SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 76 . PERDEBATAN NADIA.


__ADS_3

Ada sekutar 20 menit mereka menunggu hingga sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan pintu masuk.


"Ayo berangkat, sekertaris Ken sudah tiba," Nadia berdiri dari atas sofa diikuti oleh bi Ona dan Rita.


"Kita mau kemana sekarang Nyonya?," tanya Ken menatap Nadia dari dalam kaca pion.


"Tolong antar kami ke mall panakukang, sekertaris Ken," jawab Nadia.


"Baik Nyonya,".


Sedikit demi sedikit mobil meninggalkan toko menuju sebuah mall besar yang ada di kota itu.


Tidak butuh waktu lama sekertaris Ken sudah memarkirkan kendaraanya diarea parkiran yang sudah disediakan oleh pihak pengelolah mall.


Ketiganya langsung keluar setelah sekertaris Ken membuka pintu buat mereka.


"Eetsss.... Brada E kamu mau kemana?," cegah Nadia pada sekertaris Ken dengan membentangkan tanganya ke depan dada.


"Tuan Dave menyuruh Saya untuk mengikuti Nona,". balas sekertaris Ken dengan minik wajah heran.


"Kamu diluar saja, dengan adanya kamu bersama kami orang-orang pada takut mendekati,".


"Tapi ini perintah, Aku tidak mau kalau sampai Tuan Dave ngamuk pada Saya dan meruntuhkan seluruh bangunan mall ini,".


"Kamu jangan menakut-nakuti kami. Lagian mana Tuanmu itu tahu kalau bukan kamu sendiri yang bilang padanya,".


"Kalau begitu Aku telepon beliau dulu dan bilang kalau Nyonya tidak perlu pengawalan,".


Sekertaris Ken mengeluarkankan handphoneya dari dalam saku celananya.


"Dasar tukang lapor. Baiklah, kamu boleh ikut tapi jaga jarak dari kami. Ayo pasukan kita lest go...," ajak Nadia pada bi Ona dan Rita.


"Dasar perempuan, maunya menang sendiri. Pantasan saja Tuan Dave kalah nyali. ternyata beliau memiliki istri seperti angsa mengeram,". sekertaris ken tersenyum membayangkan Dave yang biasanya suka menindas orang harus tertindas balik oleh Nadia.


Ketiganya terus melangkah hingga masuk kedalam mall dan tentunya diikuti sekertaris Ken dari arah kejauhan.


Mereka bertiga langsung menuju kearah toko untuk membeli handphon buat bi Ona sebagai hadiah ulang tahun dari Nadia.

__ADS_1


"Apa ada bisa kami bantu," sambut seorang karyawati toko tersebut.


"Kami mau mencari handphone buat bibi Saya ini," jawab Nadia.


"Kalau begitu silahkan kesana," tunjuk karyawan tadi mengarahkan mereka.


"Tapi kami mau kesana, sepertinya handphone-handphone yang disana bagus-bagus,". tunjuk Nadia kearah berlawanan.


"Maaf mba, disana harga handphonenya paling murah 20 juta sedangkan yang Aku tunjukkan tadi harga bervariasi antara 2 sampai 4 juta saja,". balas sang karyawati menjelaskan dengan detail harga handphone yang mereka jual.


Seketika Nadia mengerutkan dahinya mendengan ucapan karyawati tersebut.


"Sudahlah Nyonya, ada baiknya kita ke sana saja. Harga 2 jutaan sudah pas buat orang tus bibi ini,".


Bi Ona yang mulai melihat kemarahan pada wajah Nadia.


"Tidak boleh seperti itu bi, Nadia tidak mau menghadiakan bibi handphone biasa, pokoknya ini hari spesial bibi makan hadianya juga harus spesial. Ayo kita kesana,". Nadia menarik pergelangan tangan bi Ona menuju ke box kaca yang memaparkan handphone keluaran terbaru dengan harga terbilang fantastik.


"Nona tunggu dulu!," sang Karyawati mengekori mereka dari arah belakang.


"Begini bu, Nona ini bersikeras datang keruangan handpone berkelas kita, padahal Saya sudah katakan pada mereka kalau handphone disini rata-rata harganya diatas 20 jutaan,". balas karyawan tadi mulai gugup setelah atasanya datang.


Sebelum menjawab sang pemilik toko memperhatikan dengan saksama Nadia, bi Ona serta Rita dari ujung kaki sampai ujung rambut dan tidak ada sedikit pun dia melihat ada yang spesial dari ketiga orang itu, semuanya biasa-biasa saja.


