
"Tuan Rudy akhirnya Anda datang juga," sambut seorang pria parubaya sembari menyalami tangan Rudy.
"Apa semuanya berjalan dengan lancar?," tanya Rudy sambil melepaskan jabatan tanganya.
"Semuanya lancar dan terkendali hanya ada beberapa orang saja yang tidak berpihak pada kita, Tapi itu tidak mengapa dan tidak akan mengganggu rencana kita asal Tuan bersedia menyediakan apa yang telah kita sepakati secara bersama," balas pria parubaya itu pada Rudy sembali tersenyum tipis.
"Lakukan yang terbaik setelah semuanya berhasil kamu bisa datang ke perusahaanku untuk mengambil jeripaya kalian ini," balas
Rudy.
"Tuan tenang saja kami akan melakukanya dengan sangat hati-hati. Masalah jeripayanya itu
tidak masalah setelah semuanya selesai kami akan segera menemui Anda lagi,".
"Baiklah kalau begitu Aku permisi dulu karena sebentar lagi acara final akan segera di mulai,".
Rudy mengulurkan tanganya untuk menyalami pria parubaya tersebut.
"Silahkan, kami sangat senang bekerja sama dengan Anda," pria paru baya tersebut menyambut uluran tangan Rudy.
Rudy berbalik dan kembali membuka pintu. Seperti sebelumnya sebelum keluar dari dalam ruangan itu, Rudy kembali menegok kiri dan kanan. Setelah dirasa aman Rudy kemudian
keluar dari dalam ruangan itu dan bergegas pergi dari sana.
Sepeninggalan Rudy, ketiga pria berjas yang tadi memantau Rudy dari arah kejahuan mulai mendekat kearah ruangan yang sempat Rudy masuki.
Ketiganya segera masuk dan tak lupa menguncinya dari dalam sana.
Kita kembali lagi ke acara lomba. Acara final kali ini bukan lagi di selenggarakan di dalam ruangan aula mainkan di dalam mall tersebut.
Suara alunan musik mulai mendayu diiringi riuh suara penonton yang sudah tak sabar untuk menantikan jalanya lomba itu.
Ketiga peserta masih berada dalam sebuah ruangan yang sengaja di rancang khusus dan dihubungkan langsung dengan panggung kontes.
"Selamat sore semuanya, Kalian pasti sudah tidak sabar lagi untuk menyaksikan jalanya lomba bukan?, Ya, begitu juga dengan kami.
Baiklah, sebelum kita memulai lomba ini ada baiknya kami bacakan beberapa hal penting sebelum lomba ini dimulai. Dalam babak final ini,
masing-masing peserta di haruskan
mengenakan dua pakaian. Pertama baju pengantin, yang kedua baju formal. Sistem penilaian dalam perlombaan ini yaitu empat puluh persen penilaian dari penonton dan
enam puluh persenya lagi dari dewan juri. Para penonton bisa melakukan vote melalui vocer yang kalian dapatkan dari setiap pembelian
barang dalam mall ini," ucap seorang MC yang berdiri tepat ditengah-tengah panggung.
"Ternyata kita sebagai penonton juga mendapat kesempatan untuk menilai siapa peserta terbaik menurut versi kita masing-masing," ucap
__ADS_1
seorang pengunjung mall pada kawanya yang sudah tidak sabar menantikan jalanya perlomba
itu.
"Betul katamu, tapi sayang sekali harusnya lima puluh lima puluh. Penilaian dari dewan juri lima
puluh persen dan kita sebagai penonton mendapatkan kesempatan juga lima puluh persen itu baru adil bukan," balas temanya.
"Menurut Aku juga seharusnya seperti itu tapi apa daya semua sudah di tentukan oleh pihak panitianya,".
"Baiklah kalau begitu, untuk mempersingkat waktu mari kita saksikan penampilan ketiga para pinalis menggunakan gaun pengantin. kita mulai dari Nabila, peserta pertama yang akan maju dan mempertontontan gaun penganti yang dia kenakan, kalau begitu
kita sambut peserta pertama atas nama Na ..bila.....,".
Gemuru tepuk tangan dan siulan pun terdengar memecah isi dalam ruangan mall.
Pintu ruangan yang di tempati Nabila terbuka dan keluarlah seorang gadis cantik mengenakan gaun pengantin berwarna merah dari dalam ruangan itu ditemani oleh penata rias dan
juga disenernya dari arah belakang.
"Nabila...Nabila ...Nabila," para pendukung Nabila menyebut Nama Nabila sembari bertepuk tangan.
