
" Eris!!." panggil seseorang membuat gadis itu menunda niatnya untuk pergi.
Eris mengusap jejak air mata yang membasahi mata dan wajahnya dan berbalik mengembangkan senyumannya.
" Reya, Eris, beri selamat untuk Anna dan Bram mereka akan menikah. Dan pernikahan mereka minggu depan." ucap Leo yang sudah memutuskan.
" Apaa??." pekik Reya menoleh ke arah kakaknya yang masih tersenyum pahit.
" Selamat Anna." ucap Eris melangkah mendekati Anna.
" Makasih Mba." ucap Anna datar.
" Selamat ya Bram." ucap Eris sambil mengulurkan tangannya di hadapan Bram.
" Terimakasih Eris." ucap Bram yang begitu senang.
" Reya, ayo kasih selamat untuk mereka berdua." ajak Leo ke arah Reya yang masih berdiri.
" Selamat Kak Anna, seharusnya pernikahan itu di dasari dengan cinta, bukan paksaan." ucap Reya membuat Anna menatapnya.
" Selamat Kak Bram." ucap Reya ke arah Bram.
" Terimakasih Reya." ucap Bram.
" Maaf, Eris nggak bisa lama-lama di sini, Eris ada urusan di rumah sakit." ucap Eris yang ingin cepat-cepat pergi dari sana.
" Ya sudah hati-hati ya nak!." ucap Leo.
" Reya juga punya urusan, kami pamit dulu ya Om, semua." pamit Reya sambil menarik lengan kakaknya.
🌳🌳🌳
" Kakak mau kemana?." tanya Reya sambil memperhatikan kakaknya yang sedang fokus menyetir.
__ADS_1
" Justru kakak yang nanya kamu De'! Kakak antar kamu kemana?." tanya Eris tanpa menoleh ke arah Adiknya.
" Kakak, hentikan mobilnya." ucap Reya.
" De' nggak bisa, Kakak buru-buru mau ke rumah sakit." ucap Eris.
" Kakak, Reya bilang hentikan ya hentikan mobilnya." ucap Reya meninggikan suaranya.
Chiiitthh" mobilpun terpaksa di hentikan oleh Eris ke tepi jalan.
" De', kamu kenapa sih?." tanya Eris menoleh ke arah Reya.
" Kakak nggak usah pura-pura sok kuat di depanku, aku tahu kakak hari ini libur."
" De'_."
" Jangan sembunyikan dari aku, aku adik kakak yang tahu isi hati kakak yang sedang terluka."
" Jangan mencampuri urusan kakak De'!." ucap Eris.
" Cukup De'!."
" Kenapa?."
" De' hiks hiks hiks." suara tangis Eris memeluk tubuh adiknya.
" Menangis lah kak, keluarkan semua yang kakak pendam. Tapi kakak harus janji ini yang terakhir kakak menangis untuk pria itu, Reya nggak mau melihat kakak sedih dan terluka seperti ini." ucap Reya sambil mengusap pundak kakaknya.
🌳🌳🌳
Tok tok tok
" Masuk." ucap suara pria.
__ADS_1
" Ai, ini gawat." ucap seorang pria yang baru saja memasuki ruang kerja majikannya.
" Apa pekerjaanmu sudah selesai Stave?." tanya pria itu yang matanya masih fokus ke arah dokumen yang berada di tangannya.
" Sedikit lagi, tapi ini lebih gawat dari yang aku selidiki Ai." ucap Stave yang nampak khawatir.
" Meningan kau tarik nafas dulu untuk menenangkan hatimu itu." ucap Pria itu yang bernama Aiden.
" Aku nggak bercanda Ai, ini tentang Anna." ucap Stave.
Aiden yang mendengar nama sang kekasih membuat Aiden mendongakkan wajahnya menatap Stave." Apa maksudmu Stave?." tanya Aiden sambil menutup berkas dan bangkit dari duduknya.
" Anna mau menikah Ai." ucap Stave membuat Aiden seketika begitu marah.
" Apa maksudmu Stave?." tanya Aiden melangkah maju mendekati Stave.
" Anna menerima lamaran Bram." ucap Stave membuat Aiden begitu marah.
" Ini tidak mungkin."
...----------------...
PENGUMUMAN
JUARA 1
BUNDA ELSA
JUARA 2
DEWY SERUNI
JUARA 3
__ADS_1
ALVIN JIHAN