SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 57. PASTI SEMUA INI ULAHMU.


__ADS_3

"Bibi ini," balas Nadia dan ikut melakukan hal yang sama dengan bi Ona.


"Non, kalau bibi boleh kasih saran, mulai sekarang nona harus kembali melatih ilmu bela diri nona. Bukanya apa, pasti tuan Rudy, nyonya Yunita dan Mawar tidak akan pernah mau melihat Nona hidup tenang. Di tambah lagi setelah Anda menikah dengan Tuan Dave, pasti ada segelintir orang yang tidak menyukai kehadiran Nona di keluarga itu,".


"Terima kasih atas saranya bi, mulai sekarang Nadia akan mencoba melatih kembali ilmu bela diri Nadia untuk jaga hal-hal yang tidak diinginkan, Dan terima kasih pula dengan berbagai ilmu yang telah bibi ajarkan pada Nadia,".


"Sama-sama Non," Balas Bi Ona tersenyum.


Dari arah pintu kaca, tampak sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan pintu masuk.


Nadia segera berdiri dan melangkah menuju pintu keluar diikuti oleh bi Ona.


"Bi Nadia pulang dulu, bibi jaga diri baik-baik, jika ada masalah bibi segera hubungi Nadia ya!,".


Nadia mencium punggung Tangan bi Ona.


"Iya Non, Nona juga hati-hati ya, dan jangan lupa pesan bibi tadi,".


"Iya bi, assalamualaikum,".


"Waalaikumsalam," balas bi Ona.


Nadia lalu melangkah menuju kearah mobil dimana sekertaris Ken sudah berdiri disana dan siap-siap membuka pintu untuknya.


"Silahkan Nyonya,".


"Terima kasih sekertaris Ken," balas Nadia lalu masuk dan duduk di samping Dave.


Sekertaris Ken kembali menutup pintu mobil dan berlari kecil memutari badan mobil lalu duduk diposisinya semula untuk mengemudi.


Kendaraan mewah itu melaju dengan kecepatan sedang menuju kearah mension.


"Coba berbalik!," perintah Dave pada Nadia.


"Untuk apa?," tanya Nadia heran.


"Untuk mencekikmu," balas Dave dengan mata sedikit melotot.


Mau tidak mau Nadia terpaksa berbalik dengan perasaan was-was jangan sampai Dave membuktikan ucapanya.


Setelah Nadia berbalik, Dave kemudian melepas pengikat rambut kepang Nadia dan mengeluarkan dua buah pengikat rambut yang dihiasi bunga-bunga berukuran kecil dari dalam saku celananya yang entah dari mana dia dapatkan pengikat rambut seperti itu.


Dave lalu kembali mengepang rambut Nadia dan sedikit merapikanya. Walau bentuknya tidak seimbang apalagi rapi tapi kelihatanya Dave senang dengan hasil karyanya itu.


"Na sekarang sudah selesai, kamu boleh berbalik," perintah Dave lagi.


Nadia kembali menurut lalu mengambil handphon dari dalam tas kecilnya sebagai pengganti cermin.


"Cantik juga, bentuknya imut, terima kasih suamiku, Anda benar-benar baik," ucap Nadia begitu senang.

__ADS_1


Dave tidak menjawab dia hanya sedikit menyunggingkan bibirnya.


Butuh waktu sekitar lima belas menit lama perjalanan hingga mobil yang mereka tumpangi tiba juga di mension.


Dave dan Nadia segera keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk kedalam.....................


Waktu terus bergulir hingga tidak terasa sudah dua bulan Nadia tinggal di mension.


Sedikit demi sedikit mereka berdua sudah mulai terlihat akrab walau terkadang Dave masih saja sering ngisengin Nadia dengan hal-hal


konyolnya.


Kehadiran Nadia membuat Dave menemukan permainan baru sekaligus hiburan di pagi atau malam hari sebelum dan sepulang dirinya


bekerja.


Pagi itu Nadia sedang merapikan rambutnya di depan cermin. Dave yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi berbalut handuk seketika berhenti saat melewati Nadia yang masih asyik merapikan rambut kepangnya.


Dave tersenyum lalu lalu mendekatinya.


"Berikan sisir itu padaku biar Aku yang merapikan rambutmu ini," Dave menyodorkan tanganya di hadapan Nadia.


"Aku bisa sendiri," tolak Nadia.