"Kelas kalian bukan disini, tetapi disana," kembali sang pemilik toko menunjuk kearah box kaca yang sempat di tunjukan sang Karyawati tadi pada Nadia.


"Ini sekolah apa penjual handphone shi, pake kelas-kelas segala. Pokonya kami mau membeli handphone yang ada disini," tegas Nadia.


"Maaf Nona kami tidak menyicilkan hanphone kami,". balas sang pemilik.


"Siapa juga yang mau menyicil handphone kalian. Jangan karena melihat penampilan kami biasa-biasa saja maka kalian mengira kami ini orang miskin. Coba kalian tunjuk dimana diantara handphone-handphone kalian disini yang paling ter....ter ...dan mahal," sedapat mungkin Nadia menahan emosinya.


"Kasihan si miskin berlagak kaya, tidak usah memaksakan keuangan demi untuk sebuah pengakuaan kalau kalian itu kaya. Dari pakaian kalian saja sudah terlihat kalau kalian hanya orang biasa yang ingin memiliki handphone mahal," tatap sinis pemilik toko pada ketiganya.


"Sudalah Nyonya tidak baik membuat keributan disini, malu dilihatin orang," bi Ona mencoba menarik tangan Nadia untuk keluar dari dalam toko tersebut.


"Tidak bi, orang sombong seperti mereka ini memang harus di beri pelajaran agar mereka tidak melihat orang dari sisi penampilanya saja. Hay kalian berdua, coba tunjukkan pada kami handphone yang menurut kalian termahal dan kaluan sekarang juga dua buah biar kami cash langsung dihadapan kalian," kini Nadia bertambah emosi.

__ADS_1


Seketika bi Ona dan Rita menutup mulut dengan kedua buah tanganya.


"Sombong sekali. Pembungkusnya saja belum tentu kalian bisa beli apalagi isinya,". perempuan parubaya itu sedikit mengangkat ujung bibirnya.


"Baiklah, bagaimana kalau Aku mampu membeli dua hanphonen termahal dari toko kalian ini. Taruhan apa yang akan kalian berikan padaku?,".


"Aku sebagai pemilik toko akan pindah dari sini dan mencari tempat lain, tapi jika kalian tidak bisa membelinya dengan uang cash atau kartu ATM maka kalian bertiga akan menjadi budakku selama 1 tahun tanpa gaji, bagaimana?,".


"Deal........," Nadia menyodorkan tanganya kearah perempuan parubaya itu.


"Deal........," sambut perempuat parubaya tersebut.


"Baiklah sekarang keluarkan handphone kalian itu biar kami lihat sebelum kami membelinya,".


"Wati, cepat keluarkan hanphone termahal kita pada gadis sombong ini. Aku mau lihat apa dia mampu membayar atau dia hanya ngomong belaka saja," perintah sang pemilik toko pada karyawanya.


"Baik bu," sang karyawati pun segera menuju kesebuah lemari kaca yang memaparkan sebuah handphone dengan daya tarik cukup kuat bagi siapa saja yang melihatnya.


"Ini bu,"


"Nah sekarang ambil dan lihat dengan saksama, awas kalau sampai lecet kamu harus ganti rugi dua kali lipat dari harga seharusnya,".


Nadia pun mengambil handphone tersebut dari tangan si pemilik toko.


"Handphone ini benar-benar elegant di pandang dari segimana pun, tampilanya tetap unik dan mewah. Pastas saja hemphone ini memiliki harga yang terbilang mahal," ucap Nadia dalam hati.


"Bagaimana, apa kamu mulai berubah pikiran, setelah melihat bentuknya. Belum lagi kalau Aku sebut harganya, mungkin kamu sudah lari terbirit-birit,".


"Bagiku ini hanya handphone biasa dan fungsinya pun sama dengan handphone pada umumnya. Tapi baiklah coba sebutkan berapa harga handphone ini?,"


"Kamu yakin ingin mengetahui harga handphone ini?. Tapi sebelum Aku menyebutkan nominalnya persiapkan jantung kalian terlebih dulu,".


"Lama.......,". protes Nadia.


Terus dukung channel Author di youtube ya dengan memberi sucbscreber, like, coment dan nyalakan lonceng notifikasinya agar tidak ketinggalan video terbaru dari Author. Terima kasih.


__ADS_1


__ADS_2