Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Mata Indah


__ADS_3

" Mama" panggil seseorang yang baru datang menghampiri mereka.


Mereka menoleh ke arah asal suara itu, yang tak asing bagi keluarga Pramudita. Janie terkejut dengan kedatangan Rissa di acara tersebut. Rissa melangkah mendekati keluarganya yang nampak kaget dengan kedatangannya.


" Rissa kok di sini sayang? bukannya.." tanya Janie yang bingung dengan kedatangan Rissa di acara tersebut.


" Aku di undang di sini juga ma" balas Rissa.


" Mama kenal keluarga Bramantiyo?" tanya Rissa yang penasaran melihat kedekatan antara kedua keluarga itu.


" Iya sayang, mereka teman baik ayahmu" ucap Janie.


" Oh iya, perkenalkan ini anak ke 2 kami namanya Rissa" ucap Janie dengan senyum manisnya merangkul Rissa ke arah keluarga Bramantiyo.


Aiden yang tahu tentang asal usul Rissa hanya diam sambil meneguk minuman di tangannya. Matanya selalu menatap ke arah wanita yang selalu mengganggu dalam pikirannya.


Ana yang menyadari tatapan seseorang ke arahnya hanya bisa menunduk dan masih nampak gugup. Tangannya mulai dingin karena kegugupannya.


Acara pun dimulai karena waktu yang sudah di rencanakan sudah tiba. Selama acara berlangsung mata Aiden selalu ke arah Ana tanpa menghiraukan acara yang berlangsung.


Rissa nampak kesal kepada Aiden yang tak pernah melirik ke arahnya atau pun memuji kecantikannya. Apalagi saat ini Aiden hanya menatap Ana tanpa menoleh ke arah lain. Hatinya begitu sakit melihat pemandangan di depan matanya.


Acara pun telah berakhir dan para undangan pun satu persatu meniggalkan kediaman Bramantiyo, keluarga Pramudita masih asyik mengobrol dengan keluarga Bramantiyo.


Tiba-tiba seseorang menepuk bahu Ana, Ana pun menoleh ke arah seorang pria yang tersenyum padanya yaitu Abian.


" Kau masih ingat aku kah?" tanya Abian ke Ana. Ana pun mencoba mengingatnya seakan pernah bertemu tapi di mana?. Abi melihat mimik wajah Ana yang masih mencoba mengingat dirinya.


" Kau tak mengingatku?" tanyanya kembali. Ana menggelengkan kepalanya.


" Kau ingat restoran dan pelukan teman-temanmu?" ucap Abi yang ingin Ana kembali mengingat momen itu. Ana mencoba mengingatnya kembali dan betapa terkejutnya ia mengingat pria ini yang bertemu dengannya di restoran tempatnya bekerja. Abi tersenyum melihat wajah Ana yang begitu menggemaskan dan cantik.

__ADS_1


" Bila di lihat lebih dekat ternyata kau begitu cantik" batin Abi yang memperhatikan wajah Ana yang bertopeng tapi kelihatan cantik.


" perkenalkan namaku Abian panggil aku Abi atau AA spesial buatmu" ucap Abian mengulurkan tangannya ke arah Ana.


Ana mencoba membalas uluran tangan Abi namun dirinya masih nampak gugup berkenalan dengan orang asing yang tak di kenalnya. Dari kejauhan nampak seorang pria menatap tajam ke arah mereka seakan tak suka Abi mendekati Ana. Dia pun melangkah mendekati Ana yang masih terlihat gugup.


" Abi" panggilnya.


Ana dan Abi pun menoleh ke arah suara bariton itu yang menghampiri mereka berdua.


" Ya kak" jawab Abi yang melihat kedatangan kakaknya yaitu Aiden.


" Kau di panggil mama" ucap Aiden tanpa menatap ke arah Abi.


Abi mencari keberadaan ibunya yang belum percaya atas ucapan kakaknya. Ia tak ingin momen berkenalannya dengan Ana gagal lagi. Namun saat Abi menoleh ke arah samping,Ia melihat ibunya yang berdiri tak jauh melambaikan tangan ke arahnya. Abi pun berubah jadi lesu karena perkenalannya dengan Ana gagal lagi.


