
Di setiap manusia tidak ada yang sempurna, tidak ada manusia yang tidak luput dari dosa yang di sengaja atau pun tidak. Kadang kita berpikir kita sudah benar tapi kadang di mata orang lain kita selalu salah. Di setiap kehidupan manusia ada keinginan untuk hidup berbahagia dengan keluarga kecil kita, walaupun hidup hanya sederhana saja tetapi bahagia. Kadang manusia merasa tidak puas atas pencapaiannya dan juga ada timbul rasa iri dan dengki kepada orang lain yang punya segala-galanya.
Di saat kita mendapatkan apa yang kita inginkan, apakah kita bahagia? Punya harta tapi rumah tangga hancur karena keegoisan, selingkuhan dan masih banyak lagi penyebab-penyebab kehancuran rumah tangga. Di saat kita telah sendiri, baru menyadari tenyata keluarga adalah harta paling besar untuk kehidupan kita.
Rasa penyesalan Leo selama bertahun-tahun karena kehilangan keluarga kecilnya, hasutan ibunya yang menyebabkan Ia berpisah dengan Istri dan putrinya. Ibu Leo tidak menyukai Clara karena Clara seorang gadis yatim piatu yang hidup di panti asuhan.
Mertua Clara sering menghina Clara di saat suaminya pergi bekerja, kadang Ia selalu di fitnah di hadapan Leo. Mertua Clara sering mengatakan pada Leo, istrinya kadang hanya tiduran, pergi keluar, tidak memasak dan masih banyak lagi provokasi untuk membuat Leo mengusir Clara. Namun, Leo tetap percaya pada Istrinya, baginya Clara adalah segalanya.
Clara tidak pernah membalas hinaan ibu mertua kepadanya, Clara gadis pendiam dan penurut. Sebelum menikah dengan Leo, Clara sering jualan kue untuk membantu ibu panti yang menghidupi anak-anak yang tinggal di panti asuhan.
Walaupun hanya seorang gadis yatim piatu, Clara seorang gadis pintar, banyak penghargaan yang di dapatnya saat masih sekolah. Karena ketidak mampuan ibu panti pendidikan Clara hanya sampai di Sekolah Menengah Aliya(SMA). Walaupun mendapatkan beasiswa Clara tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena membantu Ibu panti yang sudah berumur itu untuk menjaga anak-anak panti.
Kue kue kue..kuenya enak dan murah..cuma seribu saja." teriak Clara yang sudah beranjak dewasa.
Walaupun sudah tumbuh menjadi seorang gadis cantik, tidak membuat Clara malu untuk berjualan kue. Yang hanya Ia pikirkan kuenya laris terjual dan uang hasil penjualan itu untuk menyekolahkan anak-anak dan memberi makan sehari-hari mereka.
Di saat Clara jualan di taman, di situlah Leo dan Clara bertemu di saat pandangan pertama. Setiap hari Leo datang ketaman hanya demi melihat Clara, hari demi hari berlalu benih-benih cinta semakin tumbuh di hati mereka berdua. Leo yang tidak ingin kehilangan Clara , Ia mengungkapkan isi hatinya pada Clara.
Clara juga jatuh cinta pada Leo di saat mereka pertama bertemu, namun hatinya ragu untuk menerima cinta Leo. Karena dia dan Leo bagaikan langit dan bumi, Leo adalah seorang pengusaha yang terkenal di mana-mana. Ia bukan gadis yang kaya raya atau pun punya keluarga yang lengkap. Karena Leo meyakinkan Clara bahwa cintanya besar, membuat Clara menerima cinta Leo.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, cinta semakin mekar menghiasi dua insan yang saling jatuh cinta. Leo yang sangat mencintai Clara, hingga Ia bertekad melamarnya. Akan tetapi Ibu Leo tidak menerima Clara yang hanya gadis biasa. Sehingga, Leo di jodohkan dengan gadis lain yang punya segalanya.
__ADS_1
Namun, Leo menolak perjodohan itu dan pergi dari rumah mengajak Clara menikah dengannya. Tanpa restu Ibunya, Leo menikahi Clara dan tinggal di panti asuhan. Ayah Leo begitu sedih karena putranya pergi dari rumah dan menikah tanpa mengundang dirinya.Sehingga, menyebabkan Ia sakit dan masuk rumah sakit.
Ibu Leo mendatangi Leo di panti asuhan untuk meminta maaf dan mengajak mereka tinggal di rumah besar demi ayah Leo. Leo meminta persetujuan dari istrinya untuk tinggal di sana. Karena Ayah Leo sakit jadi, Clara menerima. Tapi sikap Ibu Leo terhadap Clara tidak berubah, di saat mereka tinggal di rumah besar Clara selalu mendapatkan penderitaan. Ibu mertuanya memperlakukan Clara seperti pembantu, Ia tidak bisa menolak atau membatah perintah Ibu mertuanya itu.
Penderitaan Clara begitu menyiksa, untuk merasakan makanan enak apabila Leo sarapan bersamanya, bila Leo tidak ada Ia makan sisa makanan yang di berikan oleh Ibu mertua. Ia ingin mengeluh pada suaminya tentang penderitaannya yang di dapatnya selama ini, tapi Ia takut karena ancaman Ibu mertuanya yang akan melenyapkan anak-anak panti.
Ia hanya bisa menerima dengan hati sabar dan ikhlas demi ibu dan anak-anak panti. Sudah 3 bulan menjalani rumah tangga bersama Leo dan menerima penderitaan, Leo yang dulu selalu memperhatikannya kini semakin menjauh. Kadang Leo sering pulang tengah malam di saat Clara sudah tertidur lelap karena kecapean membuat Clara begitu sedih.
