Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Bodygart Tampan


__ADS_3

" Kalau begitu peluk Anna kalau papa bahagia." ucap Anna membuat Dian sontak memeluk Anna begitu erat. Dian memejamkan matanya menahan air matanya yang ingin keluar.


" Anna tetap lah putri papa, walaupun bukan putri kandung papa,selamanya Anna tetaplah putri papa." ucap Anna membuat hati Dian merasa tenang. Dian mengendurkan pelukannya menatap kedua mata putrinya yang terlihat sembab itu dengan mengembangkan senyumnya.


" Iya sayang, Anna tetaplah putri papa." ucap Dian membuat mereka yang berada di sana ikut tersenyum.


" Karena Anna punya dua papa jadi Anna tidak perlu takut lagi karena ada bodygart tampan di samping Anna." ucap Anna membuat mereka tertawa.


" Bukan cuma ada dua tapi ada tiga." ucap Bram mendekati Anna.


" Oh iya Anna lupa kalau kakakku ini juga bodygart tampanku." ucap Anna membuat mereka tersenyum bahagia.


Hati Eris terasa sakit melihat ke akraban Anna dan Bram yang begitu dekat, dengan menahan kecemburuannya Eris berpamitan ingin meninggalkan tempat itu.


" Maaf, saya ada keperluan mendadak jadi mau pamit dulu." ucap Eris canggung.


" Mba mau pulang?." tanya Anna.


" I_iya Anna, Mba mau pulang dulu." pamit Eris.


" Kenapa Mba buru-buru pulang? padahal Anna mau ajak makan malam bersama." ucap Anna.


" Nggak usah, Mba ada urusan sangat penting yang harus Mba kerjakan. Mba pamit ya? Di jaga kesehatannya baik-baik." ucap Eris.


" Iya Mba, hati-hati." ucap Anna.


" Kak Eris, Reya juga ikut sama Kakak ya?." ucap Reya mendekati Eris.


" Loh! Kok Reya juga ikutan?." tanya Anna.


" Reya lupa, hari ini Reya juga ada pertemuan sama teman-teman." ucap Reya mengarang alasannya.


Anna cemberut ke arah mereka berdua, membuat Reya dan Eris tidak begitu tega meninggalkannya.


" Kalau begitu kita makan malam bersama dulu, nanti kalau udah kita bisa pulang." ucap Eris membuat Anna tersenyum bahagia.


Makan malam di ruangan itu terlihat begitu penuh hangat, senyuman Anna selalu terpancar membuat mereka ikut juga bahagia. Walaupun hati Anna merasakan sesuatu yang kurang di antara mereka.


Bram memperhatikan senyuman Anna yang tiba-tiba memudar dan kembali melamun, sendok yang berada di tangannya di letakkannya di atas piring.


" Ada apa?." tanya Bram ke arah Anna membuat mereka ikut menoleh ke arah mereka berdua.


" Anna merindukan Mama dan Kak Rissa." ucap Anna membuat Dian menunduk mengingat perlakuan istri dan putri kandungnya terhadap Anna.


Seharusnya Anna membenci istri dan putrinya itu yang sudah kejam terhadapnya, tetapi hati Anna tidak tersimpan dendam sama sekali. Justru Anna sangat merindukan sosok keduanya.


" Besok kita berdua pergi menjenguk Mama di penjara, Anna jangan sedih lagi ya! Ayo makan lagi." ucap Bram ke arah Anna.


" Tapi_." ucap Anna terhenti karena Bram menyuapinya.


" Aaaa_." ucap Bram mengarahkan sendok ke arah mulut Anna untuk menyuapinya.


" Kakak apaan sih!." ucap Anna sambil mengunyah makanannya membuat Dian dan Leo tersenyum.

__ADS_1


Hati Eris tidak karuan melihat pemandangan yang membuat hatinya teriris-iris. Eris berhenti makan dan langsung berpamitan membuat Reya yakin kalau kakaknya sedang cemburu.


🌳🌳🌳


Di dalam mobil begitu hening hanya terdengar suara bisingan mesin mobil dan klakson pengendara lainnya. Reya kadang menoleh ke arah kakaknya menunggu Eris berbicara dengannya. Namun, raut wajah Eris seperti biasa saja tanpa merasakan sesuatu.


" Apa kakak baik-baik saja?." tanya Reya membuat Eris menoleh ke arah Adiknya dan kembali fokus mengemudi.


" Kenapa De'?." tanya Eris.


" Nggak kenapa-napa." jawab Eris singkat.


" Kakak nggak tau apa, dari tadi Reya itu mencium bau-bau hangus gitu." ucap Reya.


Ciiittthhh


Bruughh


" Astaga Kak!! Kalau mau rem mendadak ngomong dulu. Sakit nih jidatku." ucap Reya sambil mengusap jidatnya.


Eris tidak menjawab perkataan adiknya, Ia hanya fokus mencari sesuatu membuat Reya kebingungan.