" Aku pamit dulu ya, tapi aku kembali lagi ke sini. Jangan pergi ya?" ucap Abi yang masih tak rela pergi. Ana pun menganggukkan kepalanya.


" Hei cepat, nanti mama bisa marah kamu lama banget" ucap Aiden se akan mengusir halus.


Jantung Aiden berdetak begitu cepat bila dekat dengan wanita di incarnya nampak ia salah tingkah. Dia memikirkan bagaimana cara pertama mendekati seorang wanita yang di cintainya. Kalau pun di pikir Aiden tak harus berkata-kata mutiara ke seorang wanita agar bisa takluk kepadanya. Wajahnya yang tampan,gagah, macho dan kaya raya siapa sih wanita yang nggak tertarik. Namun beda dengan Ana wanita yang tak pernah menoleh ke arahnya atau pun menatap wajah Aiden.


" Kau nggak lelah berdiri?" tanya Aiden yang menghilangkan rasa groginya di depan Ana.


" Nggak kok, sedikit lagi kami pulang" ucap Ana yang masih menunduk menyembunyikan wajahnya yang bertopeng.


" Apa kamu bicara dengan lantai?" tanya Aiden. Ana terperanjat atas pertanyaan Aiden tanpa sadar ia menatap wajah Aiden hingga mata mereka bertemu dan saling bertatapan.


" *Matamu begitu indah namun mengapa di sana terlihat penuh dengan kesedihan yang tak terlihat " batin Aiden yang masih menatap mata Ana yang begitu indah.


" Matamu indah memperlihatkan penuh cinta" batin Ana masih menatap mata Aiden.

__ADS_1


" Ekheeem*" batuk seseorang yang membuat mereka kaget dan menghentikan tatapan mereka berdua.


Aiden menoleh ke arah orang itu dengan menatap tajam ke arah si biang perusak momen itu.


" Maaf aku hanya ingin berkenalan saja" ucapnya sambil nyengir karena tatapan Aiden begitu tajam ke arahnya.


Ana melirik ke arah Aiden yang terlihat sangat marah. " Apa ada masalah?" tanya Ana yang penasaran melihat wajah Aiden kemerah-merahan menahan amarah. Mendengar ucapan Ana dengan cepat Aiden meredakan amarahnya yang tak ingin Ana melihat dan membuat Ana takut kepadanya.


" Nggak ada apa-apa" jawab Aiden dengan senyumnya.


" Nggak apa-apa kakak ipar" ucap orang itu. Ana dan Aiden mendengar itu pun kaget dan menatap wajah orang itu dengan wajah penuh amarah yang se akan ingin menelannya. Dengan cepat ia beranjak pergi, yang tak mau jadi cemilan tak sehat.


" Lupain ya" ucap Ana yang masih melihat punggung orang yang membuat mereka kesal.


" Aku lupain kalau kau yang meminta" ucap Aiden dengan santai sambil tersenyum ke arah Ana.


Ana yang melihat senyuman Aiden jadi salah tingkah karena baru kali ini ia melihat seorang pria tak jijik di dekatnya.


" Deg deg deg , ada apa dengan jantungku?" batin Ana yang meraba dadanya.


" Apa ada masalah?" tanya Aiden yang masih menatap Ana.


" Nggak tau, mungkin jantungku sedang mengejar detik" ucap Ana dengan asal tanpa di pikirkannya. Aiden bingung dengan ucapan Ana.


" Mengejar detik?" tanya Aiden bingung dengan jawaban Ana. Ana terperanjat dengan barusan pertanyaan Aiden.


" Aduh kok jadi salah ngomong begini sih? Aduh kenapa kau jantung? pingin di operasi ya?" batin Ana.


" Apa? nggak kenapa-napa, lupain ya? anggap aja angin lewat" ucap Ana yang mulai gugup karena salah ngomong.


" Mana angin lewat?" tanya seseorang yang baru saja menghampiri mereka.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf baru bisa update..semoga kembali masih bisa melanjutkan kembali cerita ini.


__ADS_2