Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Keputusan


__ADS_3

Menjelang malam di kediaman Pramudita, keluarga Pramudita sedang makan malam. Ana bisa ikut bergabung makan malam karena ayah dan kakaknya. Bila keduanya tak lagi di rumah Ana kembali makan bersama para maid di dapur.


Ana selalu di perlakukan Janie dan Risa seperti pembantu tanpa belas kasihan bila tak ada Bram ataupun Dian. Ana yang sudah dari kecil sudah terbiasa dengan kelakuan mereka tanpa melaporkan apa yang mereka perbuat kepadanya.


" Risa besok ada acara nggak?" tanya Dian yang sudah menyelesaikan makan malamnya.


" Mmm.. ada pa, kenapa?" tanya Risa sambil menyuapi makanan ke dalam mulutnya.


" Papa ingin mengajakmu dan Ana untuk menghadiri acara spesial teman papa." ucap Dian ke arah kedua Anaknya.


Janie dan Bram hanya melirik ke arah Dian yang nampak berpikir.


" Papa ingin mengajak si buruk rupa? papa nggak malu apa?" tanya Janie yang kesal.


" Mama sudah lupa?" tanya suaminya yang kesal dengan ucapan istrinya terhadap Ana.


" Kalau papa malu, aku yang akan pergi bersama Ana" ucap Bram.


" Maaf pa, aku nggak bisa ikut. Karena pacarku juga mengajak aku ke acara temannya" ucap Risa.


" Kalau begitu kita bertiga saja Bram" ucap Dian ke arah Bram yang menganggukan kepalanya.


" kalau begitu Mama mau minta uang beli gaun untuk mama pakai besok malam"ucap Janie sambil menjulurkan tangannya.


" Mama mau kemana mau beli gaun?" tanya Dian menoleh ke arah istrinya.


" Papa juga kan mengajak mama, jadi mama harus tampil cantik agar mereka tahu dengan kecantikan istrinya tuan Hardian Pramudita." ucap Janie bergaya sombong.


" Maaf ma, papa hanya mengajak Ana sama Bram, papa hanya ingin memperkenalkan anak- anak papa ke teman- teman papa." ucap Dian. Ana yang sedang melahap makanannya tersedak atas ucapan papanya. Bram yang melihatpun langsung memberikan air buat Ana minum.


" Mmm maaf pa, Ana nggak bisa ikut" ucap Ana menolak ajakan ayahnya.


" Tu kan Ana menolaknya pa, jadi mama ikut ya pa?" ucap Janie yang senang.


" Papa tetap mengajakmu, mau atau pun tidak papa tetap mengajakmu ke acara itu" ucap Dian tetap bersikeras mengajak Ana.


" Tapi pa, Ana kan_"ucap Janie yang ucapannya di hentikan Dian.


" Keputusan papa tak bisa di ganggu gugat" ucap Dian yang mulai beranjak pergi.


"Kalau mama mau ikut, pakai gaun yang sudah ada" ucapnya kembali dan melangkah pergi meninggalkan meja makan.


Ana nampak berpikir cemas dengan keadaannya sekarang bertemu dengan orang banyak dan punya jabatan tertinggi di negara ini. Dan dia harus ikut ke acara itu dekat memakai topeng, apa kata orang nanti" pikirnya.


Bram yang menatap Ana nampak tahu yang di pikirkan Ana tentang kondisinya saat ini.


" Entah apa yang ayahmu pikirkan hingga dia ingin membawamu? apa dia ingin mempermalukan keluarga ini?" tanya Janie yang menatap Ana dengan kesal.


" Mama jangan menyalahkan Ana, ini permintaan papa ma. Jadi, mama ikuti saja permintaan papa"ucap Bram menatap wajah ibunya.

__ADS_1


" Kamu selalu saja membelanya, apa yang sudah kau berikan kepada anak dan suamiku, hingga mereka berdua membelamu? Kau gadis buruk rupa siapa yang mau denganmu?" tanya Janie ke arah Ana.


Ana mulai menitikan air mata, bagaimana tidak atas tuduhan Janie kepadanya yang begitu menyakiti dirinya.


" Cukup ma"bentak Bram yang tak bisa menahan amarahnya atas ucapan mamanya.


" Bram, kamu tega ya bentakin mama hanya gara-gara wanita ini?" ucap Janie dengan amarahnya.


" Cukup! selera makanku hilang gara- gara kalian semua " bentak Risa yang beranjak pergi.


"Risa " pangil Janie. Risa yang kesal tetap melangkah pergi meninggalkan mereka tanpa memperdulikan ibunya yang memanggilnya.


Janie yang kesal kepada Bram dan Ana langsung pergi meninggalkan mereka. Ana nampak masih bersedih, dengan hinaan dan cacian yang selalu di lontarkan kepadanya. Bram mendekati Ana yang masih menunduk.


" Maaf kan mama dan Risa yang telah menyakitimu" ucap Bram yang menatap Ana dengan rasa iba.


" Aku nggak apa-apa kak, aku selalu memaafkan mereka. Kak, Ana nggak bisa ikut ke acara itu. Kakak kan tahu keadaan Ana sekarang" ucap Ana.


" Ana harus dengarin kakak ya? Ana tetap ikut sama papa dan kakak. Kakak akan selalu dekat Ana dan menjaga Ana di sana." ucap Bram.


