SI CUPU YANG TERTINDAS

SI CUPU YANG TERTINDAS
BAB 94. TIBA DI KOTA A.


__ADS_3

Setibanya didalam bandara Dave dan sekertaris Ken langsung menuju ruangan khusus yang berhubungan langsung dengan pesawat jat pribadi milik Dave.


Keduanya langsung naik keatas pesawat. Dua pilot dan tiga pramugari cantik menyambut kedatangan mereka saat itu. Sedangkan Jony dan kawan-kawanya hanya mengantar mereka sampai ke depan pintu ruangan khusus tersebut.


"Tuan mau pesan apa?," tanya seorang pramugari mendekati Dave.


"Kopi hangat dengan takaran gula sedang. Tidak manis dan tidak hambar," balas sekertaris Ken yang duduk tidak jauh dari Dave.


"Baik tuan, akan segera kami siapkan," sang pramugari segera berbalik badan menuju kearah dapur.


"Linda, apakah tuan itu bisa bicara?," tanya pramugari tadi pada temanya.


"Maksud kamu tuan Deve?," balas Linda menghentika sesaat aktifitasnya.


"Iya, tampan-tampan kok bisu, sungguh kasihan sekali nasibnya,".


"Windy jaga mulutmu, sebagai karyawan baru disini, kamu harus bisa jaga sikap apa lagi kalau itu menyangkut dengan tuan Dave. Kalau sampai beliau dengar atau sekertarisnya itu maka bersiap-siaplah untuk dibuang dari atas pesawat ini dengan ketinggi 500 meter diatas permukaan laut.,".


"Astaga sekejam itu mereka, hanya karena salah bicara maka nyawa sebagai taruhanya,".


"Memang seperti itulah peraturan yang sudah di buat oleh beliau. Kalau kamu merasa tidak cocok kamu boleh angkat kaki. Banyak orang yang ingin bekerja di perusahaan tuan Dave tapi yang terpilih dapat di hitung dengan jari. Harusnya kita bersyukur dapat bekerja di perusahaan beliau dengan gaji dan bonus yang cukup melimpah walau peraturanya cukup ketat,".


"Betul juga katamu,".


"Tadi tuan Dave pesan apa padamu?," tanya Linda.


"Bukan tuan Dave yang pesan tapi orang yang bersamanya itu,".


"Namanya sekertaris Ken. Ucapan yang keluar dari mulut sekertaris Ken itu adalah kata yang keluar dari hati tuan Dave,".


"Seberapa dekatkah mereka sehingga mereka bisa sehati seperti itu?,".


"Sudalah meladeni bicaramu sama halnya meladeni WTS, wartawan tanpa surat kabar. Sekarang kamu buat apa yang barusan di katakan oleh sekertaris Ken,".


"Tapi Linda, Aku tidak tahu takaranya. Kopi yang tidak terlalu manis tapi juga tidak hambar,".


"Kemarilah, biar Aku mengajarimu,".


Keduanya segera meracik kopi pesanan Dave.


"Nah selesai, sekarang kamu antar kopi itu pada beliau,".


"Baiklah,".


Linda segera keluar membawa nampan berisi segelas kopi dan sendok diatasnya.

__ADS_1


"Tuan, ini pesanan Anda,"


"Letakkan saja disitu," balas sekertaris Ken lalu berdiri mendekati Windy.


Windy pun segera meletakkan kopi diatas sebuah meja kecil disamping Dave.


"Buka telapak tanganmu," perintah Ken.


"Untuk apa tuan," tanya Windy heran.


"Buka saja kataku," kini suara sekertaris Ken sedikit meninggi.


Mau tidak mau Windy segera membuka telapak tanganya.


Setelah telapak tangan Windy terbuka, sekertaris Ken segera mengambil sendok lalu menyendok kopi dalam gelas dan meneteskan di telapak tangan Windi hingga beberapa kali.


"Sekarang kamu minum," perintah sekertaris Ken.


Tanpa menjawab Windy segera meminum kopi yang ada di telapak tanganya.


"Sekarang kamu boleh pergi,".


"Baik tuan," Windy segera berbalik, dengan langkah seribuh seolah-olah tidak menyentuh lantai, gadis itu kembali ke ruanganya sakin takutnya dengan kedua orang tersebut.


Dave mengambil gelas tersebut dan menyeruput isinya. Sekertaris Ken kembali ke tempatnya semula.


