Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Menemui Ana


__ADS_3

" Bruukk"


" Ah, maaf pak" ucap orang itu merasa bersalah karena menabrak atasannya.Berkas yang berjatuhan pun kembali di pungutnya setelah Aiden beranjak pergi tanpa mempedulikan karyawannya.


" Ya ampun dingin banget" batin karyawan itu sambil memandangi punggung Aiden yang menuju lift.


" Lo kenapa?" tanya salah satu karyawan melihat temannya sedang merapikan berkas yang berjatuhan di lantai.


" Tadi aku nabrak Pak Aiden, trus aku ngomong minta maaf. Eh malah tak ada respon darinya tak ngomong apapun bilang apa gitu" ucapnya.


" Ya ampun Pak Aiden kan terkenal Pria kulkas di kantor ini. Jadi nggak usah kaget dengan sifatnya".


" Eheem" batuk seseorang yang sudah dari tadi memperhatikan mereka. Mereka pun kaget dengan kehadiran Steave yang sudah berdiri di dekat mereka.


" Kalian mau kerja atau mau gosip?"tanya Steave yang menatap tajam kedua karyawannya itu.


" Kerja Pak" ucap mereka bersamaan.


" Ya sudah kalau mau kerja silahkan di lanjutkan" ucap Steave. Dengan cepat mereka merapikan tumpukan berkas dan secepatnya beranjak pergi meninggalkan Steave yang berdiri memperhatikan mereka. Setelah kepergian mereka, Steave pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.


🌲🌲🌲


" Sial" umpat seseorang di dalam mobil.


" Apa aku hanya di sini menunggunya keluar?"


"Kalau dia keluar aku harus ngomong apa?


"Aaahhh sial, ini benar-benar bukan aku, biasanya aku nggk kayak gini bila menghadapi miting klien yang menguntungkan tapi bertemu dengan seorang wanita saja membuat jantungku pingin keluar dari dalam tubuhku" ucapnya.


"Aku telfon Steave dulu" sambil meraih handponenya dan mencari kontak atas nama Asistennya.


" Tut tut tut,klik."


"Halo Bro, gimana?"tanya Steave yang penasaran.


" Gimana apanya, gue masih di dalam mobil nggak tau mau ngapain?" ucap Aiden yang kesal.


" Lah temuin saja dia, ngapain lo lama-lama di dalam mobil?" ucap Steave.


" Nggak segampang lo katakan, mana ada aku temuin dia. Trus ngajak dia pulang, jantungku belum bertemu dengannya udah kayak orang lari marathon apalagi kalau bertemu dengan Ana" Ucap Aiden. Steave pun menahan tawa mendengar ucapan Aiden dari seberang sana.


" Tarik nafas dulu trus keluarkan dengan pelan-pelan, tarik nafas lagi trus keluar_"


" Sebenarnya lu bantuin gue apa mau ngajak senam pernafasan sih?" tanya Aiden yang kesal sama Steave.


" Ya elah bro gue bantuin lo lah, gue bantuin buat jantung lo biar normal kembali, nanti ketemu Ana lo nggak jantungan" ucap Steave.

__ADS_1


" Brengsek lo, lo kira gue punya penyakit jantung" ucap Aiden yang semakin kesal tiba-tiba arah matanya nggak sengaja melihat Ana yang menuju ke arahnya.


" Steave Ana sudah balik," ucap Aiden yang mulai merasa gugup dan sekujur tubuhnya sudah menjadi dingin.


" Trus gimana?"tanya Steave yang bingung.


" Bantuin gue lah".


" Caranya?".


" Lo pikirin dari sekarang" ucap Aiden yang melihat Ana sudah dekat.


" Lebih baik gue hadapin anak ABG yang baru jatuh cinta, lah ini sudah tua nggak tau caranya hadapin cewe. Bisnis paling nomor satu lo dapatin dengan cara lo sendiri tapi dapatin cewe lo kalah Bro hehehe" batin Steave.


" Steave, Stev " panggil Aiden yang merasa nggak tenang. Steave pun kaget dari lamunannya mendengar panggilan Aiden.


" Eh, mmm lo pasang hedset ntar gue aba-aba deh" ucap Steave.


" Ok, gue pasang sekarang" ucap Aiden.


" Sekarang lo keluar temuin Ana" ucap Steave. Aiden pun keluar melangkah mendekati Ana yang menuju kearahnya juga.


Ana yang sudah usai dengan pelajaran kuliahnya kini memilih kembali ke restoran untuk bekerja. Namun, setelah sampai di pintu gerbang kampus Ana di kejutkan dengan kedatangan seseorang.


" Hai Ana" sapa seseorang yang melangkah mendekati Ana. Ana berhenti melangkah saat ia mendengar seseorang menyapanya dan menoleh ke arah orang itu yaitu Aiden.


" Hai juga" Ana membalas ucapan Aiden dengan cepat menundukan wajahnya untuk menutupi sebelah wajahnya yang memakai topeng.


" Iya Tuan" jawab Ana.


