Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Terima Lamaran


__ADS_3

" Maaf Jen, Kami kesini bukan untuk melamar Rissa tapi melamar Anna" ucap Vina.


" Apaaa?".


" Iya kami ingin melamar Ana karena permintaan Aiden" ucap Prabu.


Ana, Bram dan Jenie begitu terkejut mendengar ucapan Prabu yang membenarkan ucapan Istrinya. Jenie begitu shok mendengar kabar ini apalagi kalau nanti Rissa tau acara ini ternyata lamaran dari Aiden untuk Anna. Aiden lebih memilih Anna bukan Rissa yang sudah dari dulu mengejarnya. Jenie yang masih tak percaya kini mulai menatap suami untuk memastikan apakah benar Aiden ingin melamar Ana?. Namun, yang di dapatkan ternyata benar. Ini bukan mimpi, ini kenyataan Dian menganggukkan kepalanya sesaat setelah mendapatkan tatapan Istrinya. Lain hal dengan pikiran Jenie, Ana hanya diam membisu walaupun dalam benaknya penuh dengan pertanyaan.


"Apa yang membuat Kak Aiden suka padaku?" batin Ana.


" Kakak senang ternyata ada yang menyukai Adik kecil Kakak ini" ucap Bram sambil mengusap ujung kepala Ana.


" Ana, bagaimana?" tanya Dian.


Ana bingung harus menjawab apa, karena baginya ini begitu mendadak sedangkan Dia baru dua kali bertemu dan tiba-tiba datang melamarnya.


" A_aku_" ucap Ana terbata-bata yang masih bingung harus menjawab apa. Menolak atau menerima? Menolak nanti kasihan Aiden menanggung malu, bila menerima? hatinya belum ada rasa apa-apa.


" Mama mohon ya!jawaban Ana nggak membuat Anak Mama merasa kecewa" ucap Vina.


" Gimana Nak?" tanya Prabu.


" Sepertinya Ana masih malu-malu, gimana nanti setelah makan malam kita lanjutkan obrolan ini?" ucap Jenie.


" Oh iya benar, apalagi ini sudah mulai larut malam pasti sudah pada kelaparan" ucap Dian.


" Hahahaha sifatmu masih tetap seperti dulu, mendengar tentang makanan pikiranmu sudah di makanan"ucap Prabu.

__ADS_1


" Kau masih ingat saja favoritku, mari kita makan dulu" ucap Dian mengajak keluarga Prabu ke arah makanan yang tersedia di sana.


Ana bernafas panjang sejenak walaupun Ia terbebas tapi pertanyaan itu akan kembali kepadanya. Bram yang melihat Adik kecilnya belum beranjak dari tempat duduknya kembali mendekatinya.


" Ada apa?" tanya Bram yang kembali duduk berdekatan dengan Ana.


" Ana harus jawab apa Kak?" tanya Ana.


" Menurut Ana bagaimana?" tanya Bram yang balik bertanya tanpa membalas pertanyaan Adiknya.


" Lah Kak Abra, Ana bertanya sama Kakak. Gimana pendapat Kak Abra?" ucap Ana.


" Kakak hanya mendukung keputusan Ana, mana yang baik atau pun jelek Ana yang jalanin.Kakak hanya bisa berdoa untuk kebaikan dan keselamatan Adik kecil Kakak" ucap Bram.


Ana menganggukan kepalanya sesaat bahwa Ia mengerti atas ucapan Kakaknya" Terimakasih ya Kak Abra" ucap Ana yang tersenyum simpul ke arah Bram.


" Ana belum lapar Kak" ucap Ana.


" Ya sudah Kakak makan malam dulu".


" Iya Kak" ucap Ana. Bram meninggalkan Ana yang sedang duduk sendiri.


" Kau tidak gabung bersama Kami?" tanya seseorang dengan suara baritonnya. Ana begitu kenal dengan suara itu, yang membuat hati seorang wanita begitu menyukainya bila mendengarnya apalagi dia adalah Aiden sosok yang di kagumi semua wanita.


" Aku belum lapar Kak" ucap Ana.


" Apa karena Aku sehingga membuatmu tidak lapar?" tanya Aiden.

__ADS_1


" Bukan Kak, Ana sempat makan sore tadi jadi saat ini belum terasa lapar" ucap Ana.


" Oh, apakah Ana tidak menyukai lamaran dadakan ini?".


" Mmm".


" Ana nggak suka?" tanyanya kembali.


" Bukan Kak".


" Trus?".


" A_ana".


" Apa?" tanya Aiden yang tak sabar menunggu jawaban.


" A_ana".


" Apa Ana?" Aiden yang terus mendesaknya.


" Begini".


" Begini apa Ana? Ana menolak lamaran ini?".


" Bukan".


" Trus?".

__ADS_1


" Ana TERIMA LAMARAN INI" ucap Ana dengan lantang.


__ADS_2