
" Ini tidak mungkin." ucap Aiden yang masih tidak percaya.
" Kenapa baru sekarang kau mengatakannya Stave?." tanya Aiden kearah Stave.
" Aku juga baru mengetahuinya." Jawab Stave.
" Bagaimana dengan bukti itu?." tanya Aiden.
" Tinggal satu bukti yang bisa membawamu mencobloskan mereka kepenjara." jawab Stave mendekati Aiden.
" T'rus?." tanya Aiden.
" Tapi ini sangat sulit." jawab Stave.
" Sulit apanya Stave? Bukankah kau seorang detektif terhandal yang bisa mendapatkan bukti walaupun begitu sulit di pecahkan?." ucap Aiden.
" Ini nggak segampang lu bayangin Den." ucap Stave.
" Apa maksudmu?." tanya Aiden.
" Om Leo." jawab Stave.
" Om Leo?."tanya Aiden menatap wajah Stave memastikannya. Stave yang mengerti tatapan Aiden langsung di anggukinya.
" Iya, kita harus bertemu dengannya dan menceritakan apa yang kita rencanakan untuk mengetahui apa yang terjadi pada saat itu." jawab Stave.
" Iya kamu benar Stave, tapi apa Om Leo mau bertemu denganku sedangkan aku sudah membuat putrinya patah hati?." ucap Aiden.
__ADS_1
" Kita harus mencobanya Ai, ini jalan satu-satunya." ucap Stave mencoba membujuk Aiden.
Aiden berpikir sejenak, apa yang di katakan Stave benar. Tinggal satu bukti yang harus mereka dapatkan untuk mencegah pernikahannya dengan Nena. Tapi, apakah calon mertuanya itu mau bertemu dengannya?. Satu-satunya adalah mencoba seperti yang di katakan Stave padanya. Dengan memantapkan hati, akhirnya Aiden pun menyetujui saran Stave.
"Siapkan pertemuanku dengan calon mertua, Stave." ucap Aiden dengan tegas.
" Apa kau yakin Ai?." tanya Stave memastikan.
" Iya Stave, secepatnya." jawab Aiden.
" Baiklah, aku akan atur semua." ucap Stave setelah itu beranjak pergi meninggalkan Aiden sendiri.
π³π³π³
Di kediaman Rudi, para pelayan nampak banyak kesibukkan melayani putri majikannya yang sedang memilih gaun dan perhiasan untuk sang calon pengantin wanita.
" Pah! Ini bagus dan cantik kan?." tanya Nena memperlihatkan sebuah kalung mewah ke hadapan ayahnya yang sedang memantaunya.
" Terimakasih pah! Tapi, aku tetap terlihat orang asing di hati Aiden.aku belum bisa mendapatkan hatinya pah! Yang didalam pikirannya hanya gadis itu." ucap Nena yang nampak lesu mengingat perlakuan Aiden terhadapnya.
" Nena, jangan sedih. Sedikit lagi sayang, kamu akan mendapatkan Aiden seutuhnya dan hartanya juga. Kau akan jadi ratu dan nyonya di rumah besar itu sayang. Kalau soal gadis itu? kamu tenang saja, serahkan semua sama papa." ucap Rudi.
" Benarkah? Nena nggak sabar pah, bersanding dengan Aiden." ucapnya membayangkan dirinya yang menjadi istri Aiden.
π³π³π³
Tok tok tok
__ADS_1
" Silahkan masuk." ucap pria yang masih fokus dengan layar leptop di hadapannya.
Ceklek
" Tuan." ucap pria yang sudah berdiri di hadapannya yang sebagai asisten.
" Ada apa?." tanya pria itu sambil mendongakkan wajahnya menatap wajah asistennya yang bernama Rifki.
" Tuan, di luar ada Pak Aiden." jawabnya.
" Suru masuk." ucap pria itu yang sebelumnya Stave menelfonnya membuat janji pertemuan mereka.
" Baik Tuan." ucap Rifki setelah itu melangkah pergi menemui Aiden yang sedang menunggu.
" Silahkan, Tuan sudah menunggu." ucap Rifki yang diangguki Aiden.
Aiden melangkah memasuki ruangan pria yang hampir saja menjadi mertuanya itu, andai saja tidak ada masalah yang datang, pasti sekarang mereka sudah menjadi mertua dan menantu.
Pria itu menatap wajah Aiden dengan tajam, Ia bangkit berdiri melangkah mendekati Aiden. Di saat mereka berhadapan, tiba-tiba tangan pria itu melayang ke arah wajah Aiden.
*Buk buk bukk.
" Bajingan kau Aiden*." ucap pria itu yang masih memberikan bogeman ke arah Aiden.
" Papaaaa!!. teriak suara seseorang dari arah pintu ruangannya.
...****************...
__ADS_1
maaf ya baru update lagi, banyak kesibukkan RL dan mengalami bestres beratππ
pemenang dari kemarin di umumkan sudah di kasih tau kirim nomor hpnya di PC ownel yaπ€