
" Ada apa Tuan?." tanya Stave mengikuti tatapan Aiden ke mobil itu yang terlihat semakin menjauh.
" Itu seperti Anna." jawab Aiden yang masih saja menatap mobil yang semakin menjauh yang di ikuti oleh Stave.
" Astaga Tuan, mana mungkin Anna naik mobil semewah itu. Mungkin Tuan sangat merindukan Anna jadi melihatnya di mana-mana." ucap Stave.
" Mungkin ya!." ucap Aiden pelan namun dalam hatinya merasa kalau itu adalah Anna kekasih pujaan hatinya.
" Kenapa aku merasa itu adalah Anna?." batin Aiden.
Mobil Aiden memasuki lingkungan kediaman Hardian yang begitu banyak pepohonan menambah suasana menyejukkan. Perasaan Aiden sudah tidak sabaran bertemu dengan Anna. Namun, dalam hati Aiden masih bertanya-tanya tentang sosok yang di lihatnya itu. Setelah mobil itu di depan gerbang kediaman Hardian, Stave menurunkan kaca mobilnya memanggil sang penjaga untuk membuka pintu gerbang.
" Pak! Tolong di buka gerbangnya." panggil Stave ke arah penjaga.
" Baik Tuan." jawab satpam itu dengan cepat berlari membuka gerbang itu.
Setelah mobil Aiden terparkir dengan baik, Ia keluar dengan membawa sebuket bunga yang indah itu dengan meninggalkan Stave yang di larang oleh Aiden untuk menyusulnya ke dalam. Aiden mengucapkan salam setelah di depan pintu rumah Anna. Aiden berharap Anna yang menyambutnya, namun sosok yang menyambutnya bukanlah Anna melainkan ayahnya Anna.
" Pah!." sapa Aiden sambil menyalami tangan mertuanya itu.
" Apa kabar Aiden?." tanya Dian.
" Alhamdulillah baik Pah!." balasnya sambil lirik ke kanan dan ke kiri mencari sosok yang sangat di rindukannya. Dian hanya tersenyum simpul melihat tingkah Aiden yang sedang mencari seseorang yaitu Anna.
" Anna tidak ada Aiden." ucap Dian membuat Aiden salah tingkah karena ketahuan oleh calon mertuanya.
" Hehehe..Papa kok bisa tau?." tanya Aiden sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Papa seperti kamu waktu masa muda, tapi yang kau cari tidak ada di sini." ucap Dian.
" Kemana Anna, Pah?." tanya Aiden.
" Anna ikut dengan ayah kandungnya." ucap Dian.
" Ayah kandung?." tanya Aiden.
" Hhmm.. ayo masuk, papa akan cerita sama kamu tentang asal usul Anna." ucap Dian mengajak Aiden masuk.
๐ณ๐ณ๐ณ
" Ini rumah Papa?." tanya Anna yang sudah berdiri di hadapan rumah besar itu yang bagaikan istana.
" Tidak sayang, tapi ini rumah kita. Yaitu kamu, Papa, Eris dan Reya." ucap Leo membuat Anna berbalik ke hadapan ayahnya.
" Mba Eris sama Reya di sini juga?." tanya Anna yang terkejut.
__ADS_1
" Iya sayang, ayo masuk!." ajak Leo ke arah putrinya yang masih mengamati sekeliling rumah itu dengan begitu takjub.
" Ini istana atau apa?." tanya Anna yang sudah melangkah ke dalam rumah. Dan alangkah terkejutnya Anna melihat seisi dalam rumah itu yang begitu banyak pernak pernik.
Bingkai foto terpajang begitu besar di ruang tamu, Anna mendekati bingkai itu yang terdapat Leo, Clara dan Anna yang masih balita.
" Mama!." ucap Anna yang menitikan air mata di kedua sudut matanya. Leo yang membalikkan tubuhnya mencari keberadaan Anna yang masih berdiri di ruang tamu sedang mengamati bingkai itu.
Leo mendekati putrinya itu yang terlihat bersedih, " Maafkan Papa." pinta Leo ke arah putrinya membuat Anna menoleh ke arah ayahnya.
" Minta maaf kenapa?." tanya Anna ke arah ayahnya.
" Gara-gara Papa, Anna kehilangan Mama dan menderita." ucap Leo sangat merasa bersalah.
" Semua itu sudah takdir Pah! Anna sedih karena Mama tidak lagi bersama kita." ucap Anna membuat Leo memeluk tubuh putrinya itu.
" Mama cantik ya Pah?." ucap Anna yang menatap wajah cantik ibunya sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang ayahnya.
" Iya sayang, sangat cantik seperti putri papa." ucap Leo yang juga menatap wajah istrinya sambil membelai puncak kepala Anna.
" Paman, Kak Anna!!." alangkah terkejutnya mereka berdua mendengar suara seseorang yang melengking di telinga mereka berdua.
" Astaga Reya, suaramu itu seperti tarzan yang berteriak di dalam hutan." ucap Leo ke arah Reya.
" Ish Paman!." ucap Reya yang kesal sambil melangkah ke arah Anna.
" Baik sayang, makasih." sambil menyambut pelukan Reya.
" Mba Eris mana?." tanya Anna.