"Kamu itu tidak tahu model dan juga gaya yang lagi trand saat ini, maka dari itu cepat berikan sisir itu padaku biar Aku membantumu menata ulang rambutmu kunomu itu," Dave yang masih terus meminta sisir pada Nadia.


Setelah sisir berada dalam genggamanya. Dave pun mulai menyisir lembut rambut milik Nadia.


Helai demi helai yang sempat terlupa atau segaja di biarkan Nadia terurai begitu saja di rapikan kembali oleh Dave.


Hingga akhirnya, rambut kepang milik Nadia terlihat begitu rapi dan elok


di pandang mata.


"Bagaimana, cantik bukan?," tanya Dave sambil menatap Nadi didalam cermin.


"Iya cantik, kenapa suamiku gak jadi cucok saja. Aku rasa banyak pelanggan yang akan datang


untuk nyalon di tempat suamiku," Nadia sambil tertawa geli.


"Apa kamu bilang," Dave mengelitiki Nadia hingga membuat Nadia berdiri dari tempat duduknya dan berlari kecil menghindari Dave.


Keduanya pun saling kejar-kejaran di dalam kamar. Nadia tertangkap dibagian sudut kamar.


"Haaa..ha..ampun...suamiku," tawa Nadia yang sudah tidak kuat menahan geli karena Dave terus saja menggelitikinya.


"Makanya jangan asal bicara, Atau kamu mau lihat apa suamimu ini seorang cucok atau bukan?," Dave berhenti menggelitik Nadia dan mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Nadia.


Kedua bola mata mereka saling

__ADS_1


menatap satu dengan yang lain. Sedikit demi sedikit Dave mendekatkan bibirnya kearah bibir


Nadia.


Tubuh Nadia bergetar dan mencoba menutup matanya.


"Kenapa menutup matamu seperti itu, apa kamu benar-benar menginginkanya," Dave menyentil jidad Nadia.


"Adu..... sakit tahu.......," Nadia yang tidak berani menatap Dave karena malu.


"Dasar otak mesum, Cepat berkemas dan kita berangkat," Dave segera meninggalkan Nadia yang saat itu masih terdiam dan terpaku di tempatnya.


Setelah dirasa beres, keduanya pun keluar dari dalam kamar. Sama seperti biasa, dudah ada Goyun menunggui mereka di depan pintu


bersama dengan beberapa pelayan sembari mengucap salam dan memberi penghormatan pagi pada mereka berdua.


Kembali mereka berdua menurunin tangga secara bersamaan lalu menuju kearah meja makan.


Masih seperti pagi-pagi sebelumnya, sudah ada Anita dan Elis disana.


Kedua perempuan tersebut tersenyum manis pada Dave sedangkan pada Nadia mana mereka mau.


Setelah kedua duduk, Nadia mengisi piring Dave dengan nasi dan juga lauk lalu melanjutkan mengisi piringnya sendiri.


Keduanya pun menikmati sarapan pagi mereka tanpa sedikit pun mengeluarkan suara.


"Dave, boleh ibu bicara sebentar?," tanya Anita yang belum menyentuh sedikit makanan pun diatas meja.


"Humm....," balas Dave tanpa menatapnya.


"Kenapa kamu tidak membolehkan Nelza untuk menemuimu?,".


Seketika Dav meletakkan sendok dan juga garpu diatas piring kemudian mengambil gelas berisi air putih yang ada di sebelah kananya lalu kemudian meminum isinya.


"Ada maksud apa sebenarnya kalian ini, sehingga selalu ingin mempertemukan Aku dengan Nelza. Aku kan sudah bilang, Aku akan


menemuinya bila Aku mau?,".


"Kami tidak ada maksud apa-apa, cuman Nelza berpesan pada Ibu kalau ada hal penting yang ingin dia bicarakan denganmu,".


"Sudah pergi begitu saja lalu datang ingin membicara hal penting?, Hebat!. Dia Ayo kita pergi," Dave berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan


tempat itu.


"Ini semua pasti ulahmu bukan!, Kamu mempengaruhi Dave untuk melupakan Nelza karena kamu takut Dave akan kembali kepada tunanganya itu,". ucap Anita.


Nadia yang sedang meneguk air dalam gelas seketika tersedak mendengar perkataan Anita.


Sebelum kisah ini dilanjut mohon bantuanya untuk mengunjungi channel youtube Aku" PEWARIS TERAKHIR SANG PRESDIR". Jangan lupa untuk subcreber, koment, like dan nyalakan loncengnya agar tidak ketinggalan video terbarunya. terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2