SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 112. MENEMUKAN NADIA.


__ADS_3

Suasana terasa tegang di dalam mension. Semua hanya menunduk dan tidak berani menatap kearah Dave.


"Apa saja kalian lakukan di mension ini, jumlah kalian lebih dari 50 orang kenapa hanya menjaga istriku saja kalian tidak bejus. Kalau kalian sudah bosan bekarja di sini pintu terbuka lebar buat kalian," suara Dave menggelegar dalam ruang itu.


"Hay Anita dan kamu Elis. Kalau sampai kalian berdua di balik semua ini maka Aku tidak akan segan-segan mengirim kalian berdua keluar negeri dan jangan harap kalian berdua bisa kembali ke negara ini lagi," tatap tajam Dave pada Anita dan Elis yang memisahkan diri dari para pelayan.


"Kami sama sekali tidak tahu masalah hilangnya Nadia Dave, kami kemari karena mendengar keributan para pelayan itu," Anita mencoba membela diri dengan tubuh sedikit bergetar.


"Diantara para penghuni mansion, hanya kalian berdua yang dari awal tidak pernah menyukai kehadiran istriku di mension ini. Aku heran pada kalian berdua, istriku tidak pernah mengusik ketenangan kalian tapi kenapa kalian membencinya sedemikian rupa,".


"Kak Dave, kami memang tidak pernah menyukai kehadiran Nadia di mension ini, tapi itu bukan berarti kami yang menyebabkan hilangnya Nadia saat ini," Elis yang kini angkat bicara.


Sesaat suasana hening hingga kembali Dave menatap kearah Goyun.


"Terakhir kali kamu melihat istriku dimana?,".


"Kata Ona dan kedua susternya. mereka terakhir kali bersama di taman depan mension untuk memberi pakan pada ikan dan hewan peliharaanya,".


"Mustahil sekali dia bisa hilang disana, pagar setinggi 10 meter dengan kawat tangsi mengelilinginya,"


"Betul tuan, para penjaga juga tidak melihat nyonya keluar lewat pintu depan,".


"Kemana kamu Dia, kenapa kamu membuatku panik seperti ini," Dave menarik nafas dalam-dalam dan menghempaskanya dengan sangat kasar.


"Ayo ikut Aku, kita ke taman depan lalu kita cari istriku disana,".


Dave melangkah keluar mension diikuti oleh Goyun dan yang lain.


"Semoga saja ada genderowo yang menculik sicupu itu dan membawanya ke alam gaib hingga dia tidak bisa lagi kembali kedunia ini," bisik Anita di telinga Elis.


"Ibu jangan menambah keruh suasana, kalau sampai kak Dave mendengarnya maka dia benar-benar akan mengirim kita keluar negeri dan memblack list nama kita dinegara ini,".


"Kamu jangan membuat ibu takut, Apa kamu tidak senang jika si cupu itu benar-benar di culik mahluk halus?,".


"Terserah ibu saja, Elis tidak mau ikut-ikutan dengan imsjinasi ibu itu,".


"Dasar penakut,".

__ADS_1


"Biarin,".


Keduanya pun melangkah keluar mension mengikuti Dave dan yang lain.


Dave yang sudah berada di taman depan mension segera memeriksa keadaan siapa tahu Nadia kecapean lalu tidur di rerumputan hijau atau semak-semak yang ada di taman.


Yang lain ikut mencari ke segalan penjuru taman tapi tidak juga menemukan sosok Nadia.


"Dia, dimana kamu?," Dave yang saat itu berdiri di bawah pohon rindang dengan wajah frustasi, tampak sesekali dia terlihat mengacak-acak rambutnya dengan kedua tanganya.


"Apa ini?," sesuatu terjatuh diatas kepala Dave. .


"Kulit mangga," Dave mendogak keatas dan seketika matanya terbelalak tatkalah melihat Nadia sedang asyik makan mangga tanpa mengupas kulitnya terlebih dulu.


"Dia, apa yang kamu lakukan disitu?," bentak Dave dengan suara nyaring hingga yang lain pada mendekat.


"Lagi makan mangga, mangganya manis-manis semua, Apa suamiku mau biar Aku ambilkan," ucap polos Nadia yang tidak melihat jelas kepanikan di wajah Dave.