" Kak, ada apa?." tanya Reya.


" Katanya ada yang hangus, jadi kakak mencarinya." ucap Eris.


" Ishh..Kakakku gemesh bangeett ya! Lupain aja, ayo lanjut perjalanan,udah lapar nih perut minta di isi." ucap Reya.


" Reya cuma makan sedikit Kak." ucap Reya.


Mobil yang semakin melaju, namun ada saja membuat Eris tertawa karena canda Adiknya membuat Ia melupakan kesedihan di dalam hatinya.


🌳🌳🌳


Di pagi hari yang cerah seorang gadis mondar-mandir sambil menghubungi seseorang, namun tidak kunjung tersambung membuatnya semakin khawatir.


" Kak Aiden kemana sih? Aku belum tau kabarnya!." gumam gadis itu yaitu Anna.


Anna kembali menghubungi Aiden namun hanya suara operator yang selalu saja menjawabnya( nomor yang anda tuju tidak bisa di hubungi atau berada di luar jangkauan).


" Ish.. Kak kemana aja sih?." tanya Anna mencemaskan Aiden yang sudah sehari tidak menghubunginya.


" Kak Abi? Iya Kak Abi." gumam Anna sambil mengotak ngatik ponselnya mencari nama Abi.


Tut tut tut


" Angkat Kak_." ucap Anna terpotong oleh suara seseorang dari sebrang ponselnya.


" *Hallo, Assalamu Alaikum." ucap suara pria yang di bernama Abi.


" Waalaikum salam." balas Anna.


" Apa kabar Na?." tanya Abi.

__ADS_1


" Alhamdulillah baik Kak." ucap Anna.


" Maaf ya? Aku belum bisa menjengukmu karena aku banyak kesibukan akhir-akhir ini." ucap Abi.


" Nggak apa-apa kak Abi, oh iya Kak! Kak Aiden nomornya nggak aktif ya?." tanya Anna.


" Abang? Hmmm..kak Abi belum balik ke rumah, bentar Kak Abi telfon mama dulu." jawab Abi.


" Iya Kak! Maaf sudah mengganggu kak Abi." ucap Anna.


" Nggak loh Na! Apa sih yang nggak buat Anna?." ucap Abi tanpa sadar.


" Maksud Kak Abi apa?." tanya Anna yang bingung dengan ucapan Abi.


" Astaga." gumam Abi dalam hati." Nggak apa-apa Na! Ya udah aku telfon dulu." ucap Abi.


" Ya Kak!." ucap Anna.


Abi mematikan sambungan panggilannya bersama Anna." Astaga Abi, kenapa sampe keceplosan begini sih!." gumam Abi sambil mencari kontak ibunya. Setelah melihat kontak ibunya, Abi menelfon Vina, panggilan tersambung. Namun, yang mengangkatnya bukanlah ibunya melainkan Ayahnya yang posesif.


" Ada apa?." tanya Prabu tanpa basa basi.


" Pah! Abi pingin nanya, Abang kemana ya? Kenapa ponselnya nggak aktif?." tanya Abi.


" Tumben kau nanya abangmu? Ada apa?." tanya Prabu tanpa menjawab pertanyaan Abi.


" Anna mencemaskan Abang, ponsel abang juga nggak aktif. Terpaksa Anna menghubungi Abi bertanya kabar abang." jawab Abi.


" Hmm.. katakan pada Anna, jangan ganggu Ai lagi dan putuskan hubungan mereka dari sekarang." ucap Prabu.


Abi terkejut dengan ucapan Ayahnya yang mendadak memutuskan hubungan abangnya bersama Anna." Apa maksud Papa?." tanya Abi.


" Jangan bertanya lagi Abi, katakan saja pada Anna begitu." ucap Prabu sambil memutuskan panggilannya.


" Ada apa sebenarnya?." ucap Abi yang bingung dengan sifat ayahnya yang berubah.


Tiba-tiba ponselnya kembali berdering, tertera nama ada di layar ponselnya yang sedang memanggil. Abi menggeser warna hijau di ponselnya itu menerima panggilan Anna.


" Assalamu Alaikum, bagaimana Kak? Bagaimana kabar Kak Aiden?." tanya Anna yang masih mencemaskan keadaan Aiden.


" Wa'alaikum salam, satu-satu Na!." jawab Abi sambil tersenyum.


" Maaf Kak!." ucap Anna.


" Ponsel Mama nggak aktif, aku telfon asisten Abang dulu ya? Nanti Kak Abi yang telfon Anna." ucap Abi yang terpaksa membohongi Anna, ia tidak tega mengungkapkannya pada Anna tentang ucapan ayahnya.


" Iya Kak." jawab Anna.


" Ya sudah Kakak matiin dulu, mau mencari keberadaan abang dulu." ucap Abi.


" Ya Kak, makasih Kak Abi." ucap Anna.


" Sama-sama." ucap Abi setelah itu memutuskan panggilannya.

__ADS_1


__ADS_2