilangan dirinya," Mawar yang asyik memainkankan handphonenya.


"Benar kata Mawar Mas, Nadia satu-satunya orang yang bisa membantu kita dalam menyelesaikan masalah ini," tatap Yunita pada


Rudy.


"Seperti Itu juga yang ada pikirkanku.


Persoalanya, apa Nadia mau menolong kita setelah apa yang kita lakukan padanya selama ini?,".


"Dia pasti mau, besok pagi kita temui dia setelah Tuan Dave berangkat bekerja," Yunita berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan


tempat itu.


Sementara itu, Leon yang baru saja tiba di toko kue Nadia segera mendudukkan tubuhnya diatas sofa.


Belum juga beberapa menit dia duduk disana, tiba-tiba saja handphone berdering.


Leon segera mengeluarkan handphonenya dari dalam satu celananya.


"Hallo," jawab Leon setelah sambungan telepon dengan si penelpon terjalin.


"Maaf Tuan kalau Saya mengganggu kegiatan Anda, semua tugas yang telah Tuan amanahkan pada Saya sudah saya kerjakan. Perusahaan


Rudy kini mulai kewalahan mencari pinjaman modal dan sebentar lagi perusahaan itu akan gulung tikar dengan hutang yang terbilang cukup


besar," balas si penelpon yang tak lain adalah sekertaris Leon.

__ADS_1


"Bagus, pantau terus perkembanganya dan beri laporan padaku jika ada perusahaan atau bank yang ingin memberi bantuan pada perusahan itu,".


"Baik Tuan," balas si penelpon lalu memutuskan sambungan telepon mereka.


"Akhir, keluarga Rudy menanggung semuanya, ini adalah balasan karena mereka telah memperlakukan Nadia secara semenah-menah,".


Leon dengan tatapan kosong sembari memukul-mukulkan handphonenya ke telapak tanganya.


"Ee... nak Leon, kenapa tidak bilang kau nak Leon mau datang kemari!," bi Ona yang baru saja datang dari arah dapur.


"Leon Kebetulan lewat bi, jadi Leon mampir sejenak, ngomong-ngomong apa Nadia sudah pulang setelah Dave mengadakan jumpa pers tadi pagi?,".


"Sepertinya begitu, Nona Nadia tidak sempat kemari karena Tuan Dave langsung menjemputnya di bandara,".


"Jadi Dave langsung membawa Nadia pulang?, kalau begitu pasti mereka lagi berdua-duan. Bibi punya kontak Nadia tidak?,".


"Nak Leon mau ngapain?," tanya bi Ona heran.


"Mau ngerjain si sombong itu saja, tolong berikan pada Leon bi,".


"Kamu ini, biarkan mereka bahagia dan jangan mengusiknya lagi," bi Ona mendudukkan tubuhnya di atas sofa.


"Cuman gerjain doang kok bi, please," Leon mengatupkan kedua tanganya di depan dada.


"Baiklah, tapi kamu harus janji, ini yang pertama dan terakhir kalinya,".


Setelah mendapat persetujuan dari Leon, Bi Ona segera berdiri dan kembali melangkah menuju kearah daput untuk mengambil handphone.


Butuh beberapa menit saja, kini bi Ona keluar bersama Rita yang saat itu sedang membawa nampan berisi minuman dingin dan sebuah toples berisi kue kering.


"Silahkan di minum!," ucap Rita sembari meletakkan minuman dingin depan Leon.


"hummmm....," balas Leon tanpa menatap kearah Rita.


"Sombong sekali, Terima kasih kek, Apa kek,".


Rita berdiri dan duduk di samping bi


Ona.


"Apa katamu, kamu mengataiku sombong," Leon memplototkan matanya kearah Rita.


"Apa coba, kalau bukan sombong, sudah di suguhi minuman jawabanya cuman humm....," balas Rita tidak mau kalah.


"Kamu satu-satunya perempuan yang berani menentangku, Apa kamu tidak takut dengan, Ah!," bentak Leon lagi apa Rita.

__ADS_1


"Untuk apa juga Aku takut denganmu, kamu itu bukan malaikat pencabut nyawa yang harus Aku takuti,".


"Hiiii.....," Leon membunyikan rahangnya mendengar jawaban dari Rita.


"Sudah-sudah, kalian ini seperti kucing dan tikus saja saat bertemu. Nak Leon, kalau kamu terus mengganggu Rita, bibi tidak akan memberikan kontak Nona Nadia padamu," Ancam bi Ona pada Leon dan sekitika itu juga nyali Leon menciut.


"Ba....aik bibi, Leon tidak akan mengganggu dia lagi," Leon dengan suara terbata-bata.


"Bagus kalau begitu, ini ambillah," bi Ona menyerahkan handphonenya pada Leon.


Leon segera mengambil hanphone tersebut dan menyimpan kontak Nadia ke dalam handphonya.


"Terima kasih bi," Leon mengembalikan handphone milik bi Ona.


Setelah menyimpan kontak Nadia kedalam handphonenya, Leon memulai aksinya.


Pertama-tama Leon menulis pesan singkat yang isinya kira-kira seperti ini, lalu mengirimnya.


"Hay Nadia, lagi ngapain?, Aku Leon teman masa kecilmu,".


Tidak lama kemudian sebuah balasan pesan singkat pun masuk. Leon kemudian membuka isi pesan singkat tersebut dengan mata melotot.


"Oh Leon!, Maaf, Aku lagi sibuk melayani suamiku. Hampir sudah 1 jam lamanya dia memangsaku diatas pembaringan tapi tetap saja


tidak ada matinya.".


Seketika Leon mendekatkan hendphone di depan mata, dia tidak yakin apa yang baru saja di bacanya.


"Pasti si sabun Dove itu yang membalasnya, tidak mungkin Nadia berkata jorok seperti ini, awas saja kamu sabun Dove, Aku akan


membalasmu," Kembali Leon memainkan kedua ibu jarinya pada papan kaybord handphone.


"Apa kamu puas?. Takutnya nafsu kuda tenaga ayam, Nafsu doang yang tinggu tapi keluarnya cepat, tidak sama jika kamu bersamaku nanti.


Tidak ku dapat gadismu maka kutunggu jandamu sayangku," Leon mengirimnya pesan yang baru saja dia ketik lalu kemudian tertawa terbahak-bahak hingga membuat bi Ona dan Rita saling menatap lalu mengedikkan bahu mereka secara bersamaan.


Sementara itu di mension, tampak Dave begitu geram membaca pesan yang baru saja dikirimkan oleh Leon.


Hatinya begitu kacau, dia begitu takut kalau Leon benar-benar merebut Nadia darinya.


Semasih Nadia di dalam kamar mandi, Dave menghubungi Goyun dan menyuruhnya datang bersama beberapa pelayan.


Tidak lama kemudian beberapa ketukan dari arah pintu terdengar. Dave segera membuka pintu dan mendapati Goyun dan beberapa pelayan berdiri disana.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara coment, like, shere dan vote terima kasih dan terus kunjungi youtube Author karena akan banyak novel terbaru disana. Terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2