"Astaga nyonya, bisa-bisanya dia memanjat dalam keadaan hamil seperti itu," ucap seorang pelayan sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak-tidak kamu tidak usah bergerak, Kamu diam saja disitu biar Aku naik mengambilnya sendiri, Goyun cepat keluarkan semua spring bed yang ada dalam mension dan susun rapi hingga sampai di tempat istriku berada. Tapi ingat kamu harus hati-hati melakukanya jangan sampai dia merasa panik, paham,"


"Paham tuan. Ayo semua ikut Aku," ajak Goyun pada pelayan-pelayan disana masuk ke dalam mension.


"Dia, kamu jangan bergerak, diam saja di situ, Aku akan datang menemanimu biar kita bisa makan mangganya sama-sama," ucap Dave sangat lembut sakin takutnya Nadia bergerak dan jatuh.


Dave membuka celana kerjanya serta jas kantornya lalu melemparkan kearah sekertaris Ken yang juga merasa tegang seperti yang dirasakan Dave saat itu.


Dengan hanya mengenakan celana boxer dan baju oblong Dave kemudian ikut manjat dan mendekati Nadia yang masih asyik mengunya buah mangga yang ada di tanganya.


"Enak?," kata Dave mencoba menahan rasa paniknya melihat kondisi Nadia diatas dahan.


"Tentu saja Enak, apa suamiku mau,".


"Tidak, Aku tidak mau. Kamu jangan banyak bergerak,".


Melihat Nadia bergerak sedikit saja jantung Dave terasa ingin copot.

__ADS_1


Tidak beberapa lama kemudian Goyun dan yang lain sudah datang membawa semua spring bed yang ada di dalam mension. Mereka bergotong royong menyusun spring bed-pring bed tersebut hingga hampir menyentuh kaki Nadia yang bergelantung di atas dahan.


"Kenapa kalian menyusun spring bed-spring bed seperti itu paman?," tanya Nadia sedikit heran.


"Agar kamu bisa turun dengan aman," jawab Dave.


"Tanpa spring bed-sring bed itu pun Aku bisa turun dengan aman kok, coba lihat ini,".


"Dia, sekali lagi kamu bergerak maka Aku tidak akan segan-segan mengurungmu dalam kamar, cepat pijatkan kakimu diatas pring-bed itu," kini Dave membentaki Nadia.


Mau tidak mau Nadia pun mengikuti keinginan Dave, dan mulai sadar kalau Dave memerintahkan Goyun menyusun pring bed-spring bad tersebut agar dirinya lebih aman saat turun dari atas pohon.


"Ayo turun," Dave memegangi tangan Nadia.


Nadia menginjakkan kakinya diatas spring bed di ikuti Dave. Dave kemudian turun dari sring bed berikutnya yang sudah di susun Goyun sedemikian rupa menyerupai tangga bersusun lalu mengangkat tubuh Nadia.


Hingga keduanya berpijak di atas tanah. disitu barulah hati Dave merasa legah. Dave langsung memeluk Nadia dengan sangat erat.


"Kamu jangan melakukan lagi hal yang bisa membahayakan dirimu dan juga bayi kita. Mendengarmu hilang sajs rasanya separuh nyawaku meninggalkan tubuhku. Jika kamu masih ingin melihatku hidup, Aku mohon jangan melakukan hal konyol seperti tadi,".


"Aku sungguh tidak bermaksud untuk membuatmu kuatir. Aku hanya ingin makan mangga tanpa ada orang yang tahu karena Aku takut kamu pasti akan marah padaku,"


Air mata Nadia mulai keluar hingga membuat Dave merasa iba pada istrinya itu.


Mungkin aturan pada Nadia selama ini sangat ketat, melarang ini itu tapi tujuanya baik agar Nadia dan bayinya bisa hidup sehat.


"Aku yang harus minta maaf padamu sayang, Aku terlalu menekanmu dengan pola hidup sehat tanpa mempedulikan keinginanmu. Mulai sekarang kamu boleh makan apa saja yang kamu inginkan tapi dalam porsi semestinya," Dave membelai pucuk kepala Nadia.


"Terima kasih suamiku,".


"Sama-sama sayang, Ayo kita masuk, kami pasti capek sudah seharian diatas pohon,".


Nadia segera mengangguk lalu mengikuti langkah Dave sambil berpegang manja pada lengan suaminya itu.


BAGI TEMAN TEMAN PENCINTA CERITA PENDEK ROMANTIS DEWASA YUCH MAMPIR DI CHANNEL YOUTUBE AUTHOR. JANGAN LUPA SUBSCRIBE, LIKE, COMENT DAN NYALAKAN LONCENG NOTIFIKASINYA AGAR TIDAK KETINGGALAN VIDEO TERBARU DARI AUTHOR, TERIMA KASIH.


__ADS_1


__ADS_2