" Oh iya, Mba masih dalam perjalanan ke sini." jawab Reya.
" Reya, ajak Anna ke kamarnya untuk beristirahat. Barang-barang Anna, nanti Bibi yang mengatur ke dalam kamar Anna tempati nanti." ucap Leo.
" Ya Paman, ayo Kak!." ajak Reya yang di ikuti anggukan Anna.
Setelah mereka berdua pergi, Leo menoleh ke arah bingkai besar itu yang menampilkan mereka bertiga." Anak kita sudah ada bersamaku, aku janji akan menjaga dan melindungi putriku sampai kapan pun." ucap Leo ke arah istrinya.
๐ณ๐ณ๐ณ
Di dalam mobil seorang gadis sedang melamun memikirkan perkataannya terhadap Bram." Siapa gadis itu Bram?." tanya Eris yang sedang berpikir mencari gadis yang di cintai oleh Bram.
Kring kring kri_" suara dering ponselnya, Eris mengambil dan melirik ke arah layar ponselnya melihat nama kontak yang sedang menghubunginya.
" Reyaa!!." ucap Eris yang baru saja teringat dengan kedatangan Anna ke rumah sesungguhnya." Astaga, aku lupa." ucap Eris sambil menggeser yang berwarna hijau yang tertera di ponselnya.
__ADS_1
" Haloo, Assalamu alaikum." ucap Eris mengawali obrolan mereka.
" Waalaikum salam, Kak Eris di mana? Kak Anna sekarang sudah ada di rumah. Kakak cepat pulang ya?." pinta Reya.
" Iya De', maaf Kakak terlambat menyambut Anna di rumah." ucap Eris.
Reya melospeker suara ponselnya, agar Anna juga mendengar obrolan Eris." Nggak apa-apa Mba! Anna tahu, kalau Mba sibuk di rumah sakit." ucap Anna sambil tersenyum ke arah Reya.
" Ya sudah, Mba mau pulang sekarang." ucap Eris.
" Iya Mba, hati-hati." ucap mereka berdua bersamaan membuat mereka saling menatap dan sesaat kemudian tertawa dengan tingkah mereka yang masih di dengar oleh Eris. Eris pun tersenyum dengan ke akraban adiknya itu dan Anna, Ia tidak sabar untuk kembali pulang menemui Anna.
๐ณ๐ณ๐ณ
Di kediaman Bramantiyo, seorang pria paruh baya yang bernama Prabu sedang menunggu kedatangan seseorang. Sahabat yang juga sebagai partner kerjanya yang bernama Rudi.
Terdengar suara mobil memasuki kediamannya membuat Prabu melangkah pergi untuk menyambut tamu istimewanya itu. Vina yang sedang mempersiapkan hidangan di atas meja nampak mengamati tingkah suaminya membuat Vina mencurigai sesuatu. Hidangan yang di siapkannya untuk tamu istimewa itu yang Ia tidak tahu untuk siapa? Sudah berapa kali Vina bertanya siapa tamu istimewa yang di sambut suaminya itu, namun tetap saja Prabu tidak mau menjawab.
Terdengar langkah kaki beberapa orang membuat Vina menoleh yang ternyata suaminya dan seorang pria yang seumuran dengannya. Dan di ikuti oleh seorang gadis yang berada di samping pria itu." Siapa gadis itu?." pikir Vina.
" Ma sini!." panggil Prabu ke arah istrinya yang membuat Vina melangkah mendekati mereka.
" Mama kenal ini siapa?." tanya Prabu ke arah istrinya membuatnya menoleh ke arah pria itu yang tersenyum ke arah dan juga gadis itu.
" Tidak." jawab singkat istrinya.
" Astaga Mah! ini Rudi dan putrinya Nena." ucap Prabu membuat Vina terkejut.
" Rudii?? Apa kabar?." tanyaku ke arah Rudi yang tersenyum kearahku.
" Baik Vin, oh iya ini putriku yang ketiga bernama Nena." ucap Rudi memperkenalkan putrinya.
" Nena." ucap Nena memperkenalkan dirinya sambil menyalami.
" Vina." ucap Vina sambil membalas salaman Nena.
" Bagaimana Mah? Tidak kalah cantik kan calon menantu kita?." tanya Prabu memuji Nena membuat Vina menoleh ke arah suaminya yang nampak bingung.
" Calon menantu? Maksud Papa?." tanya Vina ke arah suaminya.
" Nena adalah calon istri untuk Aiden." ucap Prabu.
" Apaaa??." pekik Vina yang sangat terkejut.
...****************...
__ADS_1
Readesku yang terbaik..Cinta Aiden kembali di uji ya!! Pasti ada konfliknya lagi untuk menguji cinta mereka berdua..aku bakal fokus d Cerita Anna sama Aiden..kalau soal Eris sama Bram ada episode tersendiri biar nggak loncat-loncat..okeeeyy..siapkan tisu dan jangan sampe terbawa emosi..hhhmm penasaran kan kaann kaaaann๐๐
lanjuuttt..jangan lupa siapkan komentar dan like kalian..bisa juga ksih aku sekuntum bunga biar semangat..biar enak tambah kopi biar nggak ngantuk ( Is is is mode malak haluuuss) sehalus hatiku sebagai calon hati buat seseorang๐