Nabila tersenyum sembari melambaikan tanganya.
"Nabila begitu cantik, Aku yakin dialah yang akan memboyong piala kali ini," ucap pendukung Nabila.
Nabila terus melangkah hingga dia berhenti tepat di depan penonton dan melambaikan tanganya sembari tersenyum manis.
Ada beberapa detik Nabila disana hingga dia kembali berbalik dan melangkah menuju ke ruanganya
semula.
"Itulah tadi penampilan Nabila sebagai peserta pertama. Mana pendungkung dari Nabila," ucap
MC sembari mengangkat tanganya ke udara.
Tepuk tangan pun terdengar dari bawah panggung. Para pendukung Nabila dengan antusias bertepuk tangan untuk memberi dukungan dan semangat pada Nabila.
"Nona Nabila.., siapa yang punya, Nona Nabila siapa yang punya Nona Nabila sapa yang punya yang punya kita semua," yel -yel para
pendukung Nabila terdengar menggema dalam ruangan itu.
"Wow ...ternyata pendukung Nabila yang ada disini sangat banyak. Kalau kalian ingin Nabila maju sebagai pemenangnya kalian jangan lupa
belanja yang banyak dan tukarkan vocer kalian masing-masing untuk mendukung Nadia maju sebagai pemenang dalam lomba ini. Selagi para pendukung Nabila menukar vocer belanjaan mereka masing-masing ada baiknya kita
beralih ke peserta nomor dua yaitu Mawar. Mana pendukungnya Mawar Saya mau lihat apa pendukung Mawar lebih banyak dari Nabila....?,".
__ADS_1
Pendukung Mawar tidak sebanyak dengan pendukung Nabila hingga membuat wajah Yunita tiba-tiba saja berubah panik.
"Mas bagaimana ini!,?,"
"Kamu tenanglah, semua
sudah terkendali," Rudy dengan wajah biasa-biasa saja seperti sebelum-sebelumnya.
"Apa maksudmu dengan sudah terkendali?," tanya Yunita begitu heran.
"Nanti kamu bisa lihat sendiri, jadi santailah dan nikmati saja jalanya lomba ini," Rudy tersenyum tipis
pada Yunita.
Mau tidak mau terpaksa Yunita diam dan kembali menatap keatas panggung.
Ruangan nomor dua pun terbuka dan keluarlah Mawar dari dalam sana mengenakan gaun pengantin berwarna biru pemberian Leon waktu itu.
Mawar melangkah maju dan di ikuti penata riasnya dari arah belakang sembari mengankat gaun penganting milik Mawar.
Mawar melambaikan tangan bak artis sembari tersenyum kearah penonton terutama kepada para pendukungnya.
Mawar berhenti sejenak
lalu kemudian berbalik badan kembali keruanganya.
Kembali tepuk tangan pun terdengar setelah Mawar masuk kedalam ruanganya.
"Peserta kali ini benar-benar keren habis, Kalian pasti bingung memilih siapa diantara ketiga
peserta yang akan kalian dukung bukan?. Aku rasa para dewan juri juga binggung siapa yang akan mereka pilih untuk keluar sebagai pemenangnya. Maka dari itu teruslah belanjan dan tukarkan vocer kalian untuk memberi vote pada peserta favorite kalian, jangan sampai
kalian menyesal karena peserta fovorite kalian tidak keluar sebagai juara dalam lomba ini. Kita buang dulu ke bingungan kita sehenak
dan mari kita sambut peserta nomor tiga atas nama Nadia.....," kembali MC memanggil peserta berikutnya yaitu Nadia.
Hanya satu dua orang saja yang bertepuk tangan saat nama Nadia disebut hingga membuat Rudy dan Yunita tersenyum.
Tidak lama kemudian pintu ruangan nomor tiga terbuka dan keluarlah seorang perempuan cantik dengan gaun berwarnah putih di temani
tiga orang perempuan dari arah belakang.
Suasana ruangan seketika itu hening. Semua penonton terdiam dengan tatapan mata hanya tertuju kearah perempun yang mulai berjalan maju sembari melambaikan tangan bak
ratu kerajaan di negeri dongeng.
TERUS BERI DUKUNGANYA DENGAN CARA COMENT, LIKE, VOTE DAN SHERE. DAN JANGAN LUOA MAMPIR DI CHANNEL YOUTUBE AKU" PEWARIS TERAKHIR SANG PRESDIR". TERIMA KASIH.
__ADS_1