Si Gadis Cantik Bertopeng

Si Gadis Cantik Bertopeng
Kenapa Ibu Tega Ingin Membunuh Anna?


__ADS_3

Brraaaakkkhh


" Apa yang kamu katakan?." Bentak Bram dengan rasa terkejutnya.


" Kau harus tenang, aku akan mengatakan semua bukti yang di kumpulkan oleh anak buahku." ucap Aiden.


" Langsung saja." ucap Bram.


" Baik, Aku langsung saja.Di saat aku mau berangkat ke Amrik aku masih mengunjungi tempat kejadian kecelakaan Adikmu itu. Di saat itu Aku menemukan anting ini tidak jauh dari tempat kejadian ." sambil meletakan anting Ana di atas meja berhadapan dengan Bram."Dan saat itu Aku juga menghubungimu untuk memastikannya, apa ini benar-benar anting Anna?." ucap Aiden.


Bram meraih anting itu melihatnya dengan seksama. Bram yakin ini Anting Anna karena Dia pernah di perlihatkan benda satu-satunya peninggalan dari Ibunya hanya anting itu.


" Kemudian, tanpa sengaja Aku melihat tidak jauh dari sana juga ada CCTV. Semua kejadian itu terekam oleh CCTV ternyata Anna belum meninggal. Aku kirimkan video itu di ponselmu coba kau lihat." ucap Aiden lagi sambil mengirimkan sebuah Video.


Bram meraih ponselnya dan membuka video kiriman Aiden ke ponselnya. Video itu pun di putar terlihat semua kejadian yang terjadi di tempat itu.


" Apaa? Jadi Anna terlempar dari dalam mobil? Lalu kenapa tidak di temukan?." ucap Bram semakin terkejut.


" Iya, Kita tidak menemukannya karena Ia jatuh jauh dari tempat itu. Kau harus lihat kelanjutannya." ucap aiden.


Video kembali di putar terlihat seseorang sedang berbicara" Apa? ini tidak mungkin?." ucap Bram makin terkejutnya.


" Anak buahku sudah menemukan dan menangkapnya, dia di markas untuk mengatakan semua siapa dalang dari kejadian ini!." ucap Aiden.


" Ini tidak mungkin Den!." semakin tidak percaya.


Video kembali terlihat gelap dan hujan, Bram semakin panasaran melihat kelanjutan video itu. Tiba-tiba Ia melihat kejadian itu, Ia begitu histeris melihat Anna di tabrak oleh sebuah mobil.


" Aanaaaa!." teriaknya sambil mencengkram kuat benda pipihnya.

__ADS_1


" Tenang Bram." ucap Aiden melihat calon Kakak Iparnya semakin terkejut.


" Kita harus menemukan Anna Den." ucap Bram.


" Aku sudah mendatangi Rumah Sakit itu akan tetapi Aku terlambat, Anna sudah di bawa ke Amrik." ucap Aiden sedih.


" Apaa? Amrik? Kenapa kau tidak meminta nomor ponselnya atau alamatnya di sana?." ucap Bram.


" Sudah Bram, tapi jauh dari tempat Anak buahku bertugas di sana. Nanti Anak buahku besok memberitahukan dan aku juga bakal menyusulnya. Tapi Aku masih punya urusan dengan Tante Jenie, kenapa Tante Jenie ingin melenyapkan Anna?." tanya Aiden.


Bram bangkit dari duduknya, wajahnya semakin memerah menahan amarah mendengar nama Ibunya yang berkaitan dengan kecelakaan yang di alami Anna.


" Aku ingin menemui Pria pembunuh bayaran itu, Aku ingin tahu semua." ucap Bram.


" Baik, ayoo!." ucap Aiden bangkit dari duduknya.


Mereka berdua berangkat ke markas tempat yang sering di sekap orang-orang yang selalu melakukan kejahatan terhadap keluarganya ataupun perusahaannya.


Terdengar suara seseorang sedang mengadu kesakitan, Bram semakin yakin itu suara orang yang habis di siksa. Langkah mereka terdengar di lorong-lorong tempat itu, beberapa Anak buah melihat kedatangan Aiden membuat mereka menunduk hormat.


" Tuan." sapa seorang ketua dari mereka.


" Buka pintunya." suruh Aiden. Salah satu penjaga itu membuka pintu itu.


Terlihat seseorang sedang berdiri lemah, terlihat kedua tangannya di ikat di kedua sisi. Tubuhnya penuh dengan luka yang sudah keluar darah segar. Tempat itu terlihat menakutkan terlihat beberapa alat tajam dan cambukan. Bram yakin alat-alat yang terlihat di sana adalah alat untuk menyiksa lawan mereka.


Laki-laki itu mendongakkan wajahnya melihat dua orang yang berdiri di depannya. Akan tetapi matanya membulat melihat sosok yang Ia kenal.


" Bbbbraam." ucapnya yang terbata-bata.

__ADS_1


Bram pun kaget melihat sosok yang di kenalnya yang ternyata teman dekat Ibunya yang sudah lama.


" Om Leoo!." ucap Bram.


Aiden menoleh ke arah Bram yang kaget dengan orang yang sudah berani mencoba melenyapkan Anna.


" Kau kenal?." tanya Aiden ke arah Bram.


Bram tidak menjawab ucapan Aiden, Ia melangkah mendekati orang yang selalu di panggil Omnya itu.


Bbuugghh


" Om kenapa begitu tega melenyapkan Adikku!." bentak Bram dengan amarah sambil menonjok orang itu.


" Om hanya di suruh, maafkan Om." ucap Leo dengan rasa bersalah.


" Siapa yang menyuruh Om? Katakan Om!." bentak Bram dengan amarah.


" Iiibumu." ucapnya terbata-bata yang tak ingin menyembunyikan kebohongannya demi keluarga kecilnya yang akan di lukai anak buah Aiden.


" Apaa Ibuu? Kenapa Ibu tega ingin membunuh Anna?." Ucap Bram semakin kaget dengan kenyataan ini.


Seseorang yang di anggapnya seperti Dewi karena sudah melahirkan, menjaganya dan menyayanginya begitu tega ingin membunuh Adiknya walaupun hanya Adik Tiri.


"Om tidak tahu, Om hanya menjalankan suruhan Ibumu." ucap Leo.


Nafas Bram semakin naik turun menahan amarahnya mendengar Omnya mengatakan bahwa Ibunya yang menyuruh Om Leo untuk membunuh Anna.Apa tujuan Ibunya untuk membunuh Anna? Apa salah Anna kepada Ibunya?.


Brruukkhhh

__ADS_1


...****************...


Yang sabar Bang Bram.. Gimana nih reaksi Jenie nanti?? mmmm pasti dapat karmanya ya?


__ADS_2