" Aku bukan tuanmu panggil aku Iden saja" ucap Aiden.


" Iya tu_ mmm Kak Iden, aku panggil kakak saja ya? Kan kakak lebih tua dari saya dan umur kakak juga seumuran dengan kakakku Bram" ucap Ana.


" Ok" ucap Aiden yang mengembangkan senyumannya mendengar ucapan Ana yang panjang lebar seakan Ana mulai membuka pertemanan mereka.


" Aku antar ya?" tanya Aiden. Ana bingung mau menolak atau menerima karena saat ini dia belum bisa balik kerumah karena dia masih ada pekerjaan di kafe.


" Nggak usah kak, aku bisa balik sendiri" ucap Ana yang tak enak hati.


" Kenapa nggak mau balik denganku? kan Ayahmu dan ayahku kan bersahabat apa kamu takut aku ngapa-ngapain ya?" tanya Aiden yang merasa kecewa atas penolakan Ana.


" Mmm bukan begitu kak, sebenarnya aku belum bisa balik ke rumah karena saya bekerja di salah satu restoran kecil yang nggak jauh dari sini" ucap Ana yang menjelaskan alasannya.


" Ya sudah aku antar ke sana ya?" ucap Aiden. Ana pun menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah Aiden menuju ke tempat parkir mobil Aiden.


Di perjalanan menuju kafe di dalam mobil tanpa sunyi tak ada percakapan karena di antara mereka begitu canggung untuk mengawali obrolan mereka. Steave dari ujung telfon semakin bosan menunggu obrolan mereka.

__ADS_1


" Bro " Panggil Steave yang membuat Aiden kaget.


" Apaa?" ucap Aiden yang suaranya agak meninggi membuat Ana terkejut dari lamunannya dan menoleh ke arah Aiden.Aiden pun menyadari keberadaan Ana yang terkejut dengan ucapannya.


" Apa Ana sudah makan siang?" tanya Aiden yang mengalihkan.


" Belum kak tapi nanti di restoran Ana akan makan siang, Kak Aiden sudah makan siang juga?" tanya Ana.


" Belum" jawab Aiden yang jujur karena dari tadi pagi hanya sarapan.


" Ya sudah nanti di kafe makan bareng dengan Ana aja ya kak, tapi kak Aiden nggak jijik makan bareng dengan Ana?" tanya Ana.


" Kenapa harus jijik sama Ana?" tanya Aiden yang belum menyadari.


" Kan Ana pakai topeng pasti Kak Aiden jijik" ucap Ana.


" Nggak lah" ucap Aiden sambil mengusap kepala Ana. Ana pun kaget dengan kelakuan Aiden yang mengusap kepalanya.


" Aku kayak nyamuk di sini lebih baik aku matiin aja" batin Stave yang mematikan handponenya.


" Sudah sampai kak" ucap Ana yang melihat restoran yang sudah buka dan beberapa karyawan yang sibuk. Aiden memakirkan mobilnya di tempat parkiran restoran dan mereka pun turun dari dalam mobil.


Teman-teman Ana melihat kedatangan Ana dan Aiden, mereka penasaran dengan siapa Ana datang. Karena selama mereka berteman Ana tak pernah dekat dengan laki-laki manapun.


" Hai semua, maaf aku telat ya?" tanya Ana ke arah teman-temannya yang menatapnya seakan banyak pertanyaan untuknya. Ana menyadari perubahan wajah teman-temannya dengan cepat menoleh ke arah Aiden.


" Kak Aiden duduk di sini ya? Ana ambil makanan dulu" ucap Ana ke arah Aiden, ia pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan Ana. Dengan cepat Ana buru-buru ke arah belakang berganti pakaian waiters di restoran itu. Setelah berganti Ana kembali ke arah dapur untuk menyiapkan makanan untuk Aiden dan untuknya. Namun teman-temannya sudah menghalangi langkahnya.


" Mmm ada apa?" tanya Ana yang melihat raut wajah teman-temannya satu persatu.


" Siapa cowo itu?" tanya Citra.


" I_itu Kak Aiden" ucap Ana yang melewati teman-temannya namun langsung di halangi kembali oleh Citra.


" Ana, kau harus hati-hati. Aku nggak mau ada yang terjadi sama kamu" ucap Citra dengan tegas.


" Iya Ana kamu masih polos jangan langsung mau bila ada cowo yang mau ngajak kemana-mana" ucap Laila.


" Iya teman-temanku aku bakal dengar nasehat kalian tapi sekarang ijinin aku makan dulu ya sudah lapar nih" ucap Ana. Teman-temannya pun membiarkan Ana pergi. Mereka saling menatap dan beranjak pergi melangkah menuju ke arah meja Aiden.


" Eheemm" batuk Zanna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Apa ya yang mau mereka lakukan kepada Aiden?


penasaran dengan kelanjutannya? ku tunggu like dan komen kalian.

__ADS_1


jangan lupa mampir di karyaku ya yang berjudul Selingkuhanku Jadi Suamiku.


Terimakasih


__ADS_2