SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 84. ACARA REUNI.


__ADS_3

"Markonah....," Diana berdiri kaget dari tempat duduknya sambil memegangi pipinya.


Pria berjas itu pun ikut kaget melihat siapa yang berdiri di belakanya.


"Iya Aku....., Dari dulu memang mulutmu itu seperti belati berkepala dua. Kamu baik di didepan tapi menikam dibalakang. Diana, dulu Aku sering mengalah padamu karena Aku menghormati kedua orang tuamu yang sudah merawat dan juga membesarkanku. Tapi sekarang kamu jangan harap Aku akan jadi malaikat setelah apa yang telah kamu perbuat padaku,". emosi bi Ona sudah memuncak.


"Yun, kamu bisa lihat sendiri bukan sifat asli perempuan yang selama ini kamu puja-puja. Kelakuanya kasar dan ucapanya seperti perempuan tidak berpendidikan sama sekali,". Diana mencoba mencari pembelaan pada pria itu.


"Harusnya ucapan itu kamu tujukan pada dirimu sendiri. Kelihatanya saja berpendidikan tapi akhlakmu tidak ada. Kamukan yang menyuruh orang-orang mengusirku dari kampung dan menuduhku berbuat yang bukan-bukan dengan pria ini. Padahal kamu dan pria ini yang berada didalam kamar dengan bertelanjang dada. Pantas saja sekarang banyak orang berpendidikan tapi nilai moralnya nol. Apa ini salah satu tanda akhir zaman?,". senyum sinis bi Ona pada Diana.


"Dasar perempuan tidak tahu di untung, sudah diberi hidup mewah tetap saja berperilaku buruk. Anjing saja bila dirawat dengan baik akan menurut pada majikanya sedangkan kamu malah ingin membunuh orang yang selama ini berjasa padamu,".


"Kamu dan keluargamu itu sama saja, membesarkan dan merawatku karena ada maksud lain. Ibumu menginginkan tanah peninggalan ibuku, ayahmu ingin mencicipi tubuhku dan sedangkan kamu ingin memiliki pria yang sama sekali tidak menyukaimu,".


"Tutup mulutmu Markonah, kamu boleh menghinaku tapi jangan coba-coba menghina ibu dan ayahku,". amarah Diana semakin memuncak.


"Siapa yang menghina ibu dan ayahmu. Semua surat-surat penting keluargaku atas namaku ingin dibalik nama ibumu atas namanya. Sedangkan malam itu ayahmu masuk ke dalam kamar saat Aku tertidur lelap dan merabah semua tubuhku, untung saja Aku terbagung dari tidurku kalau tidak mungkin tua bangka itu sudah memperk0s4ku. Kalau kamu tidak percaya dengan ceritaku pertemukan Aku dengan mereka biar Aku kuliti kalian sekalian,".


Seketika Diana tertunduk lemas.


"Sudalah, Aku tidak ada waktu buat ngeladeni kamu," bi Ona segera melangkah.


"Ona tunggu dulu," cegah pria itu pada bi Ona.


Bi Ona tak menggubris sama sekali perkataan pria itu, Dia terus saja melangkah kearah pintu keluar.


"Ona, tolong dengarkan penjelasanku terlebih dulu," pria itu menarik pergelangan tangan bi Ona.


"Tidak ada lagi yang bisa di jelaskan Goyun, semuanya sudah jeles, Kamu sudah menghianati janji suci kita," bi Ona menghempaskan pengangan tangan Goyun.


"Percayalah padaku Markonah, Hanya kamu satu-satunya wanita yang ada dalam goresan hatiku. Bila ada yang lain itu hanyalah ibuku. Aku berani sumpah demi arwah beliau,".


"Tidak usah bersumpah pada arwah orang yang sudah meninggal,".


"Terus Aku harus bersumpah demi Apa, agar Aku bisa meyakinkan kalau Aku benar-benar menyayangimu,".


"Bersumpahlah untuk dirimu sendiri,"

__ADS_1


"Markonah, Aku bersumpah padamu demi langit dan bumi kalau sampai saat ini Aku masih perjaka. Aku tidak akan memberikan ke perjakaku ini pada perempuan lain selain dirimu,".


Seketika wajah bi Ona memerah, entah menahan malu atau merasa bahagia karena pria idamanya masih menjaga kesucianya demi dirinya.


