Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Bayangan


__ADS_3

" Shiitt, aku kehilangan jejaknya. Aku yakin itu Anna, aku pasti akan menemukanmu sayang tunggu Aku." ucapnya


" Tunggu, bukankah Anna punya bekas luka di pipinya yang sering Ia tutupi tapi kenapa tidak terlihat? Atau aku hanya salah lihat saja gara-gara Aku sangat merindukannya? Anna di mana keberadaanmu sekarang, Kakak sangat merindukanmu." ucap Aiden yang sedang bersedih.


Kring kring kring


Bunyi ponselnya kembali terdengar, seseorang sedang menelfonnya. Aiden meraih ponselnya dan melihat nama di layar ponselnya yang sedang memanggil.


" Halo." jawab Aiden.


" Kau di mana sekarang?." tanya suara seseorang dari seberang ponsel Aiden.


" Aku masih dalam perjalanan, sedikit lagi bakal sampai." balas Aiden.


" Cepatlah, ada seseuatu yang harus ku bicarakan denganmu." ucapnya.


" Baik." ucap Aiden. Panggilan pun terputus, Ia meletakan ponselnya kembali dan kembali mengemudi untuk melanjutkan perjalanannya.


Di tempat lain, mobil itu memasuki area apartemen elit yang sudah di pesan Eris dari jauh hari sebelum mereka datang kembali ke Indonesia. Mereka bertiga keluar dari dalam mobil taksi dan mengeluarkan barang mereka yang berada di dalam bagasi mobil.


" Wah Kak, tempat ini bagus amat lo! Pasti mahal tempat ini?." ucap Reya memandangi sekeliling tempat itu.


" Lumayan De', Kakak pilih tempat ini karena tempat ini dekat dengan tempat kerja Kakak yang baru. Dan kamu juga bisa melamar di perusahaan dekat dengan apartemen ini." ucap Eris sambil membawa kopornya.


" Wah Kakak pintar banget nih!." puji Adiknya. Eris hanya bisa tersenyum mendengar pujian Adiknya, Ia masih memikirkan Gladis yang hanya terdiam tanpa bersua semenjak turun dari pesawat. Dalam pikirannya, Apakah Anna mengingat sesuatu atau mencoba mengingat seseuatu di tempat ini. Di tambah lagi suara seseorang sedang memanggil, Ia yakin orang itu pasti kenal dengan Gladis.

__ADS_1


Gladis dulu masih setia memakai topengnya karena menutupi bekas luka yang membuatnya terlihat mengerikan. Sekarang Ia terlihat begitu cantik karena Eris berhasil mengubah wajahnya yang mempunyai bekas luka kini menjadi gadis cantik karena operasi wajah.


Apa masih ada orang yang bisa mengenali Gladis? Apa hilang ingatan gadis itu akan kembali lagi? Hanya tuhan yang tahu takdir apa yang bisa membuat gadis itu kembali mengingat masa lalunya.


Mereka memasuki ruangan yang akan di tempati, Eris menghampiri kedua Adiknya yang nampak kelelahan duduk di sofa ruangan itu.


" Oh iya, kamar ini cuma 2 jadi siapa yang mau berbagi? Kakak bakal pilih kamar itu, siapa yang mau kamar ini dan mau tidur bareng?." tanya Eris menoleh ke arah keduanya.


" Mmm Kak, Aku mau tidur sama Kak Gladis. Kan Kakak tahu aku takut tidur sendiri." ucap Reya.


" Baiklah, Gladis gimana? Kamu setuju Reya tidur sama kamu?." tanya Eris menoleh ke arah Gladis.


" Bolehlah Mba, Aku malah senang punya teman tidur bareng. Reya juga kan sudah aku anggap Adik kandungku." ucap Gladis.


" Yeee, makasih ya kak Gladis." ucap Reya sambil memeluk tubuh Gladis.


" Sama-sama Re, Sama-sama Mba." ucap Gladis tersenyum ke arah mereka berdua yang sudah di anggapnya seperti keluarga Kandungnya.


" Ya sudah, Mba istirahat dulu." ucap Eris.


" Iya Kak/ Mba." Jawab mereka bersama.


Eris pun hendak melangkah tiba-tiba Gladis kembali bersua." Mba, Aku boleh keluar sebentar hanya ingin melihat-lihat pemandangan di luar saja?." tanya Gladis.


" Boleh, tapi jangan jauh-jauh. Mba juga nanti sore mau kerja ada salah satu pasien Mba mau di periksa." ucap Eris.

__ADS_1


" Iya Mba." ucap Gladis.


" Kak, Reya mau ikut sama Kakak mau lihat tempat kerja Kakak yang baru, Boleh kan?." tanya Reya.


" Boleh De'! Ya sudah sana istirahat dulu." ucap Eris.


" Ok Kak." ucap Reya yang amat bahagia, Ia kemudian bangkit dari duduknya melangkah ke arah kamar yang Ia pilih.


Eris dan Gladis pun meninggalkan tempat itu, Eris menuju ke arah kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang nampak kelelahan. Gladis keluar dari Apartemen dan berjalan-jalan di area tempat itu . Di saat berjalan sambil melihat-lihat pemandangan di tempat itu tidak sengaja mata Gladis melihat taman yang berada tidak jauh darinya dan nampak seorang Anak kecil sedang bermain dengan keluarganya.


Ia tersenyum dan mendekati tempat yang terdapat beberapa orang yang berada di sana, ada beberapa orang yang sedang bermain atau menemani Anak-anaknya. Tiba-tiba sebuah bayangan terlintas di pikirannya.


" Mama sakit..mama sakit Ma." ucap Anak itu dalam kesakitan yang sedang mengadu kesakitan.


" Sabar sayang." ucap suara seseorang dalam bayangannya seorang Ibu.


Bayangan yang menghampiri di pikiran Gladis membuatnya di serang sakit kepala yang begitu sakit hingga membuatnya histeris.


" Aaakhh sakiitt." ucap Gladis kedua tangannya sedang memegang kepalanya karena menahan sakit.


Tiba-tiba Ia terjatuh kelantai, orang-orang melihatpun berlari ke arahnya untuk mencoba menolong Gladis.


" Dia pingsan." ucap salah satu warga yang sedang jalan-jalan di taman itu sedang memeriksa Gladis.


" Semoga tidak terjadi apa-apa dengannya. Ayo bawa kerumahku saja, tunggu dia sampai sadar." ucap salah satu warga yang datang menolong Gladis.

__ADS_1


Karena tidak tahu tempat tinggal gadis itu, Mereka membawa Gladis kerumah orang yang telah menolongnya sampai Ia tersadar kembali dari pingsannya.


" Semoga gadis ini cepat sadar." ucap wanita itu sambil menggosok minyak wangi ke hidung Gladis.


__ADS_2