Ana menatap Bram hingga mata mereka pun bertemu seakan memberikan semangat buat Ana yang selalu tak percaya diri dengan keadaannya sekarang.


" Apa kakak dan papa nggak malu? aku gadis bertopeng seumur hidup yang kemana- mana memakai topeng. Karena pipiku yang cacat ini, kalian jadi hujatan oleh orang-orang. Aku menjadi aib buat keluarga ini" ucap Ana yang kembali menitikkan air mata.


Bram memeluk Ana dengan erat agar bisa menguatkan Ana untuk ia tak sendiri menghadapi cobaan yang di alaminya.


" Kak Abra, aku bukan gadis kecil lagi. Aku sudah besar, sudah kuliah dan bentar lagi Ana lulus" ucap Ana yang menolak ucapan Bram.


" Kalau sudah dewasa, kenapa masih menangis kayak anak kecil?" tanya Bram yang menatap Ana.


" Ih kakak" ucap Ana membuang wajahnya ke arah lain.


" Hahaha walaupun Ana sudah dewasa tetap buat kakak Ana tetap gadis kecil" ucap Bram yang mengacak rambut Ana.


" Kakak jangan di berantakin rambut Ana." ucap Ana yang kembali merapikan rambutnya.


" Sekarang Ana tidur ya! sudah larut malam nanti bangunnya telat mau kuliah"ucap Bram.


" Terima kasih kak Abra, Ana pamit tidur dulu. Selamat malam dan semoga mimpi indah kak" ucap Ana kemudian beranjak pergi melangkah meninggalkan Bram yang masih menatap kepergiannya.


" Malam to Ana dan semoga kau yang selalu hadir dalam mimpiku" batin Bram.


Setelah Ana tak terlihat olehnya, Bram beranjak pergi melangkah ke arah kamarnya.


" Papa nggak bersungguh-sungguh kan mengajak Ana?" tanya Janie memastikan.


" Papa tetap mengajak Ana ma,tidak dan ya papa tetap mengajak Ana. Papa ingin istirahat jadi mama jangan mengundang keributan lagi" ucap Dian menutup matanya dan membelakangi istrinya.


"Aku harus mencari cara agar anak itu nggak bisa ikut ke acara istimewa yang bisa menyebabkan keluargaku malu" batin Janie yang memikirkan ide untuk menggagalkan Ana ikut dengan mereka.

__ADS_1


*****


" Mom ini enak banget"ucap Abi memuji masakan ibunya. Vina yang mendapatkan pujian hanya tersenyum senang kearah anaknya.


" Kalau begitu carilah istri yang pintar memasak dan bisa menandingi masakan istriku" ucap Prabu.


Ketiganya pun nampak kesal dengan ucapan Prabu yang selalu menyombongkan apa yang di milikinya ke kedua anaknya.


" Kalau aku mendapatkannya, papa kasih aku apa?" tanya Aiden yang tertarik dengan tantangan ayahnya.


" Papa akan kasih 1 perusahaan papa kepadamu dengan cuma-cuma" ucap Prabu. Aiden menggelengkan kepalanya tanda ia tak mau menerima perusahaan darinya.


" Papa lupa sekarang aku sudah punya perusahaan sendiri yang aku kelola sendiri tanpa campur tangan siapapun. Dan aku ingin papa berjanji memberikan apa yang aku inginkan" ucap Aiden dengan senyumnya.


" Cih, ayah sama anak sama sombongnya" ucap Abian yang kesal karena dirinya yang masih dibawah tak seperti ayah dan kakaknya.


" Abi, kau juga anakku tapi sifatmu dari ibumu" ucap Prabu menatap anaknya.


" Kalau begitu apa yang kamu mau, papa janji akan mengabulkannya?" tanya Prabu tanpa berpikir.


" Aku ingin papa memberikanku 1 pulau untukku" ucap Aiden.


" Apa?" kaget Prabu dengan permintaan Aiden.


" Pulau? kakak minta pulau buat apa?" tanya Abian.


" Aku hadiahkan buat istriku nanti" jawab Aiden dengan santai. Vina hanya tersenyum manis mendengar ucapan Aiden yang ingin memberikan pulau kepada istrinya kelak.


" Papa nggak bisa memberikan 1 pulau buatmu" ucap Prabu menolak permintaan Aiden.


" Papa sudah berjanji jadi apapun keputusanku papa harus menepatinya." ucap Aiden yang tak kalah keras kepala.


" Papa sudah berjanji dan papa juga yang sudah nantangin anak sendiri, jadi harus di sepakati dong!" ucap Vina.


Prabu terdiam tanpa membalas ucapan istrinya sang ratu pujaan hatinya. Bila sang ratu sudah mengeluarkan kata ia tak bisa berbuat apa-apa nanti bisa membuatnya berpuasa. Dan berpuasa sangat menyakitkan buatnya bila ia tak bisa menyentuh istrinya.


" Kenapa jadi jebakan buatku? Sial!!" batin Prabu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haii semua Terima kasih sudah mampir di karyaku ini!! maaf karyaku agak acak- acakan hihihi.


Ada yang rindu dengan ceritaku Cinta dan Kehidupan?


Semoga minggu ini aku akan melanjutkan ceritanya ya!!


Jangan pernah bosan dengan ceritaku ya!!


Terima kasih..Jangan lupa Like dan tinggalkan jejak..karena kalian vitamin untukku biar aku tambah semangaat..

__ADS_1


__ADS_2