"Aku juga sama, Aku tidak akan memberiksn mahkotaku pada pria mana pun selain dirimu Goyun,".


"Terima kasih sayang, Aku benar-benar mencintaimu," Goyun memeluk erat tubuh bi Ona. Rasa Rindunya pada perempuan yang selama ini dia rindukan akhirnya dapat terobati juga.


*************


Satu minggu setelah itu......


Di kediaman Rudy tampak Nelza dan juga Mawar sedang duduk diruang tamu.


Sepertinya kedua perempuan cantik itu sudah bersiap-siap berangkat kesuatu tempat untuk acara penting.


"Mawar, apa rencana reunian kali ini sudah kamu persiapkan sebaik mungkin?," tanya Nelza.


"Tentu, acara reunian kali ini pasti akan sangat meriah. Para Alumni SMA 80 akan datang memeriahkan acara. Semua undangan pun sudah Aku sebar luas,". balas Mawar.


Terus bagaimana dengan rencana kita yang lain?, apa kamu sudah mempersiapkan semuanya juga dengan matang. Jangan sampai target kita kali ini lolos,".


"Bagus kalau begitu. Kabari tante, Anita, ibumu dan juga Elis agar mereka bisa bersiap-siap disana, untuk menyusun rencana kita dengan baik. Tapi ingat jangan sampai ada yang tahu,".


"Tenang saja, kamu tinggal terima beres,".


Setelah melakukan obrolan yang cukup panjang Nelza dan Mawar pun segera keluar dari dalam rumah dan pergi menggunakan kendaraan mewah milik Nelza menuju kesebuah hotel mewah yang ada di kota itu.


Sedangkan di Toko kue Nadia......


Tampak Rita sedang duduk dikursi dengan pakaian sudah rapi. Hari ini Nadia mengajak Rita mengikuti acara reunian SMA 80.


"Apa Nyonya Nadia sudah datang?," tanya bi Ona yang baru saja keluar dari arah dapur.


"Belum bi, sepertinya Nyonya melayani kebutuhan tuan Dave terlebih dulu sebelum beliau kemari,"


"Mungkin juga seperti itu. Kita semua juga tahu siapa tuan Dave. Dia tidak akan mau bila bukan nyonya Nadia yang menyiapkan semua kebutuhnya kesaharianya, padahal di mension banyak yang bisa melakukanya,"

__ADS_1


"Mungkin beliau tidak mau dilayani kalau bukan nyonya sendiri yang melakukanya,".


Dari arah pintu, tampak Nadia masuk kedalam toko.


"Assalamualaikum,".


"Waalaikumsalam," balas Rita dan bi Ona bersamaan.


"Maaf Rit, Aku sampai terlambat," Nadia dengan perasaan tidak enak hati karena sudah membuat Rita menunggu lama.


"Tidak apa-apa nyonya, Saya paham,".


"Apa kita sudah bisa berangkat sekarang?," lanjut Rita.


"Tunggu, Aku dandan dulu lalu ganti baju. Aku tidak sempat melakukanya di mension, Suamiku pasti melarang kita ke reunian kalau dia sampai tahu padahal Aku sangat Rindu dengan teman-teman SMA dulu,".


"Baiklah, tapi jangan lama-lama takutnya kita terlambat tiba disana,".


"Kamu tenang saja tidak bakalan lama kok,".


Nadia masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian dan juga merias diri.


Betuh waktu sekitar 30 menit akhirnya Nadia keluar dengan pakaian sudah rapi dan rambut masih di kepang seperti dulu.


Setelah semua persiapa sudah cukup, keduanya pun mohon diri pada bi Ona.


Sebuah taxi online sudah terparkir di depan toko menunggu kedatangan mereka berdua.


Nadia dan Rita keluar dari dalam toko dan langsung masuk kedalam taxi.


"Kalian hati-hati disana dan cepat pulang sebelum tuan Dave datang mencari Nyonya,". ucap bi Ona yang berdiri di depan pintu.


"Tenang saja bi, semuanya akan berjalan lanjar," balas Nadia yang sudah duduk rapi bersama Rita di dalam taxi.


Tidak lama kemudian mobil taxi sedikit demi sedikit meninggalkan tempat itu.


Jangan lupa untuk terus mengikuti novel" ISTRI KESAYANGAN TUAN YUAN," di Youtube terimah kasih.

__ADS_1



__ADS_2