Namun, kesedihannya tidak berlangsung lama, Ia mendapatkan kabar kehamilannya dan memberi tahu suaminya. Leo sangat bahagia mendapat kabar kehamilan Istrinya, sikap Leo berubah menjadi pria siaga kepada istrinya yang sedang mengandung. Kasih sayang dan perhatian banyak di curahkan Leo kepadanya, sehingga Ia lupa tentang penderitaan yang Ia terima dari mertuanya.
Hati mertuanya begitu marah mendengar Clara hamil, Ia berencana menyingkirkan Clara dan cabang bayi dalam kandungan Clara. Tapi semua tidak berhasil karena Leo begitu ketat menjaga Istrinya. Sampai akhirnya Clara melahirkan anak perempuan yang di kasih nama Liora oleh mereka berdua.Bulan berganti bulan anak Clara sudah hampir 1 tahun yang mulai melangkah sendiri sambil bercoloteh memanggil Mama dan Papa.
Di saat Liora sudah memasuki bulan 1 tahunnya Leo mendapatkan tugas keluar negeri untuk beberapa hari berada di sana. Clara mengijinkan walaupun hatinya tidak ingin berpisah dengan suaminya. Tanpa Leo ketahui, Clara kembali mendapatkan penderitaan demi penderitaan dari Ibu mertuanya. Di saat Ibu mertuanya mendapatkan kabar Leo akan kembali dari luar negeri, mertuanya merencanakan sesuatu kepada Clara.
Tanpa curiga Clara menerima perintah mertuanya, Clara pergi ke hotel itu. Di saat Ia sampai di depan kamar hotel yang diberitahu mertuanya Ia pingsan karena di pukul oleh seseorang di belakang punggungnya. Beberapa menit kemudian Clara sadar dari pingsannya, Ia mendapati suaminya sedang menatapnya dengan wajah memerah menahan kemarahan.
Ia bangun ingin memeluk suaminya tetapi Ia terkejut mendapati tubuhnya yang kini hanya memakai selimut. Tidak jauh darinya ada seorang laki-laki yang sudah babak belur dan mertuanya sedang tersenyum licik ke arahnya.
" Aku kira kau gadis polos, ternyata kau gadis pelacur!." pekik Leo ke arah Clara yang membuatnya begitu terkejut.
Ia terdiam mengingat kembali kejadian-kejadian sebelumnya, Ia tidak melakukan apapun bersama laki-laki itu. Laki-laki itu tidak Ia kenal lalu kenapa Ia terbaring di kamar hotel dan tidak memakai apapun?." pikirnya.
__ADS_1
Leo yang melihat Istrinya tidak berkata-kata membuat Ia berpikir bahwa Clara memang gadis pelacur. Leo mendekati Clara dan langsung melayangkan tamparan ke arah wajah Clara.
Plaakkhh
" Mulai sekarang di antara kita tidak ada hubungan apa-apa, aku jatuhi kau talak, kita bercerai." bentak Leo setelah itu meninggalkan Clara dengan hati begitu hancur melihat Istrinya tidur bersama pria lain.
Clara yang begitu shok mendengar ucapan Suaminya hanya bisa menangis. Ia tidak mengejar Leo untuk menjelaskan semua yang terjadi. Untuk apa juga Ia menjelaskan? Yang ujung-ujungnya Leo sudah mengatakan cerai padanya.
Ibu Leo sangat bahagia melihat putranya berpisah dengan Clara. Ia tersenyum ke arah Clara yang sedang menangis, Ia menoleh ke arah pria yang sudah babak belur di hajar Leo.
" Pekerjaanmu bagus sekali, ini bayaranmu. Oh iya? Apa kau sudah menyentuh gadis ini?." tanya Ibu Leo ke arah pria itu membuat Clara menatap ke arah mereka berdua.
" Nyonya, mana bisa saya menyentuh wanita ini? Anak nyonya sudah datang di saat saya ingin menggaulinya. Pelayan itu lama sekali membuka pakaiannya." ucap Pria itu membuat mata Clara membulat. Ia menggerakkan kakinya, Ia meraba-raba tubuhnya yang seperti tidak merasakan sakit di bagian inti.
" Apa kau ingin melanjutkan aksimu? Kau sudah mendapatkan uang dan ada bonus di depan matamu." tanya Ibu Leo yang tersenyum licik ke arah Clara.
" Nyonya, rasanya ingin sekali menerkam tubuh gadis itu tapi dia nggak sebanding dengan tubuh putra anda yang begitu sexy." ucap Pria itu yang berubah centil.
Clara terkejut mendapatkan kenyataan yang ternyata pria itu seorang waria. Ibu Leo mendekati dan mencekram kuat dagu Clara yang membuatnya kesakitan.
" Aku ingin sekali menghancurkan gadis sepertimu yang sok suci di depan putraku. Kau lihat? Aku bisa berbuat apa saja demi memisahkan kalian. Kalau bukan putraku yang datang mendadak mungkin pria lain yang aku utus untuk menyentuh tubuhmu ini. Sekarang aku senang akhirnya putraku melepaskan gadis jijik sepertimu. Bila kau kembali lagi pada putraku? Aku bakal menghancurkanmu lebih dari ini." ucap Ibu Leo dengan tegas sambil menghempaskan cekremannya.
__ADS_1
Ibu Leo dan pria itu meninggalkan Clara yang mematung.