"Mohon perhatian tuan-tuan, sebentar lagi pesawat akan lepas landas diharap tuan-tuan untuk bersiap-siap, bila perlu kenakan sabuk pengaman yang ada di samping kiri Anda untuk menghindari goncangan saat kita berada diatas ketinggian. Terima kasih," ucap seorang pramugari mendekat kearah Dave dan sekertaris Ken.


Tidak berselang lama kemudian pesawat pun mulai bergerak, terbang dan menembus awan.


Sementara itu dibandara, di kota A, tampak seorang perempun berkaca mata hitam menuruni tangga pesawat.


Ya, siapa lagi kalau bukan Nelza. Nelza rangsung berangkat dari kita B ke kota A setelah mendapat telepon dari Elis kalau Dave akan ke kita A.


Kesempatan baik itu tidak disia-siakan oleh Nelza untuk kembali mengambil hati Dave.


Nelza sangat yakin kalau Dave masih menyimpan hati padanya.


"Sebentar lagi Dave pasti akan kembali padaku dan melupakan si culun itu. Kami akan mengulang kembali kisah cinta kami yang sempat terputus karena kemunculan si culun itu," Nelza begitu percaya diri kalau Dave akan kembali padanya.


Nelza terus melangkah hingga dia tiba juga diruang tunggu dimana seseorang sudah menunggunya sedari tadi di sana.


"Nelza apa kabar, akhirnya kamu datang juga ke kota ini," sambut seorang pria parubaya bertubuh gembul dengan rambut sedikit botak pada Nelza sambil memeluknya.


"Iya, om sudah lama juga Nelza tidak menginjakkan kaki di kota ini. Ngomong-ngomong tante dimana?,".

__ADS_1


"Tantemu sedang keluar bersama rekan-rekanya untuk mengurus bisnisnya. Kita ketempat lain dulu atas kita langsung kehotel untuk bersenang-senang?," tanya pria itu.


"Om ini masih saja genit seperti saat di Amerika dulu,". Nelza tersenyum sambil menepuk pundak pria parubaya itu.


"Tapi kamu suka bukan, sudah hampur 3 bulan ini kita tidak melakukanya. Om sangat merindukan service yang dulu sering kamu lakukan pada Om,".


"Husst....Om Frans jangan keras-keras nanti kedengaran orang,".


"Baiklah kalau begitu, kita kehotel sekarang, Om sudah tidak sabar untuk menikmatimu hari ini,".


Frans segera mengambil tas dari tangan Nelza. Keduanya melangkah menuju kearah parkiran dimana mobil Frans sudah terparkur disana.


Tidak lama kepergian mereka, pesawat jet yang di tumpangi Dave dan cruwnya pun tiba di bandara tersebut.


Dave dan sekertaris Ken segera keluar dari dalam pesawat lalu menuruni tanggan pesawat. Disana sudah ada tiga pria tinggi besar menyambut kedatangan mereka berdua.


"Carlos, apa semua kebutuhan tuan Dave selama berada dikota ini sudah kalian siapkan?,". tanya sekertaris Ken.


"Semuanya sudah Kami persiapkan sekertaris Ken tanpa ada satu pun yang tersisa. Kalau begitu mari silahkan ikut kami. Kami akan mengantar kalian ke mobil yang sudah kami persiapkan,".


Keduanya mengikuti Carlos menuju kearah mobil hitam yang terparkir tak jauh dari pintu keluar bandara.


"Silahkan tuan," carlos membuka daun pintu mobil bagian belakang untuk Dave.


Tanpa bicara, Dave segera masuk kedalam mobil.


"Carlos, selama kami berada dikota ini, Aku harap kamu dan teman-temanmu selalu sigap bila tuan Dave membutuhkan bantuanmu,".


"Itu sudah pasti sekertaris Ken, kami akan selalu siap kapan pun kami dibutuhkan oleh beliau,".


"Bagus, kalau begitu kami pergi sekarang," sekertaris Ken berlari kecil mengelilingi mobil dan duduk di kursi pengemudi.


Sedikit-demi sedikit mobil melaju meninggalkan kawasan bandara.


"Tuan, kita langsung ke perusahaan atau tuan ingin beristirahan dulu sejenak di hotel?," tanya sekertaris Ken disela-sela perjalanan mereka.


"Kita langsung perusahaan saja karena sebentar lagi rapat pemegang saham akan segera dimulai,".


"Baiklah,". balas sekertaris Ken singkat.


Sekertaris ken mengemudikan kendaraanya menuju kearah timur menembus pusat kota A.


Mohon batuanya untuk mengunjugi chanel YOUTUBE Author" ISTRI KESAYANGAN TUAN YUAN," Terima kasih.


__ADS_1


__ADS_2